Chapter: 97. Hari BahagiaAula utama Grand Astraea Ballroom disulap menjadi hutan kristal putih yang megah. Ribuan bunga lili segar menggantung dari langit-langit, menyebarkan aroma harum yang menenangkan di tengah hiruk-pikuk para elit bisnis, politikus, dan bangsawan kota yang hadir.Aruna berdiri di samping Max, mengenakan gaun pengantin yang telah disesuaikan sedikit pada bagian pinggangnya. Wajahnya merona alami, memancarkan aura kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan.Max berdiri tegap dengan tuksedo hitam pekat, tangannya tidak pernah lepas dari pinggang Aruna, seolah-olah ia sedang menjaga permata paling berharga di dunia. Di meja utama, Johan Sastro duduk dengan bangga, mengenakan setelan jas formal yang membuatnya kembali terlihat seperti singa bisnis yang disegani.Saat acara bersulang dimulai, Johan bangkit berdiri. Ia memegang gelas kristalnya dengan tangan yang sedikit bergetar, bukan karena lemah, melainkan karena emosi yang meluap.“Hadirin sekalian,” suara Johan bergema melalui pengeras suara
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 96. Kabar MengejutkanKesibukan di butik pengantin utama Astraea mencapai puncaknya. Aroma lilin aromaterapi vanilla dan melati memenuhi ruangan, bercampur dengan suara gemerisik kain sutra dan renda Prancis yang sedang dipasang oleh para asisten butik.Aruna berdiri di atas podium kecil, tubuhnya dibalut gaun pengantin yang sudah hampir sempurna, sebuah karya seni putih bersih dengan detail kristal yang berkilauan setiap kali ia bergerak.Max duduk di sofa kulit di sudut ruangan, sementara matanya tidak lepas dari Aruna. Ia masih tampak seperti penguasa, namun kali ini ada ketenangan yang berbeda di wajahnya setelah kemenangan di pengadilan.“Bisakah kau berputar sedikit, Aruna?” tanya desainer utama butik itu sambil memegang jarum pentul. “Aku perlu memastikan bagian ekor gaun ini jatuh dengan sempurna.”Aruna mencoba bergerak, namun tiba-tiba kepalanya terasa sangat ringan. Pandangannya yang tadi jernih mendadak berputar. Cahaya lampu gantung di atasnya seolah menyatu menjadi satu titik putih yang menyi
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 95. Melakukan hal yang MengejutkanMalam itu, apartemen mewah Max Kendrick terasa lebih hangat dari biasanya. Aroma masakan Prancis yang dipesan khusus memenuhi ruang makan, sementara botol sampanye terbaik telah terbuka di atas meja marmer.Johan Sastro duduk di kursi kebesaran, tampak jauh lebih segar meskipun tubuhnya masih perlu banyak pemulihan. Aruna duduk di samping ayahnya, sesekali menyuapkan potongan buah, matanya berbinar melihat tawa kecil yang mulai kembali ke wajah Johan.Max berdiri di dekat jendela besar, menyesap wiskinya dalam diam sembari memperhatikan interaksi ayah dan anak itu. Ia tampak puas, namun tetap waspada seperti biasanya.Saat perayaan kecil itu berlanjut, Max mendapatkan panggilan telepon penting dan harus beralih ke balkon. Aruna, yang ingin mengambilkan obat untuk ayahnya, melangkah menuju ruang kerja Max.Ia melihat tas kerja kulit buaya milik Max tergeletak terbuka di atas meja kerja kayu mahoni yang berat. Niatnya hanya ingin memindahkan tas itu agar tidak menghalangi jalan, namun s
Last Updated: 2026-03-20
Chapter: 94. Kebebasan JohanGedung Pengadilan Negeri Astraea dikepung oleh barisan pengawal bersenjata lengkap dari Kendrick Group. Atmosfer di dalam ruang sidang utama terasa begitu berat, seolah oksigen di sana telah menipis.Aruna duduk di barisan depan dengan jemari yang saling bertaut erat, matanya tak lepas dari sosok ayahnya, Johan Sastro, yang duduk di kursi pesakitan dengan wajah pucat namun sorot mata yang mulai kembali berpendar.Di seberang ruangan, Surya Atmadja dan Robert Tan duduk dengan angkuh. Mereka sesekali berbisik dengan pengacara mereka, melempar senyum meremehkan ke arah Max yang duduk tenang di samping Aruna dengan setelan jas hitam yang memancarkan aura dominasi mutlak.“Sidang Peninjauan Kembali atas kasus penggelapan dana dengan pemohon Johan Sastro dinyatakan dibuka,” ketok palu Hakim Ketua bergema nyaring, memecah kesunyian yang mencekam.Tonny, pengacara Max, berdiri dengan sikap tegap. Ia membuka sebuah map kulit dan mengeluarkan beberapa lembar dokumen asli yang selama ini disembu
