author-banner
Nuur mommy kembar
Nuur mommy kembar
Author

Novel-novel oleh Nuur mommy kembar

Ku Miskinkan Suamiku

Ku Miskinkan Suamiku

Khalisa percaya, satu tahun pernikahan adalah awal kebahagiaan. Tapi semua runtuh ketika ia menemukan suaminya, Fahri, hidup bersama wanita lain yang hamil besar—dan keluarganya justru mendukung perselingkuhan itu. Dikhianati, dianggap tak berguna hanya karena belum bisa memberi keturunan, Khalisa bersumpah bangkit. Jika dulu ia hanya istri yang setia, kini ia akan menjadi wanita yang membuat suaminya berlutut. Air mata akan ia ganti dengan dendam. Dan satu-satunya cara membayar pengkhianatan itu adalah: membuat suaminya jatuh miskin di tangannya sendiri.
Baca
Chapter: Bab 157. kembali romantis
Zidan perlahan kembali masuk ke kamar.Lampu kamar masih menyala redup. Khalisa masih membelakanginya, tubuhnya terdiam di balik selimut.Zidan berdiri beberapa saat di sisi tempat tidur.Setelah berbicara dengan Nadya, ia baru menyadari betapa banyak hal yang tidak ia mengerti tentang istrinya.Ia kemudian naik ke tempat tidur.Perlahan, Zidan mendekat dan memeluk Khalisa dari belakang.Tubuh Khalisa sempat menegang.Namun hanya beberapa detik.Setelah itu ia kembali diam.Tidak menolak.Tidak pula membalas pelukan tersebut.Zidan merapatkan pelukannya.Tangannya hanya melingkar lembut di pinggang Khalisa.Ia tidak mengatakan apa-apa.Malam itu, untuk pertama kalinya, Zidan memilih diam dan membiarkan Khalisa dengan perasaannya sendiri.Khalisa memejamkan mata.Air mata yang sejak tadi ia tahan kembali mengalir.Namun kali ini ia tidak mengusapnya.Entah kenapa, pelukan Zidan membuat pertahanannya sedikit runtuh.Ia tahu suaminya tidak bersalah.Ia tahu Zidan tidak melakukan apa pun
Terakhir Diperbarui: 2026-08-29
Chapter: Bab 156. Ketakutan Khalisa
Zidan akhirnya bangkit dari tempat tidur. Ia tidak ingin terus membangunkan Khalisa dengan pertanyaan yang sama. Perempuan itu jelas sedang tidak ingin bicara. Zidan keluar dari kamar dan duduk di teras. Udara malam di desa terasa dingin. Suara jangkrik terdengar dari sekitar rumah, sementara lampu-lampu rumah warga terlihat samar dari kejauhan. Zidan menyandarkan punggungnya pada kursi. Pikirannya masih tertuju pada Khalisa. Sejak mereka meninggalkan restoran tadi, sikap istrinya berubah. Awalnya Zidan mengira Khalisa hanya memikirkan masalah toko. Tetapi semakin ia mengingat kejadian sepanjang perjalanan, semakin ia merasa ada sesuatu yang tidak ia pahami. Khalisa tidak biasanya seperti itu. Kalau sedang kesal karena sesuatu, biasanya perempuan itu akan mengatakan dengan jelas. Tetapi kali ini tidak. Ia hanya diam. Menjawab seperlunya. Bahkan ketika Zidan menawarkan untuk mengganti kerugian toko, Khalisa tetap tidak menunjukkan ketertarikan. Zidan mengusap
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 155. Salah percaya?
