author-banner
Nuur mommy kembar
Nuur mommy kembar
Author

Novels by Nuur mommy kembar

Ku Miskinkan Suamiku

Ku Miskinkan Suamiku

Khalisa percaya, satu tahun pernikahan adalah awal kebahagiaan. Tapi semua runtuh ketika ia menemukan suaminya, Fahri, hidup bersama wanita lain yang hamil besar—dan keluarganya justru mendukung perselingkuhan itu. Dikhianati, dianggap tak berguna hanya karena belum bisa memberi keturunan, Khalisa bersumpah bangkit. Jika dulu ia hanya istri yang setia, kini ia akan menjadi wanita yang membuat suaminya berlutut. Air mata akan ia ganti dengan dendam. Dan satu-satunya cara membayar pengkhianatan itu adalah: membuat suaminya jatuh miskin di tangannya sendiri.
Read
Chapter: Bab 95. Adit datang
Hening menggantung di antara mereka. Khalisa menatap Tami dengan mata yang masih basah. Dadanya naik turun, menahan sisa tangis yang belum sepenuhnya reda. “Siapa, Tan?” tanyanya pelan. Ada rasa penasaran… tapi juga ketakutan. Tami tidak langsung menjawab. Ia justru menatap Khalisa lebih dalam, seolah ingin memastikan sesuatu. “Kalau Tante bilang sekarang…” ucapnya hati-hati, “apa kamu sudah siap menerimanya?” Pertanyaan itu membuat Khalisa terdiam. Bibirnya sedikit terbuka, namun tak ada kata yang keluar. Ia menunduk. Jari-jarinya saling bertaut, menggenggam satu sama lain seolah mencari kekuatan. “Hm…” ia menghela napas pelan. “Beri aku waktu, Tan…” Suaranya lirih, tapi jelas. Tami terdiam sejenak, lalu mengangguk kecil. Namun matanya tetap menyimpan kegelisahan. “Jangan lama-lama, Nak…” ucapnya pelan. Nada suaranya berubah—lebih dalam, lebih jujur. “Tante… gak selamanya bisa tinggal sama kamu.” Khalisa langsung mengangkat wajahnya. Ada keterkejutan di sana. Tami tersenyum tipis, me
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 94. Siapa dia
Suaranya nyaris tak terdengar. Tatapannya berpindah ke arah Tami, seolah mencari penjelasan… mencari alasan.Tami menatapnya lembut, meski ada kegugupan yang tak bisa disembunyikan.“Iya, Nak…” ucapnya hati-hati. “Kami cuma ingin kamu bahagia.”Khalisa menunduk. Roti di tangannya perlahan ia letakkan kembali ke piring.Pagi yang tadi terasa hangat, tiba-tiba berubah. Bukan menjadi dingin… tapi terasa berat.Di dalam dadanya, sesuatu bergerak—kenangan, rasa takut, dan luka yang belum sepenuhnya sembuh.Ia menarik napas pelan.“Kenapa… tiba-tiba, Tante?” tanyanya lirih.Yono tidak langsung menjawab. Ia menatap Khalisa sejenak, lalu berkata pelan,“Karena kamu gak bisa terus sendiri, Nak.”Khalisa tersenyum tipis. Senyum yang berbeda dari sebelumnya—tipis dan rapuh.“Sendiri… gak selalu buruk, Om,” ucapnya pelan, meski suaranya terdengar goyah.Tami menggeleng kecil.“Bukan itu maksud kami. Kami hanya ingin ada orang yang menjaga kamu… yang benar-benar tulus.”Khalisa terdiam. Tatapannya
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 93. Menikah?
