BABY BLUES
peringat Tio, lalu kembali melaju menghampiri dua orang yang terlihat tengah mengobrol di sebuah gazebo.
Dengan langkah ragu, aku masuk ke dalam. Namun, tak menghampiri mereka. Kutepikan tubuh ke bawah pohon beringin yang rimbun. Duduk di bawahnya sembari memeluk lutut. Kalau saja seseorang melihatku dengan posisi seperti ini, pastilah mereka mengira aku adalah hantu.
Beberapa menit menelan kepahitan dalam syahdu suara orang mengaji dari masjid, juga suara jangkrik dari belakang yang ternyata sebuah kebun luas, kutadahkan wajah saat suara perempuan menyapa.