Chapter: BAB 245 : Mencari di Tengah Labirin KotaSaifanny, Syahdan, dan Marcus bergerak cepat menemui kepala sekolah untuk meminta izin memeriksa rekaman CCTV.Di dalam ruang kerja yang mendadak terasa sempit itu, Marcus menjelaskan kronologi kejadian dengan suara bergetar dan gestur yang tidak keruan.Kepanikan yang luar biasa tampak jelas menyergap pria itu saat menceritakan bagaimana MaBelle tiba-tiba menghilang dari pandangannya tepat setelah ia keluar dari toilet.Di tengah situasi yang memanas, Saifanny beberapa kali mencoba menenangkan Marcus dengan kalimat-kalimat optimis bahwa MaBelle pasti akan baik-baik saja. Mereka kemudian bergegas berjalan bersama menuju ruang kontrol CCTV sekolah.Setibanya di sana, petugas langsung memutar dan memeriksa rekaman dari seluruh sudut kamera, tepat pada menit-menit awal ketika Marcus melangkah masuk ke dalam toilet.Sementara mata mereka terpaku pada monitor, Saifanny sempat melirik ke arah Marcus dari samping.Di bawah pendar cahaya lampu ruang kontrol, kepanikan di wajah mantan pacarnya
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: BAB 244 : Hilangnya Sang PutriLangkah kaki Saifanny berirama, mengetuk lantai keramik koridor sekolah yang riuh oleh atmosfer perayaan kenaikan kelas siang itu.Di kanan kirinya, beberapa pasang mata orang tua murid dan para guru tak bisa menahan diri untuk tidak menoleh. Sosoknya benar-benar menyita perhatian.Saifanny datang dengan aura yang memikat, berbalut Gevana Maxy berwarna merah marun pekat yang mewah.Gaun maxi bergaya Korea itu terbuat dari bahan kain semi-wool premium yang tebal namun lembut.Karakteristik kainnya jatuh dengan begitu anggun, menciptakan lambaian yang tenang dan berbobot setiap kali ia mengayunkan langkah.Bagian atas gaun mengadopsi potongan kerah jas double-breasted yang kaku dan presisi, memberikan kesan formal yang tegas sekaligus sangat berkelas.Di bagian pinggang, seutas sabuk kain senada diikat rapi membentuk simpul pita hidup, menegaskan siluet tubuhnya yang ramping dengan elegan.Desain roknya yang melebar membentuk pola A-line panjang menjuntai hingga ke mata kaki, memancarka
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: BAB 243 : Dilema Sunyi dan Undangan SekolahMalam itu, setelah makan malam yang canggung berlalu, mobil mewah milik Jovian membelah jalanan kota yang diterangi pendar temaram lampu jalan. Atmosfer di dalam kabin terasa membeku.Andien hanya mampu menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Pikirannya mendadak hampa, menyisakan satu tanda tanya besar yang terus berdenyut menyiksa otaknya. Ia sengaja belum menyentuh ponselnya; ia belum siap melihat kenyataan yang baru saja dikirimkan oleh Bima.Jovian, yang fokus mengemudikan mobil, sesekali melirik ke arah kursi penumpang. Ia menyadari perubahan drastis pada suasana hati Andien yang mendadak berubah murung tak tersentuh setelah menerima panggilan misterius di restoran tadi.Batin Jovian berkecamuk, menebak-nebak rahasia apa yang sedang disembunyikan oleh wanita di sebelahnya."Andien, bagaimana kalau besok kita masak di apartemen Indra saja? Mungkin kita harus sedikit menghibur dia," mulai Jovian, mencoba memecah keheningan dan membangun kembali kehangatan di antara mereka.Na
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: BAB 242 : Distorsi di Balik TeleponMalam yang sepi menyelimuti kamar hotel bintang lima tempat Bima menginap. Pria itu berbaring telentang di atas ranjang, menatap langit-langit putih yang luas dengan pandangan kosong.Sesekali matanya melirik ke arah komputer yang menyala di sudut ruangan. Selama berjam-jam ia duduk terpaku di hadapan monitor.Kini, setelah mengumpulkan berbagai informasi, layar itu menampilkan seluk-beluk mengenai Manggala Tech, termasuk rekam jejak Jovian.Seketika, ingatan Bima tertuju pada Andien. Semua informasi yang ia temukan malam ini sebenarnya bisa membuat Andien langsung memutuskan hubungan dengan Jovian jika ia membeberkan semuanya.Bima menghela napas panjang. Ia didera kebimbangan yang menyiksa batinnya. Jika ia mengatakan semuanya, Andien mungkin akan terluka dan membencinya.Namun di sisi lain, Bima sama sekali tidak mau membiarkan Andien disakiti oleh Jovian.Bima meraih ponselnya, mencoba mengambil langkah awal dengan mengirim pesan kepada salah satu manajer Utama Group, Fira."Maaf
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: BAB 241 : Di Balik Tumpukan HadiahSiang itu, di kediamannya, Saifanny membuka satu per satu kotak besar tersebut dengan kekuatannya yang terbatas.Rasa lelah akibat ketegangan hari kemarin masih tersisa, namun rasa penasarannya jauh lebih besar.Begitu semua penutup terbuka, ia hanya bisa mengembuskan napas panjang. Seluruh isi di dalam kotak-kotak itu adalah barang-barang elektronik premium berupa air purifier, lampu tidur, smart TV, air fryer, dan setrika uap.Saifanny menggelengkan kepalanya pelan, seulas senyuman dingin terukir di bibirnya. "Wah, Marcus... Sepertinya kamu ingin memata-matai hidupku sampai ke semua sudut rumah ini ya," gumam Saifanny lirih. Matanya meneliti deretan alat elektronik yang sangat fungsional untuk ditaruh di berbagai sudut ruangan privasinya.Saifanny merogoh saku, mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi nomor Bima. Alisnya langsung bertaut rapat ketika panggilan itu tidak mendapat respons sama sekali, bahkan setelah ia mencobanya beberapa kali lagi.Tringgg... Tringgg...Sedetik kemud
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: BAB 240 : Karma Gadis yang TersakitiPagi yang cerah menyambut hari Kamis manis untuk Catlin yang bersiap berangkat sekolah. Setelah menyaksikan langsung drama emosional antara ibunya dan Indra semalam, suasana hati gadis itu terus membaik secara drastis. Mungkin terdengar sedikit kejam jika dikatakan bahwa ia merasa bahagia di atas penderitaan orang lain. Namun, segala kekacauan yang terjadi memberikan kepuasan tersendiri di dalam dada Catlin. Baginya, semua ini adalah bentuk karma yang setimpal untuk Indra—pria yang secara egois lebih memilih untuk bersama ibunya daripada dirinya. Saat Catlin melangkah ke halaman dan hendak membuka pintu mobil, ia sedikit terkejut mendapati pemandangan di dalam kabin. Ternyata, Indra sudah berada di sana, duduk lesu di kursi penumpang dengan wajah muram sembari menyandarkan tangannya pada bingkai jendela. Detik itu juga Catlin langsung paham; setelah insiden kericuhan di panti asuhan kemarin, hak Indra untuk mengemudikan kendaraannya sendiri telah dicabut total oleh Nabilla. Cat
Last Updated: 2026-07-16