
Investor Asing
Bunda Zayna, perempuan asal Parepare, Sulawesi Selatan, adalah seorang trader saham sekaligus konten kreator edukasi finansial yang dikenal cerdas dan berintegritas. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia membangun reputasi melalui analisis yang tajam dan sikap profesional. Di rumah, ia adalah ibu bagi Ana dan Ziyan, serta istri yang menjaga keharmonisan keluarganya dengan penuh kesetiaan.
Tanpa pernah ia sadari, video-videonya ditonton oleh Karim—miliarder berdarah Turki-Bandung, pemilik kerajaan bisnis real estate, resort, dan tambang energi terbarukan. Di tengah ekspansi bisnisnya ke Indonesia dengan Bandung sebagai pusat operasional, Karim diam-diam mengagumi kecerdasan dan keteguhan prinsip Bunda Zayna.
Pertemuan mereka terjadi melalui kerja sama investasi di Makassar. Karim menunjuk Bunda Zayna sebagai pengelola portofolio pribadinya. Namun ketika ia melihat langsung keharmonisan keluarga perempuan itu, hatinya goyah. Untuk pertama kalinya, Karim merasakan cinta yang tak bisa ia miliki.
Ia berusaha mengikhlaskan. Di tengah pergulatan batin, Karim menyadari dirinya telah lama jauh dari Tuhan. Cinta yang mustahil itu justru membawanya kembali pada sholat dan doa. Orang tuanya, yang memahami perubahan itu, berusaha menjaga agar Karim tidak tenggelam terlalu dalam pada perasaan yang semu.
Namun ujian sesungguhnya datang dari dunia investasi. Manuver bisnis yang kejam menyeret nama Bunda Zayna dalam isu manipulasi pasar, mengancam reputasinya. Karim harus memilih: menggunakan kekuasaannya untuk melindungi perempuan yang ia cintai, atau mundur demi menjaga kehormatan dan batas yang tak boleh dilanggar.
Investor Asing adalah kisah tentang cinta yang hadir di waktu yang salah, tentang iman yang kembali tumbuh, dan tentang kesetiaan yang menjadi investasi paling berharga dalam kehidupan.
読む
Chapter: Bab. 51Bunda Zayna membaca pesan dari Soraya, jemarinya sempat terhenti di atas layar ponsel. Pikirannya mulai berkelana.Dia ingin bertemu… berarti kemungkinan besar sekarang sedang berada di Parepare. Bukankah ini justru sebuah kesempatan? Tapi untuk apa?Seorang desainer ternama ingin bertemu dengan dirinya—seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya hanya diisi rutinitas rumah dan trading sederhana. Rasanya tidak masuk akal jika tujuannya untuk bekerja sama. Kerja sama di bidang apa? Fashion? Jauh sekali. Belajar saham? Ah, di ibukota saja banyak sekuritas besar dan edukator yang jauh lebih berpengalaman. Kenapa harus datang ke kota kecil seperti ini?Bunda Zayna menghela napas pelan, namun pikirannya tiba-tiba berbelok. Bukankah Karim juga datang dari luar negeri… dan tetap memilihnya?Astaga… kenapa dia selalu meragukan hal-hal yang bahkan sudah pernah terbukti di depan matanya sendiri?Tatapannya kembali jatuh pada layar ponsel. Kali ini lebih tenang. “Mungkin memang ada sesuatu yang
最終更新日: 2026-04-17
Chapter: Bab. 50Soraya menarik napas panjang sebelum akhirnya menekan tombol kirim. Jari-jarinya sempat bergetar, antara ragu dan berharap."Maaf, saya Soraya. Saya menemukan nomor Bunda di channel MTube. Silakan cek profil saya," tulisnya, disusul tautan website perusahaannya. "Saya sangat tertarik dengan profil Bunda Zayna. Bolehkah saya bertemu dengan Anda?"Pesan itu akhirnya terkirim.Beberapa detik terasa begitu lama. Soraya menatap layar ponselnya tanpa berkedip, seolah berharap tanda “typing…” segera muncul. Namun nihil.Ia menghela napas pelan, lalu meletakkan ponselnya di atas meja. “Ah… mungkin benar, aku terlalu percaya diri…” gumamnya lirih.Namun baru saja ia hendak beranjak, layar ponselnya tiba-tiba menyala.Satu notifikasi masuk. Dari… Bunda Zayna.~~~♡♡♡~~~Setelah mengirimkan pesan balasan yang sempat tertunda untuk Ziyan, Bunda Zayna meletakkan ponselnya perlahan. Wajahnya masih menyisakan rasa bersalah karena keterlambatan itu.Belum sempat ia benar-benar beranjak, ponselnya kemb
最終更新日: 2026-04-16
