Chapter: Bab 65Malam telah melarut di kawasan elite Jakarta, namun di paviliun belakang kediaman Candra, cahaya dari layar laptop Viko masih berpendar terang. Setelah pertemuannya dengan Ganza, Viko merasa adrenalinnya berpacu lebih cepat. Kabar mengenai Vani yang kembali menduduki kursi CEO dan kekuatan Bambang yang semakin menggurita tidak membuatnya ciut. Baginya, sebuah gedung yang semakin tinggi hanya akan membuat dentuman saat robohnya terdengar lebih merdu. Viko baru saja menutup sesi pendaftaran penulis prioritas di AV Melanie saat pintu paviliunnya diketuk pelan. Ia tidak perlu menebak siapa yang datang pada jam seperti ini. Hanya ada satu wanita di mansion ini yang memiliki kunci menuju dunianya. Astrid melangkah masuk dengan gaun tidur sutra berwarna hitam yang tipis. Wajahnya menunjukkan gurat kelelahan, namun matanya berkilat saat menatap Viko. Ia baru saja selesai melayani jamuan makan malam formal bersama Tomi dan rekan-rekan politiknya, sebuah rutinitas yang kini terasa h
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Bab 64Sore itu, sebuah kafe bernuansa industrial di sudut Senopati menjadi saksi pertemuan dua kawan lama. Viko duduk di meja pojok, masih mengenakan kemeja hitam yang rapi, seragam "samarannya" sebagai sopir keluarga Candra. Namun, cara ia duduk dan tatapan matanya yang tajam memberikan aura seorang eksekutif yang sedang menanti laporan bawahannya. Tak lama, sosok pria berambut sedikit berantakan dengan tas laptop yang tampak berat masuk ke dalam kafe. Itu Ganza. Matanya membelalak saat melihat Viko yang tampak begitu tenang dan... berkelas. "Viko? Gila, beneran lu?" Ganza menarik kursi, napasnya masih sedikit terengah. "Gue pikir lu diculik atau hilang ditelan bumi setelah kejadian Adam Group itu." Viko tersenyum tipis, mendorong secangkir kopi hitam yang sudah ia pesan untuk Ganza. "Gue cuma lagi ambil napas, Gan. Dan sekarang, gue butuh tangan kanan yang bisa gue percaya buat megang AV Melanie." Ganza hampir tersedak kopi yang baru saja ia sesap. "AV Melanie? Plat
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Bab 63Tomi Candra meninggalkan mansion dengan pengawalan ketat menuju agenda rapat koordinasi di pusat kota. Kepergian suaminya memberikan ruang napas bagi Astrid, namun rasa penasaran justru membakar batinnya. Nama "Nuri Vega" yang sempat ia dengar dari percakapan Tomi dan Viko, tadi pagi terus berdenging di telinganya. Ada sebuah kepingan masa lalu Viko yang tidak ia ketahui, dan itu membuatnya merasa sedikit terancam. Viko sedang memanaskan mesin sedan hitam di halaman saat Astrid muncul dengan gaun kerja berwarna zamrud yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Wajahnya yang cantik tampak tegang, kacamata hitam besar bertengger di pangkal hidungnya. "Ke kantor, Viko. Sudirman, lantai 25," ujar Astrid singkat sembari masuk ke kursi belakang. Viko hanya mengangguk, matanya melirik dari spion tengah. Ia bisa merasakan gelombang kecemasan yang terpancar dari wanita di belakangnya. "Ada yang mengganggu pikiran Anda, Nyonya?" tanya Viko dengan suara tenang saat mobil mula
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Bab 62Suasana di dalam ruang kerja itu mendadak menjadi sangat pekat. Nama Nuri Vega yang diucapkan Viko seolah menjadi sebuah frekuensi rendah yang meretakkan ketenangan Tomi Candra. Tomi menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi kulit, matanya yang tajam tidak lepas dari wajah Viko yang tetap datar tanpa ekspresi."Nuri Vega," gumam Tomi lagi, kali ini suaranya lebih rendah, hampir seperti bisikan pada dirinya sendiri. "Istri dari Bambang Adam. Wanita yang dikenal sebagai otak di balik layar kesuksesan Adam Group."Tomi mengambil sebuah pemotong cerutu dari atas meja pualamnya, memutar-mutarnya dengan jemari yang stabil namun penuh penekanan. "Kenapa seorang wanita seperti Nuri Vega bersedia memberikan modal besar pada seorang pemuda tanpa nama sepertimu untuk membangun sebuah platform digital? Apa hubunganmu dengan dia, Viko?"Viko melangkah satu tindak lebih dekat ke meja kerja Tomi, memberikan kesan bahwa ia tidak punya rahasia yang perlu disembunyikan. Ia tahu, dalam permainan kekua
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Bab 61Semburat jingga matahari pagi mulai menyentuh pilar-pilar megah mansion keluarga Candra. Suasana Jakarta yang mulai bising tidak mengusik ketenangan di paviliun belakang. Viko sudah berdiri di depan cermin, merapikan kerah seragam sopirnya yang berwarna gelap. Tidak ada jejak gairah atau kelelahan dari malam panjang di kamar utama semalam, wajahnya sedingin es, matanya setajam elang. Ia adalah pria yang tahu kapan harus menjadi singa dan kapan harus menjadi bayangan. Di halaman depan, suara deru mesin Mercedes-Benz menandakan kepulangan sang tuan rumah. Tomi Candra melangkah turun dengan tas kerja di tangan, tampak sedikit letih setelah perjalanan bisnisnya. Tanpa banyak bicara pada penjaga gerbang, ia langsung menuju lantai dua, masuk ke dalam kamar utama yang masih tertutup rapat gordennya. Tomi mendapati Astrid masih terlelap di balik selimut sutra. Ia meletakkan tasnya di meja rias, lalu pandangannya jatuh pada keranjang pakaian kotor di sudut ruangan. Di sana ter
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Bab 60 Puncak Penaklukan Sang AuthorMalam merayap semakin dalam, menyisakan kesunyian yang mencekam di kediaman mewah keluarga Candra. Tomi sedang berada jauh di luar kota, memberikan panggung bebas bagi Viko untuk mengklaim "hadiah" yang lebih besar dari sekadar platform digital. Tanpa gangguan Sandra yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri, Viko melangkah penuh percaya diri menuju kamar utama.Pintu terbuka tanpa suara. Di balik temaram lampu tidur yang berwarna keemasan, Astrid duduk di tepi ranjang besar. Jubah satin ungu tua nya tersingkap di bagian kaki, memperlihatkan kulit mulusnya yang seputih porselen."Kau datang lebih cepat dari yang kukira, Viko," bisik Astrid, matanya berkilat penuh dahaga.Viko tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mendekat, tangannya yang kasar namun tegas mulai menjelajahi tengkuk Astrid, menarik wanita itu ke dalam pusaran gairah yang tak terelakkan.Viko mulai melucuti penghalang yang tersisa. Matanya menatap lapar pada dua gunung kembar yang kini berdiri tegak di hadapannya, p
Last Updated: 2026-05-06