Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana Kenshi Yonezu mengekspresikan kesedihan dalam 'Lemon'. Terjemahan Bahasa Indonesia yang pernah kubaca mencoba menangkap nuansa patah hati yang puitis itu. "Sisa aroma musim panas, di antara lemari yang berderit" menjadi "Aroma musim panas tersisa, di antara lemari yang berdecit". Terasa lebih dramatis dalam versi kita karena pemilihan kata seperti "decit" yang memberi sensasi visual lebih kuat.
Bagian favoritku adalah terjemahan chorus "Jika bisa kuberikan seluruh dunia yang berwarna" menjadi "Seandainya bisa kuberikan dunia penuh warna". Meski sedikit berbeda dari literalnya, terjemahan ini justru mempertahankan esensi lirik asli tentang penyesalan dan kerinduan. Aku sering menemukan versi terjemahan berbeda-beda di internet, tergantung komunitas penggemar yang membuatnya.