Malam itu berjalan pelan.Televisi menyala di ruang tengah, menampilkan acara yang sebenarnya tidak benar-benar mereka perhatikan.Tami duduk di sofa, tangannya terlipat di pangkuan. Tatapannya lurus ke depan, tapi pikirannya jauh ke mana-mana.Yono duduk di sampingnya, bersandar tenang. Sesekali matanya melirik ke arah tangga.Seolah memastikan Khalisa benar-benar sudah beristirahat.Suasana hening beberapa saat.Hanya suara televisi yang mengisi ruangan.“Apa sudah waktunya, Pah… kita kasih tahu Khalisa?” suara Tami akhirnya memecah keheningan.Pelan.Penuh keraguan.Yono tidak langsung menjawab.Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.“Jangan tunggu lama, Ma,” jawabnya tenang. “Nanti keburu gak sesuai rencana.”Tami menoleh.Ada kegelisahan yang jelas terlihat di wajahnya.“Aku masih takut, Pah…” ucapnya lirih. “Kalau Khalisa nolak… dan akhirnya semua malah berantakan.”Yono menatap istrinya.Lama.Seolah mencoba menenangkan tanpa harus banyak kata.“Kita gak maks
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 92. Perhatian
Setelah melayani pelanggan dan merapikan barang di toko hingga sore, Khalisa akhirnya pulang. Ia menyetir sendiri. Jalanan terasa biasa saja, tapi pikirannya penuh. Lelah… bukan hanya fisik, tapi juga hati. Semua kejadian hari itu seperti berputar ulang di kepalanya—Adit, Kayla, dan Zidan. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Mobilnya perlahan masuk ke halaman rumah. Begitu turun, langkahnya terhenti. Halaman rumah terlihat rapi. Rumput dipotong pendek, tanaman tersusun indah. “Wah… indah sekali,” celetuknya pelan. Di sudut halaman, Yono sedang merapikan sisa potongan rumput. Khalisa langsung menghampiri. “Ya ampun, Om… gak usah repot-repot potong rumput,” ucapnya dengan senyum yang mulai mengembang. Perasaan hangat perlahan muncul. Seperti… punya orang tua lagi di rumah ini. Yono menoleh dan tersenyum. “Gak apa-apa. Biar enak dilihat,” jawabnya santai. “Sana masuk, bersihin diri dulu. Om beresin ini sebentar lagi.” “Baik, Om,” jawab
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 91. Menjauh
Zidan berdiri di samping ibunya, tetapi perhatiannya justru tertuju pada ponselnya.Jari-jarinya sibuk mengetik, sesekali menatap layar dengan serius.Seolah urusan di dalam layar itu lebih penting dari apa pun di sekitarnya.“Yang itu aja, Nak. Ibu sudah suka,” ucap wanita tua itu lembut.Khalisa tersenyum kecil, lalu segera mengambil baju yang ditunjuk.“Oh iya, Bu,” jawabnya ramah sambil mendekat.Ia menyerahkan baju itu dengan hati-hati.Sekilas, Khalisa melirik ke arah Zidan.Namun pria itu masih saja fokus pada ponselnya.Tidak memperhatikan sama sekali.Khalisa sedikit mengernyit, tapi tidak mengatakan apa-apa.“Nah, yang ini cocok dengan usia Ibu,” lanjut wanita itu lagi sambil memperhatikan bahan baju di tangannya.Khalisa mengangguk.“Iya, Bu. Bahannya juga nyaman dipakai,” jelasnya.Wanita itu tersenyum puas.“Bagus. Ibu ambil ini saja.”Khalisa mengangguk lagi.“Baik, Bu. Saya siapkan ya.”Ia berbalik menuju meja kasir.Sementara itu, Zidan akhirnya menurunkan ponselnya.T
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: Bab 90. Kamu pilihanku
“Kayla! Apa-apaan sih kamu ke sini?”Suara Adit terdengar keras begitu ia mendekat.Langkahnya cepat, wajahnya terlihat jelas menahan emosi.Kayla menoleh dengan tatapan tidak kalah tajam.“Itu urusan aku, Dit,” balasnya dingin. “Lagipula kamu ngapain ke sini lagi? Mau aku laporin kamu ke mama kamu?”Adit menghela napas keras, mencoba menahan kesabarannya.“Cukup, Kay,” ucapnya tegas. “Sekarang kamu pulang. Kamu sudah mengganggu ketenangan Khalisa dan juga Tante Rina.”Kayla tersenyum sinis.Namun sebelum ia sempat membalas lagi—“Pulang!” bentak Adit.Suasana di depan toko langsung sunyi.Beberapa orang yang tadi memperhatikan bahkan langsung berpura-pura berjalan seperti biasa.Kayla menatap Adit dengan wajah kesal.Tatapannya kemudian beralih pada Khalisa.Ada kemarahan yang jelas terlihat di matanya.Namun pada akhirnya ia berbalik.Langkahnya cepat menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.Beberapa detik kemudian mobil itu pergi meninggalkan tempat itu.Suasana yang tadi p
Last Updated: 2026-03-16
Dicampakkan Sang Polisi, Dipinang Dokter TNI

Dicampakkan Sang Polisi, Dipinang Dokter TNI

Menjelang hari pernikahannya, Hana Safira dicampakkan sepihak oleh Raka Pratama, pria berseragam polisi yang pernah ia perjuangkan dengan sabar. Keputusan itu bukan hanya menghancurkan hati Hana, tapi juga melukai harga diri keluarganya. Saat Hana berusaha bangkit dari luka dan menata hidup lewat usahanya sendiri, takdir justru mempertemukannya dengan Kapten dr. Azzam Wiratama, seorang dokter TNI yang tenang dan penuh empati. Namun, kehadiran Azzam membawa rahasia besar—ia adalah masa lalu terindah kakak Hana, luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Di antara cinta yang datang setelah kehancuran, masa lalu yang kembali mengetuk, dan penyesalan yang terlambat, Hana dihadapkan pada pilihan paling sulit dalam hidupnya. Apakah cinta kedua benar-benar ditakdirkan untuknya… atau justru menjadi luka baru yang lebih dalam?
