MATE
Mendongak, aku mendapati wajah cantik seorang wanita muda dengan senyuman yang sangat menawan.
“Tenanglah, kau tidak akan sendirian lagi setelah ini. Ikutlah bersamaku dan kita bisa tinggal bersama di sana. Aku juga memiiki anak perempuan yang seumuranmu. Dia pasti akan senang setelah bertemu denganmu,” wanita itu berujar dengan lembut dan manis. Seperti gula yang mengundang semut, ajakannya terlalu manis untuk kutolak. Ditengah-tengah dunia yang kejam, wanita asing itulah satu-satunya yang datang mengulurkan tangannya. Tanpa keraguan aku menggapai tangannya, menggenggamnya erat seolah hanya itu satu-satunya pegangan yang kupunya.
Bab Populer