Share

BAB 74

Penulis: Dhia Dharma
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-14 10:17:39

Fakhri menyusul di sofa seberangnya, "Jujur aku kaget waktu Aya cerita, Papi tau sendiri kan gimana sikap Mami."

Setelah kejadian Ayyana kecelakaan saat itu, Fakhri memang sempat meminta Papinya untuk tidak memberi tahu Maminya terkait foto yang membuat Ayyana marah.

Yang Fakhri takutkan, Maminya justru akan meledak dan membuat keadaan semakin keruh. Ia tidak masalah jika Maminya marah dan mencaci Fahri atas kesalahan yang dia lakuan, tapi Fakhri tidak siap dengan tanggapan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 80

    "Aku nggak bermaksud buat bohongin kamu sayang.""Tapi Mas bermaksud untuk menutupinya dari aku." Telak Ayyana. "Kita suami istri Mas, komunikasi itu pnting. Mau sampai kapan kamu selalu menutup diri dari aku? Apa kamu merasa aku nggak sebegitu bergunanya sampai kamu nggak pernah mau berbagi keluh kesah sama aku?"Fakhri bangkit dengan cepat kearah Ayyana. "Sayang hei, aku nggak pernah mikir kayak gitu."Ia meraih jemari Ayyana dan berlutut di hadapannya. "Aku nutupin semuanya selama ini, bahkan pun soal keberadaan Jihan karena nggak pengen bikin kamu khawatir.""Berhenti beranggapan kalau kamu nggak penting buat aku. kamu penting sayang, lebih dari apapun dan siapapun.""Kalau gitu cerita sama aku." Tuntut Ayyana."Oke, fine. Tapi nggak sekarang__""Mas!""Kita harus ke kantor sayang." Kata Fakhri mengangkat tangan kiri Ayyana yang dilingkari jam tangan, menunjukkan waktu masuk kantor yang sudah mepet.Ayyana cemberut. "Kamu mah.""Aku cerita

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 79

    Jihan menyentak tangan Daffa dengan cukup keras dan beranjak masuk ke kamarnya."AARRGH!!!" Amukan Jihan berlanjut dengan melampiaskan kekesalannya pada barang-barang di kamarnya.Membanting bantal ke lantai hingga menarik seprai dengan kasar sampai tak berbentuk."Brengsek!" Maki Jihan entah ia tujukan pada siapa. "Setelah semua hal yang gue lakuin, setelah semua hal yang gue korbanin, kenapa harus kayak gini?"Jihan meremas kuat rambutnya dan duduk di meringkuk di samping tempat tidur, ia menangis sejadi-jadinya."Enggak! Kak Fakhri harus tetap sama gue! Kak Fakhri harus nikah sama gue! Kak Reza udah minta dia buat jagain gue, tapi kenapa harus kayak gini?"Tubuh Jihan menggigil, ia tidak bisa menerima kenyataan kalau Fakhri sudah menikah dengan perempuan lain."Kalau gue nggak bisa bahagia, Kak Fakhri juga nggak boleh bahagia!"Tangisan Jihan semakin menjadi, mengiringi tubuhnya yang terasa mulai lunglai.

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 78

    "Lah Mami lo sakit?"Perhatian Ayyana ikut teralihkan mendengar pertanyaan Fakhri. "Sakit apa? Kok Mami nggak ada hubungin gue?" Cecar Fakhri yang tak mendapat kabar apapun dari Maminya sendiri.'Eh, apa sih?' Daffa jadi ikutan pnik mendengar Fakhri. "Bukan itu maksud gue elah.""Lo tadi bilang Mami lo lagi nggak baik."'Bukan sakit.' Perjelas Daffa."Ya terus?"'Kurang lebih dua bulan yang lalu, Mami minta gue buat pulang tapi nggak gue tanggapin dan kali ini dia ngancem bakalan kesini nyeret gue kalau gue nggak pulang besok.'"Ya udah sih pulang dulu, dia pasti juga kangen sama lo."'Bukan kangen.'"Terus?"'Mami maksa gue buat bawain dia calon mantu.'Bibir Fakhri berkedut menahan tawa."Kenapa? Tante Rania sakit apa?" Tanya Ayyana heran melihat perubahan sikap Fakhri."Ngidam sayang."Bola mata Ayana melebar. "Hah? Tante Rania hamil? Kak Daffa mau punya a