Read
Chapter: Bab 13. Ketemu Nadya
Setelah semua rangkaian pemeriksaan selesai, Hana keluar dari gedung rumah sakit bersama Azzam. Langkah mereka tidak terburu-buru. Sore mulai turun, cahaya matahari miring menyentuh halaman dan memanjangkan bayangan di lantai.Hana tampak lebih tenang dibanding sebelumnya, meski pikirannya belum sepenuhnya rapi. Ia masih memikirkan banyak hal—hasil pemeriksaan, proses yang masih panjang, dan keputusan yang perlahan mulai ia terima.Mereka berjalan berdampingan menuju area parkir.Tiba-tiba langkah Hana melambat.Matanya menyipit, fokus pada satu sosok di kejauhan.Seorang perempuan berhijab berdiri tidak jauh dari pintu keluar, mengenakan pakaian rapi. Ia tampak sedang berbicara dengan seseorang. Sikapnya tegak, pembawaannya tenang, tapi tegas.Hana berhenti.“Kak Nadya…” ucapnya pelan, memastikan.Azzam ikut berhenti dan menoleh ke arah yang sama.“Siapa?” tanyanya.Hana masih menatap sosok itu.“Itu kakakku… Kak Nadya,” jawabnya.Keningnya berkerut.“Kok dia ada di sini? Bukannya di
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 12. Lolos
Hana menatap Azzam beberapa detik, lalu menghela napas panjang. “Kamu aja yang jelasin kalau aku gak mau ikut prosedur ribet kayak gini,” ucapnya judes, sengaja menekan kata ribet. Azzam tidak langsung bereaksi; ia hanya menatap Hana sebentar, lalu mengangguk kecil. “Baik, Hana. Jika itu keinginanmu… mari kita pulang dan memberitahu Abi dan umi.” Hana terdiam. Langkah Azzam bahkan sudah sedikit berbalik, seolah benar-benar siap pergi dari tempat itu tanpa banyak tanya. Dan di situlah sesuatu dalam diri Hana seperti tertarik. “Jangan.” Suaranya keluar cepat, hampir seperti refleks. Azzam berhenti dan menoleh perlahan. “Kenapa?” tanyanya tenang. “Saya tidak ingin memaksamu, Hana.” Hana menatapnya, dan untuk pertama kalinya ia merasa tidak punya alasan untuk melawan. Tidak ada tekanan, tidak ada paksaan, tidak ada ancaman—semua keputusan benar-benar ada di tangannya, dan justru itu yang membuatnya bingung. “Membina rumah tangga itu bukan untuk waktu yang singkat,” lanjut Azzam pelan, “ta
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 11. Prosedur
Azzam tidak langsung menjawab. Ia menatap Hana beberapa detik, seolah sedang menimbang sesuatu yang tak mudah diucapkan. Napasnya ditarik perlahan, lalu dilepas dengan tenang. “Jalani aja dulu, Hana,” ucapnya lembut. Nada suaranya berbeda dari sebelumnya—tidak datar, tidak dingin. Ada ketenangan yang anehnya justru menenangkan.Hana mendengus pelan. “Nyuruhnya gampang,” gumamnya, meski kakinya tetap melangkah mengikuti Azzam.Begitu memasuki gedung utama rumah sakit militer, aroma antiseptik langsung menyergap. Lantai mengilap, dinding putih bersih, serta langkah-langkah cepat para tenaga medis menciptakan suasana disiplin yang terasa kaku. Hana berjalan sedikit di belakang Azzam, matanya sibuk memperhatikan sekitar. Beberapa prajurit yang berpapasan memberi hormat padanya—dan setiap kali itu terjadi, Hana diam-diam melirik.Oh… ternyata dia cukup “orang penting” ya… batinnya.“Ayo,” ucap Azzam singkat tanpa menoleh, seolah tahu perhatian Hana mulai ke mana-mana. Hana langsung tersada
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 10. Syarat
