
The Empress
Pada malam Ratu Wang Yin melahirkan anak kembarnya, Kerajaan Yi kehilangan cahaya terbesarnya.
Qin Lian dan Qin Yue lahir dengan selamat, tetapi ibu mereka terperangkap dalam tidur panjang yang tidak mampu disembuhkan tabib mana pun. Lima kerajaan telah mengirimkan bantuan terbaik, namun semua jawaban berakhir pada satu kalimat: tidak ada harapan.
Raja Qin Lang menolak percaya. Demi sang ratu yang ia cintai lebih dari takhta, ia menutup gerbang kerajaan, memperkuat pertahanan, dan bersumpah menunggu Wang Yin bangkit seperti Phoenix dari kematian.
Lima tahun kemudian, dua anak kembar yang tumbuh tanpa pelukan ibu mulai mempertanyakan masa lalu. Siapa Liu Ji yang membuat kerajaan mereka berdarah? Mengapa Pangeran Pertama Qin Lan menghilang? Dan kutukan apa yang membuat Empress Ying tak kunjung membuka mata?
Di antara cinta yang belum selesai, pengkhianatan lama, dan dendam yang belum padam, satu hal menjadi pasti: jika Wang Yin tidak segera bangun, Kerajaan Yi mungkin akan kehilangan lebih dari seorang ratu.
Read
Chapter: 90. Mahkota Phoenix Tidak DipakaiPagi setelah gerbang kedua runtuh, ketika gunung cang untuk pertama kalinya memiliki bayangan utuh di bawah matahari seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun orang-orang lima kerajaan menunggu Wang Yin mengenakan Mahkota Phoenix sebagai tanda penyelamat, tetapi mahkota itu tinggal serpihan di telapak Qin Yue. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena kemenangan mereka tidak otomatis menyelesaikan politik lima kerajaan; justru para penguasa ing
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: 89. Api yang Tidak MembakarLingkaran batu gerbang kedua yang retak, ketika api putih muncul dari bawah kaki qin yue tanpa melukai kulitnya seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Yue mengenakan Mahkota Kabut bukan karena ingin memakainya, melainkan karena ia ingin mendengar semua suara yang terperangkap di dalamnya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena setiap suara korban meminta dipulangkan, tetapi Mahkota Kabut mencampur permohonan asli dengan rayuan agar Qi
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: 88. Gerbang KeduaPuncak gunung cang saat fajar, ketika kabut membuka lingkaran batu kedua yang selama ini tersembunyi di bawah akar merah seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Gerbang Kedua muncul bukan sebagai pintu keluar, melainkan sebagai cermin raksasa yang memantulkan semua orang dengan mahkota di kepala. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Mahkota Kabut menawarkan mimpi paling diinginkan setiap tokoh: Wang Yin sehat, Qin Lang tanpa kehilangan,
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 87. Pengadilan Para Leluhur87. Pengadilan Para LeluhurBalai leluhur phoenix yang tersembunyi di bawah akar pohon merah raksasa, tempat suara orang mati disimpan dalam batu-batu kecil seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Wang Yin dipanggil masuk seorang diri, tetapi Qin Lang menolak membiarkan pintu menutup sebelum ia menggenggam tangan istrinya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena para suara leluhur menuntut Wang Yin memba
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 86. Racun Kabut di Istana YiIstana yi yang jauh dari gunung cang, tempat para pelayan mulai batuk perak dan lentera-lentera kerajaan menyala tanpa minyak seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun serangan terjadi bukan pada rombongan, melainkan pada rumah yang mereka tinggalkan. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Qin Lang harus memilih antara meneruskan pencarian di Gunung Cang atau kembali menyelamatkan rakyat yang mempercayainya. Dalam dunia mereka, musuh jarang
