author-banner
Nama Pena Anar
Nama Pena Anar
Author

Novels by Nama Pena Anar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Bumi Ganendra mengira wanita anggun yang menginjak wajah hancurnya di sebuah gang kumuh, sedang menginginkan nyawa seseorang. Namun, tawaran yang dilemparkan Vania Valerine jauh lebih gila: menjadi suami pengganti di ranjangnya! . Demi menyelamatkan nyawa adiknya, Bumi terpaksa membuang identitasnya sebagai petarung jalanan, dan menjelma menjadi Aksa Valerine—konglomerat paling kejam di Jakarta—dengan satu tugas: menghamili Sang Nyonya Besar, dalam waktu satu tahun! . Bumi tak pernah mengira, di malam pertama sandiwara dimulai, ia akan menemukan rahasia mengejutkan: Wanita itu masih perawan! . Saat transaksi fisik berubah menjadi obsesi yang membakar, seseorang justru mengintai dari balik bayang-bayang, memastikan rahim Vania tidak akan pernah melahirkan seorang pewaris! . Ketika konspirasi berdarah mulai terkelupas, apakah Bumi—Aksa Valerine palsu—dapat keluar hidup-hidup dari kediaman Valerine?
Read
Chapter: Bab 7: Mau Merasakan Nikmatnya Bercinta?
Atmosfer di sekitar mereka mendadak membeku. Rey merasakan peluh dingin mulai merembes di balik kerah kemeja mahalnya. Tekanan yang diberikan pria di depannya ini, entah mengapa terasa jauh lebih pekat daripada Aksa yang ia kenal."M-maafkan kelancangan saya, Tuan. Saya hanya mencemaskan kesehatan Anda," jawab Rey dengan suara yang mendadak kehilangan sekat otorisasi formalnya."Urus saja pekerjaanmu dengan benar, Rey. Jangan sampai rasa ingin tahumu yang berlebihan itu... justru menuntun lehermu sendiri ke meja jagal," sahut Bumi dingin. Ia menepuk bahu Rey dua kali dengan telapak tangannya yang kuat—sebuah tepukan yang terasa seperti hantaman gada bagi mental sang pengkhianat.Tanpa menunggu balasan lagi, Bumi melanjutkan langkah kakinya menuju lift pribadi yang menuju langsung ke lantai atas—sayap khusus kamar utama pemilik kediaman Valerine. Vania mengikuti dari belakang dengan dada yang bergemuruh hebat akibat kombinasi rasa ngeri sekaligus takjub melihat bagaimana sang petarung
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: Bab 6: Bagaimana Aku Harus Menyikapimu?
Bab 6: Bagaimana Aku Harus Menyikapimu? Dua minggu kemudian. Keheningan malam itu terasa begitu mencekam. Lampu-lampu jalanan ibu kota berkelebat cepat, menampilkan garis-garis cahaya gemerlap samar pada kaca jendela yang memantulkan semaraknya kehidupan malam kota Jakarta. Namun, di dalam kabin mobil mewah itu, waktu seolah merayap lebih lambat. Jarak di antara dua anak manusia yang duduk berseberangan, mendadak terasa begitu jauh, hanya diisi oleh suara napas tertahan yang saling berkejaran. Bumi Ganendra—pria yang kini dipaksa takdir untuk menanggalkan identitasnya—duduk dengan punggung tegap bersandar pada jok kulit premium. Setelan jas tiga potong berwarna hitam legam melekat sempurna di tubuhnya, membungkus setiap jengkal otot liat yang dulu ia gunakan untuk bertahan hidup di ring bawah tanah. Bumi mengalihkan pandangannya pada pantulan dirinya sendiri di kaca mobil. Dua minggu sejak perban medisnya dibuka secara permanen, ia masih sering kali merasa asing dengan sosok yang
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: Bab 5: Bukan Aku, yang Mandul!
