LOGINHana tidak menyangka jika kecelakaan yang membuat dirinya buta adalah rencana dari suaminya, padahal selama ini suaminya itu terlihat begitu mencintai dirinya. Setelah mengetahui kebusukan suaminya, Hana berniat untuk membalas dendam. "Ternyata kamu itu sangat jahat, Mas. Lihat saja, aku pasti akan membalas semua perbuatanmu." Cara apa yang akan dilakukan oleh Hana untuk membalas sakit hatinya terhadap suaminya? Yuk langsung baca.
View More“Karena aku tidak punya kewajiban memberitahumu.”Jawaban Bernard terdengar dingin, tentunya itu juga terasa begitu menyakitkan bagi Heila. Wanita itu begitu bersusah payah untuk mendapatkan Bernard, dia bahkan berkali-kali melakukan hal licik.Namun, pada kenyataannya dia tetap tidak bisa memiliki pria itu. Heila menatapnya tajam, lalu melayangkan protesnya.“Kenapa kamu tidak pernah mau menghargaiku? Atau menerima niat baikku? Karena aku sungguh mencintai kamu!”Bernard menghela napas berat, susah sekali berhadapan dengan wanita yang tidak bisa diajak bicara seperti Heila.“Pertama, aku tidak menyukaimu dan kita tidak pernah dekat. Kedua, aku tidak pernah mengatakan akan menikahimu.”“Tapi—”“Justru ada satu hal yang ingin kukatakan kepadamu.”Heila terdiam. Bernard menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Heila diam sambil menunggu apa yang akan pria itu katakan kepada dirinya.“Terima kasih.”Heila mengerny
Hana diam di depan rumah sambil menepuk jidatnya, dia tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan wanita gila seperti Heila. Bernard sudah menceritakan wanita itu, tentu saja dia sudah tahu. Namun, dia tidak menyangka kalau wanita itu akan benar-benar sangat gila atau bahkan lebih gila dari dugaannya."Menyebalkan!" umpatnya.Hana masih diam sambil menunggu reaksi dari suaminya karena kedatangan dari wanita yang tidak diundang, sedangkan Heila terus berjalan sambil memanggil nama suami dari Hana tersebut.“Bernard!”Suara wanita itu menggema hingga ke seluruh ruangan. Heila melangkah masuk tanpa sedikit pun merasa bersalah. Wajahnya dipenuhi kemarahan sekaligus keyakinan bahwa kedatangannya ke tempat itu akan mengubah semuanya.“Bernard! Di mana kamu?”Ia terus berjalan, matanya menyapu ruang tamu yang luas. Tidak ada seorang pun yang menyambutnya. Namun, Heila tidak peduli. Ia justru semakin keras memanggil nama pria yang sudah dicarinya selama berbulan-b
Selama satu minggu di Villa, Hana benar-benar menikmati harinya bersama dengan Bertrand dan juga Hani. Dia selalu bisa menyenangkan hati suaminya, dia juga selalu bisa menyenangkan hati Hani. Awalnya dia mengira jika Bertrand akan egois, suaminya akan meminta banyak waktu darinya hanya untuk berduaan saja dengan Bertrand. Karena pada kenyataannya mereka memang pasangan pengantin baru. Namun, justru Bertrand selalu ingin pergi ke manapun untuk menikmati hari bersama dengan Hani. Pria itu seolah mengerti keinginan dari Hana yang memang sudah sangat lama tidak bertemu dengan putri cantiknya. Bertrand selalu mendahulukan keinginan putri cantiknya, dia selalu memanjakan putri cantiknya karena pria itu berpikir jika dia memanjakan putrinya, maka Hana akan semakin mencintai dirinya. "Sudah satu minggu loh, mau nambah waktu atau mau pulang ke Jakarta aja?" Bertrand memeluk Hana yang kini sedang berada di depan jendela kamar yang terbuka, wanita itu sedang menikmati udara segar di sana.
Saat mendapatkan pemeriksaan ternyata Hana dinyatakan baik-baik saja, hanya saja dia perlu beristirahat dan diberikan vitamin oleh dokter.Bertrand juga mendapatkan tindakan, wajah tampannya langsung diobati dan diolesi salep luka. Kini keduanya sudah terlihat baik-baik saja, keduanya sudah pulang ke Villa."Bagaimana keadaan kalian?" tanya Helma dengan cemas.Semalaman dia tidak bisa tidur pulas, karena terus saja memikirkan bagaimana nasib menantunya itu. Dia sangat tahu kalau Hana adalah wanita baik, dia begitu gelisah saat mengetahui Bara menculik menantunya itu."Kami baik, Mom. Mana Hani?" tanya Hana.Padahal dia yang sudah diculik, tetapi tetap saja dia mengkhawatirkan kondisi putri cantiknya. Helma menghela napas panjang lalu memeluk Hana."Hani baik, dia sama Bobby. Kita langsung pulang ke ibu kota saja, Mom khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan lagi." Helma mengurai pelukannya, lalu dia mengusap puncak kepala Hana."Jangan khawatir, Mom. Bara sudah ditangkap polisi
Saat tiba di dalam kamar mandi, Hesti terus saja menjerit kesakitan sambil mengguyur pahanya dan juga area intinya yang tersiram jus buah yang dia buat.Kulit wanita itu nampak melepuh, bahkan area intinya juga mengalami hal yang sama. Hesti semakin berteriak dengan begitu kencang, karena walaupun
"Mas, kamu sedang apa?" tanya Hana pura-pura tidak tahu.Bara yang sudah selesai bersiap langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk di atas sofa, lalu dia ikut duduk di atas sofa dan memeluk istrinya tersebut.Jijik sekali rasanya Hana mendapatkan pelukan dari Bara, tetapi dia pura-pura menikm
Mendengar suara adzan yang berkumandang membuat Hana terbangun dari tidurnya, dengan begitu perlahan dia duduk dan menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.Lalu, wanita itu nampak meraba-raba ke arah samping. Dia berusaha untuk mencari suaminya, tetapi dia merasa kalau kasur itu kosong.
Beberapa saat sebelumnya.Bara baru saja pulang, bi Heni, pelayan yang sudah bekerja selama tiga puluh tahun lamanya di sana nampak membukakan pintu untuk Bara. Lalu, wanita itu menurunkan barang-barang yang dibawa oleh Bara menuju kamar Hesti.Semenjak Hana mengalami kecelakaan, Bara membawa Hesti












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore