Chapter: Bab 9. Tekad“Ibu … aku sudah sangat dipermalukan,” keluh Edelis.“Tenanglah.”“Kirimkan surat untuk Marquess Ardelis sekarang juga,” ucap Duchess.“Sampaikan surat sebelum anak itu tiba dikediaman Marquess.”“Baik Nyonya.”Saat ini dikereta keluarga Marquess Ardelis.“Nona … apa anda sudah lebih baik?” tanya Popi khawatir.Loria mengangguk pelan. “Terimakasih Popi.”Ia menatap kedua tangannya. Sepertinya membutuhkan waktu lama untuk meningkatkan aura.Kereta berjalan dengan sangat lancar dan tiba dikediaman keluarga Ardelis.Popi membantu Loria turun.“Loria!!” Marquess berdiri didepan pintu gerbang dan menghampiri Loria.“Apa yang kau lakukan saat pesta minum teh?”“Tuan … Nona tidak salah.” Popi mencoba untuk membantu Loria.“Kau diam!!” Marquess menatap Popi dengan penuh amarah.“Mulai hari ini kau tidak melayani Loria lagi,” ucap Marquess.“Apa-“Loria memegang rok Popi dan menggelengkan kepala, memberi isyarat agar jangan membelanya.Aku tidak ingin orang disekitarku terluka karena aku.“Ayah
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: Bab 8. Pesta Minum TehCahaya Mentari pagi perlahan masuk melalui celah jendela.Loria mengernyit dan perlahan membuka matanya.“Sudah pagi?”Loria segera Bersiap untuk pergi ke pesta minum teh.Beberapa jam telah berlalu. Popi sangat ketat untuk urusan penampilan, jadi Loria membutuhkan banyak waktu untuk Bersiap – siap.“Nona … anda cantik sekali,” ucap Popi dengan haru.Siapa bilang Nona Arienne yang paling cantik?“Baiklah .. kau telah bekerja keras,” ucap Loria dengan senyum manis.Loria pergi menuju kereta kuda keluarga Ardelis.Dari balik jendela, Arienne melihat Loria menaiki kereta kuda dan tersenyum tipis.“Semoga hari ini adalah hari keberuntunganmu,” gumam Arienne.Kereta kuda berjalan dengan lancar. Loria melihat tangannya yang mengeluarkan aura hitam tipis, kemudian mengepalkan tangannya dengan erat.Aura ini masih sangat lemah.Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu. Kereta kuda akhirnya berhenti.Loria turun dari kereta, dibantu oleh Popi.Saat hendak memasuki kediaman, semua tamu undang
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 7. Ruang RahasiaMalam hari saat semua orang tidur. Loria mengendap – endap memasuki hutan dan menghindari penjagaan yang sangat ketat.“Hah … jangan remehkan ketua organisasi pembunuh bayaran.”Loria terus jalan memasuki Gedung yang tidak berpenghuni.“Anak laki – laki itu sudah tidak ada,” gumam Loria.Ia terus melanjutkan perjalanannya dan menyalakan lampu sihir kecil yang ia bawa.Melihat sekeliling, Loria tidak menemukan sesuatu yang istimewa.“Mengapa dijaga begitu ketat.”Didalam novel tidak menceritakan apapun tentang ini.Semakin dalam ia berjalan semakin sunyi gedung itu. Cahaya bulan tidak lagi menembus ruangan itu.“Seprtinya tidak ada apa – apa.”TAAAG. Saat Loria berbalik, ia tidak sengaja menginjak sesuatu.Sebuah ruangan bawah tanah muncul.“Waw.” Loria segera menuruni tangga menuju ruang bawah tanah.Ruangan itu terlihat bersih seperti ada yang tinggal disini setiap harinya. Terdapat banyak buku yang tersusun rapi.Loria melihat beberapa buku yang berada di rak buku. Pandangannya terpa
