author-banner
Fillani Putri
Fillani Putri
Author

Novels by Fillani Putri

Obsesi Terlarang Tuan Muda Gavin

Obsesi Terlarang Tuan Muda Gavin

"Sakit, Gavin... lepaskan!" "Kau yang memancingku, Aruna. Jangan salahkan aku kalau malam ini aku tidak akan memberimu ampun." Hanya butuh satu kesalahan di hotel tiga minggu lalu untuk mengubah Aruna dari seorang Creative Director yang tangguh menjadi budak gairah pria yang paling ia benci. Gavin Dirgantara—calon suami adiknya sendiri—tidak hanya merenggut kesuciannya, tapi juga menanamkan benih yang kini mulai berdenyut di rahim Aruna. Di bawah intimidasi tubuh Gavin yang perkasa, Aruna kehilangan kuasa atas raga dan napasnya. Setiap sentuhan pria itu adalah racun yang membakar, menghapus jejak apa pun yang pernah ada di hidup Aruna sebelumnya. Gavin sangat dominan, sangat ahli memetakan setiap titik lemah di tubuh Aruna hingga wanita itu terpaksa mendesah di tengah kebencian yang mendalam. "Kenapa wajahmu pucat? Takut rahasia kecil kita di perutmu ini ketahuan?" bisik Gavin dengan seringai pemenang. Kini, dengan dua garis merah di tangan yang gemetar, Aruna sadar bahwa ia telah masuk ke dalam jebakan tanpa jalan keluar. Gavin tidak hanya menginginkan tubuhnya, tapi juga ingin mengikatnya selamanya melalui janin yang tak seharusnya ada. Saat hari pernikahan sang adik tinggal menghitung hari, sebuah pilihan maut menanti di depan mata. Haruskah Aruna menghancurkan kebahagiaan adiknya dengan sebuah kejujuran yang menjijikkan, atau membiarkan dirinya menjadi pemuas nafsu sang adik ipar selamanya demi menjaga nama baik keluarga?
Read
Chapter: Bab 28: Klinik Pribadi
Suara wanita di layar televisi itu terus bergema, menghantam dinding kamar yang hening seperti vonis mati. Garis wajah Sari—wanita yang memiliki mata serupa dengan Gavin—menatap dingin ke arah kamera, menelanjangi rahasia yang terendam puluhan tahun."Adik kandung..."Dunia Aruna berhenti berputar. Seluruh persendian tubuh Gavin mendadak terkunci rapat di atas tubuh Aruna. Pria itu mematung, menatap layar kaca dengan pupil mata yang melebar penuh ketakutan yang belum pernah Aruna lihat sebelumnya.Di bawah kungkungan tubuh Gavin yang berat, Aruna merasa dadanya seperti dihimpit batu besar. Rasa mual yang teramat sangat menyembur dari lambungnya, meracuni seluruh aliran darahnya."Gavin..." bisik Aruna, suaranya pecah dan bergetar hebat. "Lepaskan... lepaskan aku!"Aruna mendorong dada
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: Bab 27: Darah dan Dosa
Bau amis darah tua bercampur bau logam yang pekat memenuhi rongga dada Aruna. Cairan hangat yang mengalir di antara sela pahanya terasa tebal, merembes cepat menembus kain satin hitam yang melekat di kulitnya. Rasa melilit di perut bawahnya seolah mencakar dinding rahim dari dalam, merenggut seluruh pasokan udara hingga tenggorokannya terkunci rapat."Gavin..." suara Aruna pecah, nyaris berbisik. Tangannya gemetar hebat, menekan permukaan lantai semen yang dingin saat matanya menangkap warna merah pekat yang kian meluas, menyatu dengan genangan darah Paman Hardi di depannya.Langkah sepatu kulit Gavin berkedut. Pistol revolver silver di tangannya meluncur bebas, menghantam lantai batu dengan dentang nyaring yang memekakkan telinga. Pria itu berlutut secara mendadak, mengabaikan genangan darah yang langsung menodai lutut celana kain mahalnya."Aruna!" Pekikan rendah yang sarat akan panik pecah dari mulut Gavin. Wajahnya yang semula dingin dan kaku seketika memucat. Matanya liar menatap
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 26: Di Bawah Kilatan Dosa
