author-banner
Lord Devil
Lord Devil
Author

Novels by Lord Devil

The Empress

The Empress

Pada malam Ratu Wang Yin melahirkan anak kembarnya, Kerajaan Yi kehilangan cahaya terbesarnya. Qin Lian dan Qin Yue lahir dengan selamat, tetapi ibu mereka terperangkap dalam tidur panjang yang tidak mampu disembuhkan tabib mana pun. Lima kerajaan telah mengirimkan bantuan terbaik, namun semua jawaban berakhir pada satu kalimat: tidak ada harapan. Raja Qin Lang menolak percaya. Demi sang ratu yang ia cintai lebih dari takhta, ia menutup gerbang kerajaan, memperkuat pertahanan, dan bersumpah menunggu Wang Yin bangkit seperti Phoenix dari kematian. Lima tahun kemudian, dua anak kembar yang tumbuh tanpa pelukan ibu mulai mempertanyakan masa lalu. Siapa Liu Ji yang membuat kerajaan mereka berdarah? Mengapa Pangeran Pertama Qin Lan menghilang? Dan kutukan apa yang membuat Empress Ying tak kunjung membuka mata? Di antara cinta yang belum selesai, pengkhianatan lama, dan dendam yang belum padam, satu hal menjadi pasti: jika Wang Yin tidak segera bangun, Kerajaan Yi mungkin akan kehilangan lebih dari seorang ratu.
Read
Chapter: 28. Wajah Asli Mu Lan
Mu Lan berdiri di atas lantai makam seperti bayangan yang diberi kulit.Wajahnya tidak utuh. Sebagian menyerupai perempuan muda yang cantik, sebagian lain retak seperti topeng tua. Di bawah retakan itu, ada wajah-wajah lain yang bergerak, saling tindih, saling menggigit, seolah terlalu banyak identitas berebut keluar dari satu tubuh.Qin Lang menarik Wang Yin ke belakangnya, tetapi Wang Yin segera menepuk lengannya."Aku bisa berdiri.""Kau baru ditusuk rantai makam.""Kau juga sering terluka dan tetap berdiri.""Aku berbeda.""Benar. Kau lebih keras kepala."Qin Lang menatapnya dengan mata dingin, tetapi tidak sempat membalas. Mu Lan tertawa pelan, suara tawanya berubah-ubah dari suara gadis kecil, wanita tua, hingga suara yang mirip Qin Yue."Kalian masih bisa saling menggoda di sini," katanya. "Mengagumkan. Atau menyedihkan. Aku belum memutuskan."Qin Mo melangkah turun dari peti batu. Darah di tubuhnya membuat
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: 27. Darah Qin Tidak Berlutut
Rantai merah menembus pergelangan Wang Yin seperti ular yang menemukan sarang lama.Tubuhnya terhuyung, tetapi Qin Lang menangkapnya dari belakang sebelum ia jatuh. Darah putih kemerahan menetes dari kulitnya, menyentuh lantai makam, lalu mendesis seperti air yang jatuh ke bara api. Bau obat, tanah basah, dan darah tua memenuhi udara."Lepaskan dia," kata Qin Lang.Suaranya pelan.Terlalu pelan.Qin Mo yang pernah melihat Qin Lang marah langsung tahu bahwa pelan seperti itu jauh lebih berbahaya daripada teriakan.Peti batu tidak peduli. Tangan pucat dari dalam celah bergerak perlahan, seolah ingin menarik rantai itu lebih dalam. Wang Yin menggigit bibirnya menahan sakit. Matanya sempat memutih sesaat, lalu kembali fokus."Qin Lang," bisiknya."Aku di sini.""Jangan tebas rantainya.""Ia menyakitimu.""Aku tahu. Aku yang merasakannya.""Wang Yin.""Kalau kau menebas, A Yue yang menerima pantula
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: 26. Harga Sebuah Pintu