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Bab 6. Hutan TerlarangBab 6.Suasana yang tadinya sedikit berisik kini menjadi hening.“Tuan muda… apa anda baik – baik saja?” seseorang tiba – tiba muncul entah darimana.“Ini adalah ujian dari ayah … jangan membantuku.” Anak laki – laki itu mengelap darah yang ada disudut mulutnya.“Ini kediaman keluarga Ardelis?” tanya anak laki – laki itu sambil melihat sekeliling.“Ya Tuan, Gedung ini sudah lama ditinggalkan oleh Marquess.”Anak laki – laki itu menatap batu yang diberikan oleh Loria.“Tuan muda … sebaiknya kita kembali sebelum gelap.”“Aku akan berada disini sebentar,” ucapnya.“Kalau begitu saya akan bersembunyi disekitar sini.” Orang itu segera pergi bersembunyi.Saat ini diluar hutan.Loria berlari menemui Popi.“Nona … apa anda baik – baik saja?” melihat gaun Loria yang sobek membuat Popi Khawatir.“Tenanglah.” Loria melihat ke kanan dan ke kiri.Ia menyuruh Popi untuk menunduk. “Aku menemukan seseorang yang terluka,” bisiknya.“Nona kau-“ Loria menutup mulut Popi.“Aku tidak berpikir kalau dia boc
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Bab 5. Pertemuan di HutanArienne melihat penampilan Loria dari atas sampai kebawah. Mengapa penampilannya berbeda? Bibir kecil merah, rambut yang rapi, mata yang indah. Meskipun Loria terlihat kurus tetapi dia terlihat sangat cantik.“S-siapa yang memberikanmu gaun?!!” jari Arienne yang kecil menunjuk Loria dengan gemetar.“Gadis jalanan … apa kau mencurinya?!!” tanya Eva dengan nada suara yang tinggi.PLAK. Suara itu terdengar sangat renyah.“P-popi?!!” Eva memegang pipinya dan melihat Popi dengan mata terbelalak.Loria yang belum sempat membalas perkataan pelayan Arienne merasa terkejut juga, bahkan Arienne sendiri.“Nona Loria juga Nona muda dikediaman ini, jadi kau sebagai pelayan harus sopan padanya,” ucap Popi dengan sopan.“K-kau!” wajah Eva memerah karena kesal.Arienne mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam kearah Loria. Nona? Dia mimpi?!!Merasakan tatapan Arienne, Loria membalasnya dengan senyuman kemenangan.“Popi, ayo kita keruang makan,” ucap Loria.“Baik Nona.” Popi memberi jalan Loria
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: Bab 4. Permainan Baru Dimulai“Loria?!!” Suasana yang sunyi itu dipecahkan oleh teriakan Marchioness.“Apa kau sudah gila?!!” Marchioness segera memeluk Putranya Elliot.“Loria … apa masalahmu?” tanya Julian dengan heran.Bukankah ini adalah hal biasa? Mengapa sekarang Loria sangat marah?“Sekali lagi … jika kau berani berteriak kepadaku maka bukan hanya wajah yang akan aku pukul.” Loria menatap dingin Elliot dan Kembali duduk menyantap makanannya seolah tidak terjadi apapun.“K-kau!!” Elliot menatap Loria dengan matanya yang memerah karena marah.“Aku akan membalasmu!”“Hentikan!!”“A-ayah?” Elliot tidak menyangka dengan sikap ayahnya.Posisi Marquess sedikit canggung. “Loria adalah saudaramu, jadi kau sekarang bersikap baiklah.”Tawaran Loria dia ruang kerja tadi membuat Marquess berpikir jernih.Ya … dengan penampilan Loria, pasti akan mendapatkan pernikahan yang bagus. Dua putri yang cantik, ini cukup menguntungkan.“Sayang … kau akan membiarkan masalah ini begitu saja?” ini pertama kalinya Marchioness melihat
Last Updated: 2026-05-14