author-banner
semangkukramen
semangkukramen
Author

Novels by semangkukramen

Simpanan Dosen Tampan

Simpanan Dosen Tampan

Felly Armany, mahasiswi miskin yang terjebak hutang menumpuk, mempunyai rencana nekat: memanfaatkan dosen tampan mereka, Marvin Lee, untuk mendapatkan uang yang ia butuhkan. Dimulai dari tawaran Marvin untuk menjadi kekasih gelapnya, Felly akhirnya siap melakukan apapun demi melunasi hutang. Tapi siapa sangka, permainan ini justru membakar hasrat yang tak bisa ia kendalikan. Apakah ini rencana cerdas atau awal dari kehancuran hati dan moralnya sendiri? Atau justru sebagai titik balik kehidupan yang lebih baik untuknya?
Read
Chapter: 194 (Ending Scene)
Hiruk-pikuk syukuran kecil-kecilan di hari itu akhirnya surut. Setelah mengantar kepulangan Bu Dyas, Olivia, Oliver, Kevin, Devan, dan Gista, suasana rumah baru Marvin dan Felly kembali menyepi. Keheningan malam menyelimuti setiap sudut ruangan berdesain modern tersebut, membawa ketenangan yang selama ini selalu mereka damba.Marvin melangkah keluar ke area balkon kamar utama, membawa dua cangkir teh hangat di tangannya. Di sana, Felly sudah berdiri bersandar pada pagar pembatas kaca, menatap kerlap-kerlip lampu kota yang membentang indah di kejauhan sana.Melihat istrinya termenung, Marvin mendekat, menyampirkan jaket rajut miliknya ke bahu mungil Felly, lalu merangkul pinggang wanita itu dari samping. Felly mendongak, menyunggingkan senyum tipis sebelum menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami."Ramai banget ya tadi," gumam Felly pelan, suaranya terdengar lembut memecah angin malam."Tapi menyenangkan, kan?" balas Marvin sambil mengecup puncak kepala istrinya. "Rumah ini akh
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 193
Marvin mengerjap perlahan, merasakan sisi ranjang di sebelah kirinya kosong dan dingin. Tidak ada lagi tubuh mungil Felly yang biasa mendekat dalam tidurnya. Hanya ada aroma samar sabun mandi vanila yang masih tertinggal di bantal, serta cahaya matahari pagi yang menyusup malu-malu dari balik tirai kamar utama mereka yang cozy.Pria itu beranjak dengan langkah tenang menuruni tangga rumah. Suasana pagi di rumah baru mereka terasa begitu sunyi dan privat, mengingat mereka sengaja belum menggunakan jasa ART demi menikmati momen-momen awal menempati rumah baru ini berdua saja.Begitu mendekati area lantai dasar, indra penciumannya langsung disergap oleh aroma harum masakan yang berpadu dengan wangi kopi. Marvin membelokkan langkahnya ke arah open kitchen dengan island marmer putih yang menjadi pusat area dapur.Di sana, Felly berdiri membelakanginya. Istrinya itu tampak sibuk memotong beberapa sayuran segar di atas talenan. Yang membuat napas Marvin seketika tercekat adalah penampilan Fe
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 192
Mobil SUV hitam Marvin melambat, lalu berbelok mulus memasuki gerbang sebuah kawasan pemukiman eksklusif yang asri dan tenang. Setelah menepi sejenak di sisi jalan untuk melilitkan dasi sutra hitam menutupi mata Felly, Marvin kembali melajukan kendaraannya pelan-pelan sampai akhirnya mesin mobil itu mati sepenuhnya."Udah sampai?" tanya Felly penasaran, jemarinya meraba kain dasi di wajahnya dengan napas yang sedikit tertahan."Belum dilepas kok udah nanya," bisik Marvin lembut di dekat telinganya. Pria itu sudah keluar lebih dulu dari balik kemudi, memutari mobil, membukakan pintu untuk Felly, dan menuntun tubuh mungil istrinya keluar dengan hati-hati.Langkah Felly tertatih pelan di atas undakan teras, mengandalkan sepenuhnya genggaman tangan besar Marvin yang hangat. Begitu tubuh mereka berhenti, Marvin menangkup kedua bahu Felly dari belakang, sementara tangan kanannya terulur melepas ikatan dasi di kepala istrinya."Buka matanya perlahan, sayang."