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: 85. Malam Ketika Qin Lang TersenyumMalam sunyi di desa tanpa bayangan, ketika rombongan akhirnya mendapat kesempatan makan bersama tanpa rapat perang seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Lian menuduh Qin Lang lupa cara tersenyum dan meminta Wang Yin membuktikan bahwa ayah mereka masih manusia. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena ketenangan kecil itu terasa mencurigakan setelah terlalu banyak malam berakhir dengan serangan, tetapi semua orang memilih tinggal sebent
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 34. EpilogTahun berganti, musim bergulir dan segalanya berubah. Cheng Li dan Wu Mei Xiang sudah hidup bahagia bersama keluarga dan anak-anaknya. Dua mahkluk kesepian, antara mortal dan immortal, kini menjadi satu---bersama selamanya. Cheng Li tidak pernah meragukan keputusannya. Tidak merasa sia-sia menjaga dan melindungi Wu Mei Xiang sejak masa kecilnya. Wu Mei Xiang juga sama, dia tidak pernah menyesal mati dan menjadi iblis. Dia malah berpikir bahwa menjadi iblis yang bermoral lebih baik dibandingkan manusia dengan segala akal bulus dan kelicikannya. Iblis dan manusia bisa dikatakan sama-sama memiliki nafsu, perbedaan yang utamanya, iblis mengakui bahwa dia benar-benar iblis dan hanya melakukan pekerjaan iblis. Sedangkan manusia, bisa menjadi iblis, bahkan lebih iblis dibandingkan iblis itu sendiri. Tindakannya tidak bisa ditebak karena isi hati lebih dalam dibandingkan lautan. Meski begitu, bukan berarti Anda disarankan menjadi iblis. Jadi apa pun, jadilah yang terbaik, setidaknya tidak
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 33. Menggoda Tuan IblisCheng Li berserta ketiga anaknya berjalan menuju ruangan terlarang. Anak-anak disuruh menunggu di depan pintu masuk ruangan serba merah itu. Dari kejauhan sudah tercium aroma tidak menyenangkan dalam artian aura tuan iblis yang sedang marah atau sedih.Wu Mei Xiang tahu bahwa Cheng Li pasti akan datang merayunya. Itu sudah pasti, raja iblis itu akan sangat mudah mengiyakan perkataan anaknya, apalagi jika yang memintanya adalah Hua Ying, putrinya tersayang."Sayang," sapa Cheng Li dengan suara lembut.Dia berjalan mendekati lelaki tampan yang duduk membelakangi dirinya."Sayang," panggil Cheng Li lagi ketika dia sudah mendekat.Tak ada jawaban dari Wu Mei Xiang, bahkan dia tidak bergerak sama sekali. Pria itu diam bagai patung.Pada panggilan yang ketiga, Cheng Li mulai curiga dengan Wu Mei Xiang. Apakah dia sakit atau itu bukan dirinya? Namun, hal yang kedua pasti mustahil karena ruangan itu tersegel dan hanya mereka berdua bisa memasukinya.Cheng Li mendekat dan memeluk Wu Mei Xiang
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 32. Keluarga Raja Tak terasa waktu berjalan begitu saja. Wu Mei Xiang tidak pernah menyangka bahwa menjadi orang tua dari anak-anak iblis bisa menyenangkan, lebih indah dibandingkan hidup sebagai manusia. Dunia yang penuh dengan kemunafikan lebih tidak menyenangkan dibandingkan alam iblis sendiri.Mereka adalah iblis dan mengaku sebagai iblis dan itu lebih baik dibandingkan manusia jahat yang pura-pura menjadi malaikat padahal lebih iblis daripada iblis itu sendiri.Lupakanlah masa lalu itu dan mari berfokus mengurus anak dan bapaknya. Dua bapak seksi yang berotot dan memiliki dada bidang. Dua laki-laki yang berhasil membangun keluarga.Setelah kelahiran tiga anaknya sekaligus, kondisi Cheng Li dan Wu Mei Xiang tidak pernah sama lagi. Mereka sangat ramai saat ini. Maksudnya, sangat rusuh.Seperti yang terjadi sore ini."Hua Ling!" teriak Wu Mei Xiang meneriakkan salah satu nama anaknya."Ya? Papa, aku di sini," balas seorang anak yang duduk di sebelahnya."Bukan kau! Maksudku dia!"Wu Mei Xiang menatap
