LOGINVideo Rahma dan Jordan yang sedang berhubungan intim selama 15 menit bocor. Sontak video itu pun viral, merusak karier seorang Rahma dan Jordan. Jordan yang sempat marah besar akan Rahma, akhirnya setuju dengan permintaan Rahma untuk bekerjasama dalam mencari dalang penyebar video mesum mereka. Akankah keduanya berhasil menemukan sosok yang telah melakukan tindakan kejam tersebut?
View More“Kalau mau jadi pelatih olahraga privatku, aku gaji kamu 10 juta untuk sekali pertemuan!"
Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir merah menyala Nyonya Winda, istri seorang jenderal besar kepolisian yang pengaruhnya menjalar ke mana-mana. Ia mengucapkannya sambil menyandarkan punggung di sofa kulit mahal, membiarkan matanya yang tajam dan lapar menelusuri setiap jengkal tubuh atletis Reno. Reno tersentak, jakunnya naik turun saat ia menelan ludah dengan susah payah. Angka yang disebutkan wanita itu terasa tidak nyata di telinganya. "Se... sepuluh juta, Nyonya? Anda tidak sedang bercanda, kan?" tanya Reno dengan suara yang nyaris tak keluar. Wajahnya yang lugu menampakkan keterkejutan yang murni. Dia adalah seorang mantan atlet yang kini sedang dihimpit kesulitan finansial hingga berada titik terendah, seketika merasa dunia seakan berhenti berputar sejenak usai mendengarkan tawaran menggiurkan itu. Reno memiliki segudang prestasi di bidang olahraga pada beberapa tahun lalu. Tapi kini, dia terpaksa menjadi tukang parkir di depan sebuah minimarket karena sulitnya mencari pekerjaan di kota metropolitan. Hingga tiba saat itu, dimana dia mendapat tawaran pekerjaan yang mengejutkan dari salah satu member minimarket tersebut, yang tidak lain adalah Winda. Tanpa Reno sadari, rupanya selama ini Winda sudah memperhatikan dirinya. Winda juga sering memberikan uang parkir dengan nominal yang besar pada Reno, karena diam diam Winda menyukainya. Hingga akhirnya pada hari itu, perempuan kaya tersebut nekat menawarkan pekerjaan gila pada Reno. "Apa aku terlihat seperti sedang melucu, Reno? Tentu saja itu serius. Bagiku, uang segitu tidak ada artinya dibandingkan kenyamanan yang bisa kamu berikan saat melatihku. Eh maksudnya kenyamanan untuk kesehatanku,” ucap Winda. Jemari lenturnya dengan berani menyentuh lengan Reno, meraba otot bisepnya yang keras di balik kaus tipis yang dikenakannya. Reno mundur selangkah, merasa rikuh dengan sentuhan yang terlalu akrab itu. "Tapi, Nyonya... saya harus tahu detailnya. Maksud saya, tugas apa saja yang harus saya lakukan? Dan jam berapa saya harus mulai? Jujur saja, saya tidak memiliki peralatan atau sertifikat fisioterapi yang lengkap jika Anda membutuhkannya,” cemas Reno mengutarakan kebimbangannya untuk menerima tawaran itu. Winda kembali mendekat, mengikis jarak yang sengaja dibuat oleh Reno. "Tugasmu sederhana. Cukup pastikan tubuhku tetap kencang, temani aku di gym pribadi, dan... yah, mungkin memberikan pijatan relaksasi jika aku merasa lelah setelah latihan. Waktunya? Kapan pun aku menelepon, kamu harus datang. Privat artinya aku tidak mau ada orang lain yang tahu,” terang Winda dengan nada suara yang lembut. Matanya menatap tajam ke arah Reno. Reno terdiam, guratan kecemasan makin muncul di dahinya yang polos usai mendengar penjelasan tersebut. "Nyonya, mohon maaf sebelumnya. Yang saya tahu, suami Anda adalah seorang Jenderal Polisi yang sangat terhormat. Jika saya datang ke sana di jam-jam yang tidak menentu, saya takut akan timbul fitnah. Saya takut... saya takut terseret kasus jika ada yang salah paham. Dan saya takut di penjara Nyonya,” ucap Reno dengan jujur. Winda tertawa lagi, kali ini lebih