author-banner
Mochi
Mochi
Author

Novels by Mochi

Pewaris yang Tak Diinginkan.

Pewaris yang Tak Diinginkan.

Suliwa hanyalah seorang murid luar berkemampuan rendah yang bertugas sebagai pelayan logistik di perbatasan sekte. Saat mencari tanaman obat di malam hari, dia terperosok ke dalam jurang dan menemukan seorang Tetua Agung dari sekte musuh yang sedang sekarat karena dikhianati. Dalam kondisi sekarat dan pandangan yang kabur, Tetua tersebut mengira Suliwa adalah murid kesayangannya, lalu mentransfer seluruh inti jiwa, sebuah ilmu kultivasi yang disegel, dan cincinnya ke tubuh Suliwa sebelum akhirnya tewas.
Read
Chapter: Bab 25
Badai salju akhirnya mereda menjelang tengah hari, meninggalkan hamparan salju segar yang menutupi seluruh jalur pendakian. Suliwa membangunkan Alicia dengan lembut begitu ia yakin cuaca sudah cukup aman untuk melanjutkan perjalanan."Bagaimana dengan kakimu, Alicia?" tanya Suliwa, memperhatikan Alicia yang mencoba berdiri perlahan."Sudah jauh lebih baik," jawab Alicia, menguji beban pada kaki yang tadinya terkilir. "Pijatanmu semalam benar-benar membantu.""Syukurlah," ucap Suliwa lega, membantu Alicia mengemasi perbekalan mereka. "Kita masih punya jarak yang cukup jauh untuk ditempuh hari ini."Mereka keluar dari gua kecil itu, disambut pemandangan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Salju yang menutupi seluruh lembah memantulkan cahaya matahari dengan begitu terang, menciptakan kilauan yang hampir menyilaukan mata. Di kejauhan, puncak Pegunungan Awan Beku tampak semakin dekat, kabut ungu di sekelilingnya kini terlihat lebih jelas."Kita sudah sangat dekat," gumam Alicia, menatap
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 24
Pagi itu, salju turun lebih deras dari hari-hari sebelumnya, menciptakan suasana yang cukup dingin dari hari-hari sebelumnya, memaksa Suliwa dan Alicia mempersiapkan diri lebih matang sebelum memulai pendakian sesungguhnya. Mereka mengenakan lapisan tambahan dari kain tebal yang mereka temukan di sekitar kaki gunung, mencoba melindungi diri sebaik mungkin dari dinginnya udara pegunungan. "Kau menceritakan soal cahaya semalam," ucap Alicia sambil mengencangkan tali sepatunya, "menurutmu apa artinya?" "Aku tidak sepenuhnya yakin," jawab Suliwa, memeriksa cincin di pergelangan tangannya yang kini kembali tenang seperti biasa. "Tapi rasanya seperti kuil itu tahu kita sedang mendekat, dan entah bagaimana, merespons kehadiran warisan yang kubawa." "Apakah itu pertanda baik atau buruk?" tanya Alicia, sedikit khawatir. "Semoga saja baik," jawab Suliwa, meski nada suaranya tidak sepenuhnya yakin. "Tapi kita tidak akan tahu sampai benar-benar sampai di sana." Mereka mulai mendaki jalur b
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 23
Jalur yang terbuka setelah mereka melewati Cermin Jiwa membawa Suliwa dan Alicia keluar dari lembah berkabut, menuju medan yang perlahan berubah menjadi lebih terjal dan dipenuhi salju tipis yang mulai menutupi bebatuan di sekitar mereka. Udara terasa semakin dingin dengan setiap langkah yang mereka ambil mendekati kaki Pegunungan Awan Beku. "Kau masih memikirkan apa yang terjadi di dalam sana?" tanya Alicia, memperhatikan Suliwa yang sesekali tampak melamun sepanjang perjalanan. "Sedikit," akui Suliwa jujur. "Rasanya aneh, menghadapi bagian dari diriku yang selama ini kucoba sembunyikan bahkan dari diriku sendiri." "Aku juga mengalami hal yang serupa," ucap Alicia, nada suaranya sedikit lebih pelan dari biasanya. "Ujian itu benar-benar menguak apa yang paling kita takutkan tentang diri kita sendiri." "Apa yang kau hadapi di sana, kalau boleh kutahu?" tanya Suliwa hati-hati, tidak ingin memaksa jika Alicia tidak nyaman membicarakannya. Alicia terdiam sejenak, matanya menerawang
