author-banner
Nama Pena Anar
Nama Pena Anar
Author

Novels by Nama Pena Anar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Bumi Ganendra mengira wanita anggun yang menginjak wajahnya di gang kumuh itu datang untuk membunuhnya. Namun, tawaran yang dilemparkan Vania Valerine jauh lebih gila: menjadi "alat" pemuas sekaligus suami pengganti di ranjangnya! . Demi menyelamatkan nyawa adiknya, Bumi terpaksa membuang identitasnya sebagai petarung jalanan, dan menjelma menjadi Aksa Valerine—konglomerat paling kejam di Jakarta—dengan satu tugas: menghamili Sang Nyonya Besar, dalam waktu satu tahun. . Bumi tak pernah mengira, di malam pertama sandiwara dimulai, ia akan menemukan rahasia mengejutkan: Wanita itu masih perawan, dan dirinya... hanyalah binatang buas yang baru saja menemukan mangsa terlezatnya. "Boleh aku coba gaya lain, Nyonya? Aku ingin kau merintih memanggil namaku, sampai fajar tiba." "Kau pikir kau bisa menggunakanku sebagai bidak?! Jangan bercanda. Kau yang memintaku masuk, dan sekarang, kau tidak akan pernah bisa menghentikanku semudah itu." "Jadi, katakan.. siapa yang kau inginkan di dalam tubuhmu sekarang? Suamimu, atau bajingan jalanan yang sedang menghancurkanmu ini?" . Saat transaksi fisik berubah menjadi obsesi yang membakar, seseorang justru mengintai dari balik bayang-bayang, memastikan rahim Vania tidak akan pernah melahirkan seorang pewaris! . Ketika konspirasi berdarah mulai terkelupas, apakah Bumi—Aksa Valerine palsu—dapat keluar hidup-hidup dari kediaman Valerine?
Read
Chapter: Bab 123
KLIK!Suara logam yang dikokang nyaring bergema, memotong seluruh jeritan dan keos yang baru saja meletup di dalam ruang sidang.Seluruh sipir, polisi pengaman, wartawan, hingga majelis hakim membeku kaku di tempat mereka berdiri. Beberapa petugas yang sudah menarik senjata api mereka mendadak menahan napas dengan sepasang mata membelalak horor.Pistol hitam yang berhasil dirampas Rey sama sekali tidak diarahkan ke arah hakim, aparat, ataupun pengunjung sidang.Moncong besi dingin itu... tertempel rapat di pelipis kanan Rey sendiri."JANGAN BERGERAK! REY, TURUNKAN SENJATAMU!" teriak kepala pengaman histeris dengan peluh dingin membanjiri dahi. "JANGAN BERTINDAK BODOH!"Di tengah kilatan lampu kamera wartawan yang membeku dan jeritan panik yang tertahan di udara, Rey berdiri sangat tenang.Tidak ada ketakutan di parasnya yang pucat. Rantai besi di tangannya terasa begitu ringan, seolah-olah seluruh penderitaan, rasa kotor, dan dosa yang menghimpit dadanya selama belasan tahun ini akan
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 122: Bibir Manis Terakhir!
Kematian Aris Valerine, sukses meninggalkan lubang hitam yang menghancurkan jiwa Sofia. .Nama Rey terus bergaung di dalam kepalanya.Pria yang pernah memeluk dan mengisi kesepian jiwanya... kini membusuk di dalam sel isolasi sebagai pembunuh berdarah dingin!Sofia tidak bisa tinggal diam. Menganulir fakta bahwa Rey adalah seorang kriminal, Sofia mengutus belasan pengacara papan atas untuk membela Rey. Ia ingin menyelamatkan pria itu. Namun, setiap kali tim kuasa hukum datang ke tahanan, Rey menolak mentah-mentah bantuan tersebut.Tak hilang akal, Sofia mengajukan permohonan jam besuk.Satu kali... lima kali... hingga puluhan kali surat permohonan itu ia kirimkan ke pihak lapas, semuanya berujung pada penolakan dingin dari Rey. Rey menolak menemui wanita itu.Sampai akhirnya, di sore terakhir sebelum hari persidangan digelar—saat batas jam berkunjung hampir ditutup—sebuah pesan singkat dari sipir sampai ke tangan Sofia: 'Terdakwa Rey bersedia menemuimu. Ini kunjungan terakhir, sebelu
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 121: Gema Eksekusi Sunyi
