Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah
ActionPetualanganFantasi TimurKuatIdentitas TersembunyiGeniusKultivasiReinkarnasiPembalasan Dendam
Long Tian, Penguasa Alam Dewa yang legendaris, dikhianati oleh wanita yang paling dicintainya tepat sebelum mencapai keabadian sejati.
Di ambang kematian, ia meledakkan jiwanya dan bersumpah akan kembali untuk membantai semua pengkhianatnya.
Dua ratus tahun kemudian, Long Tian terbangun di tubuh seorang pemuda lumpuh yang dihina sebagai sampah keluarga.
Namun mereka tidak tahu... di dalam tubuh rapuh itu bersemayam jiwa Kaisar Dewa yang pernah mengguncang langit.
Dengan teknik kultivasi terlarang, alkimia kuno, dan dendam yang belum padam, Long Tian akan bangkit sekali lagi.
Dan kali ini... seluruh dunia akan berlutut di bawah namanya.
読む
Chapter: BAB 10: Hak Istimewa Tamu AgungDebu tanah yang berterbangan akibat pengereman mendadak kereta mewah itu menyelimuti ujung halaman gubuk. Zhang Wei menahan ayunan tangannya, bilah angin Qi abu-abu di telapak tangannya bergetar tidak stabil saat matanya menangkap lambang emas Paviliun Seratus Obat yang terukir di dinding kereta. Di Kota Awan Biru, bahkan Kepala Keluarga Utama Long pun harus berpikir dua kali sebelum menyinggung faksi Alkemis tersebut.Pintu kereta terbuka, dan seorang pria paruh baya berjubah biru tua melangkah turun dengan tergesa-gesa. Master Lin. Wajah alkemis senior itu dipenuhi keringat dingin, namun matanya langsung berbinar lega begitu melihat Long Tian masih berdiri tegak di tengah halaman."Tahan tanganmu, Zhang Wei!" teriak Master Lin, suaranya bergaung tegas, memecah ketegangan yang sempat membeku di udara.Zhang Wei mengernyitkan dahi, menurunkan tangannya perlahan sambil memberikan penghormatan formal yang kaku. "Master Lin? Apa yang membawa seorang alkemis agung sepertimu ke area kumuh k
最終更新日: 2026-05-19
Chapter: BAB 9: Intervensi Utusan UtamaLangkah kaki para pengawal yang membopong Long Zhen baru saja menghilang di balik tikungan jalan setapak, namun atmosfer di halaman gubuk belum juga mereda. Long Tian menekan dadanya, merasakan sirkulasi darah yang bergejolak hebat di dalam tubuh fana ini. Getaran dari benturan dengan perisai Qi milik praktisi Kondensasi Qi barusan memaksa setitik darah segar kembali merembes dari sela bibirnya yang terkatup rapat.‘Wadah fana ini benar-benar menyedihkan. Baru memicu tiga persen dari gerak refleks Naga Terlarang, pembuluh darah di lengan ini sudah mulai retak halus,’ batin Long Tian sambil menelan kembali sisa darah di mulutnya dengan paksa.Tepat ketika Long Tian hendak berbalik masuk ke dalam gubuk, hawa dingin yang pekat dan terstruktur tiba-tiba berembus dari arah gerbang halaman, membekukan embun pagi yang menempel di ujung-ujung rumput liar.Dua sosok berjalan masuk dengan langkah teratur. Di sebelah kiri, seorang pria paruh baya mengenakan jubah brokat abu-abu dengan sulaman ben
最終更新日: 2026-05-19
Chapter: BAB 8: Taring Sang PenguasaHening yang mencekam mencengkeram halaman gubuk yang berlumpur. Sepuluh pengawal zirah hitam yang tersisa secara tidak sadar menurunkan posisi senjata mereka satu inci, terintimidasi oleh pemandangan dua rekan mereka yang tumbang tanpa sempat melepaskan satu pukulan pun.Long Zhen menatap kedua bawahannya yang pingsan, lalu mengalihkan pandangannya pada Long Tian. Kilat penghinaan di matanya kini bercampur dengan kewaspadaan yang pekat. Sebagai rubah tua yang telah bertahun-tahun mengelola faksi di dalam Keluarga Cabang Long, ia tahu ini bukan sekadar keberuntungan."Mengincar titik saraf Weizhong secara instan dengan tubuh tanpa aliran Qi yang stabil..." Long Zhen menggumam, suaranya terdengar seperti desis ular. "Kau bukan Long Tian si cacat. Siapa kau sebenarnya? Iblis mana yang merasuki tubuh sampah ini?"Long Tian tidak menjawab. Ia hanya mengatur napasnya yang mulai terasa panas di tenggorokan. Setiap detak jantungnya memompa sisa energi Napas Naga Terlarang untuk menekan rasa pe