Keheningan yang dingin kembali menyergap ruangan itu begitu riak gairah perlahan surut. Di atas meja operasi logam yang kini ternoda oleh bercak merah kesucian, Vania Valerine bergerak turun dengan tubuh yang masih sedikit gemetar. Ia merapikan gaun sutra hitamnya yang kusut dengan terburu-buru, mencoba sekuat tenaga memungut kembali serpihan harga diri dan topeng es-nya yang baru saja hancur berkeping-keping. Namun, napasnya yang masih pendek dan tidak beraturan, mengkhianati usahanya.Bumi tetap berbaring di sana, bertelanjang dada dengan ketampanan yang liar dan unjuk maskulinitas yang mutlak. Sepasang mata elangnya tidak sedetik pun lepas dari gerak-gerik Vania. Ia menyunggingkan senyum tipis—sebuah kepuasan gelap seorang pria jalanan yang tahu bahwa ia telah berhasil menundukkan sang ratu di atas takhta keangkuhannya."Panggil mereka masuk," ujar Vania tiba-tiba, suaranya kembali dingin, meskipun ada sedikit serak yang tertinggal di tenggorokannya. Ia membelakangi Bumi, menolak
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Bab 4: Kamu... Masih Perawan, Nyonya?!
Lampu operasi di atas mereka seolah memancarkan pendar panas yang mendidihkan udara steril di ruangan itu. Keheningan klinik pribadi ini mendadak terasa begitu tipis, digantikan oleh deru napas dua anak manusia yang beradu dalam jarak satu milimeter.Vania masih mencoba mempertahankan kendali. Dengan sisa-sisa keangkuhannya, tangan kirinya yang bersarung tangan hitam transparan bergerak meraba sabuk celana Bumi, mencoba menanggalkan sisa kain yang memisahkan kulit mereka. Namun, di sinilah keanehan terjadi. Wanita yang biasanya memegang pena berharga miliaran rupiah dengan jemari tenang itu, kini bergerak dengan sangat canggung. Gerakannya kaku, terburu-buru, dan dipenuhi kepanikan yang berusaha ia sembunyikan di balik sorot mata elangnya. Vania mencoba menunduk untuk kembali menguasai bibir Bumi, tetapi ia justru kehilangan ritme. Sisi dominan yang coba ia pamerkan tampak gemetar, seperti seorang amatir yang nekat menantang predator buas di kandangnya sendiri.Bumi bukan pria bodoh.
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Bab 3: Dominasi Nakal Nyonya Besar di Ruang Steril
Sepuluh menit.Bagi sebagian orang, sepuluh menit hanyalah waktu yang singkat untuk menyeruput secangkir kopi panas atau menunggu kereta datang. Namun bagi Bumi Ganendra, sepuluh menit ini adalah sisa masa hidupnya sebagai manusia merdeka. Setelah ini, seluruh hidup dan raganya akan menjadi milik Vania Valerine sepenuhnya—sebuah properti mahal yang wajahnya akan dibentuk ulang sesuai dengan ambisi sang majikan.Langkah Bumi terasa berat saat ia memasuki lorong rumah sakit yang sunyi. Ia sama sekali tidak memedulikan tatapan aneh dan ngeri dari para perawat yang melihat tubuh tegapnya dipenuhi luka, darah, dan sisa lumpur jalanan. Di belakangnya, Vania berjalan dengan ketukan stiletto yang anggun namun tegas, seperti sesosok malaikat maut yang luar biasa cantik, namun memancarkan aura bahaya.Bumi berhenti tepat di depan kaca besar ruang ICU. Di balik sana, Laras masih terbaring diam. Namun, monitor di sampingnya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda darurat yang mengerikan. Angka-angkany
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Bab 2: Identitas yang Terjual
"Hamili aku."Dua kata itu menghantam kesadaran Bumi Ganendra lebih keras daripada pukulan balok kayu para preman beberapa menit lalu.Dunia di sekelilingnya mendadak hening. Tetesan hujan yang menghantam aspal tidak lagi terdengar. Ia menatap Vania seolah wanita itu baru saja kehilangan akalnya. Di dunia Bumi, uang besar tidak pernah datang cuma-cuma. Biasanya itu adalah harga untuk sebuah kepala, atau sebuah nyawa yang harus diakhiri.'Tapi apa tadi? Menghamili?!'Bumi menyipitkan matanya, mencari kebohongan atau sisa candaan di balik wajah porselen Vania Valerine. Namun, riak di mata wanita itu tetap sama: tenang, sedingin es, dan mematikan.Bumi spontan menarik kepalanya ke belakang, melepaskan rahangnya dari sentuhan jemari dingin Vania. "Kau sudah kehilangan akal sehatmu, Nyonya?"Bumi mendengus kasar, menyeka darah kental di sudut mulutnya dengan punggung tangan. "Aku mengira wanita kaya sepertimu datang ke gang busuk ini untuk menyewa algojo demi melenyapkan seseorang. Tapi a
Last Updated: 2026-05-24
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status