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: 191
Suasana kediaman keluarga pagi itu terasa begitu lengang dan damai. Olivia, Oliver, Kevin, dan Devan sudah pamit pulang sejak tengah malam kemarin karena kelelahan setelah aksi kejar-kejaran spanduk di bandara. Sementara Bu Dyas, seperti biasa, sudah berangkat ke kantor sejak pagi-pagi sekali sebelum Felly dan Marvin membuka mata.Felly terbangun tanpa rasa cemas yang biasa menghantui tidurnya. Tidak ada alarm pukul tiga pagi, tidak ada bayang-bayang revisi bab akhir, dan tidak ada layar ponsel yang harus ia tatap untuk melepas rindu. Ia sepenuhnya berada di sini, dalam dekap hangat Marvin.Selesai membersihkan diri, keduanya memutuskan untuk menghabiskan pagi dengan santai di area taman belakang rumah, tepat di samping kolam ikan hias yang gemercik airnya menenangkan. Sambil mengenakan pakaian santai rumahan, Marvin duduk bersandar di kursi panjang kayu sambil membaca sebuah buku tebal, sementara Felly duduk bersila di sampi
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 190
Suasana Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta sore itu begitu padat. Di tengah lautan manusia yang lalu-lalang menarik koper, langkah kaki Felly dan Marvin terhenti seketika begitu mereka keluar dari pintu pemeriksaan bea cukai.Bukannya disambut kesunyian atau supir jemputan yang tenang, mata Felly justru menangkap selembar kain putih berukuran besar yang dibentangkan di atas kepala dua orang pemuda tengil.“SELAMAT DATANG KEMBALI PENGANTIN BARU! SELAMAT TINGGAL LDR, SELAMAT DATANG TUKANG ANGKUT KOPER!”Tulisan mencolok dengan spidol hitam besar itu terpampang nyata, lengkap dengan gambar karikatur wajah Marvin yang dibuat jelek.Seketika itu juga, Marvin yang berdiri di sebelah Felly spontan menepuk jidatnya sendiri. Pria berpostur tinggi 189 cm itu langsung menarik tubuh Felly ya
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 189
Langit Maladewa di penghujung sore memancarkan gradasi warna spektakuler—perpaduan antara jingga terang, merah muda keunguan, dan biru gelap yang perlahan merayap naik. Di tepi pantai privat dekat overwater villa mereka, sebuah meja makan kayu telah ditata begitu apik, dikelilingi puluhan lilin aromaterapi dalam tabung kaca yang berpendar lembut menerpa pasir putih.Felly melangkah keluar mengenakan maxi dress satin berpotongan off-shoulder berwarna emerald yang membungkus tubuhnya dengan sempurna, membuat Marvin yang sudah menunggunya dengan kemeja linen putih spontan terpaku beberapa detik. Sorot mata sang suami memancarkan pemujaan yang begitu telanjang, membuat pipi Felly merona hangat di bawah temaram senja."Cantik," bisik Marvin serak begitu Felly tiba di sisinya, menarik kursi untuk sang istri dengan gestur penuh kelembutan.Makan malam romantis itu berjalan dengan hidangan laut segar khas Samudra Hindia yang lezat, diselingi candaan ringan dan tawa kecil. Namun, momen paling
Last Updated: 2026-07-28
Jatuh di Pelukan Bos Muda

Jatuh di Pelukan Bos Muda

Sepuluh tahun hidup dalam sangkar emas pernikahan yang busuk membuat Rana hafal betul rasanya dikhianati. Suaminya, Bayu, bebas berselingkuh di luar sana, sementara ia terjebak dalam kepasrahan semu demi melindungi Arka, anak semata wayangnya. Rana tahu ia tak boleh terus menjadi istri bodoh yang tak berdaya. Ia harus keluar, meski harus merangkak dari bawah. Saat ia nekat kembali menapaki dunia kerja, takdir justru mempertemukannya dengan Seno—mantan remaja belasan tahun yang dulu sering merajuk malas di kantor ayahnya, tempat Rana magang sepuluh tahun lalu. Kini, Seno bukan lagi bocah canggung yang butuh ditemani. Ia telah menjelma menjadi CEO muda yang dominan, tajam, dan memegang kendali penuh atas perusahaan tempat Rana mencari suaka. Menyadari status Rana sebagai seorang ibu berhati hancur yang dibebani rasa insecure, Seno tidak sekadar memberinya pekerjaan. Di balik dinding ruang kerja yang kedap suara dan jam-jam lembur yang panjang, Seno menuntut lebih dari sekadar kepatuhan profesional. Ia ingin meruntuhkan seluruh pertahanan diri Rana, menghapus bayang-bayang lelaki bajingan di masa lalu, dan menarik wanita itu sepenuhnya ke dalam pelukan serta kendalinya. Di antara batas etika kantor dan gairah dewasa yang terpendam, Rana harus memilih antara tetap membentengi diri dalam sisa harga dirinya, atau menyerah sepenuhnya pada dekapan panas sang bos muda yang berbahaya.
