author-banner
Mochi
Mochi
Author

Novels by Mochi

Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

Viko, tukang kebun yang kini bangkit membalaskan dendamnya atas kebohongan, pengkhianatan dan perlakuan semena-mena dari istrinya. Ia bersumpah akan membuat istrinya merasakan apa yang ia rasakan.
Read
Chapter: Bab 326
Enam bulan setelah badai likuidasi dan restrukturisasi massal melanda lantai bursa metropolitan, riak-riak konfrontasi modal yang gersang di bawah langit Jakarta Pusat akhirnya mengendap sepenuhnya. Papan catur korporasi yang dulunya dipenuhi sengketa nirkabel kini telah bertransformasi menjadi ekosistem baru yang bergerak stabil di bawah kendali tunggal Sudirman Global Holdings. Di balik dinding kaca tebal lantai lima puluh Menara Sudirman, tidak ada lagi grafik merah yang fluktuatif, melainkan hamparan lanskap ibu kota yang benderang oleh cahaya fajar yang baru. Perubahan takdir tidak hanya mengunci jalannya roda kapitalisme metropolitan, melainkan membawa setiap jiwa yang pernah bertaruh di dalamnya menuju pelataran hidup yang jauh lebih damai. Di sebuah kawasan residensial premium di Bali yang menghadap langsung ke arah deburan ombak selat, Nuri Vega duduk santai di beranda vila miliknya. Sore itu, ia mengenakan gaun kasual kain satin putih yang longgar, memancarkan k
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 325
Deru angin metropolitan di luar dinding kaca lantai lima puluh Menara Sudirman Global Holding kini terasa jauh lebih teratur seiring berjalannya mekanisme pasar yang stabil. Tepat pukul tiga sore, grafik indeks di layar utama bursa efek tidak lagi menunjukkan lonjakan agresif, melainkan pergerakan horizontal yang solid pada batas tertinggi—sebuah indikasi bahwa pasar telah menyerap seutuhnya struktur permodalan baru faksi Sudirman. Viko Sudirman duduk tegak di balik meja besarnya, meluruskan postur tubuh bidang atletisnya yang kini dibungkus kemeja tenun premium berwarna putih bersih. Sepasang mata nya menatap konstan ke arah lembar konfirmasi kliring internasional yang masuk melalui peladen perbankan pusat Jakarta-Tokyo. Wibawa dominasi tertinggi dari seorang manipulator kapitalis terpancar kuat dari ekspresi wajah tegasnya yang bersih dari sisa-sisa kegetiran masa lalu. "Tuan Viko," panggil kepala tim audit teknologi. "Seluruh protokol enkripsi baru pada sistem pelabuhan te
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 324
Matahari pagi di atas Jakarta Pusat memantulkan kilatan cahaya yang tajam pada struktur baja Menara Sudirman Global Holdings. Tepat pukul sembilan pagi, bel elektronik tanda dimulainya sesi perdagangan perdana untuk emiten baru hasil restrukturisasi berbunyi di seluruh pelataran bursa efek. Di dalam ruang kendali utama lantai lima puluh, atmosfer kerja bergerak dalam kesunyian yang mekanis. Viko Sudirman berdiri tegak di tengah ruangan, mengenakan kemeja tenun premium berwarna abu-abu yang membungkus sempurna postur tubuh bidang atletisnya yang maskulin dan kokoh. Sepasang mata elangnya yang hitam legam mengunci barisan angka digital yang merayap naik pada dinding monitor raksasa, menampilkan arus modal masuk dari bursa Tokyo yang melebur sempurna dengan kapitalisasi domestik. "Sesi prapembukaan baru saja ditutup dengan kelebihan permintaan sebesar lima belas persen, Tuan Viko," lapor wakil direktur bidang operasi kliring internasional. Ia menyodorkan sebuah tablet bers
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 323
