Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perempuan Dalam Kotak Warisan Nenek

Perempuan Dalam Kotak Warisan Nenek

"Iya bro, kamu bercanda kan? Apa karena kepergian Nenek yang membuatmu sangat kesepian? Sampai-sampai kamu mengarang cerita seperti ini, atau kamu berhalusinasi?" "Benar kata Bima, Def. Mungkin kamu jadi berhalusinasi karena kepergian Nenek, mau aku antarkan ke psikiater kenalanku?"
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
I Know What You Eat

I Know What You Eat

Di saat suasana memanas, seseorang menghampiri Ken. Tap.. Tap.. Langkahnya begitu pelan dan lambat. Langkahnya seperti diseret. Tap.. Tap.. GRAB!! Sebuah tangan tua yang keriput menyentuh tangan Ken dan menggenggamnya erat. “Nak.. Tenanglah.. Nenek tahu semua bukan kesalahanmu..,” ucap nenek itu lirih. Ditatapnya nenek itu oleh Ken. “Nenek ini.. Wanita tua yang datang sama Tante itu.. Tante yang kepalanya kena kue jeruk..,” batin Ken.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
MISTERI TUSUK KONDE

MISTERI TUSUK KONDE

"Nek, apa Kakek dulu suka bertapa di Goa Ngampeng?" Sontak Nek Sami yang sedang minum menjadi tersedak. Wanita tua itu menjadi terbatuk. "Kok kamu tahu, Nduk?" "Tante Dewi yang cerita, Nek. Katanya dulu ada seorang sinden yang datang ke Kakek." Nek Sami meletakkan gelasnya pelan. Ia berusaha mengingat kejadian yang telah lama.
1025.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 796 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

teriak seorang kakek. Maya menengok ke atas dengan ekspresi enggak percaya, mulutnya terbuka. Aku sampai gigit bibir buat tahan tawa. “Dasar kakek mesum!” teriak nenek lain. “Lah, kamu enggak ngeluh pas malem itu,” balas kakek tadi. Maya berdiri lagi, dan jujur saja, aku hampir melepas jaket buat menutupi pantatnya, biar itu enggak jadi bahan mimpi basah para kakek.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Lenyap semua deretan peristiwa itu, peristiwa tentang papah yang sedang kuceritakan pada nenek. Kutatap mata nenek yang sudah bengkak dan pipinya yang juga sudah basah. Sepanjang aku menceritakan semuanya, mungkin nenek menangis tak henti-henti. "Lupakan laki-laki iblis itu Nak, lupakan. Kamu pasti bisa, biarkan dia masuk ke dalam penjara," ucap Nenek lagi.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

Malah semakin tua dua pasangan suami istri itu semakin menggila. Jojo hanya bisa mendesis kecil. "Curang!" Lalu dia menoleh ke arah nenek, melihat tubuh nenek yang sudah bugil dengan payudara sebesar milik bik Sri tapi sudah kendor dan jauh sampai ke pusar. Lalu pantat yang sudah kendur dan juga mememk dengan itil yang sudah menyerupai jengger ayam. "Masa iya aku main sama nenek dulu. Padahal ada banyak ibu-ibu di sini." Gumam Jojo tak berselera.
1021.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
Sup Kecantikan

Sup Kecantikan

Nenek dengan sabar menjelaskan bahwa yang kualami tadi malam hanya 'ditindih setan', bukan pertemuan langsung dengan dewa gunung. Katanya kalau sudah bertemu dewa gunung, pasti tak akan sesakit ini. Setelah lama dibujuk, akhirnya aku mulai sedikit tenang. Namun begitu nenek pergi, ibuku masuk dengan wajah puas, lalu sengaja menekan-nekan lebam di tubuhku. "Sakit? Baguslah kalau sakit! Setelah menikah dengan dewa gunung, kamu akan lebih menderita lagi!"
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Merinding sampai ke tulang-tulang. “Kamu bengkok? Belok?” Tentu nyaring. Mengundang pasang mata untuk memandang. “Nggak suka yang bentuknya yahud?” Hampir lupa. Nenek selalu sebar-bar ini. Sejak dulu hingga sekarang. Tidak heran jika kata-katanya tidak terfilter dengan baik. Maha maklum. Namun andai nenek tahu aktivitas Maha yang doyan gonta-ganti pasangan di ranjang, bisa-bisa di babat miliknya. Sampai tuntas tak bersisa. Bahkan Maha membuat perempuan bunting dalam sekali tempur. Bukankah bibitnya sangat ungguh? Satu kali tancap langsung membludak.
1.518.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 470 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

kata Cakra kesal, tetapi tidak bisa menolak ajakan si nenek karena ada beberapa pengawal yang mengawasi mereka. "Kita duduk dan bicara baik-baik," ucap si nenek. "Mau ngomong apa lagi, Nek? Ya Allah. Kesel banget ngobrol sama Nenek. Nggak bisa, ya, nggak usah ganggu aku lagi?" Cakra menggaruk kepala dengan raut wajah kesal. Namun, di mata si nenek hal itu malah terlihat lucu. "Gemes banget, sih." Si nenek tanpa sungkan mencubit pipi Cakra seolah lelaki dewasa itu anak TK yang lucu dan menggemaskan. "Makin cinta deh kalau kayak gini."
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

Mengingat status pak Abdi juga seorang duda yanag ditinggal mati istrinya. "Kok sama nenek, sih? Mana seru sama nenek. Gak bisa main. Nanti nenek bilang aduh pinggangku sakit," ujar Aldo seraya memegang pinggangnya meniru nenek - nenek yang di bintang iklan televisi. Sontak kami tertawa bersama karena kelucuan bocah berkaos putih itu. "Neneknya Aldo mana? Kok gak main kemari. Kasian dirumah sendirian." tanya wanita yang telah melahirkan istriku kepada pak Abdi. Mertuaku sengaja mengalihkan pembicaraan.
9.523.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 667 kali sebagai cerita dewasa nenek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status