Skandal Pernikahan: Satu Malam Bersama Paman Suamiku

Skandal Pernikahan: Satu Malam Bersama Paman Suamiku

last updateHuling Na-update : 2024-09-01
By:  R. AngelaKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Rating. 1 Rebyu
123Mga Kabanata
13.8Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Nasya yang tengah liburan di Singapura, diminta pulang karena ayahnya sakit keras. Mendapati kepulangannya justru ingin menjodohkannya dengan seorang pria tak dikenal, Nasya tegas menolak. Tapi saat sang ayah mengancam lebih baik mati dari pada malu, Nasya tidak punya pilihan lain. Setali tiga uang, Dika, calon suaminya pun tidak bisa menolak perjodohan itu. Seharusnya pernikahan itu menjadi pernikahan yang sempurna karena lambat laun Nasya menyukai Dika yang lembut dan sangat menyayangi, bahkan tidak pernah bertindak kasar, tapi ternyata suaminya memiliki rahasia besar yang akhirnya diketahui Nasya. Namun ternyata, perasaan hancur dan kecewa tidak hanya dirasakan Nasya, Dika pun merasakan hal yang sama ketika mendapati sang istri juga memiliki rahasia besar di masa lalunya. Keduanya pun bicara, apakah biduk rumah tangga itu akan diteruskan atau justru harus bubar sampai sini. Namun, demi kepentingan satu dan lain, serta rasa sayang yang sudah tumbuh, keduanya memutuskan untuk bertahan. Ketika semua baik-baik saja, masa lalu Nasya muncul kembali, memporak-porandakan rumah tangga mereka. Rahasia apa sebenarnya ada dibalik pernikahan Nasya?

view more

Kabanata 1

1. Minuman Berbahaya

“Ahh... kenapa datang lagi, engh…”

Alya mencengkeram piyama tidurnya, rasa panas yang terus berdenyut di bagian bawah perutnya membuatnya ingin menjerit keras.

​Sudah dua tahun pernikahan ini berjalan, tetapi tubuh Alya seperti dipenjara oleh rasa dahaga yang menyiksa.

Suaminya, Rehan, tak pernah menyentuhnya. Bahkan pria itu selalu tidur membelakanginya.

Penolakan demi penolakan yang halus namun dingin itu meninggalkan tumpukan penderitaan bagi Alya. Setiap kali rasa rindu dan pemicu alaminya melonjak tanpa pernah mendapatkan pelepasan, aliran darah seperti menumpuk hebat di area panggulnya, menciptakan rasa tegang, bengkak, dan denyutan ngilu yang membakar hingga ke ujung saraf.

​Alya frustrasi. Ada apa dengan tubuhnya? Mengapa dia memiliki dorongan fisik yang begitu tinggi sementara suaminya sendiri seolah jijik padanya?

Karena dorongan rasa malu dan bingung yang memuncak itulah Alya akhirnya mendatangi rumah sakit malam itu juga.

Dia butuh jawaban medis atas siksaan fisik yang tak sanggup lagi ditanggungnya. Ia harus diobati.

​Sembari memegangi perut bawahnya, Alya mendorong paksa pintu sebuah ruang praktik yang sedikit terbuka.

​"Dok, tolong... Bagian intim saya sangat sakit," cicit Alya dengan nafas memburu.

​Pria bersetelan jas rapi yang berada di dalam ruangan itu mendadak menghentikan gerakannya.

Dewa Erlangga, pria dengan tatapan mata tajam, mengerutkan alis. Dia sebenarnya hanya ingin mengambil kunci mobilnya yang tertinggal di meja ruang praktek sahabatnya, Dokter Aris.

​"Maaf, Nona. Dokter Aris sudah pulang, saya…" Dewa bermaksud menjelaskan bahwa dia bukan dokter yang bertugas.

​"Dok, cepat... ini benar-benar sakit!" potong Alya dengan mata berair, tak mampu lagi menahan sengatan ngilu yang menjalar di selangkangannya. "Saya nggak tahan..."