Read
Chapter: Bab 7: Bayangan di Kegelapan
Rana mendorong pintu samping rumah Bu Amel dengan napas yang masih menyisakan sisa-sisa keterkejutan luar biasa. Di ruang tengah, ia langsung menghambur memeluk ibunya, menceritakan bahwa ia tidak hanya diterima bekerja di Senjaya Medika, tetapi langsung ditarik menjadi sekretaris pribadi sang CEO tanpa harus melewati proses seleksi panjang.Namun, alih-alih langsung merayakan kemenangan kariernya, pikiran Rana sore itu justru melayang ke tempat lain.Ia berjalan pelan menuju kursi kayu di ruang taman terbuka yang membatasi antara rumah Bu Amel dan rumah Bu Rita—adik kandungnya. Dari tempatnya duduk, netra Rana menatap lurus ke halaman rumput, memerhatikan Arka yang sedang tertawa lepas berlari-lari mengejar bola bersama sepupunya, anak Bu Rita.Langkah kaki ringan mendekat. Bu Amel datang menghampiri sambil membawa piring kecil berisi tempe goreng hangat yang masih mengepulkan uap tipis, lalu duduk di sebelah putrinya. Melihat tatapan menerawang Rana, Bu Amel menyodorkan piring terseb
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 6: Terjebak dalam Permainannya
Dunia Rana rasanya mendadak berhenti berputar seketika.Bukan karena ia takut, melainkan karena gelombang kejutan yang telak menghantam kesadarannya. Sosok pria berjas tailored abu-abu arang yang berdiri di hadapannya kini sama sekali tidak menyisakan bayangan remaja belasan tahun yang dulu hobi merajuk di sudut kantor ayahnya. Garis wajahnya tegas, posturnya tinggi tegap, dan aura dominasi mutlak menguar dari setiap langkahnya.Rana membeku di kursinya. Napasnya tercekat di tenggorokan.Ia memang sengaja mengirim lamaran ke Senjaya Medika pagi itu karena ia tahu persis reputasi korporasi di bawah naungan Senjaya Group ini. Berbekal pengalaman magang sepuluh tahun lalu, Rana berharap bisa menyelinap masuk ke posisi staf administrasi yang aman—tempat di mana ia bisa bekerja tenang tanpa menarik perhatian. Ia sama sekali tidak pernah menduga, kursi tertinggi di balik meja eksekutif itu kini diduduki oleh Rian Seno Aji.Staf HRD wanita yang tadinya duduk di sebelah langsung bangkit berdi
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 5: Dia...