keras, seolah ketakutan Reno adalah hal paling lucu sedunia. "Suamiku? Mas Reno yang ganteng, suamiku itu lebih mencintai tugasnya daripada istrinya sendiri. Dia jarang pulang, dan semua orang di rumah ini adalah orang-orangku. Kamu aman di bawah perlindunganku,” sahut Winda dengan santai. Reno menunduk, menatap lantai marmer yang mengkilap. Logikanya berteriak untuk lari, tapi nuraninya berteriak lebih keras tentang keadaan di rumah. Ia teringat wajah adik perempuannya yang masih sekolah, yang kini terancam diambil oleh rentenir kejam karena utang mendiang ayahnya yang menumpuk. Rentenir itu memberi tenggat waktu hanya satu bulan, atau adiknya akan dijual untuk melunasi bunga utang yang menggila. "Sepetinya aku harus Terima tawaran ini,” gumam Reno dalam hati. "Kenapa? Kamu ada masalah?" tanya Winda, seolah bisa membaca pikiran Reno. Ia mengelus pipi Reno dengan punggung tangannya. Reno sejenak memejamkan mata. Tidak bisa dia pungkiri, bahwa dia memang membutuhkan uang itu. “Iya Nyonya. Saya butuh uang untuk bayar hutang keluarga. Jika tidak, adik saya akan dijual oleh rentenir. Dan waktunya hanya satu bulan,” terang Reno dengan jujur. "Terima tawaran ini, dan aku bisa berikan uang muka sekarang juga. Kamu hanya perlu patuh padaku, Reno. Kamu mengerti?” Reno kembali memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah ketakutan adiknya jika dia gagal.Dan akhirnya, dengan berat hati dan perasaan yang berkecamuk, ia mengangguk pelan. "Baik, Nyonya. Saya... saya terima pekerjaannya." Winda tersenyum penuh kemenangan. Matanya berkilat puas melihat mangsa barunya telah masuk ke dalam jaring yang ia bentangkan. "Pilihan yang cerdas, Reno. Mari kita buat jadwal latihan pertama kita... yang sangat privat,” bisik Winda tepat di telinga Reno. Reno merasakan sensasi dingin menjalar dari tengkuk hingga ke tulang belakangnya saat mendengar bisikan Winda yang begitu dalam. Tubuhnya memang kekar, bahunya lebar, dan tinggi badannya jauh melampaui wanita di hadapannya ini. Namun, di balik fisik yang tangguh itu, Reno belum memiliki pasangan.Ia belum pernah menjalin hubungan serius, apalagi berhadapan dengan wanita sekelas Winda yang aura agresivitasnya terasa begitu menekan. Winda melangkah memutari tubuh Reno, seolah sedang memeriksa kualitas barang belanjaan yang baru saja ia beli dengan harga mahal. "Kamu tegang sekali, Reno? Santai saja. Aku tidak menggigit... kecuali kalau kamu yang memintanya," ucap Winda dengan tawa kecil yang terdengar sangat berani di telinga Reno. Reno memalingkan wajah, berusaha menjaga pandangannya tetap pada vas bunga mahal di sudut ruangan daripada menatap garis leher pakaian Winda yang terlalu rendah. "Maaf, Nyonya. Saya hanya... saya hanya ingin memastikan jadwalnya agar tidak berbenturan dengan urusan lain," jawab Reno terbata-bata. "Urusan lain apa? Pacar?" Winda berhenti tepat di depan Reno, menatap lurus ke dalam matanya yang tampak gugup. "Saya tidak punya pacar, Nyonya," aku Reno jujur, sebuah kejujuran yang kemudian ia sesali karena melihat binar di mata Winda semakin terang. "Oh? Baguslah. Itu artinya konsentrasimu tidak akan terbagi," Winda mengulurkan tangan, merapikan kerah kaus Reno yang sedikit miring. Jari-jarinya yang dingin sengaja berlama-lama menyentuh kulit leher Reno. "Besok jam sepuluh pagi. Datanglah ke ruang olahraga di lantai dua. Aku sudah meminta pelayan untuk tidak mengganggu kita selama dua jam,” lanjut Winda sebelum percakapan mereka berakhir. "Baik, Nyonya. Saya permisi dulu,” jawab Reno hanya bisa mengangguk kaku. Sepanjang perjalanan pulang dengan motor tuanya, pikiran Reno berkecamuk. Angin