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 22
Hening yang menyelimuti lembah itu perlahan pecah ketika sosok bertudung yang tadi berbicara kembali bergerak maju, kali ini diikuti oleh beberapa bayangan lain yang perlahan larut kembali ke dalam kabut tebal di sekitar mereka. "Jawaban kalian telah didengar," ucap suara itu, masih bergema aneh menembus langsung ke dalam pikiran. "Namun kata-kata saja tidak cukup untuk membuktikan ketulusan hati. Kalian harus melewati Cermin Jiwa untuk menunjukkan kebenaran di balik ucapan kalian." "Cermin Jiwa?" tanya Suliwa, waspada namun juga penasaran. "Sebuah ujian yang akan memperlihatkan bagian tergelap dari diri kalian sendiri," jawab suara itu. "Banyak yang gagal bukan karena kelemahan tubuh, melainkan karena tidak sanggup menghadapi kebenaran tentang diri mereka sendiri." Kabut di sekitar mereka mulai bergerak membentuk sebuah lorong sempit, ujungnya menghilang dalam kegelapan yang terasa jauh lebih pekat dari kabut biasa. Suliwa dan Alicia saling bertukar pandang, sama-sama menyadari
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 21
Pagi itu, Suliwa dan Alicia bangun lebih awal dari biasanya, mereka bersemangat sekaligus waspada menghadapi tahap perjalanan berikutnya. Mereka meninggalkan gua kecil tempat bermalam, mulai menuruni jalur curam menuju lembah luas yang memisahkan mereka dari kaki Pegunungan Awan Beku."Medan turunan ini cukup licin," ucap Alicia, berpegangan pada akar pohon yang menonjol dari tebing untuk menjaga keseimbangannya. "Sepertinya baru saja hujan di area ini beberapa hari lalu.""Berpeganganlah pada bebatuan yang lebih besar," saran Suliwa, yang bergerak lebih lincah berkat pengalaman bertahun-tahun mendaki tebing terjal saat mencari bahan obat. "Yang kecil biasanya lebih mudah lepas."Mereka terus menuruni jalur itu dengan hati-hati, sesekali harus berhenti untuk mencari pijakan yang lebih aman. Ketika akhirnya mencapai dasar lembah menjelang tengah hari, pemandangan yang menyambut mereka jauh berbeda dari yang mereka bayangkan.Lembah itu dipenuhi kabut tebal yang tidak biasa, bergerak
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 20
Senja mulai turun ketika mereka akhirnya mencapai sebuah tebing tinggi yang menandai batas wilayah suku pengembara. Dari sana, pemandangan yang terbentang di hadapan mereka membuat Suliwa dan Alicia terdiam sejenak, kagum sekaligus sedikit gentar.Jauh di seberang lembah yang luas, menjulang tinggi sebuah rangkaian pegunungan bersalju yang puncaknya diselimuti awan tebal, memberikan kesan misterius dan menakutkan sekaligus. Salah satu puncak tertinggi tampak berbeda dari yang lain, dikelilingi kabut keunguan yang tidak biasa, seolah menyimpan energi tersembunyi di baliknya."Itu dia," ucap Rakai, menunjuk ke arah puncak yang diselimuti kabut keunguan itu. "Pegunungan Awan Beku. Puncak yang kalian lihat itu, konon di sanalah letak kuil yang kalian cari.""Terlihat jauh lebih menakutkan dari yang kubayangkan," gumam Suliwa, menatap lekat-lekat pemandangan di hadapannya."Legenda mengatakan kabut keunguan itu adalah sisa energi dari formasi pelindung kuil yang masih aktif hingga sekara
Last Updated: 2026-08-04
Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

Viko, tukang kebun yang kini bangkit membalaskan dendamnya atas kebohongan, pengkhianatan dan perlakuan semena-mena dari istrinya. Ia bersumpah akan membuat istrinya merasakan apa yang ia rasakan.
