Chapter: 7. A Sudden Plot.Mata Ivy membulat sempurna. Lidahnya mendadak kelu dihantam sebuah pertanyaan yang begitu telak. Di benaknya, seketika muncul kebingungan besar tentang siapa laki-laki di hadapannya dan kenapa dia bisa tahu kalau cincin ini bukan miliknya. Tapi demi apapun, diseret paksa saat hukuman dari sang guru killer sedang berlangsung, kemudian dituduh sebagai pencuri, sama sekali bukan sesuatu yang bisa Ivy tolerir. Apalagi tudingan itu melayang dari seseorang yang tidak ia kenal. Setelah mengesampingkan rasa bersalahnya untuk sementara waktu, Ivy melipat kedua tangan di depan dada. Mencoba bersikap defensif dengan meninggikan dagu, sementara raut wajahnya memancarkan ekspresi permusuhan yang nyata. "Jangan asal tuduh, ya! Memangnya kamu siapa berani bicara seperti itu padaku?"Lucas tersenyum mencemooh. Pria jangkung itu mulai memangkas jarak di antara mereka tanpa sedikit pun melepas tatapannya dari Ivy. Langkahnya mengintimidasi. Memaksa Ivy untuk terus mundur, hingga tubuh mungilnya tengg
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: 6. Kesan Pertama.Ivy menghela napas panjang. Ada lingkaran hitam di bawah matanya dan dia sangat mengantuk sekarang. Sambil menguap yang entah sudah ke berapa kali, gadis dengan iris sewarna madu itu membolak-balik asal halaman buku paketnya. Berharap beban yang menggelayuti mata segera terdistraksi sehingga dia bisa fokus menghadapi jam pelajaran pertama yang diisi oleh pak guru paling galak di sekolah. Namun perlawanan Ivy akhirnya tumbang tak lama kemudian. Dia menjatuhkan kepala di atas tangannya yang terlipat. Mencoba memanfaatkan sisa waktu sebelum bel masuk berbunyi. Baru saja kesadarannya menipis, sekelebat bayangan muncul secara paksa begitu kegelapan datang mengambil alih. Di balik kelopak mata yang terpejam, visual mimpi semalam kembali berputar. Kekacauan, suara teriakan, lalu wajah perempuan misterius yang mendadak muncul, membuat napasnya tertahan dan dia pun tersentak bangun. Tubuh Ivy menegak. Matanya bergerak liar, berusaha mencerna situasi sekeliling sampai dia sadar bahwa dirinya m
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: 5. Mimpi yang MenghantuiDi tepi tempat tidur, Ivy duduk terpaku dengan pandangan kosong tertuju pada lantai kamarnya yang dingin. Perlahan tubuhnya mulai meringkuk. Memeluk lutut dengan kedua tangan gemetar, sementara kesedihan menusuk bersembunyi di bawah kepalanya yang tertunduk dalam. Dalam kesuraman itu, isi kepala Ivy masih saja memutar ulang kejadian barusan. Rasanya masih tidak masuk akal. Bagaimana mungkin pertengkaran hebat yang terjadi tadi, disulap sedemikian rupa sehingga tampak seperti tidak pernah terjadi apa-apa? Tidak memberikan jeda untuk menangis lebih lama, ibunya tanpa banyak basa-basi langsung mengerahkan seluruh tenaganya demi terlihat "biasa saja". Membersihkan sisa-sisa kekacauan secepat yang ia bisa, memasak makan malam, mengajak Ivy makan bersama dalam keheningan yang mencekik, lalu masuk ke kamar masing-masing. Semua itu mereka lakukan tanpa membahas apa pun. Baik itu rencana untuk kabur, atau tentang gundik ayah yang hamil bahkan ingin dinikahi. Ivy menghela napas berat. Top