Tepat pukul empat sore, gemuruh aktivitas di lantai lima puluh Menara Sudirman Global Holdings beralih ke ruang presentasi utama yang semi-digital. Ruangan berpanel kayu hitam itu kini diterangi oleh pendaran biru dari proyektor holografis setinggi dua meter yang menampilkan simulasi jaringan distribusi logistik baru. Viko Sudirman duduk tegak di kepala meja konferensi pualam, meluruskan postur tubuh bidang atletisnya yang dibungkus kemeja tenun merah maroon premium. Lengan kemejanya yang digulung rapi mempertegas gerakan tangannya yang konstan saat menggeser grafik performa sistem otomasi gudang di layar sentral. Aura dominasi dan wibawa kapitalis tingkat tinggi memancar tegap dari pembawaannya, menandai mulainya era baru di mana faksi Sudirman tidak lagi sekadar bertahan dari skandal masa lalu, melainkan mendikte arah gerak modernisasi industri metropolitan. "Tuan Viko," panggil direktur teknologi logistik terintegrasi yang baru direkrut dari firma global, melangkah maju den
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 322
Sinar fajar keesokan harinya menerangi ruang kerja eksekutif Menara Sudirman Global Holdings—nama baru yang kini gagah terpampang di lobi utama menggantikan plakat dinasti Adam. Pukul delapan pagi, kesibukan di lantai lima puluh telah bertransformasi total. Tidak ada lagi kepanikan siber atau sengketa hukum yang menegangkan, sebagai gantinya, koridor marmer hitam itu kini dipenuhi oleh para analis muda berpakaian necis yang membawa tablet digital berisi laporan arus kas dari tiga pelabuhan utama di Jawa dan Sumatra. Viko berdiri tegak di dekat meja konsol pualam, menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula. Penampilannya pagi ini tampak sangat segar dengan kemeja tenun premium berwarna biru dongker yang dipadukan dengan celana kain abu-abu gelap, mencerminkan kelas baru seorang taipan yang telah lepas dari bayang-bayang masa lalu. Sepasang mata elangnya yang hitam legam menatap tenang ke arah layar proyeksi holografis yang menampilkan peta rute pelayaran internasional baru kerj
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 321
Lantai lima puluh Menara Adam Group sore itu dilingkupi atmosfer yang jauh berbeda. Setelah rotasi jam kerja yang panjang dan ketat sejak eksekusi fisik di pelabuhan, ketegangan perlahan tergantikan oleh ritme korporasi yang lebih tertata. Viko kini duduk di balik mejanya yang telah dibersihkan dari tumpukan berkas perkara lama. Ia mengenakan kemeja linen abu-abu dengan lengan yang digulung rapi hingga ke siku, menampilkan kesan seorang eksekutif yang telah melewati badai dan siap memulai cetak biru baru. Rambutnya yang hitam kini tersisir rapi, memantulkan cahaya benderang dari lampu di atasnya. Di hadapannya, tablet berspesifikasi tinggi menampilkan laporan penggabungan ekuitas yang baru saja dirilis oleh otoritas kliring domestik. Angka-angka akumulatif modal dari Yamamoto Ventures telah melebur sempurna dengan aset logistik faksi Sudirman, menciptakan struktur kapital baru bernama Sudirman Global Holdings. "Tuan Viko," panggil direktur kepatuhan bursa yang baru ditunju
Last Updated: 2026-07-08
Pewaris yang Tak Diinginkan.

Pewaris yang Tak Diinginkan.

Suliwa hanyalah seorang murid luar berkemampuan rendah yang bertugas sebagai pelayan logistik di perbatasan sekte. Saat mencari tanaman obat di malam hari, dia terperosok ke dalam jurang dan menemukan seorang Tetua Agung dari sekte musuh yang sedang sekarat karena dikhianati. Dalam kondisi sekarat dan pandangan yang kabur, Tetua tersebut mengira Suliwa adalah murid kesayangannya, lalu mentransfer seluruh inti jiwa, sebuah ilmu kultivasi yang disegel, dan cincinnya ke tubuh Suliwa sebelum akhirnya tewas.