Mereka akhirnya meninggalkan kawasan kota dan kembali menuju desa. Jalanan perlahan kembali sepi. Deretan toko dan restoran mulai berganti menjadi perkebunan serta rumah-rumah yang jaraknya berjauhan.Beberapa menit dalam perjalanan, Zidan melirik Khalisa yang duduk diam di sampingnya."Sayang, nggak mau nginap di hotel sini aja?"Khalisa langsung menoleh."Nggak perlu. Kenapa mau nginap di sini?"Nada suaranya terdengar sedikit judes.Zidan kembali fokus ke jalan."Kan sudah sore. Kalau kita nginap di sini, besok nggak perlu buru-buru balik ke desa."Khalisa menggeleng."Nggak usah."Ia kembali memandang keluar jendela.Entah kenapa, sejak bertemu Fatimah tadi, perasaannya semakin tidak tenang. Ada rasa cemburu yang sulit ia kendalikan. Bukan karena Zidan melakukan sesuatu yang salah, tetapi karena pengalaman masa lalu membuatnya lebih sensitif terhadap hal-hal seperti itu.Trauma pernah dikhianati masih tersimpan rapi di dalam ingatannya.Khalisa tidak ingin kembali berada dalam pos
Terakhir Diperbarui: 2026-08-24
Chapter: Bab 154. Masalah toko
"Aku bilang nggak apa-apa," jawab Khalisa singkat.Ia belum ingin membicarakan soal Fatimah. Apalagi Zidan masih berdiri di dekatnya dengan pandangan sesekali mengarah ke dalam restoran.Ponsel Khalisa tiba-tiba berdering.Nama Dinda muncul di layar.Khalisa langsung mengangkatnya."Assalamualaikum, Din.""Waalaikumsalam, Lis."Suara Dinda terdengar berbeda dari biasanya. Ada nada panik yang cukup jelas.Khalisa langsung berjalan beberapa langkah menjauh dari Zidan agar bisa mendengar dengan jelas."Kenapa? Suaramu kok kayak panik?""Lis, aku minta maaf."Khalisa mengernyit."Minta maaf buat apa?"Dinda terdiam sebentar."Lis...""Hm?""Aku sudah bikin toko kamu rugi puluhan juta."Langkah Khalisa berhenti."Rugi?""Iya."Khalisa menarik napas, berusaha tetap tenang."Gimana ceritanya, Din?""Aku sudah ketipu."Khalisa tidak langsung menyalahkan sahabatnya. Ia tahu Dinda sedang panik."Kamu tenang dulu. Ceritain pelan-pelan."Dinda menarik napas panjang dari seberang telepon."Aku ket
Terakhir Diperbarui: 2026-08-23
Chapter: Bab 153. Cemburu
Fatimah berhenti beberapa langkah dari meja mereka."Iya."Namun sebelum benar-benar pergi, ia menambahkan dengan santai,"Lebih tepatnya, aku yang punya tempat ini."Zidan yang semula hendak mengambil sendok langsung menoleh."Kamu?"Fatimah mengangguk."Iya."Zidan terlihat cukup terkejut. Pandangannya beralih ke sekeliling restoran yang semakin ramai. Baru sekarang ia menyadari bahwa perempuan yang berdiri di hadapannya bukan sekadar pegawai."Sejak kapan kamu punya restoran di sini?""Sudah lama. Sekitar empat tahun lalu."Zidan mengangguk pelan."Empat tahun?""Iya."Khalisa yang sejak tadi diam akhirnya ikut memperhatikan percakapan mereka. Sesekali matanya melihat Fatimah, kemudian beralih kepada Zidan."Bukannya waktu itu kamu masih kuliah, Fatimah?" tanya Zidan.Fatimah tersenyum."Iya, aku masih kuliah."Ia menarik kursi kosong di meja sebelah sebelum duduk sebentar. Restoran sedang ramai, tetapi ia tampaknya tidak keberatan menjelaskan."Sambil kuliah, aku mulai bangun rest
Terakhir Diperbarui: 2026-08-23
Chapter: Bab 152. Fatimah lagi
Iya, bagian tadi memang masih terlalu dibuat-buat. Saya akan turunkan kadar dialog dan candanya, lebih banyak narasi, dan percakapannya dibuat seperti pasangan yang sudah nyaman satu sama lain.Zidan berdiri dari tempatnya."Sayang, ayo balik. Kita ke kota."Khalisa ikut berdiri sambil mengenakan kembali sepatunya."Ke kota?""Iya. Cari makan."Khalisa mengambil ponselnya dan membuka maps."Jauh nggak?""Nggak terlalu. Sekitar empat puluh menit."Khalisa melihat rute yang tertera di layar."Empat puluh menit?""Iya.""Kirain dekat."Zidan hanya tersenyum kecil.Mereka berjalan kembali ke rumah melalui jalan yang sama. Setelah sampai, Zidan mengambil kunci mobil, sementara Khalisa mengambil tas kecilnya.Tidak lama kemudian mereka berangkat.Mobil melewati jalan desa yang masih sepi. Perkebunan dan rumah-rumah batu perlahan tertinggal di belakang. Beberapa menit pertama, Khalisa lebih banyak diam sambil menikmati pemandangan dari balik jendela.Setelah sekitar dua puluh menit, jalan mu
Terakhir Diperbarui: 2026-08-20
Dicampakkan Sang Polisi, Dipinang Dokter TNI

Dicampakkan Sang Polisi, Dipinang Dokter TNI

Menjelang hari pernikahannya, Hana Safira dicampakkan sepihak oleh Raka Pratama, pria berseragam polisi yang pernah ia perjuangkan dengan sabar. Keputusan itu bukan hanya menghancurkan hati Hana, tapi juga melukai harga diri keluarganya. Saat Hana berusaha bangkit dari luka dan menata hidup lewat usahanya sendiri, takdir justru mempertemukannya dengan Kapten dr. Azzam Wiratama, seorang dokter TNI yang tenang dan penuh empati. Namun, kehadiran Azzam membawa rahasia besar—ia adalah masa lalu terindah kakak Hana, luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Di antara cinta yang datang setelah kehancuran, masa lalu yang kembali mengetuk, dan penyesalan yang terlambat, Hana dihadapkan pada pilihan paling sulit dalam hidupnya. Apakah cinta kedua benar-benar ditakdirkan untuknya… atau justru menjadi luka baru yang lebih dalam?