malam yang menerpa wajahnya tidak mampu mendinginkan kepalanya yang panas. Bayangan tentang ruang olahraga yang tertutup, hanya ada dia dan Winda dalam jarak yang sangat dekat, melakukan gerakan-gerakan fisik yang pasti akan melibatkan sentuhan... itu semua membuat jantungnya berdegar tidak keruan. “Ingat Reno! Ini hanya kerja! Kamu harus profesional! Semua ini demi hutang keluarga Reno, demi Reni!” tegur Reno pada dirinya sendiri di dalam hati sambil mencengkeram stang motornya lebih erat. Ia mencoba menanamkan sugesti pada jiwanya yang polos. Ia tahu dirinya laki-laki normal, dan Winda adalah wanita yang sangat cantik meski usianya jauh di atasnya. Namun, ia tidak boleh goyah. Begitu sampai di depan rumah kontrakan kecilnya, ia melihat Reni sedang duduk di teras dengan tumpukan buku pelajaran di pangkuannya. Wajah adiknya yang tampak kelelahan namun tetap berusaha tersenyum menyambutnya adalah pengingat yang paling tajam. "Kak Reno baru pulang? Sudah makan?" tanya Reni lembut. "Sudah, Ren. Kamu jangan tidur terlalu malam. Kakak sudah dapat pekerjaan bagus. Bulan depan, kakak pastikan orang-orang itu tidak akan datang lagi ke sini untuk mengancammu,” jawab Reno sambil mengusap kepala adiknya dengan sayang. “ Serius kak?” “Iya.” Reni tampak lega, meski ia tidak tahu pekerjaan apa yang sebenarnya diambil oleh kakaknya. Reno masuk ke dalam rumahnya yang sempit, merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis. Ia menatap langit-langit kamar yang mulai berjamur. Besok adalah hari pertamanya. Ia harus menyiapkan mental. Ia harus menganggap Winda hanyalah klien biasa, bukan seorang wanita yang haus akan perhatian. Namun, jauh di lubuk hatinya, Reno tahu bahwa menghadapi Winda akan jauh lebih berat daripada mengangkat beban seratus kilogram di gym. Pemuda perjaka itu memejamkan mata, mencoba mengusir bayangan senyum predator milik Nyonya Winda yang terus menghantuinya sebelum ia terlelap.Tidak butuh waktu lama bagi Jordan untuk membawa hubungan dari dirinya dengan Rahma ke jenjang yang lebih serius. Dia pun memutuskan untuk menikah dengan Rahma. Di mana Jordan merasa keputusan yang di ambil oleh dirinya adalah keputusan yang sudah sangat tepat. Apakah keputusan yang di ambil oleh Jordan adalah keputusan yang sudah di pikirkan secara masak-masak. Tidak ada keraguan yang datang dari dalam diri Jordan. Dia sudah sangat yakin untuk bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan Rahma. Jordan terlihat yakin dengan keputusan yang akan di ambil oleh dirinya. Sehingga dia tidak ragu untuk memulai sesuatu yang baru dengan Rahma. Kedua terlihat begitu bahagia saat melakukan prosesi akad nikah. Begitu juga saat keduanya melakukan resepsi di hari yang sama. Di mana Jordan terlihat begitu menikmati suasana yang ada. Tidak heran, ini menjadi sebuah kenangan yang istimewa di rasakan oleh Jordan. Hal yang sama sekali tidak pernah di duga oleh Jordan. Apalagi akan menikah dengan
Rahma tampil begitu cantik dengan sebuah dress pendek berwarna hijau. Dengan sebuah dompet besar berwarna abu-abu. Dia terlihat begitu percaya diri saat masuk ke dalam restoran. Perasaan yang tidak pernah bisa di lukiskan oleh dirinya sendiri. Ada sedikit ketakutan yang di rasakan oleh Rahma. Tetapi dia yakin, malam ini akan ada sedikit kejutan yang akan di berikan oleh Jordan pada dirinya. Tidak ada orang di restoran. Hanya ada seorang Jordan yang sudah menunggu kedatangan dari Rahma di malam ini. Tidak seperti biasanya, di mana restoran ini di penuhi oleh pelanggan yang begitu lapar. Tetapi malam ini begitu kosong. Tidak ada pelanggan lapar yang datang ke restoran tersebut. Suara musik di restoran itu pun sedikit berubah. Sudah tidak ada suara musik yang khas di restoran tersebut. Hanya ada lagi cinta yang di putar oleh Jordan. Mungkin ada sedikit hal yang ingin di sampaikan oleh Jordan pada Rahma. Di mana Jordan sudah menyiapkan sebuah kejutan yang begitu mempesona bagi seorang R
