author-banner
Zaa Yoshizawa
Author

Nobela ni Zaa Yoshizawa

Cara Menangani Perselingkuhan

Cara Menangani Perselingkuhan

"Suamiku berselingkuh, apa yang harus kulakukan? " Gumamku pada diriku sendiri. Aku sudah tahu hal ini akan terjadi, jadi aku tidak panik. Cepat atau lambat dia memang akan berselingkuh, untungnya aku sudah mempersiapkan skenario tentang apa yang harus kulakukan saat menghadapi situasi ini.
Basahin
Chapter: BAB 416 : Tujuh Belas Tahun
Satu jam berlalu sejak Dokter meminta untuk berbicara berdua dengan Ririn. Di luar kamar perawatan VIP, koridor rumah sakit terasa kian temaram dan dingin. Lampu-lampu neon memantulkan pendar pucat di atas lantai granit.Bima berdiri bersedekap di dekat jendela kaca besar, menghela nafasnya, lalu melirik sekilas ke arah dua petugas polisi yang bersiap mendengarkan penjelasan resmi dari tim medis.Di samping Bima, Bara bersandar kaku, masih belum sepenuhnya mencerna kejanggalan reaksi Ririn di dalam ruangan tadi.​Ckrek!​Pintu kamar terbuka kembali. Dokter spesialis bedah saraf yang menangani Ririn melangkah keluar.Pria paruh baya berjas putih itu menghela napas berat, membenarkan letak kacamata minusnya sebelum menyapu pandangan ke arah Bima, Bara, dan kedua petugas kepolisian.​"Bagaimana, Dokter? Apa kami sudah bisa meminta keterangan awal dari tersangka?" tanya salah seorang penyidik kepolisian, memecah keheningan dengan intonasi lugas.​Dokter menggelengkan kepala secara perlaha
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: BAB 415 : Kebingungan Seorang Buronan
Sebelum benar-benar mengayunkan langkah masuk ke dalam ruangan itu, Bima menarik napasnya dalam-dalam.Paru-parunya dipenuhi udara dingin disinfektan rumah sakit yang menusuk. Jauh di dalam lubuk hatinya, Bima sebenarnya enggan berada dalam radius berdekatan dengan wanita itu lagi.Pengalaman kelam di masa lalu mengajarkannya satu hal pahit: setiap kali ada orang yang berada dekat dengan Ririn, wanita itu tidak akan ragu melukai siapa pun di sekitarnya tanpa rasa bersalah.​Begitu pintu berderit terbuka dan mereka melangkah masuk, Bima secara refleks mendorong pelan bahu Bara agar berjalan lebih dulu mendekati ranjang perawatan.Sementara itu, Bima memilih bersandar di dekat daun pintu—mengambil jarak aman yang cukup jauh dari ranjang pasien, seolah-olah ruangan itu dipenuhi racun tak kasat mata.​"Bu Ririn..." panggil dokter spesialis bedah saraf itu dengan intonasi pelan dan lembut.​Di atas ranjang, Ririn terlihat duduk meringkuk rapat di atas kasur berseprai putih. Kedua lengannya
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: BAB 414 : Di Luar Ruangan
​Sore hari menyelimuti langit J-City dengan pendar warna jingga keemasan yang redup dan melankolis.Di koridor lantai VIP sebuah rumah sakit rujukan yang dijaga ketat, langkah kaki Bima bergema tenang namun sarat akan ketegangan yang pekat.Pria itu menarik napas panjang, menghembuskannya secara perlahan demi menenangkan batin dan gejolak emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.​Dua orang personel keamanan bentukan Bara yang bersiaga tepat di depan pintu kamar perawatan Ririn seketika menganggukkan kepala memberi hormat tatkala Bima melangkah mendekat.​Bima menghentikan langkahnya, menatap lurus ke arah Bara yang berdiri bersandar pada dinding koridor tak jauh dari ambang pintu. Figur Bara tampak teramat lelah usai mengawal seluruh dinamika penangkapan dan operasi medis darurat sejak pagi hari tadi.​"Bagaimana keadaannya, Bara?" Tanya Bima dengan nada suara yang dipaksakan setenang mungkin, menutupi kecemasan yang membakar.​Bara mengangguk singkat, lalu mengayunkan langkahnya mende
