Chapter: Bab 5. Pertemuan di HutanArienne melihat penampilan Loria dari atas sampai kebawah. Mengapa penampilannya berbeda? Bibir kecil merah, rambut yang rapi, mata yang indah. Meskipun Loria terlihat kurus tetapi dia terlihat sangat cantik.“S-siapa yang memberikanmu gaun?!!” jari Arienne yang kecil menunjuk Loria dengan gemetar.“Gadis jalanan … apa kau mencurinya?!!” tanya Eva dengan nada suara yang tinggi.PLAK. Suara itu terdengar sangat renyah.“P-popi?!!” Eva memegang pipinya dan melihat Popi dengan mata terbelalak.Loria yang belum sempat membalas perkataan pelayan Arienne merasa terkejut juga, bahkan Arienne sendiri.“Nona Loria juga Nona muda dikediaman ini, jadi kau sebagai pelayan harus sopan padanya,” ucap Popi dengan sopan.“K-kau!” wajah Eva memerah karena kesal.Arienne mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam kearah Loria. Nona? Dia mimpi?!!Merasakan tatapan Arienne, Loria membalasnya dengan senyuman kemenangan.“Popi, ayo kita keruang makan,” ucap Loria.“Baik Nona.” Popi memberi jalan Loria
Dernière mise à jour: 2026-05-28
Chapter: Bab 4. Permainan Baru Dimulai“Loria?!!” Suasana yang sunyi itu dipecahkan oleh teriakan Marchioness.“Apa kau sudah gila?!!” Marchioness segera memeluk Putranya Elliot.“Loria … apa masalahmu?” tanya Julian dengan heran.Bukankah ini adalah hal biasa? Mengapa sekarang Loria sangat marah?“Sekali lagi … jika kau berani berteriak kepadaku maka bukan hanya wajah yang akan aku pukul.” Loria menatap dingin Elliot dan Kembali duduk menyantap makanannya seolah tidak terjadi apapun.“K-kau!!” Elliot menatap Loria dengan matanya yang memerah karena marah.“Aku akan membalasmu!”“Hentikan!!”“A-ayah?” Elliot tidak menyangka dengan sikap ayahnya.Posisi Marquess sedikit canggung. “Loria adalah saudaramu, jadi kau sekarang bersikap baiklah.”Tawaran Loria dia ruang kerja tadi membuat Marquess berpikir jernih.Ya … dengan penampilan Loria, pasti akan mendapatkan pernikahan yang bagus. Dua putri yang cantik, ini cukup menguntungkan.“Sayang … kau akan membiarkan masalah ini begitu saja?” ini pertama kalinya Marchioness melihat
Dernière mise à jour: 2026-05-14
Chapter: Bab 3. Mengubah Alur CeritaCahaya matahari sore yang menyinari kamar membuat ruangan menjadi tampak lebih hangat, kicauan burung yang lembut seolah memberikan ketenangan yang sulit untuk dijelaskan.Loria duduk di kasur kecilnya dan memikirkan apa yang terjadi.Ia mencubit pipinya sendiri cukup keras. “Aaau .. sakit.”“Ini ternyata bukan mimpi.” Loria berbaring dan melihat langit-langit kamarnya.“Sial … Roy bagaimana bisa dia mengkhianatiku?”Roy adalah orang yang paling ia percayai, karena ia telah merawat Roy dari kecil.Loria mengingat gelang yang dipegang oleh Roy sebelum bom meledak. Apa dia adalah anak dari mereka berdua?Sebagai pembunuh bayaran, Loria menerima segala macam permintaan membunuh meskipun targetnya adalah orang yang baik. Selama bayarannya sesuai, Loria tidak pernah peduli siapa targetnya. Loria selalu mengubur barang target yang ia bunuh, itu adalah kebiasaannya.Ia sendiri dibesarkan untuk menjadi pembunuh oleh ayahnya, jadi ia tidak mengerti apa itu artinya rasa kasihan dan keluarga. S
Dernière mise à jour: 2026-05-10
Chapter: Bab 2. Ini bukan tubuhku!!Suara pukulan terdengar sangat keras. Loria terus dipukuli oleh seseorang yang tak dikenalnya. Melindungi wajahnya dengan tangannya, Loria terbelalak saat melihat tangannya yang kecil.Ia terus terpaku dengan jari kecilnya.“Hei … lihat lah gadis bodoh ini.” PLAK. Wajah Loria ditampar dengan sangat keras.Loria akhirnya tersadar Kembali dan memegang pipinya yang memerah.Melihat anak – anak yang ada didepannya. Anak kecil?“K-kakak … bukankah sebaiknya kita berhenti sampai disini?” seorang gadis kecil bersembunyi dibalik anak laki – laki itu. Wajah gadis itu sangat imut dan cantik dengan rambut blonde dan mata berwarna biru cerah yang bisa membuat orang terpaku melihatnya.“Dia telah berani menyentuhmu, tentu saja harus dihukum.” Anak laki – laki itu menatap Loria dengan tatapan tajam.Gadis kecil itu bersembunyi dan tersenyum tipis melihat Loria. NGIIING. Kepala Loria tiba – tiba berdengung dan merasakan pusing yang sangat hebat. Ingatan pemilik tubuh asli masuk kedalam dirinya.
Dernière mise à jour: 2026-05-10
Chapter: Bab 1. PengkhianatanDarah masih menetes dari ujung jarinya.Wanita itu berdiri ditengah kegelapan, nafasnya teratur meskipun tubuhnya penuh dengan luka. Dari alat komunikasi ditelinganya terdengar suara gaduh dari kejauhan.“Boss .. misi telah gagal.”“Argh!!”suara teriakan dan kekacuan terdengar samar disana.Sosok itu langsung melepas alat komunikasinya lalu melemparkannya ke lantai.“Hah … gagal?”“kata gagal tidak ada dalam kamusku.” Wanita itu tersenyum tipis saat melihat musuh yang berdiri didepannya.“Dia sudah tidak punya kekuatan lagi! bunuh dia sekarang!!” teriak seorang pria.Peluru melesat dengan cepat.Namun wanita itu mampu menghindarinya dengan mudah. Gerakannya cepat dan sulit ditebak, mustahil orang biasa memiliki kemampuan seperti ini.Ia melangkah maju perlahan sambil menghindari peluru yang ditembakkan kearahnya.Tangannnya meraih belati dari sabuk hitam dipinggangnnya, lalu mengunci target dengan tatapan tajam.“Kena kau,” Gumamnya pelan.Dalam sekejap, tubuhnya melesat maju.SRAK…
Dernière mise à jour: 2026-05-10