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 77

    Haikal mengangkat pandangan, "Kenapa?""Karena gue bisa lihat dari mata lo, lo belum sepenuhnya berdamai sama masa lalu lo."Ayyana lalu melanjutkan, "Takdir tuh kadang suka bercanda Kal, jadi satu-satunya cara untuk bisa bikin lo berdamai dan menerima takdir hidup yang penuh kejutan ini adalah dengan lo serahin hidup lo sama Allah, jangan melangkah sendiri, lo nggak akan mampu."Helaan napas panjang terdengar dari Haikal, sementara Dita justru malah ikut bungkam. Dua orang itu berperang dengan pikirannya masing-masing."Terus, menurut lo, supaya gue nggak salah langkah lagi, apa yang harus gue lakuin?" Tanya Haikal terdengar sedikit putus asa."Pertama, sholat taubat dulu, coba buat mendekat sama yang maha kuasa. Lo bisa cari ustadz buat tanya dan belajar lebih. Dan untuk memastikan pilihan lo, ada yang namanya sholat istikharah.""Sholat istikharah?" Cicit Dita."Iya. Buat minta petunjuk sama Allah tentang pilihan yang

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 76

    "Kan gue udah bilang, kalau gue nikah pasti gue akan pakai jasa WO kalian." Haikal mengingatkan janjinya dulu, saat WO rintisan Ayyana ini masih seumur jagung."Ya kali aja kan lo udah lupa." Timpal Dita.Ayyana beralih kembali pada calon Haikal, "Maaf ya kalau kita berdua agak sedikit heboh."Perempuan itu hanya melempar senyum tipis dan melirik tajam pada Haikal, seolah memberi isyarat untuk tidak basa basi lebih lama."Oh ya, mungkin kita bisa mulai pembahasan inti lebih dulu, kebetulan dia lagi agak buru-buru." Ucap Haikal tetap dengan nada santai tapi mulai serius."Eh, iya tentu." Dita lantas menyalakan laptop sementara Ayyana membuka pembahasan mereka.Pertemuan ereka bisa dibilang berlangsung singkat dan lancar, bahkan sangat amat lancar karena calon pasangan itu sama sekali tidak banyak permintaan soal konsep pernikahannya.Haikal hanya menuruti kemauan calon istrinya, sementara perempuan bernama Fani itu dengan mudahnya memilih konsep yang ada d

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 75

    "Ayy?""Hm?"Dita tampak menimbang sejenak seakan ragu dengan apa yang akan ia sampaikan."Kenapa sih? Ada masalah?" Tanya Ayyana melihat keraguan di mata perempuan itu."Gimana ya ngomongnya." Dita menarik napas pelan sebelum melanjutkan. "Tapi lo jangan ketawain gue ya?"Kerutan di kening Ayyana semakin jelas, "Emang ada apa? Lo dilamar sama Kak Daffa?""Heh?!" Bola mata Dita membulat dan dengan reflek ia menutup mulut, menatap Ayyana tak percaya.Bersamaan dengan itu, Ayyana sontak melakukan hal yang sama. "Eh, yang bener?" Tanya Ayyana heboh.Dita dengan cepat menggeleng membuat Ayyana mendengus, "Terus kenapa reaksi lo begitu?"Dita menarik napas pelan, "Maksud gue... Ini emang ada hubungannya sama Daffa tapi bukan lamaran juga.""Terus?""Lo tau sendiri kan, orang tua gue tuh udah mulai nyinggung soal perjodohan. Dan kemarin malam mereka mulai bahas soal itu lagi, terus pas habis sholat isya gue kepikiran tuh buat doa minta di deketi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status