"JATUHKAN SENJATAMU! TIERUNGKAN DIRI DI LANTAI!"Suara bentakan histeris para sipir pecah mendominasi ruangan. Dua petugas berbadan tegap melompat maju, menyergap bahu Rey yang bersimbah darah dan membanting tubuhnya ke lantai semen yang dingin dan basah oleh genangan darah pekat milik Aris.BAM!Wajah Rey tertekan kencang ke lantai. Namun, sama sekali tidak ada perlawanan. Pria itu membiarkan tangannya dipiting ke belakang, ditarik paksa, dan diringkus dengan borgol besi ganda yang mengunci pergelangan tangannya hingga terasa menyayat kulit.Di samping sudut matanya, Rey menatap wajah Aris yang membeku kaku hanya berjarak beberapa senti dari pandangannya. Sepasang mata pangeran palsu itu membelalak hampa menatap langit-langit, membiarkan lautan darah dari lehernya terus mengalir membasahi lantai semen kusam.Parasit yang selama belasan tahun menggerogoti, mencuri, dan menghancurkan hidup Rey... kini telah musnah secara permanen."Lakukan pemeriksaan medis! Panggil dokter lapas sekara
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 120: Belati Kayu dari Neraka
Pukul sepuluh pagi.Sebuah sedan mewah berwarna hitam berkilat berhenti di depan gerbang besi Lapas Kelas I.Aris melangkah turun dari mobil dengan setelan jas mahal yang sangat rapi. Sepatu kulitnya yang mengkilap menyapu lantai semen kusam kawasan penjara itu dengan pendar keangkuhan yang nyata.Setiap sipir yang melewatinya menunduk hormat, menyambut sang "Pangeran Valerine" yang datang membawa aura kekuasaan dan uang.Aris menyapu sekelilingnya dengan tatapan jijik. Udara lembap berbau Karbol dan besi berkarat di dalam bangunan ini terasa begitu merendahkan martabatnya. Namun, senyum miring yang teramat puas mengembang di paras tampannya.'Hari ini, aku akan memberi makan anjingku', batin Aris jemawa.Sipir membukakan pintu besi tebal menuju ruang kunjungan khusus—sebuah ruangan sempit bertembok beton tebal tanpa jendela, hanya diterangi bohlam lampu kuning remang yang tergantung di langit-langit.Di seberang meja kayu kusam yang agak retak di sudutnya, sosok Rey sudah duduk kaku
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 119: "Titip Sofia..."
Matahari pagi merayap perlahan menembus celah-celah tirai tebal di ruang kerja Aris Valerine di lantai teratas Gedung Valerine Group.Suasana ruangan itu begitu hening, hanya didominasi oleh denting jarum jam dinding dan aroma kopi pahit yang mulai dingin. Aris duduk di balik meja mahoni raksasa, mengamati laporan keuangan perusahaan di layar laptopnya.Meskipun semalam ia berhasil memojokkan Vania dengan gertakan nama 'Bumi Ganendra', ada rasa ganjil yang terus menggelitik firasatnya. Mengapa Vania begitu tenang setelah kejadian semalam? Mengapa pria yang berpura-pura menjadi Aksa itu belum terlihat menampakkan batang hidungnya sejak subuh?Tok. Tok. Tok.Ketukan di pintu memecah keheningan. Sekretaris pribadi Aris melangkah masuk dengan ragu-ragu, membawa sebuah nampan perak yang di atasnya tergeletak selembar amplop cokelat kusam tanpa cap pos."Permisi, Tuan Aris. Ada kurir khusus yang baru saja mengantarkan surat ini," ujar sang sekretaris seraya membungkuk hormat. "Dia bilang
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 118: Surat Cinta dari Neraka
"A-Aris..." desis Rey parau, suaranya pecah dan bergetar hebat.Urat-urat di leher dan pelipis Rey menegang keras bagaikan rantai besi yang siap putus. Wajahnya yang kusam memerah padam, mata elangnya kini membelalak penuh aliran darah."AARRGGHH! BAJINGAN IBLISSS!"BAM! BAM!Rey menghantamkan kepalanya dan kedua tangannya yang terborgol ke atas meja kayu! Meja kusam itu bergetar hebat diiringi raungan histeris Rey yang melengking memecah keheningan malam penjara. Isakan penyesalan, tawa gila yang menyayat hati, dan murka murni dari dasar neraka meledak bercampur jadi satu dari tenggorokannya.Bumi hanya duduk kaku di seberangnya, memperhatikan kehancuran mental pria di hadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada simpati yang dalam, namun mati-matian ia tahan.Darah di tubuh Rey mendidih membakar dada. Otaknya menjerit histeris saat ingatan belasan tahun hidupnya melintas bagaikan rol film yang berdarah.Belasan tahun... Belasan tahun Aris mencuri jalan hidupnya!Belasan tahu
Last Updated: 2026-08-03
Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