Mobil dinas itu perlahan keluar dari halaman rumah.Mesin mobil terdengar halus, tetapi suasana di dalamnya justru terasa aneh. Hening. Tegang.Hana menyandarkan punggungnya ke kursi. Matanya menatap lurus ke depan.“Oh ya?” jawab Hana judes.Nada suaranya jelas terdengar menantang.Azzam hanya menoleh sekilas. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya, lalu ia kembali fokus pada jalan di depan.“Lagian ngapain sih mau menikah denganku?” tanya Hana tiba-tiba.Pertanyaan itu keluar begitu saja.Seolah sudah lama ia pendam.Azzam tidak langsung menjawab. Tangannya tetap tenang memegang setir.Beberapa detik berlalu.“Aku gak tahu,” jawabnya datar.Jawaban itu justru membuat Hana menoleh tajam.“Serius?” tanyanya tidak percaya.Azzam mengangguk kecil.“Aku memang tidak tahu.”Hana menghela napas kesal.“Jangan beralasan hanya karena kasihan denganku,” jelasnya dingin.Mobil berhenti sejenak di lampu merah.Azzam akhirnya menoleh penuh pada Hana.Sorot matanya dalam.“Kasihan?” ulangnya pelan
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 9. Menjemput Hana
“Hana, Kakak mau pulang,” ucap Nadya tiba-tiba.Hana yang baru saja turun dari tangga menghentikan langkahnya. Wajahnya terlihat sedikit heran.“Loh, Kak? Kenapa tiba-tiba?” tanyanya.Nadya berdiri sambil meraih tasnya di atas meja.“Kakak cuma mau memastikan kondisi Abi saja,” jawabnya singkat.Hana menatap kakaknya beberapa detik. Ada sesuatu dalam nada suara Nadya yang terasa berbeda, tapi ia tidak bisa menjelaskan apa.“Oh… iya. Hati-hati, Kak,” ucap Hana akhirnya.Nadya mengangguk kecil.Ia berjalan menuju ruang tengah, tempat kedua orang tuanya berada.“Abi… Umi… Nadya pulang ya,” katanya.Ahmad yang sedang duduk di kursi santai menoleh pelan. Wajah pria paruh baya itu masih terlihat sedikit pucat, meskipun kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding beberapa hari lalu.Aisyah yang berdiri di dekatnya langsung mengerutkan kening.“Besok saja, Nak,” ucapnya lembut. “Sudah malam.”Nadya tersenyum tipis.“Besok Nadya masuk pagi, Mi,” jawabnya cepat.Aisyah terlihat ragu.Ia menoleh
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 8. Kegelisahan Nadya
“Kok kakak tahu?” tanya Hana spontan. Alisnya berkerut heran. Nadya mengangkat bahu santai. “Ya dikasih tahu Umi,” jawabnya ringan. Hana mengerutkan dahi. “Umi?” “Iya. Tadi Umi bilang kamu keluar ke supermarket,” jelas Nadya seolah itu hal biasa. Hana hanya mengangguk pelan. Ia terlalu lelah untuk memikirkan hal kecil seperti itu. Nadya kemudian mendekat dan duduk di kursi seberang Hana. Ia menatap adiknya dengan ekspresi yang seolah penuh kepedulian. “Sudahlah, Hana,” ucapnya dengan nada lembut. “Raka itu memang tidak baik. Buktinya kamu dicampakkan seperti itu.” Hana langsung menatap kakaknya. “Stop tangisin dia,” lanjut Nadya. Hana mendengus pelan. “Yang tangisin dia siapa sih, Kak?” balasnya dengan nada sedikit judes. Nadya mengangkat alis. “Lah, tadi katanya kamu ketemu dia terus wajahmu seperti ini.” Hana memutar bola matanya. “Itu karena aku kesal, bukan karena sedih.” Nadya tersenyum kecil. “Kesal juga karena masih peduli.” “Enggak!” bantah
Last Updated: 2026-03-14
You may also like
Akibat Mertua Gila Harta
Akibat Mertua Gila Harta
Rumah Tangga · Novia Ummu Zahra
6.0K views
Kontrak Cinta Sang Muhallil
Kontrak Cinta Sang Muhallil
Rumah Tangga · Inoeng Loebis
6.0K views
My Perfect Stranger
My Perfect Stranger
Rumah Tangga · Chocollacious
5.9K views
Surat Wasiat Istriku
Surat Wasiat Istriku
Rumah Tangga · Meriatih Fadilah
5.9K views
Aku Ibumu, Nak!
Aku Ibumu, Nak!
Rumah Tangga · Eka Sa'diyah
5.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status