Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Menikah Dengan Klien Papa

Mendadak Menikah Dengan Klien Papa

Jillian meminta pendapat. “Kesel lah … marah, apalagi tahu Caffe lo keren gini dan nanti pasti banyak pengunjungnya … kebakaran jenggot dia.” “Siapa yang kebakaran jenggot?” Kin yang baru selesai mengecek alat makan bersama Mey kemudian bertanya. Dan keduanya kompak memberikan senyum iklan pasta gigi. “Iiih … gemes,” kata Kin seraya mencubit pipi Kirana membuat Jillian merotasi bola matanya.
1089.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Janggut tipis tumbuh di wajahnya. Vincent duduk di tangga batu di depan pintu sambil meminum wiski seteguk demi seteguk. Sorot tatapannya tampak kosong. Dia jatuh bebas dari puncak kekuasaan ke dalam jurang. "Putra Telantar Keluarga Gredi", "Hak Suksesi Dunia Bawah Tanah Jatuh ke Tangan yang Salah", "Si Pangeran yang Terpuruk Menangis di Jalanan".
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil

Gadis Kecil

"Tumben kesini?" "Anter oleh-oleh buat mami." Anggi mengulurkan tas yang berisi oleh-oleh. "Bandung aja pakai oleh-oleh." Leo menggelengkan kepalanya "Mami didalam lagi marahin Jimmy." "Kenapa?"
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Cinta dan luka

Cinta dan luka

tanya Abb "Belum badan gue masih sakit banget tapi ini gak seberapa sih"jawab Kanz "Misi misi lu mau gue suapin gak,tadi lu di suruh makan sama orang tua lu"teriak Gita membawa makanan ke Kanz "Siapa juga yang mau di suapin sama manusia tipe kaya lu"tolak Kanz "Tau diri lah sudah tau abang gue gak mau sama lu tapi tetap saja maksa" bentak Abb
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Costumer Karen [Kak, bisa ngerjain henna tangan buat tanggal 20 Agustus ini?] Sebuah chat masuk pagi itu, saat aku baru selesai menyuapi Rangga, putraku yang berusia empat tahun di teras depan rumah. [Insyaallah bisa Kak, mau buat acara pernikahan atau pertunangan?] Langsung kubalas chat tersebut, rejeki tak boleh di tolak, dan saat kuingat-ingat pada tanggal itu aku tak ada pesanan.
10175.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

“Papi lagi ngapain?” “Papi cuma main gitar. Lagi kangen kamu.” Shadam terkekeh kecil. “Aku juga kangen Papi. Mami lagi di kamar, Papi bisa cerita dulu sama aku kan?” Angga mengangguk, menatap layar seperti menatap bagian kecil dari hidup yang dulu hilang. “Boleh banget. Kamu udah makan?” “Udah. Mami masak sup jagung.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Ada apa? ( Enggak, aku cuma kangen sama kamu ) ( Ha, baru dua jam ditinggal udah bilang kangen aja ) ( Memang harus nunggu berapa lama buat bilang kangen sama kamu? ) ( Ya maaf, aku mungkin pulang agak terlambat karena teman-teman mau ngajak makan-makan ) ( Apa pria itu ikut juga? ) ( Pria yang mana )
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

jawab sang kucing kecil. “Apa? Gareng? Sungguh nama yang jelek,” Madu Lanang menggeleng. “Kekekek, meong,” sang kucing kecil malah terkekeh tidak peduli. “Baiklah Gareng, berapa lama lagi kita tiba di kampung Tumaritis?” tanya Madu Lanang. “Meong,” ucap sang kucing kecil. Dia mengatakan masih berjarak satu hari karena letak kampung Tumaritis berada di ujung hutan Kameteung ini.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!

Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!

“Tipi? Television bruh, jaman gini masih tipi.” Beberapa anggota geng sudah pulang karena sore sudah usai, guratan senja sudah mulai terlihat. Kafka yang baru selesai merapikan hiasan dinding, berdecak kagum pada keahliannya menata. “Nggak sia-sia gue tinggal sendirian, bisa nata semua dengan perfect.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

"Papa! Ada apa ini?" "Mas, Papa mendadak mual dan muntah-muntah. Lihat tuh! Muntahnya dikerumuni kumbang lagi," sahut Intan. Terlihat puluhan kumbang hitam sedang mengerumuni darah yang dimuntahkan oleh Erik. Suaranya bising dan mengganggu telinga. "Apa-apaan ini!" Pak haji tercekat, dia membuka sandalnya untuk menimpuk kumbang hingga serangga itu mati dan meletus, dari perutnya keluar gulungan rambut dan belatung.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai titip kangen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status