SAY YES, PLEASE
"Kamu jangan gantung gitu, dong! Nanti aku bisa mati penasaran! Apa maksud kamu?!"
Kutarik napas panjang lebih dulu. "Ya ..., 'itu' ..., hubungan seks." Aku menjawab pelan, berbisik.
"Huk! Uhuk! Uhuk uhuk!"
Theo terbatuk-batuk, keras. Kusodorkan ice tea punyaku yang juga masih sisa setengah. Wajah Theo tampak merah padam, matanya menyiratkan kegugupan. Mungkin dia sendiri tak percaya aku membahas hal semacam ini.