เข้าสู่ระบบKeheningan yang tercipta setelah teriakan salah seorang Pemburu Waktu terasa jauh lebih menyesakkan daripada ledakan-ledakan yang sejak tadi mengguncang Perpustakaan yang Hilang. Para pemburu yang sebelumnya menyerbu tanpa keraguan kini berdiri dengan sikap waspada, sementara tatapan mereka tertuju kepada Lira dengan campuran keterkejutan dan ketakutan yang sulit disembunyikan. Reaksi itu membuatku semakin yakin bahwa perempuan yang selama ini berjalan bersama kami bukanlah sosok biasa.
<Masa Lalu Lira Bagian 2 Kenangan mengenai Pasar Budak Sibolis selalu menjadi bagian hidup yang sulit dilupakan oleh Lira. Meskipun ratusan tahun telah berlalu sejak ia meninggalkan tempat itu, bayangan lorong-lorong sempit yang dipenuhi jeritan, rantai, dan wajah-wajah putus asa masih tersimpan jelas di dalam ingatannya. Namun di antara seluruh kenangan buruk tersebut, ada satu hal yang selalu muncul lebih dulu dibandingkan yang lain. Kael. Jika Pasar Budak Sibolis adalah tempat yang merampas masa kecil mereka, maka Kael adalah alasan yang membuat Lira mampu bertahan melewati hari-hari paling kelam dalam hidupnya. Mereka tumbuh bersama di tengah penderitaan yang sama. Mereka sama-sama kehilangan keluarga. Mereka sama-sama dijual seperti barang dagangan. Mereka sama-sama dipaksa bertahan hidup di tempat yang tidak mengenal belas kasihan. Namun meskipun mengalami nasib yang serupa, sifat mereka justru bertolak
Masa Lalu Lira Malam di sekitar Menara Ujung Waktu terasa jauh lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Setelah gerbang berhasil ditutup dan para Pemburu Waktu mundur bersama Kael, kelompok Arjon memutuskan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Namun meskipun tubuh mereka akhirnya mendapatkan kesempatan untuk beristirahat, pikiran mereka tidak mengalami hal yang sama.Arjon masih memikirkan terlalu banyak hal sekaligus.Jacob, Kael , Para Penguasa Waktu, Dan terutama Lira.Semakin lama perjalanan berlangsung, semakin jelas bahwa gadis itu menyimpan bagian penting dari sejarah Bonua Toru yang belum pernah mereka ketahui.Api unggun kecil menyala di tengah ruangan batu yang mereka gunakan sebagai tempat beristirahat. Damar dan Sera sudah lebih dulu terlelap setelah beberapa hari penuh ketegangan, sementara Arjon masih duduk terjaga memandangi nyala api.Lira duduk tidak jauh darinya.Seperti biasa, gadis itu
Keheningan menyelimuti ruangan.Kael menghela napas panjang. Meskipun jumlah pasukannya masih cukup banyak, ia tahu situasi sudah berubah. Gerbang telah tertutup, ritualnya gagal, dan yang paling penting, Arjon sekarang dikelilingi oleh rekan-rekan yang siap mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya. Pertempuran yang dipaksakan hanya akan berakhir dengan kekalahan.Karena itulah Kael mengambil keputusan, Ia melangkah mundur Satu langkah, Lalu langkah berikutnya."Aku tidak datang ke sini untuk mati."Damar langsung tersenyum miring."Itu keputusan paling pintar yang kau buat hari ini."Kael tidak menanggapi. Tatapannya sempat bertemu dengan Lira.Untuk sesaat, kenangan masa lalu terlihat melintas di mata keduanya.Namun tidak ada kata-kata yang terucap.Tidak ada permintaan maaf.Tidak ada penyesalan.Hanya keheningan yang lahir dari luka yang sudah terlalu lama ada.Kemudian K
Penutupan GerbangKemudian penglihatannya berubah Kota-kota runtuh Gunung-gunung hancur, Lautan bergolak.Makhluk-makhluk asing keluar dari dalam retakan dan menyebar ke seluruh Bonua Toru.Pemandangan itu berlangsung begitu cepat hingga membuat dadanya terasa sesak.Lalu, di tengah kehancuran tersebut, muncul satu sosok yang sangat ia kenal.Jacob.Pria berambut hitam itu berdiri sendirian di hadapan retakan langit sambil menggenggam Batu Waktu.Wajahnya terlihat lelah.Bukan kelelahan seorang petarung yang baru menyelesaikan pertempuran, melainkan kelelahan seseorang yang telah berjuang terlalu lama melawan sesuatu yang tidak pernah benar-benar bisa dikalahkan.Jacob perlahan mengangkat Batu Waktu ke arah langit.Seluruh dunia bergetar.Retakan raksasa itu mulai menutup sedikit demi sedikit.Namun, sebelum penglihatan berakhir, Jacob menoleh.Tatapannya bertemu deng
Clone WaktuSetelah pertempuran melawan para Pemburu Waktu berakhir dan gerbang menuju Menara Ujung Waktu muncul dari balik reruntuhan Perpustakaan yang Hilang, kelompok Arjon memutuskan untuk menunda perjalanan mereka selama beberapa hari. Tidak seorang pun mengajukan keberatan terhadap keputusan itu karena mereka semua memahami bahwa apa yang menanti di depan kemungkinan jauh lebih berbahaya daripada apa pun yang telah mereka hadapi sebelumnya.Selain membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga, mereka juga memerlukan kesempatan untuk memahami berbagai informasi yang baru saja ditemukan. Catatan-catatan kuno di perpustakaan telah membuka terlalu banyak rahasia sekaligus, mulai dari sejarah para Pengendali Waktu, hubungan Jacob dengan masa depan Bonua Toru, hingga keberadaan Menara Ujung Waktu yang selama ini hanya muncul sebagai nama dalam naskah tua.Namun di antara mereka semua, Arjon adalah orang yang paling sulit beristirahat.Pikirannya terus dipenuhi berbagai pertanyaan yang tid
Keheningan yang tercipta setelah teriakan salah seorang Pemburu Waktu terasa jauh lebih menyesakkan daripada ledakan-ledakan yang sejak tadi mengguncang Perpustakaan yang Hilang. Para pemburu yang sebelumnya menyerbu tanpa keraguan kini berdiri dengan sikap waspada, sementara tatapan mereka tertuju kepada Lira dengan campuran keterkejutan dan ketakutan yang sulit disembunyikan. Reaksi itu membuatku semakin yakin bahwa perempuan yang selama ini berjalan bersama kami bukanlah sosok biasa.Aku menoleh ke arah Lira dan berusaha membaca ekspresinya. Namun seperti biasa, wajahnya tetap tenang, seolah julukan yang baru saja diteriakkan itu tidak memiliki arti apa pun baginya. Yang berubah justru suasana di sekitar kami. Bahkan para pemburu yang jumlahnya jauh lebih banyak tampak kehilangan keberanian untuk bergerak lebih dekat.Kael menjadi orang pertama yang memecahkan keheningan tersebut. Ia melangkah maju perlahan, membiarkan ujung jubah hitamnya bergerak mengikuti ang