"Kau tahu apa artinya, Amira? Mulai detik ini... Jika aku menyuruhmu membuat roti di dapur ini, kau harus membuat roti dengan kualitas terbaik. Dan... jika aku menyuruhmu untuk membuka lebar-lebar kedua kakimu untukku, di atas ranjangku... Kau juga harus melakukannya tanpa ragu. Persis seperti seekor anjing yang jinak, di hadapan tuannya. Kau paham?!" Sultan Rayyan Al-Fariz—penguasa tiran yang dingin dan angkuh—hidup dalam kegelapan yang hambar. Trauma masa lalu membuatnya membenci wanita dan kehilangan selera makannya akibat penyakit anoreksia yang dideritanya. Baginya, dunia ini hanyalah tempat yang penuh racun. Sampai ia mencicipi roti buatan Amira—dan merasakan gairah liar saat menatap bibir gadis itu... . Amira, seorang pembuat roti yang hancur karena terlilit utang dan dikhianati, tidak punya pilihan selain menandatangani kontrak "berdarah". Sultan Rayyan menawarkan kebebasan finansial, dengan satu syarat mutlak: Amira harus melayani apa pun yang ia minta, kapan pun ia mau! . Kesepakatan itu segera berubah menjadi permainan dominasi yang berbahaya! Di siang hari, Amira adalah koki pribadi yang memberikan kehangatan lewat masakannya. Namun di malam hari, di atas ranjang sutra hitam yang panas, Rayyan terus menuntut "menu tambahan" , untuk memenuhi nafsu dan obsesinya. . Saat Amira mulai terjebak dalam pesona pria yang memujanya di atas ranjang, Ibu tiri Sultan malah berusaha menyingkirkannya dengan berbagai cara! Di tengah intrik istana dengan segala kebusukannya, haruskah Amira pergi dan kembali ke kehidupannya sebagai rakyat biasa, atau menetap di istana megah itu dan melawan musuh-musuh mereka?
Read
Chapter: Bab 68: Keajaiban Semangkuk Mie
"Benda plastik murahan ini yang kau sebut makanan?"Rayyan meneliti bungkus mie instan di tangannya dengan kening berkerut tajam. Caranya memegang bungkus plastik berwarna merah itu sangat berhati-hati, seolah-olah ia sedang memegang benda peledak yang bisa meletus sewaktu-waktu.Amira tidak bisa menahan tawa kecilnya lagi. Kekehannya lolos begitu saja, memecah gairah yang sempat menggantung di udara sekeliling mereka.Dengan pipi yang masih merona merah dan napas yang belum sepenuhnya stabil, Amira buru-buru membetulkan bra serta mengancingkan piyama tidurnya yang sempat terkuak."Ini makanan yang sangat populer di antara rakyat jelata, Yang Mulia," sahut Amira lembut seraya beranjak turun dari atas ranjang tipisnya. "Sederhana, praktis, tapi dijamin sanggup mengocok selera siapa pun dalam waktu lima menit.""Lima menit?" beo Rayyan dengan nada skeptis, menaikkan sebelah alis tegasnya. "Apa tidak berbahaya bagi pencernaan?""Hamba yakin, lebih berbahaya jika perut Anda dibiarkan berb
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 67: Mie Instan? Apa itu?
"Kau tahu kenapa aku sangat takut untuk makan makanan buatan orang lain, Amira?"Amira menahan napasnya, menatap lekat ke dalam iris mata Rayyan yang mendadak meredup, diselimuti bayangan kelam dari masa lalu yang teramat pahit.Jujur... Ini adalah pertanyaan yang paling ingin Amira tahu, jawabnya.Amira yakin seluruh penghuni istana, dan mantan-mantan koki elite yang terusir dari istana ini, juga sama penasarannya!"Dulu..." desis Rayyan lirih. Nama itu meluncur dari bibirnya bagaikan jelang racun yang membakar tenggorokan. "Lima tahun lalu, ada seorang wanita yang dicalonkan menjadi permaisuriku."Amira menahan napas. Dada bidang Rayyan yang menempel padanya terasa menegang kaku."Wanita itu menyajikan masakan rumah untukku setiap hari. Makanan yang dikatakannya dibuat dengan penuh rasa cinta..." Rayyan terkekeh pahit—sebuah tawa dingin yang menggetarkan rongga dadanya. "Tapi di balik setiap suapan itu... dia menaruh racun pelan-pelan."Amira tersentak pelan. Matanya membelalak, me
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: BAB 66: Sisi Rapuh Sang Tiran
Satu hari berlalu sejak peristiwa kelam di penjara bawah tanah.Atas perintah mutlak Sultan Rayyan, Amira diberikan izin khusus untuk meliburkan diri dari seluruh urusan Dapur Utama. Namun, kebebasan itu tak lantas membawa kedamaian. Sepanjang hari, Amira memilih mengurung diri di dalam kamar pelayan yang sempit. Ia menolak menyentuh nampan makanan yang dibawakan Rania, membiarkan perutnya kosong seraya menatap hampa ke arah langit-langit kayu.Rasa kehilangan, pengkhianatan Sauzan, dan dinginnya tembok istana membuat gairah hidupnya menguap habis. Ia merasa benar-benar sebatang kara dan terasing di istana yang kejam ini.Malam kian larut ketika lorong pemukiman pelayan Istana Timur mendadak sunyi menyisakan pendar redup dari lampu dinding berwarna kekuningan.KRIET...Rania, rekan sekamar Amira, melangkah keluar dari pintu kamar seraya membawa nampan makanan Amira yang masih tak tersentuh.Rencananya, ia hendak menaruh nampan ini di dapur, lalu mengambil air minum untuk Amira. Namun