最終更新日: 2026-05-19
Chapter: BAB 7: Badai di Kediaman LongCahaya emas redup yang menyelimuti tubuh Long Tian sepanjang malam perlahan menyusut, mengalir kembali melalui pori-pori kulitnya saat fajar menyingsing. Ketika ia membuka mata, sepasang pupil matanya berkilat sesaat dengan warna emas tipis sebelum kembali menjadi hitam pekat yang tenang.‘Napas Naga Terlarang berhasil menambal luka semalam, tapi wadah ini masih terlalu ringkih,’ batin Long Tian sambil menyeka sisa hawa panas di lehernya.Meskipun dadanya tidak lagi terasa sesak seperti setelah menghadapi Long Cheng, ia tahu sirkulasi energinya belum sepenuhnya stabil. Namun, di ranjang sebelah, ia bisa mendengar napas Qin Rou yang jauh lebih teratur. Efek pil herbal kemarin bekerja dengan baik; rona pucat di wajah ibunya mulai digantikan kehangatan yang stabil.Ketenangan pagi itu mendadak robek.Telinga veteran milik Long Tian menangkap gesekan rumput yang kacau diikuti derap langkah kaki yang berat di luar gubuk. Jumlahnya tidak sedikit setidaknya belasan orang. Bobot langkah mereka
最終更新日: 2026-05-19
Chapter: Bab 6: Satu Ranting Menghancurkan LangitLong Cheng tertawa terbahak-bahak, tawa yang dipaksakan untuk menutupi rasa ngerinya melihat ketenangan Long Tian. Di matanya, pemuda di depannya ini tetaplah "sampah" yang entah bagaimana mendapatkan sedikit keberanian. Bagi seorang kultivator tingkat ketujuh ranah Penguatan Tubuh seperti dirinya, mengalahkan seseorang yang bahkan tidak memiliki Qi yang stabil seharusnya semudah membalikkan telapak tangan."Merangkak pulang? Kau benar-benar sudah gila!" raung Long Cheng. "Lihatlah baik-baik perbedaan antara langit dan bumi, sampah!"Long Cheng menghentakkan kaki, membuat tanah di depan gubuk bergetar. Tubuhnya melesat maju dengan kecepatan yang lumayan untuk ukuran Kota Awan Biru. Tinjunya dilapisi energi Qi abu-abu yang samar, menciptakan tekanan udara yang cukup untuk mematahkan rusuk manusia biasa."Pukulan Pemecah Batu!"Long Tian berdiri mematung. Matanya yang tajam tidak melihat sebuah serangan hebat, melainkan serangkaian celah fatal. Di mata seorang mantan Kaisar Dewa, koordi
最終更新日: 2026-05-11
Chapter: Bab 5: Pembersihan Sumsum dan RacunLong Tian kembali ke gubuknya saat senja mulai memudar. Di tangannya, tas berisi seratus keping batu energi tingkat menengah terasa berat sebuah beban yang akan menjadi kunci kebangkitannya. Namun, prioritas utamanya bukan dirinya sendiri. Ia segera mendekati pembaringan ibunya, Qin Rou, yang napasnya kian memberat akibat racun Dingin Kronis.Tanpa membuang waktu, Long Tian mengeluarkan tungku tanah liat sederhana. Ia mulai meramu bahan-bahan dari Paviliun: Akar Naga Bumi, Kelopak Matahari, dan sari embun murni. Kali ini, ia tidak hanya menggunakan api biasa. Ia mengalirkan sedikit demi sedikit Qi dari Teknik Napas Naga Terlarang untuk menjaga suhu agar tetap stabil. Aroma herbal yang segar mulai memenuhi ruangan, mengusir bau apak yang selama ini mendekam di sana."Minumlah, Ibu," bisik Long Tian sambil membantu Qin Rou duduk.Cairan hijau zamrud itu mengalir di tenggorokan Qin Rou. Seketika, rona merah muncul di wajahnya yang pucat. Rasa hangat menyapu kedinginan yang selama sepuluh
最終更新日: 2026-05-11