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: BAB 413 : Dua Panggilan Telepon
Pagi hari yang tenang menyelimuti lantai teratas gedung utama Utama Group. Di ruang kerjanya yang megah, Adrian mendudukkan dirinya secara perlahan di atas kursi kebesarannya yang terbuat dari kulit hitam kualitas tinggi.Ia menghembuskan napas panjang, bersiap menyambut kembali rutinitas harian yang menuntut ketajaman mental dan fisik tanpa kompromi.​Adrian lantas merogoh saku jasnya, menarik keluar ponsel pintar yang belum sempat ia periksa sejak semalam. Begitu layar ponsel itu menyala, deretan notifikasi pesan singkat dari Bima langsung muncul di bilah pemberitahuan.​Adrian membenarkan posisi duduknya, merapatkan punggungnya ke sandaran kursi, lalu menekan ruang obrolan pribadinya dengan Bima.​Klik!​Layar menampilkan beberapa pesan terbaru. Seketika itu pula, manik mata Adrian membelalak kaget, menatap rentetan kalimat laporan yang terpampang nyata.​"Ririn dan Doni sudah ditemukan. Doni sudah di tangan polisi, sementara Ririn ada di rumah sakit," tulis Bima dalam pesan ringka
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: BAB 412 : Buronan yang Jatuh
​Langkah kaki Ririn menghantam permukaan semen trotoar dengan ritme yang kacau dan tak beraturan.Napasnya memburu tajam, terengah-engah berebut oksigen di tengah tusukan udara subuh kota yang dingin.Kepanikan yang membakar jiwanya telah merusak seluruh kendali nalar sehatnya. Ia tak lagi peduli pada teriakan Doni yang tertinggal di belakang, maupun sorot silau lampu kendaraan yang lalu-lalang di jalan raya.​Di dalam benak Ririn, hanya ada satu ketakutan mutlak—tertangkap dan diseret ke hadapan hukum atau musuh-musuhnya.​Mendengar teriakan peringatan Doni yang melengking tadi, dua orang anggota tim intelijen Bara bergerak sigap membelah kerumunan. Mereka melangkah cepat, mengejar buronan yang kian terdesak itu tanpa kehilangan jejak sedikit pun.​Melihat dua pria berbadan tegap kian mendekat dengan pandangan menekan, Ririn memutar tubuhnya liar, mencari celah pelarian.Di tepi trotoar yang remang, ia mendapati sebuah celah berupa area berumput dengan kontur tanah yang menurun landa
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: BAB 411 : Jejak Digital Pelarian
Lima jam sebelum insiden penangkapan Doni...​Atmosfer sunyi menyelimuti ruang rawat inap Ghina yang remang. Bima mendudukkan dirinya di atas sofa empuk, memangku laptop yang menyala terang. Pendar cahaya biru dari layar kaca itu memantulkan raut wajah Bima yang tegang.Jemarinya sibuk menari melintasi tombol keyboard, tanpa lelah menganalisis dan memetakan setiap kemungkinan rute pelarian Ririn yang hingga detik itu belum juga membuahkan hasil.​Tringgg! Tringgg!​Getaran dan dering nyaring ponsel yang tergeletak di samping paha Bima memecah kesunyian ruangan. Bima dengan sigap meraih ponsel tersebut.Sepasang matanya menajam tatkala mendapati nama Saifanny tertera di layar. Tanpa berpikir panjang, ia menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.​"Halo, Saifanny. Ada apa menelepon malam-malam begini?" Tanya Bima tanpa basa-basi, langsung mengunci fokus.​Di ujung telepon, terdengar hembusan napas berat Saifanny yang sarat akan keresahan.​"Sekitar satu jam lalu ad
Huling Na-update: 2026-10-14
Maaari mong magustuhan
Nikah Paksa!
Nikah Paksa!
Rumah Tangga · Neveedah Jafri
3.3K views
Jodoh Wasiat Ibu
Jodoh Wasiat Ibu
Rumah Tangga · EL Dziken
3.3K views
Teman Tidur Suamiku
Teman Tidur Suamiku
Rumah Tangga · Nia Kannia
3.3K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status