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 65: Pengkhianat itu Orang Terdekatku
Hhh... hhh...Deru napas Sultan Rayyan memburu hebat, memecah hening mencekam yang mencengkeram seluruh sudut Penjara Menara Barat.Bilah pedang platinum berukir emas yang biasanya memotong leher musuh tanpa ragu itu kini membeku kaku di udara. Hanya berjarak tak lebih dari sehelai rambut dari permukaan kulit leher halus Amira. Angin dingin akibat tebasan kilat itu masih menyisa, menerbangkan beberapa helai rambut hitam Amira yang melayang jatuh di atas tajamnya baja berpendar keemasan.Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kesultanan Al-Fariz, para pengawal melihat tubuh sang penguasa tiran itu bergetar hebat.Bukan karena kelelahan, melainkan karena rasa takut yang mendadak melumpuhkan sarafnya. Tangannya yang mencengkeram hulu pedang bergetar, matanya seketika membelalak lebar.Ia... hampir saja memenggal wanita itu.Amira Nabila Jika refleks tubuh Rayyan terlambat sepersekian detik saja, darah Amira pasti sudah membasahi lantai batu ini di tangannya sendiri."A-Amira...?" bisik Ra
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: BAB 64: Pertaruhan Nyawa di Sel Isolasi
SRET!Prajurit penjaga menarik kasar kain hitam yang menutupi kepala sang tahanan atas perintah mutlak Sultan Rayyan.Pendar merah dari obor api yang menempel di dinding batu lembap seketika menyinari paras yang terbelenggu di tengah sel. Wajah yang kini dipenuhi lebam kebiruan, sudut bibir pecah bersimbah darah kering, serta helai-helai rambut acak-acakan yang menempel lengket di dahi oleh keringat dingin.Keyakinan di hati Amira lenyap seketika. Seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis.Bukan sosok pengikut Selir Shahnaz yang menyimpan dendam. Bukan pula orang suruhan Ibu Suri Soraya.Melainkan Sauzan!...Gadis pelayan muda yang selama ini menjadi sosok paling dekat dengannya di Dapur Utama. Gadis yang selalu merangkul Amira saat menangis tertindas, gadis yang kerap berbagi sepotong roti gandum hangat bersamanya di malam-malam berangin, dan satu-satunya orang yang Amira anggap sebagai keluarga di tanah pengasingan yang asing ini."S-Sauzan...?" bisik Amira denga
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 63: Pembalasan Sang Penguasa
Matahari tepat berada di puncak kepala, membiaskan pendar cahaya terik keemasan menembus celah jendela-jendela tinggi Penthouse Suite. Suasana kamar utama itu terasa begitu hening dan hangat, hanya dihiasi deru napas Amira yang tertidur teramat lelap di atas peraduan akibat kelelahan luar biasa setelah badai gairah pagi tadi.TOK! TOK! TOK!Ketukan pelan namun tegas di pintu luar memecah kesunyian.Rayyan, yang kini sudah mengenakan jubah santai sutra hitam, berdiri dari kursi kerja di sudut ruangan. Sebelum melangkah menuju pintu, sang Sultan mendekati tepi ranjang.Jemari kekar Rayyan terulur, mengelus lembut puncak kepala Amira yang masih terlelap tenang. Dengan gerakan mantap, Rayyan kemudian menarik tirai beludru tebal yang mengelilingi ranjang king size-nya—menutup rapat seluruh celah hingga sosok Amira tersembunyi sempurna di dalamnya. Rayyan sama sekali tidak ingin ada pria lain, termasuk pengawal kepercayaannya, melihat atau menatap apa yang ia yakini, sudah menjadi milik p
Last Updated: 2026-08-04
You may also like
Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Male Adult · Miss Luxy
4.2M views
Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Male Adult · Irbapiko
568.4K views
Jatah Malam Untuk Mertua
Jatah Malam Untuk Mertua
Male Adult · WAZA PENA
436.0K views
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Male Adult · Galaxybimasakti
351.7K views
Nyonya Puas Abang Lemas
Nyonya Puas Abang Lemas
Male Adult · Arandiah
304.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status