Sentuh Aku, Renshu!
"Tangannya kotor. Sentuhannya najis. Aku tidak tahan melihat tangan ini memegang pedang yang kuberikan padamu, padahal jejak pria itu masih menempel di sini!"
Liying meringis saat punggung tangannya mulai terasa panas dan berubah kemerahan akibat gosokan kasar tersebut. Namun, anehnya, Liying tidak berusaha menarik tangannya. Di balik rasa perih itu, ada kepuasan gila yang merayap di dadanya melihat pria sedingin es ini benar-benar kehilangan akal sehat hanya karena satu sentuhan di punggung tangannya.
"Sakit, Renshu..." bisik Liying, suaranya parau. Bukan karena kesakitan, melainkan karena gairah yang mulai tersulut oleh rasa kepemilikan pria itu.
Bab Populer