​Melihat wanita di hadapannya hampir ambruk dan memegangi sudut meja, naluri mendasar Dewa, pria yang sempat menyelesaikan pendidikan kedokteran sebelum dipaksa memegang bisnis keluarga, mengambil alih.

Dilihat dari reaksi wanita itu, sedikit banyak Dewa bisa menerka apa yang terjadi.

​Dewa pun menghembuskan nafas pelan, mengunci pintu ruangan dari dalam, lalu mengambil sarung tangan steril.

​"Berbaringlah biar kuperiksa," ujar Dewa.

​Alya menuruti perintah itu dengan gemetar. Saat posisi lututnya ditekuk dan terbuka, Alya menatap langit-langit ruangan dengan jantung berdebar keras.

​Dewa mendekat sambil memakai sarung tangan steril lalu perlahan menyusup masuk ke dalam bagian intim Alya.

​"Nghh...!" Alya merintih keras, tangannya refleks meremas kemeja Dewa.

​"Tahan. Otot kamu mengalami spasme karena penumpukan aliran darah yang berlebihan di area panggul," bisik Dewa sembari jari-jarinya melakukan pijatan relaksasi mendalam pada jaringan internal Alya yang tegang.

"Ini reaksi dari respons hyper-arousal yang tertekan. Tanpa penanganan atau relaksasi, pembuluh darah kamu akan terus membengkak dan memicu denyutan ngilu seperti ini."

​Alya menggigit bibir bawahnya. Di antara rasa sakit yang perlahan terurai, ada sentuhan melegakan yang menyengat syarafnya.

Dewa terus memijat, membuat Alya semakin terbang melayang. "Ahh..."

​Dirasa cukup, Dewa menarik tangannya keluar.

Ugh…

Desahan itu kembali lolos begitu saja, membuat Dewa menatap Alya dengan senyum tipis. "Sepertinya pijatanku membuat kamu nyaman, apa masih sakit?"

Alya masih memejamkan matanya, masih menikmati kelegaan yang mendalam itu. Lalu dia mengangguk lemah dengan wajah merah padam.

“Maaf, Dok,” kata Alya gugup.

“Tak masalah,” sahut Dewa sambil membuang sarung tangan ke tempat sampah. “Saya sarankan agar tidak menahan hasrat gairah yang datang, keluarkan saja. Segera lakukan hubungan intim dengan pasangan, dan besok lakukan pemeriksaan lagi dengan Dokter…”

“Saya paham, Dok,” potong Alya. "Terima kasih."

Diselimuti rasa malu yang teramat sangat karena baru saja disentuh begitu intim oleh seorang pria, serta disadarkan akan fakta medis tentang tubuhnya sendiri, Alya menurunkan kakinya.

Wanita itu tidak membiarkan Dewa menyelesaikan kalimatnya, padahal Dewa ingin merujuknya ke dokter Aris, teman sekaligus dokter yang sesungguhnya.

“Nona, tunggu, saya belum selesai…”

Bukannya mendengarkan, Alya malah bergegas merapikan pakaian, menyambar tasnya, dan berlari keluar ruangan.

​Dewa terkekeh pelan melihat kepanikan wanita itu. Namun, saat berniat berbalik mengambil kunci mobilnya, mata Dewa menangkap sebuah benda kecil yang terjatuh di lantai.

​Sebuah lanyard bertali biru. Dewa memungutnya dan membacanya perlahan.

​ALYA NINDITA, Staff Erlangga Group.

Melihat itu, ​sudut bibir Dewa terangkat membentuk seringai penuh makna.

"Alya Nindita... Dunia ternyata sesempit ini."

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rebyu

Lily Basuki
Lily Basuki
suka ama ceritanya, kalo nasya dan Chris jadi nikah ulang, kira kira gimana kelanjutannya ya
2024-06-27 22:40:43
2
0
123 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status