Rahma langsung tidak percaya, saat dia melihat kenaikan yang cukup signifikan dari pengikutnya di sosial media. Sama sekali hal yang tidak terduga di rasa oleh Rahma. Di mana kini Rahma memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak. Sama sekali ini bukan hal yang di duga oleh Rahma. Tetapi Rahma merasakan ini sebagai bagian dari apa yang sudah di lakukan oleh dirinya. Usaha dari dia untuk tetap aman, tetap terasa nyata. Hal yang tidak mudah, tetapi Rahma bisa mendapatkan apa yang memang ingin di dapat oleh dirinya. "Senang banget. Akhirnya pengikut ku kembali normal. Semoga saja ini akan menjadi hal yang baik untuk ku ke depannya. Aku berharap ini akan menjadi hari yang paling beruntung untuk diri ku. Sama sekali ini bukan hal yang mudah. Tetapi ini akan menjadi hal yang cukup lumrah." ucap Rahma. Rahma pun membalas satu persatu beberapa pengikut yang mulai kembali memberikan dukungan pada dirinya. Ini benar-benar hal yang tidak pernah di duga oleh Rahma. Sama sekali ini bukan hal yang
Beberapa gaya coba di berikan dengan sedikit sentuhan senyum natural. Di mana Rahma terlihat begitu cantik saat melakukan pemotretan di salah satu studio photo. Sebuah brand ternama telah kembali melakukan kerjasama dengan Rahma. Nama Rahma pun kembali naik dengan cepat, setelah terbongkarnya kasus video porno yang di sebarkan oleh Rosa dan Siti. Rahma terlihat kembali percaya diri untuk bisa lebih baik lagi. "Semua hasil photo kamu di hari ini begitu cantik. Kamu terlihat anggun dengan gaun berwarna biru ini. Memang tidak mudah, tetapi aku begitu menyukai penampilan kamu yang terlihat mempesona. Hal yang sama sekali tidak bisa aku pikirkan lagi. Tapi kamu tampil begitu istimewa Rahma." ucap photograper. "Terima kasih. Tapi semua photo ini tidak akan bagus, jika bukan seorang Deri yang mengambil photo. Kamu juga luar biasa dalam mengambil gambar dari ku." ucap Rahma dengan santainya. Tiba-tiba Rahma yang sedang melihat semua hasil photo di hari ini. Di kejutkan dengan kedatangan bu
Ibu Rahma langsung memeluk Rahma saat anaknya tersebut masuk ke dalam rumah. Dia begitu senang bisa kembali bertemu dengan Rahma. Di mana keduanya sudah tidak bertemu selama dua bulan terakhir. Mengingat kekecewaan yang di rasa oleh ibu Rahma akan video Rahma yang beredar tersebut. Rahma pun terliha
Egi pun langsung menghubungi Rahma melalui panggilan video call. Di mana Egi ingin mengucapkan selamat atas hasil penyelidikan yang ada. Sehingga praduga pada Rahma dan Jordan pun tidak terbukti benar akan Rahma dan Jordan yang sengaja menyebarkan video tersebut. Egi merasa begitu gembira dengan has
Saat mobil yang di bawa oleh Rosa berhenti. Siti pun langsung berusaha untuk menghubungi salah seorang kerabat. Tetapi Rosa yang terlalu cepat, berhasil merebut handphone Siti. Rosa pun langsung membanting handphone Siti. Seketika handphone itu pun langsung hancur tidak bersisa. "Apa yang kamu lakuk
Jordan langsung begitu gembira saat bola yang di lempar olehnya mengenai sasaran. Sama sekali tidak terbayang, betapa bahagianya seorang Jordan akan hal sederhana tersebut. Ia tidak pernah membayangkan hal itu bisa terjadi. Sehingga Jordan begitu gembira saat dia berhasil memasukkan bola ke wadah ke






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.