Chapter: BAB 440: Gadis Bercadar HitamGang sempit di belakang Gedung Perdagangan Timur tenggelam dalam keheningan.Lentera-lentera tua memancarkan cahaya redup, menciptakan bayangan panjang di dinding batu yang lembap.Lin Meiling tetap berdiri.Ia tidak berani bergerak.Nalurinya mengatakan bahwa perempuan di belakangnya bukan seseorang yang bisa dihadapi secara sembarangan.Suara langkah pelan terdengar.Perempuan bercadar hitam itu berjalan mendekat.Jubah hitamnya tidak memiliki lambang sekte mana pun.Qi-nya tersembunyi begitu sempurna hingga Lin Meiling bahkan tidak dapat memperkirakan tingkat kultivasinya."Tenang."ucap perempuan itu."Aku tidak suka membunuh pelanggan."Lin Meiling sedikit mengernyit."Pelanggan?"Perempuan itu terkekeh pelan."Belum.""Tapi bisa saja."Lin Meiling perlahan membalikkan tubuh.Untuk pertama kalinya ia melihat sosok itu dengan jelas.P
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: BAB 439: Lin Meiling Menyusup ke Pasar SekteTiga hari setelah pengumuman Seleksi Antar-Puncak, suasana di Puncak Sembilan Kematian berubah semakin sibuk.Shen Luo dan murid-murid lain terus berlatih menghunus pedang tanpa henti.Yue Ran menjalani latihan pribadi bersama Long Tian setiap sore.Sementara Dan Yuheng berusaha menghidupkan kembali kebun obat yang hampir mati.Di tengah kesibukan itu, Long Tian memanggil Lin Meiling."Aku punya tugas untukmu."Lin Meiling mengangguk."Apa yang harus kulakukan?"Long Tian memandang ke arah pusat sekte."Pasar internal.""Cari tahu.""Siapa yang paling diuntungkan jika Puncak Sembilan Kematian dibubarkan."Lin Meiling tersenyum tipis."Tugas seperti ini...""...lebih cocok untukku."Pasar internal Sekte Pedang Abadi terletak di lembah yang menghubungkan berbagai puncak.Sejak pagi tempat itu telah ramai.Murid luar menjual ramuan.Murid dalam men
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: BAB 438: Kabar Buruk dari Aula UtamaSuasana Puncak Sembilan Kematian mulai berubah.Beberapa bangunan yang dahulu dipenuhi debu kini telah dibersihkan. Halaman latihan yang sebelumnya dipenuhi rumput liar mulai kembali terlihat rapi. Rak senjata yang hampir roboh telah diperbaiki oleh Gu Shan dan Luo Heng, sementara kebun tanaman obat sedikit demi sedikit hidup kembali berkat Dan Yuheng.Perubahan itu memang kecil.Namun bagi puncak yang telah lama ditinggalkan...Perubahan sekecil apa pun terasa sangat berarti.Pagi itu, seluruh murid kembali berlatih menghunus pedang.Sret!Sret!Sret!Gerakan mereka masih sederhana.Namun kini jauh lebih seragam dibanding beberapa hari sebelumnya.Long Tian berdiri mengawasi dari kejauhan.Sesekali ia membetulkan posisi kaki atau pergelangan tangan murid-muridnya.Tidak ada pujian.Tidak ada celaan.Hanya koreksi yang terus diul
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: BAB 437: Seribu Hunusan PedangKabut pagi kembali menyelimuti Puncak Sembilan Kematian.Seluruh murid telah berdiri rapi di halaman latihan. Di tangan masing-masing tergenggam pedang kayu yang mulai dipenuhi bekas keringat dan darah dari latihan beberapa hari terakhir.Mereka mengira hari ini Long Tian akan mengajarkan gerakan baru.Namun begitu Long Tian melangkah ke depan, hanya ada satu kalimat yang keluar dari mulutnya."Hunus."Semua murid saling berpandangan."Hanya itu?"tanya Luo Heng.Long Tian mengangguk."Seribu kali."Wajah beberapa murid langsung berubah."Seribu?"Gu Shan bahkan mengira dirinya salah dengar.Long Tian tidak mengulang penjelasannya.Ia hanya berdiri sambil menyilangkan tangan."Mulai."Sret.Pedang pertama terhunus.Masih ringan.Masih penuh tenaga.Sret.Hunusan kedua.Ketiga.
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: BAB 436: Teknik Dasar yang Menghina Para JeniusPagi itu, langit di atas Puncak Sembilan Kematian tampak cerah.Setelah beberapa hari menjalani latihan fisik yang melelahkan, seluruh murid kembali berkumpul di halaman. Tubuh mereka masih dipenuhi memar, tetapi sorot mata mereka jauh lebih hidup dibandingkan saat Long Tian pertama kali datang.Hari ini berbeda.Di hadapan mereka telah tersusun beberapa pedang kayu baru yang dibuat sendiri oleh Shen Luo dan Gu Shan semalam.Luo Heng menatap pedang-pedang itu dengan penuh harap."Akhirnya...""Kita akan belajar teknik pedang."Su Qing ikut mengangguk.Latihan fisik memang penting.Namun sebagai murid Sekte Pedang Abadi, mereka tetap percaya kekuatan sejati berasal dari teknik pedang.Bahkan Yue Ran yang biasanya tenang pun memperhatikan Long Tian dengan saksama.Ia ingin mengetahui jalan pedang seperti apa yang akan diajarkan.Long Tian berjalan ke tengah halaman.Ia mengambil se
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: BAB 435: Bekas Segel Pedang Bai JianKabut pagi masih menggantung di lereng Puncak Sembilan Kematian.Suara pukulan kayu kembali terdengar dari halaman latihan.Buk!Buk!Buk!Yue Ran telah berlatih sejak sebelum matahari terbit. Kedua telapak tangannya yang baru sembuh kembali memerah, tetapi ritme pukulannya tetap stabil.Tidak cepat.Tidak lambat.Seolah setiap gerakan telah menyatu dengan napasnya.Dari kejauhan, Long Tian memperhatikannya tanpa mengganggu.Tatapannya sesekali tertuju pada pergelangan tangan kiri gadis itu.Bekas Segel Pedang yang ia lihat kemarin masih terbayang jelas di benaknya.Segel seperti itu...Tidak mungkin dimiliki murid biasa."Yue Ran."Panggilan itu membuat gadis itu segera menghentikan latihannya."Iya, Senior.""Ikut denganku."Yue Ran mengangguk tanpa bertanya.Long Tian membawanya menuju sebuah tebing kecil di belakang puncak. Tempat itu sunyi dan jarang didatangi murid lain.Angin gunung bertiup perlahan.Setelah memastikan tidak ada orang lain, Long Tian akhirnya membuka pembicaraa
Last Updated: 2026-07-19