Read
Chapter: Bab 61
Ruangan latihan itu terasa luas dan sunyi, dinding-dindingnya yang dilapisi formasi pelindung kuno memancarkan cahaya biru lembut yang menenangkan. Suliwa berdiri di tengah ruangan, mengatur napasnya sambil mencoba mengingat kembali seluruh kenangan yang pernah ia terima dari proses pembukaan segel tingkat keempat. "Bagaimana kau berencana memulainya?" tanya Alicia, berdiri tidak jauh darinya, siap membantu kapan pun dibutuhkan. "Aku akan mencoba memusatkan kesadaranku pada benang merah yang pernah kutemukan," jelas Suliwa, memejamkan mata untuk berkonsentrasi. "Keinginan tulus untuk melindungi, bukan menguasai atau menghancurkan." Kanaka dan Ferian berdiri di sisi lain ruangan, mengamati dengan seksama, siap membantu kalau situasi berubah berbahaya. "Kami di sini kalau kau butuh sesuatu," ucap Ferian, memberikan dukungan moral. Suliwa mengangguk, mulai memusatkan energinya ke dalam dada, mencoba merasakan aliran kekuatan yang selama ini ia kendalikan melalui Teknik Aliran Tujuh E
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 60
Pagi berikutnya, Ferian mengirimkan pesan mendesak melalui salah satu prajurit pengawal, mengundang Suliwa dan Alicia untuk segera bergabung dengannya di ruangan khusus yang telah disiapkan untuk mempelajari arsip yang dibawa delegasi Sekte Pedang Langit. Wajahnya yang biasanya tenang kini menunjukkan kegembiraan yang tertahan."Aku menemukan sesuatu," ucap Ferian begitu mereka tiba, menunjuk pada sebuah gulungan kuno yang terbentang di atas meja kerjanya. "Catatan ini berasal dari masa pendirian Sekte Pedang Langit sendiri, mendokumentasikan pertemuan pertama antara pendiri sekte kami dengan sosok-sosok dari Kuil Awan Beku."Suliwa dan Alicia mendekat, mengamati tulisan kuno yang memenuhi gulungan itu, sebagian sudah pudar namun masih bisa dibaca dengan seksama. "Apa yang kau temukan tentang simbol itu?" tanya Suliwa penasaran."Di sini," Ferian menunjuk pada sebuah bagian, "disebutkan tentang konflik lama antara Kuil Awan Beku dengan sebuah kelompok yang menyebut diri mereka Aliran
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: Bab 59
Malam itu, setelah seluruh diskusi strategi selesai untuk hari itu, Suliwa dan Alicia kembali ke kamar mereka masing-masing, namun sebelum benar-benar beristirahat, mereka berkumpul di kamar Suliwa untuk mencoba menghubungi sosok pendiri kuil seperti yang sudah direncanakan."Kau siap mencobanya?" tanya Alicia, duduk di dekat Suliwa yang memegang cincin gioknya dengan hati-hati."Sesiap yang bisa kulakukan," jawab Suliwa, memejamkan mata dan memusatkan energinya ke dalam cincin itu, mengingat teknik yang pernah diajarkan untuk berkomunikasi jarak jauh.Cincin itu mulai berdenyut hangat, dan setelah beberapa saat yang terasa panjang, suara samar mulai terdengar dalam kesadaran Suliwa, jauh lebih lemah dibandingkan komunikasi mereka sebelumnya di perjalanan pulang dari kuil."Suliwa," terdengar suara sosok pendiri kuil, terputus-putus namun masih bisa dipahami. "Koneksi kita semakin melemah seiring jarak yang bertambah jauh.""Kami butuh bantuanmu," ucap Suliwa cepat, menyadari waktu ko
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: Bab 58