Suara dari dalam peti batu bukan suara laki-laki atau perempuan.Ia terdengar seperti ribuan orang berbisik dari balik dinding yang sama. Ada marah di dalamnya. Ada lapar. Ada kesedihan yang sudah terlalu lama membusuk sampai berubah menjadi kutukan."Berikan pengganti."Kata itu berputar di ruang makam, menyentuh dinding, menembus lantai, lalu mengguncang dada semua orang yang masih berdiri.Qin Lang mengangkat pedangnya lebih tinggi. "Tidak ada yang akan diberikan."Bisikan itu tertawa.Rantai merah di peti batu bergerak tiba-tiba, mencambuk udara ke arah Qin Mo. Qin Mo melompat turun, tetapi tubuhnya sudah terlalu lemah. Kakinya tergelincir oleh darahnya sendiri. Sebelum rantai itu mengenai dadanya, Qin Lang menebas dari samping.Dentang keras menggema.Pedang Qin Lang tidak memutus rantai, tetapi cukup mengubah arahnya. Rantai itu menghantam lantai dan membuat batu hitam retak seperti tanah kering.Qin Mo menatap pun
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: 25. Nama Pertama Makam
Peti batu hitam itu tidak seharusnya berbunyi.Benda mati tidak mengetuk dari dalam. Makam tidak seharusnya bernapas. Rantai merah yang melilitnya tidak seharusnya bergerak seperti pembuluh darah yang masih hidup.Namun malam itu, di ruang terdalam Paviliun Utara, semua hal yang seharusnya mustahil berdiri di hadapan keluarga Qin satu per satu.Qin Lang mengangkat pedangnya. Bilah itu memantulkan cahaya merah redup dari rantai. Wajahnya dingin, tetapi Wang Yin yang berdiri di sisinya tahu ada badai di balik ketenangan itu. Qin Lan masih terikat di dinding. Qin Mo berdiri di atas peti dengan darah terus mengalir. Qin Yue sedang ditarik di ruang nadi. Qin Lian menahan kakaknya dari ruang pengobatan dengan keberanian seorang anak yang belum tahu bagaimana cara menyerah.Semua benang menuju peti itu."Jangan langsung menebas rantainya," kata Qin Lan. Suaranya parau, tetapi masih cukup tegas untuk membuat Qin Lang berhenti. "Rantai ini tidak takut pada
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: 24. Kakak yang Terikat
Qin Lang tidak pernah membayangkan pertemuan kembali dengan Qin Lan akan terjadi di tempat seperti itu.Bukan di aula kerajaan yang hangat. Bukan di bawah pohon prem belakang istana, tempat mereka dulu berdiri bersama di tengah hujan. Bukan pula di gerbang utama, tempat seorang kakak seharusnya pulang dan disambut sebagai keluarga yang telah lama hilang.Qin Lan duduk bersandar pada dinding makam yang dingin, tubuhnya kurus, wajahnya pucat, dan sebagian rambutnya telah memutih seperti salju yang terjebak di musim yang salah. Jubah putihnya kotor oleh debu dan noda darah lama. Namun senyum kecil di bibirnya masih sama.Lemah.Hangat.Terlalu menyakitkan untuk dilihat."Kakak," ulang Qin Lang.Suara itu keluar hampir tanpa bentuk. Selama bertahun-tahun, ia pernah membayangkan banyak hal. Ia membayangkan Qin Lan mati di tangan pemberontak. Ia membayangkan kakaknya ditawan di negeri jauh. Ia bahkan pernah memaksa dirinya menerima kemungki
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: 23. Jangan Turun
Suara itu membuat seluruh udara di depan Paviliun Utara membeku.“Qin Lang... jangan turun.”Tidak keras.Tidak jelas sepenuhnya.Namun bagi Qin Lang, suara itu cukup untuk membuat seluruh tulang di tubuhnya terasa seperti ditarik kembali ke masa lalu.Itu suara Qin Lan.Kakaknya.Orang yang selama bertahun-tahun hilang tanpa jasad, tanpa makam, tanpa kepastian. Orang yang namanya selalu menjadi luka yang tidak pernah benar-benar dibuka karena semua orang takut menemukan bahwa di balik luka itu masih ada darah yang mengalir.Qin Qiu mundur setengah langkah. Wajah tuanya pucat.
Last Updated: 2026-05-30
My Lord Devil

My Lord Devil

Wu Mei Xiang seorang ahli nuklir yang handal dan mengalami kematian yang mengerikan. Karma membuatnya bertemu dengan Cheng Li---raja iblis. Cheng Li dan Wu Mei Xiang memulai perjalanan cinta mereka tanpa sengaja. Keduanya terjebak dalam perasaan aneh yang mulai tumbuh dan beberapa misi yang penuh dengan teka-teki mengisi perjalanan kisah cinta mereka.