Read
Chapter: Bab 326
Enam bulan setelah badai likuidasi dan restrukturisasi massal melanda lantai bursa metropolitan, riak-riak konfrontasi modal yang gersang di bawah langit Jakarta Pusat akhirnya mengendap sepenuhnya. Papan catur korporasi yang dulunya dipenuhi sengketa nirkabel kini telah bertransformasi menjadi ekosistem baru yang bergerak stabil di bawah kendali tunggal Sudirman Global Holdings. Di balik dinding kaca tebal lantai lima puluh Menara Sudirman, tidak ada lagi grafik merah yang fluktuatif, melainkan hamparan lanskap ibu kota yang benderang oleh cahaya fajar yang baru. Perubahan takdir tidak hanya mengunci jalannya roda kapitalisme metropolitan, melainkan membawa setiap jiwa yang pernah bertaruh di dalamnya menuju pelataran hidup yang jauh lebih damai. Di sebuah kawasan residensial premium di Bali yang menghadap langsung ke arah deburan ombak selat, Nuri Vega duduk santai di beranda vila miliknya. Sore itu, ia mengenakan gaun kasual kain satin putih yang longgar, memancarkan k
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 325
Deru angin metropolitan di luar dinding kaca lantai lima puluh Menara Sudirman Global Holding kini terasa jauh lebih teratur seiring berjalannya mekanisme pasar yang stabil. Tepat pukul tiga sore, grafik indeks di layar utama bursa efek tidak lagi menunjukkan lonjakan agresif, melainkan pergerakan horizontal yang solid pada batas tertinggi—sebuah indikasi bahwa pasar telah menyerap seutuhnya struktur permodalan baru faksi Sudirman. Viko Sudirman duduk tegak di balik meja besarnya, meluruskan postur tubuh bidang atletisnya yang kini dibungkus kemeja tenun premium berwarna putih bersih. Sepasang mata nya menatap konstan ke arah lembar konfirmasi kliring internasional yang masuk melalui peladen perbankan pusat Jakarta-Tokyo. Wibawa dominasi tertinggi dari seorang manipulator kapitalis terpancar kuat dari ekspresi wajah tegasnya yang bersih dari sisa-sisa kegetiran masa lalu. "Tuan Viko," panggil kepala tim audit teknologi. "Seluruh protokol enkripsi baru pada sistem pelabuhan te
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 324
Matahari pagi di atas Jakarta Pusat memantulkan kilatan cahaya yang tajam pada struktur baja Menara Sudirman Global Holdings. Tepat pukul sembilan pagi, bel elektronik tanda dimulainya sesi perdagangan perdana untuk emiten baru hasil restrukturisasi berbunyi di seluruh pelataran bursa efek. Di dalam ruang kendali utama lantai lima puluh, atmosfer kerja bergerak dalam kesunyian yang mekanis. Viko Sudirman berdiri tegak di tengah ruangan, mengenakan kemeja tenun premium berwarna abu-abu yang membungkus sempurna postur tubuh bidang atletisnya yang maskulin dan kokoh. Sepasang mata elangnya yang hitam legam mengunci barisan angka digital yang merayap naik pada dinding monitor raksasa, menampilkan arus modal masuk dari bursa Tokyo yang melebur sempurna dengan kapitalisasi domestik. "Sesi prapembukaan baru saja ditutup dengan kelebihan permintaan sebesar lima belas persen, Tuan Viko," lapor wakil direktur bidang operasi kliring internasional. Ia menyodorkan sebuah tablet bers
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 323