Chapter: Bab. 49Ponsel Ziyan akhirnya berbunyi setelah cukup lama terdiam, Ia menoleh di saat yang sama. Karim juga mengangkat pandangannya. Keduanya saling bertatap tanpa kata.Namun jelas pesan itu pasti dari Bunda Zayna.Karim memberi isyarat kecil dengan dagunya. “Buka.” Ziyan menurut, pesan itu akhirnya dibaca . Beberapa detik hening..lalu tiba-tiba… “Ha… ha…” Ziyan tertawa.Karim ikut menyusul. “Ha… ha… ha…”Keduanya tertawa bersamaan.“Jadi…” Ziyan menggeleng sambil tersenyum, “Bunda Zayna tipe yang mudah kagum… dan cepat teralihkan dengan hal baru yah…”Karim masih tersenyum tipis, namun tiba-tiba ia mengangkat tangan, menghentikan tawa itu. “Tunggu…” Nada suaranya berubah sedikit lebih serius.Ziyan langsung menoleh.“Bukankah… dia belum secara jelas mengiyakan untuk menggunakan zoom melalui aplikasi internal?”Ziyan terdiam, senyumnya perlahan memudar.“Iya juga…” Ia kembali menatap layar. Membaca ulang lebih pelan dan teliti. “Apakah… beliau belum benar-benar menangkap maksudnya?”Karim
最終更新日: 2026-04-15
Chapter: Bab. 48Bunda Zayna menatap layar laptopnya cukup lama, kursor berkedip seolah menunggu keputusan. Ia sudah mencoba berkali-kali, mengikuti panduan mengulang langkah namun hasilnya tetap sama. 'Gagal.'Ia menarik napas pelan, lalu mulai mengetik pesan kepada Ziyan."Tuan Ziyan, mohon maaf. Aplikasi ini masih cukup sulit saya pahami. Saya sudah mencoba beberapa kali, namun belum berhasil.” Ia berhenti sejenak, hatinya sedikit bergetar. Namun ia lanjutkan. “Apakah memungkinkan jika Tuan dapat menyampaikan kepada Tuan Karim untuk menggunakan metode lain dalam pelaporan?”Jemarinya kembali terdiam, kalimat berikutnya terasa… lebih berat dari yang seharusnya. “Misalnya… melalui meeting room dengan aplikasi yang lebih umum digunakan.”Ia membaca ulang pesannya, sederhana, masuk akal, tetap menjaga batas. Namun di balik itu ada harap yang ia sembunyikan rapi dengan satu hembusan napas kecil, ia menekan tombol kirim.Terkirim...Ia bersandar perlahan, “Hush… ini hanya soal pekerjaan…” bisiknya pelan,
最終更新日: 2026-04-14
Chapter: Bab. 47Sementara Karim terjebak dalam kekhawatiran karena merasa belum cukup kuat untuk melindunginya, Soraya menyimpan kegelisahan karena tidak ingin Bunda Zayna terlalu mudah membuka akses pribadinya, dan Ziyan diam-diam hanyut dalam euforia kekaguman yang bahkan ia sendiri tak sepenuhnya sadari.Namun di sisi lain, sosok yang mereka pikirkan justru sedang berjalan dalam dunianya sendiri, tenang, fokus, dan semakin terarah.Hari ini adalah hari ke-9. Sembilan hari yang bukan sekadar tentang hasil, melainkan tentang proses yang perlahan membentuk ketenangan. Di depan layar, Bunda Zayna tidak lagi terburu-buru. Tidak ada lagi keputusan yang lahir dari emosi atau dorongan sesaat. Semua terasa lebih terukur, Ia mulai menemukan ritmenya. Berbagai pengetahuan yang pernah ia pelajari kini ia rangkai dengan caranya sendiri, dipadukan dengan pengalaman, analisa, dan “feeling” yang semakin terasah.Market tidak sedang bersahabat, Kondisi domestik dan global masih dipenuhi ketidakpastian. Pergerakan
最終更新日: 2026-04-13
Chapter: Bab. 46Ziyan menarik napas, lalu tanpa sadar menambahkan dengan penuh penekanan “Saya… sangat… sangat… kagum tuan.”Hening....Ziyan akhirnya menyadari sesuatu. Perlahan, ia mengangkat pandangan. Dan.... langsung bertemu dengan tatapan Karim, dingin, tajam dan tanpa ekspresi. Udara di ruangan itu seolah berubah. Ziyan menelan ludah, senyumnya perlahan menghilang.“Eh…”Karim masih menatapnya, tanpa berkata apa-apa. Namun justru itu yang membuat suasana semakin menekan. Wajah Karim mengeras, tatapannya tidak beralih sedikit pun.Ziyan merasakan bulu kuduknya berdiri. “Astaghfirullah…” gumamnya pelan. Ia langsung tersentak, berdiri lebih tegak. "Maaf, Bos…” Nada suaranya berubah cepat, kembali profesional.Lalu, dengan senyum canggung yang dipaksakan ia mengangkat tangannya.... “Pisss…”Karim akhirnya menarik napas pelan, pandangan itu perlahan melunak… meski hanya sedikit. “Cukup.” Jawabnya singkat.Ziyan langsung mengangguk cepat. “Siap, Bos.” Sejenak ia masih berdiri di tempat, seperti menc
最終更新日: 2026-04-12