Last Updated: 2026-03-20
Chapter: 93. Memberimu Kepuasan“Max... ahh, pelan sedikit,” rintih Aruna saat tangan kasar Max meremas payudaranya dengan tenaga yang tidak main-main.“Tidak ada kata pelan untuk malam ini. Tekanan di kepalaku harus keluar, dan hanya kau yang bisa menampungnya,” sahut Max.Ia menunduk, melahap puting Aruna yang sudah menegang keras, menyesapnya dengan isapan yang sangat kuat hingga suara cecapan basah memenuhi kamar yang sunyi itu.“Akhh! Ssshh... pelan, Max! Itu sakit!” Aruna memekik, kepalanya mendongak ke belakang, punggungnya melengkung indah saat rasa perih dan nikmat menyatu di dadanya.Max tidak memedulikan protes itu. Ia justru menggigit kecil puncak payudara Aruna, membuat wanita itu mengerang semakin keras. Tangan Max bergerak turun, membelah pangkal paha Aruna dengan paksa. Ia tidak butuh pemanasan yang lembut; baginya, Aruna adalah medan pertempuran yang harus ia taklukkan setiap malam.“Kau sudah sangat basah, Aruna. Jangan berpura-pura kau tidak menginginkan kebrutalanku,” bisik Max serak.Ia membebas
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: 92. Max yang Tidak Pernah Puas“Tonny, siapkan draf gugatan balik. Begitu hakim mengetok palu bahwa Johan tidak bersalah, aku ingin surat perintah penangkapan untuk Surya dan Robert langsung keluar di jam yang sama. Aku ingin mereka keluar dari ruang sidang dengan tangan terborgol.”Tonny mengangguk mantap. “Instruksi diterima, Tuan. Semua dokumen sudah siap diserahkan ke pengadilan besok pagi.”Rapat itu berlanjut selama dua jam berikutnya, membahas setiap detail teknis hukum yang membuat kepala Aruna pening. Namun, setiap kata yang keluar dari mulut Max menunjukkan bahwa pria ini telah memikirkan setiap kemungkinan. Ia bukan sekadar pengusaha kaya; ia adalah jenderal perang yang sedang menyusun strategi pemusnahan musuh-musuhnya.Setelah keluar dari kantor Tonny, Max membawa Aruna kembali ke mobil. Suasana di dalam mobil kembali sunyi, namun kali ini ada ketegangan yang berbeda—ketegangan penantian.“Max,” panggil Aruna saat mobil mulai bergerak.“Hmm?”“Kenapa kau melakukan semua ini? Maksudku, kau mempertaruhka
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: 46. Kebangkitan Senjata Rahasia Sistem“Sistem, tukarkan seluruh poin 'Masa Subur' yang tersisa. Sekarang.”Suara Lin Xiao terdengar seperti retakan es di tengah kesunyian ruang strategi yang hancur. Ia berdiri dengan pakaian yang compang-camping, bercampur noda tanah terowongan dan darah kering di pipinya.Bahu kirinya masih berdenyut kencang, sebuah sisa nyeri yang terus mengalir dari ikatan batinnya dengan Fei Lian yang kini sedang dirawat di sudut ruangan.[Peringatan: Penukaran Seluruh Poin Masa Subur akan menunda siklus biologis Inang selama 6 bulan.][Konfirmasi: Buka Kunci Senjata Sniper Tipe-S 'Anti-Materiel'?]“Lakukan saja! Aku tidak butuh kesuburan jika semua orang di sini akan mati menjadi abu!” bentak Lin Xiao.Dalam sekejap, cahaya biru yang menyilaukan muncul di depan matanya. Partikel-partikel cahaya itu memadat, membentuk laras senapan sepanjang satu setengah meter dengan bodi logam yang dilapisi polimer hitam legam. Senjata itu berat, di
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: 45. Perawatan Panas di Dalam Terowongan“Mo Ye, napasmu... terlalu pelan. Bangun, Mo Ye!”Suara Lin Xiao bergetar di tengah kegelapan terowongan yang sempit dan pengap. Ruang ini hanya cukup untuk mereka berempat meringkuk dalam posisi duduk yang dipaksakan.Bau tanah basah dan aroma besi dari darah Fei Lian bercampur dengan bau hangus dari punggung Mo Ye yang terbakar listrik.Lu En berada di depan, tangannya yang kotor karena tanah terus menahan pilar penyangga kayu agar terowongan tidak runtuh akibat getaran dari ledakan di permukaan.“Suhu tubuhnya turun drastis, Ratu. Ular tidak bisa menghasilkan panas sendiri, dan sengatan listrik itu menguras seluruh energinya. Jika dia membeku di sini, jantungnya akan berhenti.”“Fei Lian, geser sedikit sayapmu,” perintah Lin Xiao.Fei Lian mengerang, sayap kirinya yang patah terkulai lemas, darahnya membasahi lantai tanah. “Aku mencoba, Xiao-Xiao... tapi ruang ini terlalu sempit. Aku tidak bisa me