Kanaka dan Wulandari melangkah menuju ruang tahanan khusus yang telah disiapkan untuk Moza, sebuah kamar sederhana namun terjaga ketat dengan formasi penahan energi yang mencegah kemungkinan pelarian menggunakan kultivasi. Moza duduk di sudut ruangan itu, penampilannya jauh berbeda dari sosok anggun yang biasa memancarkan kepercayaan diri."Moza," sapa Kanaka, suaranya tegas namun tidak lagi menyimpan amarah yang sama seperti sebelumnya. "Kami punya beberapa pertanyaan tambahan untukmu."Moza mengangkat wajahnya, matanya yang biasa berkilau penuh perhitungan kini menunjukkan kelelahan dan sedikit ketakutan. "Aku sudah mengatakan semua yang kutahu.""Mungkin ada detail yang belum sempat terungkap," ucap Wulandari, duduk di kursi yang disediakan di seberang Moza. "Kami membutuhkan informasi lebih lanjut tentang cara komunikasimu dengan pihak yang mengaku sebagai perwakilan Aldebaran."Moza menghela napas panjang, menyadari bahwa kerja sama penuh mungkin menjadi satu-satunya jalan untuk
Last Updated: 2026-08-22
Chapter: Bab 57
Ruang pertemuan kecil yang biasa digunakan tim strategi aliansi baru itu dipenuhi ketegangan begitu Suliwa dan Alicia tiba, membawa buku tua dan laporan tentang kemungkinan penyusupan yang baru saja mereka rasakan. Wulandari, Kanaka, dan Ferian sudah menunggu, wajah mereka menunjukkan keseriusan yang sama."Ada apa?" tanya Wulandari, memperhatikan raut wajah Suliwa dan Alicia yang tampak tegang."Kami menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan," ucap Alicia, meletakkan buku tua itu di atas meja. "Sekaligus merasakan indikasi bahwa mata-mata Aldebaran mungkin sudah berhasil menyusup ke area sekte."Kanaka segera duduk tegak, perhatiannya sepenuhnya tertuju pada laporan itu. "Penyusupan seperti apa yang kalian maksud?"Suliwa menjelaskan kejadian di lorong, bagaimana salah satu prajurit pengawal mereka merasakan sensasi diawasi yang mengarah ke sayap timur, tempat kamarnya berada. "Kami tidak menemukan siapa pun secara langsung, tapi sensasinya cukup kuat untuk tidak diabaikan.""Ini sejal
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 56
Siang itu, ketika sebagian besar delegasi sibuk dengan urusan masing-masing, seorang murid muda dari Sekte Gunung Hitam berjalan sendirian menyusuri lorong sempit menuju perpustakaan sekte, membawa beberapa gulungan yang harus ia kembalikan. Ia tidak menyadari bahwa sejak beberapa menit terakhir, seseorang mengikutinya dari kejauhan."Permisi," sebuah suara lembut memanggil dari belakang, membuat murid itu berhenti dan menoleh.Seorang wanita asing berdiri di sana, mengenakan jubah sederhana tanpa lambang sekte yang jelas, senyumnya ramah namun ada sesuatu yang aneh dalam sorot matanya. "Aku baru di sini, mengunjungi kerabat dari salah satu delegasi. Bisakah kau menunjukkan arah menuju aula pertemuan?""Tentu," jawab murid itu, tidak curiga sedikit pun. "Ikuti jalur ini, belok kiri di persimpangan berikutnya.""Terima kasih," ucap wanita itu, namun tidak langsung pergi. "Kudengar ada kehebohan besar kemarin. Seorang pewaris misterius muncul di tengah pertemuan?"Murid itu mengangguk,
Last Updated: 2026-08-21
You May Also Like
Hasrat Wanita Desa
Hasrat Wanita Desa
Male Adult · Tristar
320.7K views
Godaan Ibu Kos Cantik
Godaan Ibu Kos Cantik
Male Adult · Harucchi
242.5K views
Jatah Malam Nyonya Besar
Jatah Malam Nyonya Besar
Male Adult · Nona Mentari
151.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status