Chapter: Bab 26 - Beritegang"Nanti dulu soal bisnismu atau urusan pribadimu, Damian!" potong ibunya antusias, memegang kedua lengan Damian dengan wajah berseri-seri, sama sekali tidak menangkap sinyal bahwa putranya ingin membagikan rahasia hati. "Kamu harus mendengar berita gembira ini terlebih dahulu. Mama bahkan sampai tidak bisa menahan rasa bahagia sejak sore tadi!" Damian menaikkan sebelah alisnya, merasa sedikit tertahan. "Berita gembira apa, Ma?" Tuan Besar terkekeh pelan dari balik meja teh "Keluarga kita akhirnya akan lengkap lagi, Damian. Sahabat kecilmu, wanita yang sudah lama digadang-gadang akan menyatu dengan keluarga kita… telah kembali." Jantung Damian berdesir pelan, firasat buruk mendadak menyelinap di benaknya. "Maksud Papa...?" Ibunya tersenyum begitu lebar hingga matanya menyipit. "Veronica, Damian! Veronica sudah kembali dari luar negeri tadi siang! Dia sudah menyelesaikan studi dan urusan bisnis keluarganya di Eropa. Bahkan, orang tuanya tadi sore menelpon Mama langsun
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: Bab 25 - Wanita Yang tak Diharapkan Malam telah larut ketika sedan mewah berwarna hitam itu perlahan memasuki kawasan perumahan yang tenang dan berhenti tepat di depan sebuah gerbang rumah yang cukup kecil menurut Damian. Cahaya lampu jalanan menyinari tipis di permukaan kaca mobil, menciptakan suasana remang-remang yang tenang di dalam kabin. Irene perlahan melepas sabuk pengamannya, lalu memutar tubuh menghadap Damian yang duduk di sampingnya dengan senyum tipis mengembang di bibirnya. "Terima kasih sudah mengantarku pulang. Kamu pasti lelah setelah seharian mengurus pekerjaan di kantor," ucap Irene lembut seraya jemarinya meraih gagang pintu mobil, bersiap untuk turun. Namun, sebelum jemari halus itu berhasil menekan tuas pintu, sebuah genggaman hangat menyergap pergelangan tangannya dengan lembut tetapi menahan. Irene menoleh kembali dan mendapati Damian sedang menatapnya dengan lekat. Tatapan mata pria itu begitu dalam dan hangat, sisa rasa lelah yang menghinggapinya sepanjang hari. "Tunggu sebentar, Ir
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Chapter: Bab 24 - Kasih Sayang DamianWaktu begitu cepat berlalu, acara makan siang bersama dengan kekasihnya berakhir menjadi drama panjang karena Irene memaksa Leo untuk makan bersama. Sedangkan Leo takut dengan tatapan bosnya yang begitu mengintimidasi. Karena Irene yang memaksa, terpaksa Damian pun menyetujuinya. Kini, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Seluruh karyawan De Luna Stone satu persatu pergi meninggalkan perusahaan termasuk Irene. Sebelumnya Damian memaksa Irene untuk pulang bersama tapi dia menolaknya karena takut kalau ada yang melihat dan jadi bahan gunjingan. Terpaksa Damian menunggu kekasihnya do ujung jalan yang sedikit jauh dari kantornya. Hingga beberapa menit kemudian, Irene belum menampakkan batang hidungnya. Damian yang sudah tidak sabar menunggu mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak ada respon. Kesal karena di abaikan, Damian memaksa Leo memutar balik mobilnya kembali ke kantor. Sesampainya di depan kantor, Leo melihat Irene sedang bersama laki-laki yang menarik tangannya
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: Bab 23 - Resmi Menjadi KekasihDamian terus memojokkan Irene tanpa rasa gentar. Kali ini dia harus bisa mendapatkan hati Irene setelah sekian lama terpendam. "Katakan, siapa laki-laki yang menarik perhatianmu?" tanya Damian lagi. Dengan sedikit gemetar, Irene memaksakan bibirnya untuk menjawab. "Ka-kamu," lirih Irene. "Katakan yang keras, aku tidak dengar." Irene menarik nafasnya dalam-dalam karena merasa nerves karena berdektan dengan Damian. Meski sudah beberapa kali mencoba menenangkan hatinya, Irene tetap saja gugup. "Ka-kamu I-ian," balas Irene kali ini lebih keras. "Ulangi. Tidak usah gugup. Aku tidak akan memakanmu," sarkas Damian. "KAMU DAMIAN!" Kesal Irene karena terus di paksa mengulang. Damian tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia berhasil mendapatkan hati wanita di hadapannya. "Benarkah itu?" bisik Damian tepat di telinga Irene. "Untuk apa aku berbohong. Memang itu yang aku rasakan." Damian semakin memajukan tubuhnya lebih dekat lagi dengan Irene. Kedua tangannya mengunci
Terakhir Diperbarui: 2026-10-02
Chapter: Bab 22 - Leo TampanSudah beberapa hari berlalu sejak kejadian Irene di culik, kantor kembali normal seperti biasa. Irene juga sudah kembali bekerja dan kini lebih sering menemani Damian. Entah ada acara pesta atau pertemuan dengan client, Irene selalu mengikuti setiap langkah Damian sesui dengan janjinya. Banyak desas-desus tentangnya tapi Irene tidak menghiraukannya. Dia fokus pada pekerjaan dan Damian saja. "Setelah ini ikut pertrmuan dengan orang luar negeri membahas kerja sama," ucap Damian sebelum Irene keluar dari ruangannya. "Jam berapa? Apa aku perlu merias diri?" Mendengar pertanyaan Irene, Damian langsung menaruh map di tangannya. Fokus matanya kini berpindah ke wanita yang ada di hadapannya. "Memangnya untuk apa merias diri? Ini hanya kerja sama antar perusahaan bukan untuk menjual diri," ujar Damian dengan tatapan datar. Kali ini Damian tidak akan biarkan laki-laki melihat Irene tampil cantik. Nyali Irene langsung menciut mendengar ucapan sarkas Damian. Setelah menerima lap
Terakhir Diperbarui: 2026-09-26
Chapter: Bab 21 - AliceMeski kasus Angel masih hangat di perusahaan Damian, tidak ada satu orang pun yang berani membicarakannya. Mereka lebih memilih diam dari pada terkena imbasanya. Apalagi yang mereka singgung adalah bosnya sendiri. Tapi ada beberapa orang yang diam-diam bergosip di ruang pantry kantor. Namun, semua itu terjadi tidak berlangsung lama karena mereka mendapat ancaman dari Leo. Entah dari mana asisten bosnya itu selalu muncul tiba-tiba hingga mendapat julukan raja siluman. "Kalau kalian tidak ada pekerjaan lain, bisa langsung bawa surat pengundiran diri ke bagian HRD atau langsung sama saya," ucap Leo datar tapi mengintimdasi. Mereka yang bergosip pun langsung diam seketika. Mereka lebih memilih bubar menyelamatkan diri dari pada harus mengundurkan diri dari perusahaan bergengsi ini. Setelah menyampaiakn pesan, Leo langsung pergi menuju ruangan bosnya. Langkahnya tegas dan berwibawa. Siapa saja yang melihat asisten Damian satu ini pasti akan merasa terintimidasi dengan tatapan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-25