Baca
Chapter: Bab 40. Rahasia terbongkar
Raka. Hana hanya menatap pesan itu. Beberapa detik ia tidak berani membukanya. Namun akhirnya jarinya menyentuh layar. Hana, aku benar-benar nggak menyangka kamu dan keluargamu akan sejauh ini. Hana mengerutkan kening. Pesan berikutnya masuk. Aku sudah datang baik-baik. Aku sudah meminta restu. Tapi kalian tetap menolak. Dada Hana mulai terasa sesak. Pesan berikutnya muncul. Kalau sejak awal kamu mau membantuku bicara kepada Abi dan Umi, mungkin semuanya nggak akan seperti ini. Hana membeku. Tangannya mulai gemetar. Jadi sekarang dirinya yang disalahkan? Raka bahkan tidak pernah benar-benar meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. Tidak pernah bertanya bagaimana perasaannya. Tidak pernah menanyakan apakah Hana sudah bisa menerima semuanya. Justru sekarang laki-laki itu menyalahkannya karena tidak mendapatkan restu. Pesan lain masuk. Aku cuma ingin menikahi Nadya. Aku nggak pernah bermaksud menghancurkan keluarga kita. Hana menatap layar den
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 39. Persiapan
Nadya pulang dengan hati yang hancur. Sepanjang perjalanan, air matanya tidak berhenti mengalir. Perkataan Hana terus terngiang-ngiang di kepalanya. Aku sudah kehilangan Kakak sejak Kakak memilih Raka. Nadya mengepalkan tangannya. Bukannya merasa bersalah, justru kebencian perlahan tumbuh di dalam hatinya. Ia mulai membenci Hana. Kenapa adiknya tidak mau mengerti? Kenapa tidak ada satu pun yang mau memahami perasaannya? "Aku cuma minta restu..." Suara Nadya bergetar di dalam tangisnya. "Aku cuma ingin menikah dengan orang yang aku cintai." Ia mengusap air mata dengan kasar. "Kenapa semuanya harus dipersulit?" Dalam pikirannya, Abi dan Umi juga semakin tidak adil. Sejak dulu mereka selalu memikirkan Hana. Sekarang pun begitu. Ketika Hana terluka, semua orang sibuk membelanya. Ketika Hana dikecewakan Raka, seluruh keluarga menyalahkan Raka. Sementara ketika Nadya ingin memperjuangkan kebahagiaannya sendiri, tidak ada yang mau berdiri di sisinya. "Ken
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 38. Pertemuan Hana
Air mata akhirnya jatuh dari sudut matanya. "Kakak lebih mementingkan ego dan perasaan Kakak sendiri dibandingkan perasaan Hana." "Hana..." "Dan bukan cuma perasaan Hana." Hana mengusap pipinya. "Kakak juga mementingkan keinginan Kakak dibandingkan perasaan Abi dan Umi." Nadya terdiam. "Abi dan Umi terluka karena melihat anak mereka saling menyakiti." Hana menundukkan wajah. "Mereka kehilangan kepercayaan kepada Raka. Mereka marah karena Raka mempermainkan perasaan Hana." Hana kembali menatap Nadya. "Tapi Kakak malah ingin mereka memberikan restu." Nadya menarik napas dalam-dalam. "Kakak cuma ingin menikah dengan orang yang Kakak cintai." "Dan Hana?" Nadya terdiam. "Perasaan Hana bagaimana?" Hening. Hana tersenyum pahit. "Apakah karena Kakak lebih dulu mencintai Raka, berarti rasa sakit Hana jadi nggak penting?" "Nggak begitu." "Lalu bagaimana?" Nadya tidak mampu menjawab. Hana menggeleng pelan. "Itulah masalahnya, Kak." "Apa?" "Kakak
Terakhir Diperbarui: 2026-08-24
Chapter: Bab 37. Keegoisan Nadya
