Tetanggaku Maduku
terang Ambu sambil berjalan beriringan menuju ruang makan.
Aku tersenyum. Kedatangan mereka langsung kusuguhkan dengan makanan yang sedari pagi sudah menunggu. Untunglah cepat datang, jadi masih hangat dan nikmat untuk disantap.
"Maaf, Ambu. Ada masalah kecil di sini, jadi Ayu gak sempat mengabari," timpalku, beralasan.
Ambu kembali menyunggingkan senyumannya. Sikapnya yang hangat membuatku teringat almarhumah Mama. Aku menganggapnya Ibu sendiri, karena memang kemiripan banyak sekali di antara mereka.
Bab Populer