Chapter: Bab 8 Aroma Yang Di RindukanWajah manis yang selama ini menghantuinya, kini berada dalam dekapnnya. Matanya terpejam menghirup aroma tubuh yang selalu ia rindukan selama ini. 'Aroma ini, masih sama seperti beberapa tahun lalu.' "Aku sangat merindukanmu," bisik Damian lagi. Dulu, Damian sangat mencintai Irene. Tetapi, belum sempat Damian menyatakan perasaannya, orang tua Damian mengirimnya keluar negeri. Tindakan itu diambil orang tua Damian karena merka tidak menyukai Irene yang hanya seorang gadis biasa dan tidak setara dengan mereka. Mengetahui fakta sesungguhnya, ingin sekali Damian marah saat itu juga. Namun, dirinya saat itu bukanlah orang yang berkuasa. Jika dirinya terus memberontak melawan kedua orang tuanya, maka nyawa Irene yang menjadi taruhannya.Perlahan, Irene melepas pelukan Damian. Hatinya merasa lega karena bisa bertemu dengan seseorang yang sudah lama ia cari. Namun, begitu melihat reaksi Damian, Irene sedikit tercengang.Tatapan itu, bukan selayaknya tatapan seorang teman yang sudah la
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Bab 7 - Bertemu Teman LamaRobert masih mendengarkan penjelasan Irene.“Saya mohon Tuan percaya kepada saya. Tolong Tuan periksa CCTV dari ruangan desain. Di sana akan terlihat Sofia yang mendorong saya tetapi gagal hingga membuatnya terjatuh.”Setelah mendengar penjelasan Irene, Robert beranjak dari duduknya memutari meja kerjanya dan mendekati Irene.“Lalu, apa maksudnya ini?” Tunjuk Robert pada flashdisk di atas meja.“Di sini berisi banyak desain perhiasan yang saya kumpulkan selama ini. Saya bersedia memberikan seluruh desain buatan saya untuk perusahaan secara cuma-cuma tanpa ada tuntutan hak cipta.”Robert berpikir sejenak. Ini adalah tawaran yang menggiurkan. Robert tahu, Irene adalah seorang desainer unggul yang dimiliki perusahaannya. Setiap karya yang ia buat tidak pernah gagal dan selalu terjual habis.“Terus, kamu mau aku bagaimana?” tanya Robert lagi.“Saya mau Tuan membantu dalam kompetisi dua hari lagi. Biarkan saya tetap mengikuti acara ini. Saya ingin semua orang tahu kebusukan mereka selama
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 6 - Irene Mendorong SofiaSemua orang di ruangan itu nyaris tidak ada yang percaya dengan ucapan Irene. Setiap pembelaan yang keluar dari bibir Irene malah berbalik menjadi cacian untuk Irene sendiri.Mendengar kekasihnya mendapatkan masalah, Bastian sang manager langsung datang menghampiri.“Ada ini?” tanya Bastian begitu tiba.Salah satu teman Sofia menjelaskan duduk permasalahannya. Mendengar penjelasan mereka, Bastian semakin kesal dengan kekasihnya sendiri. Apalagi setelah melihat air mata Sofia, Bastian semakin murka kepada Irene.“Aku nggak nyangka ternyata kelakuanmu seperti ini! Padahal selama ini aku selalu mengira kamu orang yang berhati malaikat,” sarkas Bastian.Bastian langsung percaya begitu saja ucapan orang-orang. Padahal dia belum mendengar penjelasan kekasihnya sendiri.“Aku memang tidak melakukan apa-apa, Tian. Kamu tahu sendiri semua ini adalah des–”“Jangan merasa tersakiti, yang menjadi korban sesungguhnya di sini adalah Sofia!”Irene hanya bisa menghela nafasnya kasar. Ingin terkejut,
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 5 - TuduhanEntah kenapa hatinya kali ini terasa lega karena jauh sebelum ini Irene mendapat petunjuk. Jadi, dirinya tidak merasa menyesal atau sakit hati.“Karena, pada dasarnya sampah memang harus segera dibuang, Pak. Agar aroma busuknya tidak menyebar ke mana-mana.” Irene menggunakan perumpamaan kasar. “Sama seperti mereka yang harus diberi pelajaran setelah ini,’ lanjut Irene. Suaranya terdengar begitu lega.Tidak terasa mobil taksi tiba di depan rumah sederhana milik Irene. Selesai membayar, Irene langsung masuk ke dalam rumah dan menyalin semua rekaman dari ponselnya tadi ke laptop.Malam ini dia harus begadang untuk menyelesaikan desain yang disembunyikan. Rencananya, desain ini yang nantinya akan mengikuti kompetisi. Sedangkan desain yang Sofia salin tadi, adalah jebakan yang sudah Irene siapkan.‘Sudah tidak sabar lagi rasanya. Irene kamu pasti bisa.’***Sinar mentari pagi perlahan menembus celah jendela kaca yang tertutup oleh gorden berwarna coklat muda, memantulkan cahaya keemasan
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 4 - Merekam PerselingkuhanBab 4 - Merekam PerselingkuhanBegitu selesai makan, Irene mulai mengerjakan desain yang akan ia gunakan untuk lomba minggu depan. “Ir, caranya membuat gambarnya jadi lebih jernih pakai apa?” tanya Sofia. Karena berseberangan, Sofia pun ikut pindah duduk di samping kanan Irene. Sedangkan Bastian di sebelah kiri.Meski duduk terpisah, tangan Sofia dan bastian diam-diam saling berpegangan erat di belakang Irene.Tanpa mereka sadari, Irene sudah tahu apa yang mereka lakukan.“Tinggal tekan tombol ini saja,” tunjuk Irene.Hingga pukul sebelas malam mereka masih sibuk dengan desain masing-masing. Sedangkan Bastian sibuk dengan ponselnya yang sejak tadi bunyi pesan masuk. Entah dari siapa Irene sudah tidak ingin tahu.Irene mulai merasa tubuhnya lelah. Dia mengusulkan untuk segera mengakhiri pekerjaannya.“Kita lanjut besok saja gimana? Aku mulai ngantuk berat ini,” ucap Irene. Dia pun menyimpan desainnya dan mematikan layar laptopnya. Ini adalah salah satu desain Irene. Sebelumnya dia
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 3 - Memadu Kasih“Kita musti kerja keras nih!”Ucapan Sofia terdengar memuakkan di telinga Irene. Saat ini Irene baru saja tiba di depan rumahnya bersama Sofia dan Bastian.Sebenarnya Irene meminta Sofia pulang dulu karena dia harus membereskan rumahnya. Apalagi kekasihnya akan datang ke rumah, jadi rumah harus terlihat bersih.Sayangnya, Sofia memaksa pulang bersama dan berjanji akan membantu beres-beres.Pembicaraan Irene dan Sofia pun terdengar oleh Bastian. Kebetulan, saat itu Bastian sedang berjalan menuju ruangannya dan melewati meja kerja Irene.Tidak di sangka, Bastian yang tidak pernah mau membantu Irene membersihkan rumah sebelumnya, tiba-tiba saja dia menawarkan diri.“Sofia nanti juga ikut?” spontan Bastian bertanya.Irene hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.“Kalau begitu biar aku bantu kamu beres-beres rumah. Lagian nggak terlalu kotor banget, kan?”lanjut Bastian.Mendengar itu, Sofia kegirangan. Dia jadi lebih bersemangat untuk segera pulang.“Sekalian kita beli makan malam. Nanti
Last Updated: 2026-08-18