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: 4. Hubungan yang RetakLima Belas Tahun yang Lalu. “Ma, aku pulang.” Prang! “Lebih baik kau bunuh aku sekarang juga!” Ivy membeku di ambang pintu menerima sambutan yang tidak biasa itu. Menatap nanar pecahan vas bunga yang berserakan tepat di bawah kakinya, lalu berpindah ke arah kedua orang tuanya yang sedang bertengkar hebat untuk ke sekian kali. “Jangan terlalu mendramatisir, Sara! Itu hanya masalah kecil.” "Selingkuh sampai gundikmu hamil kamu bilang masalah kecil?! Dimana otakmu?!" Jeff malah memutar malas kedua bola matanya. “Ya memang kecil. Aku cuma menghamili perempuan lain, bukan membunuh orang. Lagi pula, selama aku masih membiayai keluarga ini, apa yang kamu ributkan?" “Aku istrimu, Jeff! Kamu pikir uangmu bisa mengganti kehormatanku yang kamu injak-injak? Kamu pikir makan enak dan rumah mewah ini cukup untuk membayar rasa malu karena suamiku punya anak haram di luar sana?! Tidak hanya memiliki anak haram, kau bahkan ingin membawanya ke sini. Kurang gila apalagi coba?!" “Tutup mulut
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: 3. Tidak Ada Jalan Keluar! "Mau apa kamu! Aku benar-benar akan membunuhmu kalau kau macam-macam!" bentak Ivy ketika Lucas kembali mencondongkan tubuh ke arahnya. “Pinjam sebentar, ya, Cantik.” Hanya dengan sebuah usaha kecil, Lucas berhasil membuat wanita itu membubuhkan cap ibu jarinya ke dokumen yang sengaja dia buat untuk menyiksa Ivy. Dokumen yang Lucas paksa untuk Ivy tanda tangani sama sekali bukan untuk melemparkannya ke rumah bordil mana pun, atau untuk menjual organ dalam Ivy ke organisasi ilegal demi meraup untung. Lucas hanya ingin mengikat Ivy. Mengekangnya sampai gadis itu paham bahwa dia tidak memiliki tempat di mana pun selain di sisi Lucas. "Jangan memelototiku terus.” Lucas terkekeh. “Aku tahu, kamu penasaran sama ini, kan?” Jelas Ivy penasaran tapi dia tidak menjawab. Hanya menampakkan raut wajah siap membunuh kapan pun ada kesempatan. “Ini dokumen pernikahan,” jawab Lucas tanpa beban. Senyum polos menawan layaknya seorang anak kecil yang kegirangan setelah dibelikan mainan, muncul m
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: 2. Pria Baik yang Berubah Menjadi Jahat.“Lucas... lepas!" Ivy kesulitan bicara dan suaranya terbata. Alih-alih menuruti permintaan itu, cengkeraman tangan Lucas justru pindah ke leher Ivy. Meski tahu apa yang dia perbuat sangatlah menyakiti gadis yang dulu pernah membuatnya jatuh hati setengah mati, Lucas tampak masa bodoh dan gilanya dia justru merasa puas. Hazel Lucas memindai wajah gadis di hadapannya lekat-lekat. Menelusuri matanya yang terbelalak karena kesulitan bernapas, menikmati ekspresi rasa sakit yang ditunjukkan oleh Ivy, menyukai bagaimana dia bisa mengintimidasi Ivy sambil menanamkan rasa takut ke hati gadis yang berhasil dia sandera. "Lucas... tolong... lepas! Sakit!" "Apa? Lepas katamu?" Lucas berdecih. Mencemooh Ivy yang seperti sedang meminta hal paling mustahil padanya melalui seringai di bibir. "Kalau aku tidak mau bagaimana?" "Ak-aku... tidak bisa... ber-napas!" "Kalau bicara yang jelas. Jangan terbata-bata seperti itu. Aku kan jadi tidak dengar. Coba katakan sekali lagi, " kata Lucas. “Yang keras
Last Updated: 2026-06-09