Read
Chapter: 34. Epilog
Tahun berganti, musim bergulir dan segalanya berubah. Cheng Li dan Wu Mei Xiang sudah hidup bahagia bersama keluarga dan anak-anaknya. Dua mahkluk kesepian, antara mortal dan immortal, kini menjadi satu---bersama selamanya. Cheng Li tidak pernah meragukan keputusannya. Tidak merasa sia-sia menjaga dan melindungi Wu Mei Xiang sejak masa kecilnya. Wu Mei Xiang juga sama, dia tidak pernah menyesal mati dan menjadi iblis. Dia malah berpikir bahwa menjadi iblis yang bermoral lebih baik dibandingkan manusia dengan segala akal bulus dan kelicikannya. Iblis dan manusia bisa dikatakan sama-sama memiliki nafsu, perbedaan yang utamanya, iblis mengakui bahwa dia benar-benar iblis dan hanya melakukan pekerjaan iblis. Sedangkan manusia, bisa menjadi iblis, bahkan lebih iblis dibandingkan iblis itu sendiri. Tindakannya tidak bisa ditebak karena isi hati lebih dalam dibandingkan lautan. Meski begitu, bukan berarti Anda disarankan menjadi iblis. Jadi apa pun, jadilah yang terbaik, setidaknya tidak
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 33. Menggoda Tuan Iblis
Cheng Li berserta ketiga anaknya berjalan menuju ruangan terlarang. Anak-anak disuruh menunggu di depan pintu masuk ruangan serba merah itu. Dari kejauhan sudah tercium aroma tidak menyenangkan dalam artian aura tuan iblis yang sedang marah atau sedih.Wu Mei Xiang tahu bahwa Cheng Li pasti akan datang merayunya. Itu sudah pasti, raja iblis itu akan sangat mudah mengiyakan perkataan anaknya, apalagi jika yang memintanya adalah Hua Ying, putrinya tersayang."Sayang," sapa Cheng Li dengan suara lembut.Dia berjalan mendekati lelaki tampan yang duduk membelakangi dirinya."Sayang," panggil Cheng Li lagi ketika dia sudah mendekat.Tak ada jawaban dari Wu Mei Xiang, bahkan dia tidak bergerak sama sekali. Pria itu diam bagai patung.Pada panggilan yang ketiga, Cheng Li mulai curiga dengan Wu Mei Xiang. Apakah dia sakit atau itu bukan dirinya? Namun, hal yang kedua pasti mustahil karena ruangan itu tersegel dan hanya mereka berdua bisa memasukinya.Cheng Li mendekat dan memeluk Wu Mei Xiang
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 32. Keluarga Raja
Tak terasa waktu berjalan begitu saja. Wu Mei Xiang tidak pernah menyangka bahwa menjadi orang tua dari anak-anak iblis bisa menyenangkan, lebih indah dibandingkan hidup sebagai manusia. Dunia yang penuh dengan kemunafikan lebih tidak menyenangkan dibandingkan alam iblis sendiri.Mereka adalah iblis dan mengaku sebagai iblis dan itu lebih baik dibandingkan manusia jahat yang pura-pura menjadi malaikat padahal lebih iblis daripada iblis itu sendiri.Lupakanlah masa lalu itu dan mari berfokus mengurus anak dan bapaknya. Dua bapak seksi yang berotot dan memiliki dada bidang. Dua laki-laki yang berhasil membangun keluarga.Setelah kelahiran tiga anaknya sekaligus, kondisi Cheng Li dan Wu Mei Xiang tidak pernah sama lagi. Mereka sangat ramai saat ini. Maksudnya, sangat rusuh.Seperti yang terjadi sore ini."Hua Ling!" teriak Wu Mei Xiang meneriakkan salah satu nama anaknya."Ya? Papa, aku di sini," balas seorang anak yang duduk di sebelahnya."Bukan kau! Maksudku dia!"Wu Mei Xiang menatap
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 31. Anak Raja Iblis