Dinding kamar yang gelap memantulkan suara napas yang berburu. Keringat dingin membasahi sprei sutra yang kusut, melekatkan sisa-sisa benang hitam ke kulit Aruna yang kemerahan. Di atasnya, dada Gavin naik turun secara teratur. Pria itu menyandarkan dahinya di celak leher Aruna, menggenggam erat jemari wanita itu yang terkunci rapat di atas kepala."Kamu tidak akan pernah lepas dariku, Aruna..." bisik Gavin dengan suara serak yang menyapu kulit telinga Aruna. Tangannya yang besar turun melingkari perut Aruna yang datar, menepuknya pelan seolah sedang menyegel sesuatu yang berharga di sana.Aruna menatap ceiling kamar yang remang. Bibirnya bengkak dan perih, dadanya masih memburu hebat dari pergulatan liar yang baru saja merenggut sisa tenaganya. Tubuhnya gemetar, merespons sentuhan hangat yang ditinggalkan Gavin, sementara otaknya berteriak menyuarakan kebencian yang makin pekat."Paman Hardi..." suara Aruna keluar parau, hampir tenggelam di antara ketukan hujan yang mulai memukul kac
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 25: Cengkeraman Sang Predator
Angin dari baling-baling helikopter meliuk keras di udara, menghempas kaca-kaca jendela vila hingga bergetar hebat. Cahaya sorot putih membelah kegelapan kamar, menelanjangi tubuh Aruna yang hanya dibalut gaun malam satin tipis. Kain halus itu melekat ketat di kulitnya yang berpeluh, memperlihatkan lekuk dada yang membuncit dan pinggulnya yang molek di bawah tatapan tajam dua pria yang memperebutkannya."Ikut aku sekarang, Aruna!" bentak Hardi. Jarinya mencengkeram pergelangan tangan Aruna lebih keras, menarik tubuh wanita itu mendekat ke dadanya."Lepaskan aku, Paman!" Aruna menepis tangan Hardi dengan sentakan penuh kejijikan. "Aku tidak akan menjadi bidakmu lagi!"Belum sempat Hardi membalas, suara tembakan beruntun memecah malam dari arah lorong luar.Duar! Duar! Duar!Pintu kamar yang sudah hancur itu terpental sepenuhnya saat satu tendangan keras mendarat di engselnya. Sesosok pria jangkung melangkah masuk dari balik asap dan remang cahaya sorot.Gavin.Jas hitamnya sudah ditang
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Bab 24: Tamu dari Masa Lalu
Aruna menahan napas. Tangannya mencengkeram sprei tebal di belakang punggungnya, berusaha mencari tumpuan saat guncangan panik menyerang dadanya. Di tengah kegelapan kamar yang hanya diterangi pendar rembulan, pendar asap tipis dari moncong pistol pria itu terlihat begitu mengancam."Siapa kamu?" tanya Aruna, suaranya gemetar meski ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk terdengar tenang.Pria itu melangkah masuk. Sepatu boots mewahnya beradu melintasi pecahan bingkai pintu kayu yang hancur. Ia menyalakan pemantik api perak di tangannya. Cahaya oranye yang temaram seketika menyinari separuh wajah tegasnya yang dipenuhi bekas luka tipis di rahang."Orang yang harusnya menyelamatkanmu dari monster bernama Gavin," sahut pria itu. Suaranya serak, dingin, dan tanpa nada keramahan."Paman Hardi?" Aruna menyipitkan mata, terbelalak melihat garis wajah yang sangat ia kenal itu. "Bagaimana bisa... bukankah Paman di penjara?"Pria itu tertawa tipis, suara tawa yang kering tanpa rasa humor. Ia mem
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Bab 23: Provokasi
Pintu kamar terbuka pelan. Seorang pria berbadan tegap dengan kemeja hitam masuk membawakan nampan berisi segelas air dan dua butir pil."Nona Aruna, ini obat penguat kandungan dari Tuan Gavin. Harus diminum sekarang," ujar penjaga itu singkat.Aruna menatap dua pil merah di atas nampan dengan kening berkerut. "Aku sudah minum obat tadi pagi.""Tuan meminta saya memastikan Nona meminumnya langsung di depan saya.""Kalau aku menolak?" Aruna bersedekap, menatap lurus mata pria itu."Tuan Gavin tidak memberi opsi menolak, Nona."Aruna menghela napas panjang. Ia mengambil dua pil tersebut, memasukkannya ke dalam mulut, lalu meneguk air hingga tandas."Sudah kan? Sekarang keluar," kata Aruna dingin.Penjaga itu menunduk kaku. "Baik. Pintu akan tetap dikunci dari luar."Begitu gerendel pintu berbunyi klak, Aruna bergegas masuk ke kamar mandi. Tanpa membuang waktu, ia merogoh tenggorokannya di depan wastafel hingga mual hebat memicu perutnya memuntahkan kembali seluruh isi lambungnya. Pil ya
Last Updated: 2026-07-24
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status