author-banner
Tessa Kamila
Author

Novels by Tessa Kamila

Skandal Panas Sang CEO dengan Cinta Pertama

Skandal Panas Sang CEO dengan Cinta Pertama

HOT NEWS : Maverick Knox Leonard—CEO perusahaan Leonard International—telah resmi bercerai! Rumor beredar: Ia tidak pernah menyentuh istrinya selama enam bulan pernikahan. ✨ Publik baru saja digemparkan oleh berita perceraian dari pewaris utama keluarga Leonard. Tapi, yang tidak diketahui oleh siapa pun adalah... Skandal terpanasnya bukanlah perceraian. Melainkan, kembalinya cinta pertama sang miliarder yang telah menghilang selama bertahun-tahun. Dan ketika satu foto Maverick memeluk sang mantan di depan sebuah hotel bocor ke publik, seluruh New York mendadak histeris. Siapa wanita misterius itu? Kenapa Maverick Leonard rela membakar seluruh internet hanya demi untuk menyembunyikan identitasnya? ✨ Kini, seluruh dunia bersiap untuk menyaksikan satu hal: ❤️‍🔥SKANDAL TERPANAS SANG BILLIONAIRE NEW YORK BARU SAJA DIMULAI.
Read
Chapter: Bab 43 [Memastikan Kehancuran]
Maverick memalingkan wajah dari jendela, rahangnya mengeras menahan amarah yang mulai mendidih, tapi ia tidak punya waktu untuk mengumpat sekarang.Dengan gerakan cepat, ia merogoh ponsel dari saku celana dan mendial nomor Mikhael segera.Tidak butuh banyak waktu, hanya sekitar lima detik kemudian, panggilannya telah diangkat oleh sang adik.“Mike, kau di mana?” tanyanya dengan suara rendah, nyaris berbisik, tapi penuh tekanan otoritas yang tak bisa dibantah.“Baru tiba di tempat Daddy. Ada apa?” sahut Mikhael dari seberang telepon.“Aku membutuhkan bantuanmu. Datanglah ke Wilson Center sekarang. Kau tahu tempatnya? Di Upper East Side. Tak jauh dari rumahku.”“Aku tahu,” balas Mikhael cepat, kini nada suaranya berubah sedikit waspada. “Ada apa memangnya? Kau ada masalah? Dan… untuk apa kau pergi ke psikolog?”Maverick mengembuskan napas panjang. “Akan aku jelaskan nanti. Sekarang kemarilah, bawa mobilmu. Dan… jangan lewat pintu depan.”“Maksudnya?”“Ada wartawan yang mengikutiku dan M
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 42 [Berkembang Biak Terlalu Cepat]
Unit keluarga Maverick, 432 Park Avenue Apartment, Midtown Manhattan, New York, USA.Keesokan harinya…Miranda duduk tenang di atas meja wastafel, kakinya sedikit menggantung. Sementara Maverick berdiri tepat di depannya. Kedua tangan pria itu bertumpu kokoh pada sisi kanan dan kiri wastafel, mengurung tubuh kekasihnya dalam jarak begitu rapat.Tangan Miranda bergerak telaten, menggosokkan alat cukur di sepanjang garis rahang Maverick yang sudah tertutup busa putih. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati, seraya mengamati setiap inci kulit Maverick yang kembali muncul di balik busa.Setelah melakukan sapuan terakhir, dan memastikan tidak ada lagi tekstur kasar yang tersisa, Miranda tersenyum lebar.Ia turun perlahan dari wastafel sambil berkata, “sudah selesai.”Maverick ikut tersenyum, ia mendekat ke arah cermin, mematut dirinya sejenak sebelum membuka keran dan membasuh wajah dengan air dingin hingga bersih.“Kau tampan sekali, Mave,” gumam Miranda.Maverick menoleh, menatap sang k
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 41 [Menjadi Pria Dewasa]
Miranda menatap wajah Maverick dari samping. “Kau benar. Tapi aku ingat pertama kali aku mengatakan aku menyukaimu pada Papa adalah saat setelah orang tua kita dipanggil ke sekolah karena kita ketahuan berduaan di belakang perpustakaan untuk berbagi bekal. Papa begitu marah karena aku masih belum genap berusia sebelas, masih terlalu kecil, ia bahkan memaksaku untuk menjauhimu. Aku sampai menangis berhari-hari.”“Bukan hanya kau saja yang dihukum. Daddy bahkan mengunciku di dalam kamar selama dua jam,” balas Maverick.Pria itu terdiam sebentar, sebelum tertawa lebar kemudian. “Oh… aku baru ingat. Aku dihukum bukan hanya gara-gara Daddy dipanggil ke sekolah. Tapi karena aku ketahuan mencuri pulpennya.”“Pulpen?” tanya Miranda, heran. “Kenapa Nicholas menghukummu hanya gara-gara pulpen?”“Kau ingat pulpen emas yang kuberikan padamu sebagai hadiah dulu?”“Pulpen emas?”“Ya. Pulpen emas.”Kedua mata Miranda menyipit, wajahnya juga mendadak berubah begitu serius. Ia mencoba menggali memori