Namun Nadya sudah terlalu mencintai Raka. Cinta itu membuat pikirannya tidak lagi bekerja dengan jernih. Ia tahu Raka salah. Ia tahu Abi dan Umi punya alasan untuk menolak laki-laki itu. Ia juga tahu Hana adalah orang yang paling terluka dalam semua masalah ini. Namun setiap kali membayangkan kehilangan Raka, semua pertimbangan itu seolah menghilang. Nadya mengambil ponselnya. Tangannya sempat berhenti di atas layar ketika melihat satu nama yang sebenarnya paling ingin ia hindari. Hana. Adiknya sendiri. Nadya menarik napas panjang sebelum akhirnya menekan tombol panggil. Satu kali. Tidak diangkat. Nadya mencoba lagi. Kali ini panggilan tersambung. "Halo?" Suara Hana terdengar datar. Nadya langsung menggigit bibir. "Hana..." "Ada apa, Kak?" Nadya terdiam beberapa detik. "Kakak mau ketemu kamu." "Untuk apa?" "Kita bicara." "Aku rasa nggak ada yang perlu dibicarakan." "Hana, tolong." "Kalau soal Raka, aku nggak mau." Nadya langsung terdiam
Terakhir Diperbarui: 2026-08-24
Chapter: Bab 36. Pilihan
Nadya menatap Raka dengan wajah penuh harap. "Kenapa kamu tidak mau berusaha meminta restu Abi dan Umi, Raka?" tanyanya. "Bukankah kamu yang ingin menikah denganku?" Raka langsung mengembuskan napas kasar. "Cukup, Nadya." Nadya terdiam. "Aku sudah berusaha," lanjut Raka dengan nada kesal. "Aku datang ke rumahmu. Aku bicara baik-baik. Aku meminta restu." "Terus?" "Yang aku dapat apa?" Raka tertawa sinis. "Penghinaan." Nadya mengerutkan kening. "Abi tidak menghina kamu." "Benarkah?" Raka menatapnya tajam. "Dia mengusirku dari rumah." "Itu karena—" "Karena Hana!" Raka langsung memotong. "Selalu Hana. Apa pun yang terjadi, selalu Hana." Nadya terdiam. Raka melangkah mendekatinya. "Aku sudah mengakui kesalahanku. Aku sudah mengatakan bahwa aku salah mengambil keputusan dulu. Aku juga sudah membatalkan pernikahanku dengan Hana." "Tapi kamu meninggalkan Hana setelah semuanya dipersiapkan." "Aku tidak mencintainya!" Suara Raka meninggi. Nadya t
Terakhir Diperbarui: 2026-08-18
Chapter: Bab 35. Restu?
Malam itu, Raka tidak langsung beristirahat. Setelah percakapannya dengan Desi dan Zainal berakhir, pikirannya terus tertuju kepada Nadya. Ia mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan.Aku ingin bertemu.Beberapa menit kemudian, balasan dari Nadya masuk.Sekarang?Raka mengetik singkat.Iya. Aku ke kosmu.Nadya tidak langsung membalas. Namun beberapa saat kemudian, sebuah pesan masuk.Baik.Tidak lama kemudian, Raka sudah berada di depan kos Nadya. Nadya keluar setelah mendengar suara mobil berhenti di halaman. Wajahnya terlihat lelah. Sejak meninggalkan rumah, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Begitu melihat Raka, langkahnya terhenti."Kamu datang?"Raka mengangguk. "Aku ingin bicara."Nadya memandangnya beberapa saat sebelum akhirnya membuka pintu pagar. "Masuk."Raka mengikuti Nadya menuju ruang tamu kecil di lantai bawah. Mereka duduk berhadapan, tetapi beberapa saat tidak ada yang berbicara. Nadya menunduk dengan jemari yang saling menggenggam di atas pangkuannya."Bag
Terakhir Diperbarui: 2026-07-20
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status