Hayu
Kalau memang benar begitu, ini sungguh terlalu, dia di sini untuk membantu, bukan menggantikan orang lain bekerja.
“Fighting Hayu,” gumamnya pada dirinya sendiri. Kembali membulatkan adonan demi adonan nastar yang dibuatnya. Meski semakin lama semakin lelah dia berdiri, tak menyurutkan niatnya untuk membuktikan bahwa dirinya memang bisa diandalkan. Hayu mengelap peluh yang menetes dari keningnya, agak kesusahan dia menepis dengan lengannya, sementara dia menggunakan sarung tangan plastik.
Chapitres populaires