
Investor Asing
MandiriMiliarderPerbedaan UsiaCinta PertamaRomansa KantorCinta yang ManisWanita KuatDramaPintar
Bunda Zayna, perempuan asal Parepare, Sulawesi Selatan, adalah seorang trader saham sekaligus konten kreator edukasi finansial yang dikenal cerdas dan berintegritas. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia membangun reputasi melalui analisis yang tajam dan sikap profesional. Di rumah, ia adalah ibu bagi Ana dan Ziyan, serta istri yang menjaga keharmonisan keluarganya dengan penuh kesetiaan.
Tanpa pernah ia sadari, video-videonya ditonton oleh Karim—miliarder berdarah Turki-Bandung, pemilik kerajaan bisnis real estate, resort, dan tambang energi terbarukan. Di tengah ekspansi bisnisnya ke Indonesia dengan Bandung sebagai pusat operasional, Karim diam-diam mengagumi kecerdasan dan keteguhan prinsip Bunda Zayna.
Pertemuan mereka terjadi melalui kerja sama investasi di Makassar. Karim menunjuk Bunda Zayna sebagai pengelola portofolio pribadinya. Namun ketika ia melihat langsung keharmonisan keluarga perempuan itu, hatinya goyah. Untuk pertama kalinya, Karim merasakan cinta yang tak bisa ia miliki.
Ia berusaha mengikhlaskan. Di tengah pergulatan batin, Karim menyadari dirinya telah lama jauh dari Tuhan. Cinta yang mustahil itu justru membawanya kembali pada sholat dan doa. Orang tuanya, yang memahami perubahan itu, berusaha menjaga agar Karim tidak tenggelam terlalu dalam pada perasaan yang semu.
Namun ujian sesungguhnya datang dari dunia investasi. Manuver bisnis yang kejam menyeret nama Bunda Zayna dalam isu manipulasi pasar, mengancam reputasinya. Karim harus memilih: menggunakan kekuasaannya untuk melindungi perempuan yang ia cintai, atau mundur demi menjaga kehormatan dan batas yang tak boleh dilanggar.
Investor Asing adalah kisah tentang cinta yang hadir di waktu yang salah, tentang iman yang kembali tumbuh, dan tentang kesetiaan yang menjadi investasi paling berharga dalam kehidupan.
読む
Chapter: Bab. 145Kereta mulai meninggalkan Kota Makassar dengan kecepatan yang perlahan meningkat. Eksel memilih duduk di dekat jendela. Sejak tadi matanya nyaris tak pernah lepas dari pemandangan di luar. Sesekali ia mengambil ponselnya untuk mengabadikan beberapa momen, lalu kembali menempelkan wajahnya ke kaca."Amazing..."gumamnya pelan, begitu memasuki wilayah Maros, hamparan tambak mulai terlihat membentang di sisi rel. Di kejauhan, garis biru Selat Makassar tampak menyatu dengan langit pagi yang cerah.Beberapa perahu nelayan terlihat berayun pelan di bibir pantai, sementara burung-burung laut sesekali melintas rendah di atas permukaan air. Tak lama kemudian, kereta memasuki kawasan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pemandangan kembali berubah. Hamparan sawah hijau membentang sejauh mata memandang, diselingi petak-petak tambak yang memantulkan cahaya matahari pagi.Di sisi lain, gugusan Pegunungan Karst Maros-Pangkep berdiri kokoh dengan bentuk tebing-tebing batu kapur yang menjulang tinggi.