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 31. Anak Raja IblisSesampainya di rumah khusus Wu Mei Xiang dan Cheng Li, dia meletakkan tubuh lelaki itu itu atas kasur yang sudah bersih dan rapi sepertinya biasanya. Sangat jarang mereka berada di tempat itu. Untung saja dalam kondisi seperti ini, Cheng Li selalu siap siaga melakukan yang terbaik."Sakit sekali, kurasa mereka akan merobek perutku dan memaksa keluar," teriak Wu Mei Xiang dengan suara parau.Dia merasakan dirinya seperti tercabik-cabik dari dalam sana."Bersabarlah," ucap Cheng Li mencium tangannya dan menyalurkan energi kepada lelaki itu."Aku seperti akan mati."Tangis Wu Mei Xiang pecah. Baru pertama kali dalam hidupnya dia merasakan sesakit ini. Bahkan, ketika dirinya akan mati pun, dia tidak merasakan sakit sama sekali karena itu adalah kematian super cepat tanpa rasa sakit."Tidak, jangan katakan itu," ucap Cheng Li dengan nada memohon.Dia terus memberikan kekuatan semampu dirinya sambil menanti datangnya para tabib yang akan membantu persalinan darurat itu."Sialan, mengapa mer
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 30. Hampir MelesetBeberapa bulan kemudian, Wu Mei Xiang merasa perutnya seolah bisa pecah atau meledak karena sudah membesar sangat sempurna, melebihi dari yang pernah dia bayangkan."Mengapa bisa sebesar ini? Anak-anak apa di dalam sana!"Wu Mei Xiang memukul perutnya pelan sambil menatap wajahnya dan penampakan barunya di sebuah cermin besar yang seolah mengejeknya karena menampilkan wajah jeleknya. Itu, sih menurut dia. Kalau Cheng Li akan selalu menganggap Wu Mei Xiang sangat menarik, seksi dan sangat menggemaskan."Berhentilah melakukan itu, kau bisa menyakiti dirimu dan anak-anak," ucap Cheng Li memeluk pinggang Wu Mei Xiang dari belakang. Pinggang yang dulunya ramping kini sudah hampir tidak berbentuk."Kau enak saja bicara. Coba kalau kau yang hamil dan berbentuk seperti gentong. Apa kau masih bisa mengatakan hal-hal seperti itu? Apa kau akan menghibur dirimu, huh?"Wu Mei Xiang mendengus kasar mendengar pujian tidak berguna dari mulut suaminya itu."Aku mengatakan yang sebenarnya. Bagaimana ka
Last Updated: 2022-06-23
Chapter: 29. Apa Jadinya Anak Ini?Selepas dari medan perang dan membuat beberapa kekacauan, Wu Mei Xiang kembali merasa bosan dengan hidupnya yang begitu-begitu saja. Anggap saja kalau dia memang sedang manja dan mencoba hal-hal lainnya.Dia dulunya seorang pekerja keras dan sekarang harus hidup dengan segala kemewahan dan segalanya tersedia."Aku benar-benar bosan, apakah memang tidak ada pekerjaan di sini?" tanya Wu Mei Xiang pada Wen Liwei."Pe-pekerjaan?"Wen Liwei gugup menjawab tuannya. Bagaimana bisa seorang raja atau pasangan raja disuruh bekerja?"Apa kau tidak tahu? Pekerjaan semacam hal yang menyenangkan."Wu Mei Xiang kesal dan hendak berlarian entah ke mana. Akan tetapi, perutnya yang membuncit membuatnya susah bergerak dengan bebas. Dia mulai bosan dan ingin segera melahirkan, barangkali anak-anak itu akan membuat hidupnya lebih berwarna nantinya."Ada apa, Sayang?"Cheng Li datang ke ruangan pasangannya selepas mengadakan pertemuan antara penguasa kota hantu dari beberapa sudut neraka."Tidak ada. Aku h
Last Updated: 2022-06-23