Tepat pukul empat sore, gemuruh aktivitas di lantai lima puluh Menara Sudirman Global Holdings beralih ke ruang presentasi utama yang semi-digital. Ruangan berpanel kayu hitam itu kini diterangi oleh pendaran biru dari proyektor holografis setinggi dua meter yang menampilkan simulasi jaringan distribusi logistik baru. Viko Sudirman duduk tegak di kepala meja konferensi pualam, meluruskan postur tubuh bidang atletisnya yang dibungkus kemeja tenun merah maroon premium. Lengan kemejanya yang digulung rapi mempertegas gerakan tangannya yang konstan saat menggeser grafik performa sistem otomasi gudang di layar sentral. Aura dominasi dan wibawa kapitalis tingkat tinggi memancar tegap dari pembawaannya, menandai mulainya era baru di mana faksi Sudirman tidak lagi sekadar bertahan dari skandal masa lalu, melainkan mendikte arah gerak modernisasi industri metropolitan. "Tuan Viko," panggil direktur teknologi logistik terintegrasi yang baru direkrut dari firma global, melangkah maju den
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 322
Sinar fajar keesokan harinya menerangi ruang kerja eksekutif Menara Sudirman Global Holdings—nama baru yang kini gagah terpampang di lobi utama menggantikan plakat dinasti Adam. Pukul delapan pagi, kesibukan di lantai lima puluh telah bertransformasi total. Tidak ada lagi kepanikan siber atau sengketa hukum yang menegangkan, sebagai gantinya, koridor marmer hitam itu kini dipenuhi oleh para analis muda berpakaian necis yang membawa tablet digital berisi laporan arus kas dari tiga pelabuhan utama di Jawa dan Sumatra. Viko berdiri tegak di dekat meja konsol pualam, menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula. Penampilannya pagi ini tampak sangat segar dengan kemeja tenun premium berwarna biru dongker yang dipadukan dengan celana kain abu-abu gelap, mencerminkan kelas baru seorang taipan yang telah lepas dari bayang-bayang masa lalu. Sepasang mata elangnya yang hitam legam menatap tenang ke arah layar proyeksi holografis yang menampilkan peta rute pelayaran internasional baru kerj
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 321
Lantai lima puluh Menara Adam Group sore itu dilingkupi atmosfer yang jauh berbeda. Setelah rotasi jam kerja yang panjang dan ketat sejak eksekusi fisik di pelabuhan, ketegangan perlahan tergantikan oleh ritme korporasi yang lebih tertata. Viko kini duduk di balik mejanya yang telah dibersihkan dari tumpukan berkas perkara lama. Ia mengenakan kemeja linen abu-abu dengan lengan yang digulung rapi hingga ke siku, menampilkan kesan seorang eksekutif yang telah melewati badai dan siap memulai cetak biru baru. Rambutnya yang hitam kini tersisir rapi, memantulkan cahaya benderang dari lampu di atasnya. Di hadapannya, tablet berspesifikasi tinggi menampilkan laporan penggabungan ekuitas yang baru saja dirilis oleh otoritas kliring domestik. Angka-angka akumulatif modal dari Yamamoto Ventures telah melebur sempurna dengan aset logistik faksi Sudirman, menciptakan struktur kapital baru bernama Sudirman Global Holdings. "Tuan Viko," panggil direktur kepatuhan bursa yang baru ditunju
Last Updated: 2026-07-08
You may also like
Tukang Pijat Super
Tukang Pijat Super
Fantasi · Frands
240.0K views
Reinkarnasi Dewa Terkuat
Reinkarnasi Dewa Terkuat
Fantasi · Efrianto H.
239.3K views
Hamil Anak Ular
Hamil Anak Ular
Fantasi · Evhae Naffae
226.7K views
Warisan Artefak Kuno
Warisan Artefak Kuno
Fantasi · Jimmy Chuu
225.7K views
Kultivator Inti Semesta
Kultivator Inti Semesta
Fantasi · Evanscapenovel
220.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status