最終更新日: 2026-07-19
Chapter: Bab. 144Setelah seluruh laporan trading selesai dirapikan, Bunda Zayna kembali membuka daftar saham yang berada di dalam portofolio Tuan Karim.Ia memperhatikan grafik satu per satu. "Hm...dua saham ini sepertinya masih berada dalam tren naik."Ia memberi tanda pada kedua saham tersebut sebagai rencana transaksi keesokan pagi.Untuk portofolio pribadinya, Bunda Zayna juga mulai menyusun strategi baru.Besok ia berencana kembali menerapkan metode BSJP (Beli Sore Jual Pagi) pada sebagian dananya, sementara sebagian dana lainnya akan dipindahkan ke akun investasi jangka panjang."Kalau empat puluh persen dipindahkan ke akun investasi..." gumamnya sambil menghitung."...dana tradingku jadi terlalu kecil untuk mengejar target transaksi."Ia kembali menggeleng pelan. "Jangan terburu-buru, dua puluh persen saja dulu.""Sedikit demi sedikit menambah kepemilikan saham investasi juga sudah cukup." Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada memaksakan hasil besar dalam waktu singkat.Setelah menutu
最終更新日: 2026-07-18
Chapter: Bab. 143Malam semakin larut, setelah memastikan seluruh laporan trading dan analisis portofolio milik Tuan Karim selesai disusun, Bunda Zayna tidak langsung menutup laptopnya.Ia masih membuka satu berkas lagi. Kali ini bukan laporan milik Karim, melainkan catatan transaksi portofolio pribadinya.Selama ini, Bunda Zayna terbiasa hanya melihat hasil akhirnya. Hari itu untung atau rugi, berapa nilai profit yang diperoleh, atau berapa besar kerugian yang harus diterima. Ia jarang benar-benar merekap perputaran dana, nilai transaksi harian, maupun akumulasi pembelian dan penjualan saham secara terperinci.Namun kali ini berbeda, beberapa hari sebelumnya, ia berhasil mendaftarkan diri pada program edukasi khusus yang diselenggarakan oleh sekuritas tempat ia bermitra. Program tersebut ditujukan bagi nasabah yang ingin memperdalam ilmu investasi dan manajemen portofolio. Salah satu syaratnya adalah memiliki akumulasi nilai transaksi tertentu selama masa pemantauan tiga bulan, minimal lima puluh juta
最終更新日: 2026-07-17
Chapter: Bab. 142Bunda Zayna tiba di rumah dengan membawa sebungkus gado-gado yang baru saja dibelinya di warung langganan. Malam itu, gado-gado sederhana itu menjadi pelengkap makan malam keluarga mereka.Seperti biasa, suasana meja makan dipenuhi obrolan ringan. Ana bercerita tentang kegiatan hari itu, sementara Zayan sesekali menyela dengan cerita versinya sendiri yang membuat semua tertawa.Setelah makan malam selesai dan dapur kembali rapi, Bunda Zayna membuka laptopnya. Ia mulai merekap hasil trading hari itu sekaligus menyusun rencana transaksi untuk keesokan harinya.Tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Oh iya, Yah..." Bunda Zayna menoleh kepada suaminya. "Ada satu hal penting yang belum sempat Bunda ceritakan. Maaf, ya."Aim yang sedang merapikan beberapa mainan Zayan langsung menoleh."Apa itu, Bunda?"Sebelum menjawab, Bunda Zayna melirik ke arah kedua anak mereka.Ana yang memahami isyarat ibunya segera berdiri. "Ayah... Bunda... Ana sama Dek Zayan tidur dulu ya."Ia menggandeng tangan adiknya.
最終更新日: 2026-07-16
Chapter: Bab. 141Kelvin menghabiskan suapan terakhir gado-gadonya. Pandangannya masih sesekali mengikuti langkah Bunda Zayna yang mulai menjauh dari warung.Sebenarnya sempat terlintas di benaknya untuk menempelkan sebuah alat penyadap berukuran mini pada barang bawaan perempuan itu. Namun niat tersebut segera ia urungkan."Jangan gegabah."Ia menggeleng pelan. "Kalau memang Karim sampai menugaskan dua pengawal bayangan, besar kemungkinan area di sekitar rumah Bunda Zayna juga sudah menjadi perhatian mereka."Kelvin menarik napas panjang."Kalau aku memaksakan diri sekarang, justru kedua pengawal itu akan meningkatkan kewaspadaannya. Tidak sebanding dengan informasi yang mungkin kudapat."Baginya, penyelidikan yang baik bukanlah tentang bergerak cepat, melainkan tentang mengetahui kapan harus menunggu. Saat itulah ponselnya berdering. Di layar tertera sebuah nama.Eksel Calling...Senyum tipis muncul di wajah Kelvin. Ia segera mengangkat panggilan itu."Halo, Eksel.""Hallo, Ayah!" suara di seberang
最終更新日: 2026-07-15
Chapter: Bab. 140Sudah dua hari Kelvin berada di Parepare. Ia sengaja tidak terburu-buru mendekati target. Pengalamannya selama bertahun-tahun mengajarkan satu hal, semakin sulit seseorang ditemukan, semakin banyak lapisan pengamanan yang tidak terlihat.Pagi itu ia kembali mengunjungi alamat yang pernah tercantum sebagai tujuan pengiriman paket atas nama Zayna Azzahra.Mobilnya diparkir beberapa ratus meter dari rumah tersebut. Dari dalam kendaraan, Kelvin mengamati lingkungan sekitar sambil sesekali melihat layar perangkat yang berada di pangkuannya. Ia memetakan kondisi lingkungan, jalur keluar-masuk, titik yang ramai dilalui warga, hingga lokasi yang memungkinkan seseorang melakukan pengawasan tanpa menarik perhatian.Beberapa kali ia melihat sosok yang tampak seperti warga biasa. Namun pola pergerakannya terlalu rapi untuk disebut kebetulan.Kelvin menyunggingkan senyum tipis."Hm... benar dugaanku."Ia memperhatikan seorang pria yang beberapa kali berpindah posisi seolah sedang menunggu seseoran
最終更新日: 2026-07-14