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: 44. Jebakan Listrik dan Pengorbanan Ular“Menunduk, Xiao-Xiao!”Suara Mo Ye meledak tepat di telinga Lin Xiao, bukan lagi sebagai desis halus di dalam kepala, melainkan teriakan manusia yang penuh otoritas.Dalam sekejap mata, lilitan dingin di pinggang Lin Xiao terlepas. Tubuh ular hitam itu memanjang dan melebar dengan suara derak tulang yang memilukan, kembali ke wujud manusianya dalam hitungan detik.Mo Ye berdiri tegak, punggungnya yang pucat menjadi tameng lebar bagi Lin Xiao dan Fei Lian yang masih tergeletak lemas.ZAPPP! KRATAKKK!Jaring logam bermuatan listrik lima ribu volt itu menghantam punggung Mo Ye. Bau daging terbakar seketika menyeruak, bercampur dengan aroma amis darah dan ozon yang tajam.Tubuh Mo Ye bergetar hebat; otot-ototnya menegang hingga urat-urat di lehernya menonjol keluar. Sebagai makhluk berdarah dingin, arus listrik adalah musuh alaminya yang paling mematikan, itu menghentikan aliran saraf dan membekukan jantungnya dalam sekejap.“Mo Ye! Lepaskan jaring itu!” teriak Lin Xiao. Ia mencoba meraih
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: 43. Operasi Penyelamatan di Bawah Rembulan“Kau tidak bisa pergi sendiri, Lin Xiao! Itu bunuh diri!”Cang Yan menghantamkan tinjunya ke langkan batu, membuat debu kuno beterbangan. Rahangnya mengeras, matanya yang keemasan menatap tajam ke arah hutan tempat Fei Lian menghilang.“Tugas kita adalah mempertahankan benteng ini. Jika kau keluar, benteng ini akan kehilangan otaknya, dan kau akan menjadi sasaran empuk di tanah terbuka!”“Aku tidak bisa membiarkan Fei Lian mati di sana, Cang Yan!” balas Lin Xiao, suaranya meninggi.Ia sedang memeriksa amunisi pada Sniper .50 Cal miliknya dengan gerakan mekanis yang cepat. “Sistem memberiku waktu kurang dari sepuluh menit. Jika drone mereka menemukannya duluan, dia akan dijadikan pajangan di tenda Zhao Feng!”“Biarkan aku saja yang pergi...” Mo Ye menyelinap dari bayangan, suaranya mendesis tipis dan berbahaya. “Aku bisa merayap di bawah semak... memutus tenggorokan Zhao Feng sebelum dia sempat berkedip. Tanpa pemimpin, pasukan itu akan kocar-kacir.”“Tidak, Mo Ye. Zhao Feng punya dete
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: 42. Amarah Sang Penguasa Langit “Fei Lian, jangan! Kembali ke posisimu!”Teriakan Lin Xiao pecah di tengah deru angin tembok benteng, namun peringatannya terlambat. Elang emas itu sudah melesat.Fei Lian tidak lagi mendengarkan logika; melihat darah mengalir di pipi Lin Xiao telah memutus sirkuit kendali dirinya. Sayap emasnya membentang lebar, membelah udara dengan suara seperti lecutan cambuk raksasa saat ia meluncur vertikal menuju gumpalan awan fajar.“Dia gila! Mereka punya senapan antipesawat di belakang jeep itu!” raung Cang Yan, tangannya mengepal keras di tepian tembok.“Fei Lian! Masuk ke frekuensi batin sekarang!” Lin Xiao menekan pelipisnya, mencoba memaksakan koneksi Sistem ke saraf Fei Lian.[Peringatan: Detak Jantung Target 3 (Fei Lian) mencapai 190 BPM.][Status: Mode Berserk Udara Aktif.]Di bawah sana, Zhao Feng mendongak, menyeringai saat melihat bayangan besar yang menutupi sinar matahari pagi. Ia meraih radio
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 41. Negosiasi Berdarah di Garis Depan“Jangan dengarkan dia, Xiao-Xiao. Suaranya berbau busuk seperti bangkai yang dikemas dalam plastik.”Cang Yan melangkah satu tindak ke depan, tubuhnya yang tegap menutupi separuh pandangan Lin Xiao ke arah lembah. Di bawah sana, Zhao Feng masih berdiri dengan angkuh di samping Jeep hitamnya. Pria itu mengangkat pengeras suara lagi, menyesuaikan frekuensinya hingga suaranya terdengar sangat jernih, seolah ia sedang berbisik langsung di telinga Lin Xiao.“Lin Xiao! Lihatlah sekelilingmu!” teriak Zhao Feng, suaranya bergema memantul di dinding batu benteng. “Kau terjebak di zaman batu bersama makhluk-makhluk berbulu ini! Apa yang kau cari? Kehormatan di antara binatang? Serahkan inti Sistem itu padaku, dan aku akan membangunkan istana modern untukmu. Kau akan jadi Ratuku di dunia baru yang sedang kubangun. Kau akan punya listrik, obat-obatan asli, dan kekuasaan yang tidak terbatas!”Lin Xiao merasakan getaran hebat di pinggangnya
Last Updated: 2026-03-21