Taksi online berhenti tepat di halaman rumah Bu Amel. Dari dalam rumah, wanita paruh baya itu sontak menghentikan aktivitasnya, mengerjap tak percaya melihat Rana turun seorang diri sambil menyeret koper kain ukuran besar, ditemani Arka yang berdiri kebingungan di sampingnya.Biasanya, jika Rana berkunjung, ia selalu datang bersama Bayu menggunakan truk tua lelaki itu, dan tak pernah lebih dari satu jam. Tapi hari ini? Rana datang sendiri membawa seluruh dunianya dalam sebuah koper usang."I-Ibu... minta tolong bayarin taksolnya dulu, Bu," suara Rana bergetar hebat, napasnya masih memburu sisa kepanikan di jalan.Bu Amel yang sempat buffering seketika merogoh dompetnya tanpa banyak tanya, menyerahkan selembar uang kepada sang sopir. Begitu taksi berlalu, Rana membawa kopernya masuk ke ruang tamu, langsung memeluk Arka erat-erat untuk meredam isak tangis yang mendesak di dadanya.Tidak lama berselang, pintu samping terbuka. Bu Rita—adik kandung Bu Amel—yang sedang berjemur bersama cucu
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 4: Meninggalkan Nestapa
"Astaga... ada apa ini, Nak?" suara Ibu Sri langsung dibayangi kepanikan. Matanya bergantian menatap Rana yang bermata sembab dan Bayu yang membuang muka—meski jemari lelaki itu tampak gemetar hebat saat memegang ponsel Rana yang baru saja dilempar.Rana tidak menjawab. Napasnya masih memburu naik-turun. Tatapannya yang setajam silet beralih dari punggung suaminya yang kaku, lalu jatuh menatap wanita paruh baya yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri."Bu," suara Rana terdengar parau namun sarat ketegasan mutlak. "Aku mau cerai sama Bayu."Ibu Sri terperanjat. Ia buru-buru melangkah mendekat dengan hati-hati, merentangkan tangan seolah ingin meredam ledakan. "Ada apa, Nak? Jangan ngomong sembarangan. Bisa dibicarakan baik-baik, ya? Jangan terbawa emosi."Wanita itu lantas beralih menatap anaknya, meminta pembelaan sekaligus mencoba menengahi. "Sabar, Nak. Disabarin aja demi anak kalian, demi Arka. Sayang kalau cerai, nanti Arka gimana masa depannya? Nanti juga Bayu berubah
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 3: Topeng yang Retak
Ponsel di tangan Rana bergetar sekali lagi. Pesan susulan masuk tanpa jeda, seolah sengaja menghujam ulu hatinya sampai berkeping-keping.Sebuah foto testpack dengan garis merah ganda yang menyala terang. Disusul dokumen USG kabur dengan keterangan usia kandungan yang membuat mata Rana membelalak lebar.Delapan minggu.Dunia di sekeliling Rana seakan runtuh seketika. Selama ini ia menutup mata, mengabaikan bau parfum asing di jaket suaminya, dan bertahan dalam siksaan mental demi Arka. Tapi mendapati suaminya menghamili perempuan lain di luar sana? Tidak. Batas sabar itu bukan lagi robek, melainkan hancur lebur tak bersisa.Isak tangis yang sejak tadi tertahan di tenggorokan akhirnya jebol juga. Rana jatuh berlutut di depan lemari pakaian kayu yang sudah melengkung di bagian tengahnya. Air matanya tumpah deras, membasahi pipinya yang pucat, tapi tangannya sama sekali tidak berhenti bergerak.Dengan napas memburu dan dada yang naik-turun menahan sesak, ia menarik keluar sebuah koper ka
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 2: Bau Parfum Asing
Suara mesin diesel tua itu menderu di halaman depan, merobek keheningan malam yang sudah merayap pukul dua pagi. Rana yang duduk di tepi ranjang—belum tidur, sengaja menunggu—menarik napas pelan. Matanya menatap lurus ke arah pintu kamar yang mulai berderit terbuka.Bayu melangkah masuk. Membawa serta hawa malam, debu jalanan, dan aroma rokok kretek yang melekat di jaket kulit kumalnya. Pria itu melempar kunci truk begitu saja ke atas meja rias, lalu menghempaskan tubuhnya ke tepi tempat tidur dengan kasar."Lampu masih nyala. Kamu belum tidur?" suara Bayu terdengar serak, sarat kelelahan yang dibuat-buat agar Rana lekas melayaninya tanpa banyak tanya.Rana tidak langsung menjawab. Ia beranjak dari tepi ranjang, berjalan mendekati suaminya dengan gerakan tenang. Namun, saat ia membungkuk sedikit untuk melucuti sepatu boots Bayu yang penuh lumpur kering, indra penciumannya menangkap sesuatu yang membuat gerakannya terhenti sepersekian detik.Bau itu.Bukan sekadar bau jalanan atau keri
Last Updated: 2026-08-05
You May Also Like
Menjadi Ibu Tiri Mantan Kekasihku
Menjadi Ibu Tiri Mantan Kekasihku
Romansa · Creative Words
426.7K views
Ahli Waris
Ahli Waris
Romansa · Esi Apresia
418.7K views
Menikahi Pria (tak) Sempurna
Menikahi Pria (tak) Sempurna
Romansa · Lis Susanawati
413.6K views
Unexpected Wedding
Unexpected Wedding
Romansa · Kanietha
409.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status