Sesampainya di rumah khusus Wu Mei Xiang dan Cheng Li, dia meletakkan tubuh lelaki itu itu atas kasur yang sudah bersih dan rapi sepertinya biasanya. Sangat jarang mereka berada di tempat itu. Untung saja dalam kondisi seperti ini, Cheng Li selalu siap siaga melakukan yang terbaik."Sakit sekali, kurasa mereka akan merobek perutku dan memaksa keluar," teriak Wu Mei Xiang dengan suara parau.Dia merasakan dirinya seperti tercabik-cabik dari dalam sana."Bersabarlah," ucap Cheng Li mencium tangannya dan menyalurkan energi kepada lelaki itu."Aku seperti akan mati."Tangis Wu Mei Xiang pecah. Baru pertama kali dalam hidupnya dia merasakan sesakit ini. Bahkan, ketika dirinya akan mati pun, dia tidak merasakan sakit sama sekali karena itu adalah kematian super cepat tanpa rasa sakit."Tidak, jangan katakan itu," ucap Cheng Li dengan nada memohon.Dia terus memberikan kekuatan semampu dirinya sambil menanti datangnya para tabib yang akan membantu persalinan darurat itu."Sialan, mengapa mer
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 30. Hampir Meleset
Beberapa bulan kemudian, Wu Mei Xiang merasa perutnya seolah bisa pecah atau meledak karena sudah membesar sangat sempurna, melebihi dari yang pernah dia bayangkan."Mengapa bisa sebesar ini? Anak-anak apa di dalam sana!"Wu Mei Xiang memukul perutnya pelan sambil menatap wajahnya dan penampakan barunya di sebuah cermin besar yang seolah mengejeknya karena menampilkan wajah jeleknya. Itu, sih menurut dia. Kalau Cheng Li akan selalu menganggap Wu Mei Xiang sangat menarik, seksi dan sangat menggemaskan."Berhentilah melakukan itu, kau bisa menyakiti dirimu dan anak-anak," ucap Cheng Li memeluk pinggang Wu Mei Xiang dari belakang. Pinggang yang dulunya ramping kini sudah hampir tidak berbentuk."Kau enak saja bicara. Coba kalau kau yang hamil dan berbentuk seperti gentong. Apa kau masih bisa mengatakan hal-hal seperti itu? Apa kau akan menghibur dirimu, huh?"Wu Mei Xiang mendengus kasar mendengar pujian tidak berguna dari mulut suaminya itu."Aku mengatakan yang sebenarnya. Bagaimana ka
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 29. Apa Jadinya Anak Ini?
Selepas dari medan perang dan membuat beberapa kekacauan, Wu Mei Xiang kembali merasa bosan dengan hidupnya yang begitu-begitu saja. Anggap saja kalau dia memang sedang manja dan mencoba hal-hal lainnya.Dia dulunya seorang pekerja keras dan sekarang harus hidup dengan segala kemewahan dan segalanya tersedia."Aku benar-benar bosan, apakah memang tidak ada pekerjaan di sini?" tanya Wu Mei Xiang pada Wen Liwei."Pe-pekerjaan?"Wen Liwei gugup menjawab tuannya. Bagaimana bisa seorang raja atau pasangan raja disuruh bekerja?"Apa kau tidak tahu? Pekerjaan semacam hal yang menyenangkan."Wu Mei Xiang kesal dan hendak berlarian entah ke mana. Akan tetapi, perutnya yang membuncit membuatnya susah bergerak dengan bebas. Dia mulai bosan dan ingin segera melahirkan, barangkali anak-anak itu akan membuat hidupnya lebih berwarna nantinya."Ada apa, Sayang?"Cheng Li datang ke ruangan pasangannya selepas mengadakan pertemuan antara penguasa kota hantu dari beberapa sudut neraka."Tidak ada. Aku h
Last Updated: 2022-06-23
You may also like
Pria Sampah Tak Terduga
Pria Sampah Tak Terduga
Fantasi · Fikul 07
195.9K views
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO
Fantasi · Gauche Diablo
191.8K views
Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi
Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi
Fantasi · Junaidi Al Banjari
184.6K views
ILMU TUJUH GERBANG DEWA
ILMU TUJUH GERBANG DEWA
Fantasi · Junaidi Al Banjari
181.1K views
Legenda Kitab Surgawi
Legenda Kitab Surgawi
Fantasi · ACANKUN
172.0K views
Dewa Alkemis
Dewa Alkemis
Fantasi · Zayn Z
171.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status