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 40 [Hasrat Primitif]
432 Park Avenue Condominium, Midtown Manhattan, New York, USA.Pukul 21.46.Miranda baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut masih setengah basah. Wanita itu mendesah pelan ketika menundukkan kepala, mengamati lingerie berwarna champagne milik Isabella yang sekarang ia kenakan.Lingerie ini sungguh tipis, terlalu berani, dan provokatif. Ditambah, potongan pada bagian dadanya juga begitu rendah.“Aku tidak tahu,” ujar Miranda sambil berjalan mendekati ranjang. “Kenapa Bella masih menyimpan baju tidur seperti ini?”Maverick yang duduk di atas ranjang sambil membuka sebuah album foto menoleh padanya. Seketika, tatapan pria itu terkunci total pada penampilan sang kekasih. Ia menelan saliva beberapa kali, membuat adam’s apple-nya ikut bergerak naik turun.Sial.Mendadak, hasrat primitifnya naik begitu menggebu. Ini… berbahaya.Ia tiba-tiba begitu menginginkan Miranda sekarang. Ingin wanita itu berbaring tak berdaya di bawah kendalinya. Namun di saat yang sama, ia juga merasa b
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 39 [Selamat Datang Kembali, Little Foster]
Sementara itu…Di dalam ruang keluarga, Isabella sudah duduk di atas sofa panjang beludru bersebelahan dengan Miranda.Perlahan, wanita paruh baya itu meletakkan cangkir tehnya ke atas meja. Ia mulai mengamati wajah Miranda lamat-lamat, berusaha mencari sisa-sisa sosok gadis kecil yang dulu sering berlarian di rumah mereka ini.“Kau tahu hal pertama yang terlintas di pikiranku saat melihatmu tadi?” tanya Isabella lembut.“Ya?”“Ke mana saja kau selama ini, Sayang?”Miranda tersenyum kecil, ia ikut meletakkan cangkir tehnya ke atas meja. Persis di sebelah cangkir milik Isabella.“Aku sering mendengar pertanyaan itu,” balasnya. “Dari teman-teman.”“Kau nyaris tidak pernah terlihat di New York lagi sejak berpisah dengan putraku. Yang aku dengar, kau memutuskan kuliah di Australia. Tapi, beberapa tahun kemudian, saat aku dan mamamu bertemu, dia bilang kau sudah tinggal di Tiongkok. Lalu Rusia. Setelah itu Yunani. Dan terakhir…” Isabella menarik napas panjang barang sejenak. “Afrika?”Mira
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 38 [Menginap Bersama]
432 Park Avenue Condominium, Midtown Manhattan, New York, USA.Pukul 20.00.Ruang kerja pribadi Nicholas Diego Rusell tampak seperti antitesis dari kegaduhan Manhattan di luar sana, begitu tenang, dan… lambat. Sudah lima belas menit Nicholas bersama sang putra berada di dalam, namun belum ada satu pun dari mereka yang berniat memulai pembicaraan.Dari sofa tunggal ujung meja, pria paruh baya itu menuang sampanye ke dalam dua gelas kristal di atas meja. Kemudian, ia mendorong salah satunya ke arah Maverick yang duduk pada sofa panjang sisi kanan meja.“Minumlah,” ujar Nicholas pendek pada putra pertamanya tersebut.Maverick mengangguk. Ia mengambil gelasnya sendiri, lalu menggoyangkan gelas kristal itu perlahan hingga buih-buih kecil naik ke atas sebelum menyesapnya kemudian.Nicholas pun melakukan hal serupa. Ia menyesap sampanye sebentar. Kemudian mulai membuka pertanyaan, “Jadi… kau kembali dengan Miranda?”Maverick mengangguk. “Ya.”“Apa Raymond sudah tahu?”“Ya.”“Dia tidak melara
Last Updated: 2026-07-17
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status