LOGINSierra Suelita gadis miskin, menikah dengan pemuda konglomerat bernama Zucca Gervaso Hugo, penerus satu-satunya Hugo grup. Tanpa cinta, mereka disatukan karena Nyonya Yoana—ibunya Zucca—tidak sengaja diselamatkan oleh Serra. Nasib baik tak memihak pada gadis malang itu, Zucca mengira Serra hanya mengincar kekayaan mereka dengan berpura-pura bersikap lugu.
View More「久遠さん!しっかり!」
ストレッチャーに載せられ、救急車へ運ばれる私は、腹部を襲う激しい痛みに、不安はますます募っていく。スマホの画面に付いた血の跡に構う余裕もなく、発信音を聞きながら、視界が少しずつ滲んでいく……足の間を伝わる生温い感覚、止めどなく流れているであろう体内から排出される血。それと対比して私の体温は下がって行く。救急車の中の医療スタッフの切迫した声が響く。
プツ……
電話が繋がった。
「……用件は?」
スマホから聞こえて来る冷たい声。夫の久遠湊の声だ。その声は落ち着き払っていて、私とは少しでも言葉を交わしたくないという感情がその声のトーンで読み取れる。
「湊……大変なの……私、血が、出て……赤ちゃんが……」
一瞬の静寂。答えが返って来ないその数秒は私にとって何よりも長く感じた。
「血……? 赤ちゃん?」
湊の声は“私が何を言っているのか全く分からない”といった雰囲気だ。そして大きな溜息が聞こえ、湊が冷たく言う。
「同じ手口を何度使うつもりだ?」
スマホの向こうからガヤガヤと声がしている。
「俺は忙しいんだ、君も知っているだろう? 君の芝居に付き合っている暇は無いんだよ」
私は涙を流しながら言う。
「違うの……本当に……!」
そこまで言って痛みが走る。言葉が切れてしまう。それでも伝えなくちゃいけないと思い、言う。
「今、救急車で……運んで貰ってて……」
その時だった。
「湊さん、誰と話してるの?」
スマホの向こうから女性の声がする。柔らかく甘えた口調、そしてその声の主を私は知っている。その声を聞いた瞬間、思わず息を呑み、心臓が強く跳ねる。
柔らかく甘えた口調、そしてその声……まさか、彼女……?
―——そんなはず、ない……
「くるみ……何でも無いんだ。大丈夫」
湊の言葉は重い一撃のように、私がずっと目を背けてきた予感を容赦なく裏づけた。
――くるみ……やはり、彼女だった。我が家の家政婦の娘の名前。
(湊は今、彼女と一緒に居る……どうして彼女と一緒に居るの?)
「ねぇ、湊さん、一緒に検査結果を聞きに行ってくれない?」
甘えるような声でそういう彼女に湊がふわっと笑うのがスマホ越しでも分かる。“何でも無いんだ”その一言を聞いただけでも分かる。私と話す時と彼女と話す時の声のトーンやその態度の違い。あんなに優しい声で話す湊は、私はもう何年も見ていない。
(でも、どうして……?湊は今……なぜ彼女と一緒にいるの?)
その疑問が、頭の中でグルグル回る。鼓動が激しくなり、息が苦しい。流産の危機に瀕しているから、鼓動が激しいのだと自分に言い聞かせる。私は震える体で息を吸い込み、血のついたスマホを握り締め、何度となく浮かんでは消える同じ質問を言葉にする。
「湊……何でくるみと……どうして……」
直後、スマホの向こうでアナウンスが流れる。
「愛沢くるみさん、妊婦検診でお待ちの愛沢さん、診察室三番へどうぞ~」
それが聞こえて来た次の瞬間にはプツッと通話が切れ、ツーツーツーと冷たい電子音が響いていた。
妊婦検診――
その言葉が私の心を引き裂く。
乾いた笑いが込み上げて来る。笑っている筈なのに涙が溢れて止まらない。もう手に力が入らなかった。手からスマホが滑り落ち、救急車の床にスマホが乾いた音を立てて、転がった。
(……そうだったのね)
両脚の間に温かい感触が伝わり、体内の血液は止めどなく流れ出す。それに反して私の体温は少しずつ下がっていく。
なんて、滑稽なんだろう。
私が流産の危機に瀕している時。
私の夫は他の女の妊婦検診に付き添っている。
しかもその女は、私の家の家政婦の娘だ。
「久遠さん、点滴をしますよ」
医療スタッフがそう言い、私の腕に針を刺す。痛い筈のその感覚を私はもう無くしていた。
乾いた笑いが込み上げる。すぐに痛みが走って笑っていられなくなる。手が冷たくなっていき、感覚が無くなっていく。医師である自分でもこの状態が良くない事は分かっている。
(きっと、もう、ダメ、なのよね……)
意識が朦朧とする中で、私はもう二度と目覚めたくない、と心から思った。
Malam yang Indah___Hujan turun begitu deras malam ini membuat suasana semakin dingin, Zamora kini telah berpindah kamar. Bukan lagi di kamar pelayan, tetapi telah satu pintu dengan Tuan Raffa. "Kau hanya boleh membawa selimut, tidur di balkon dan jangan masuk jika tidak ada perintah dari ku. Apa kau mengerti?" "Tapi, Tuan ... bagai mana kalau saya ingin ke kamar mandi?" Zamora dengan cepat memberikan sebuah pertanyaan yang masuk diakal. Benar juga apa yang di katakan oleh Tuan muda Raffi, Zamora adalah gadis yang pintar. "Apa kau sebocor itu jika sudah terlelap?" Zamora mengangguk lugu. "Menyusahkan. Baiklah, kesempatan hanya ada dua kali. Pergunakan sebaik mungkin." Prayoga Raffa menaruh kedua tangan nya di pinggang. "Ingat. Kau hanya punya kesempatan masuk ke kamar mandi dua kali. Selebih nya tahan sampai besok pagi. Mengerti?!" "Mengerti." Zamora menghela napas kasar berkali kali, udara malam ini begitu dingin menusuk tulang. Bagai mana mungkin ia akan tidur di ruangan t
Sedikit Rasa Prayoga Raffa baru saja keluar dari ruangan meeting. Deni mengikuti dari belakang. Lelaki itu tampak begitu serius saat melakukan pekerjaan. "Untuk beberapa hari ke depan, seperti nya kita akan sibuk." Pria tampan itu merogoh saku jas nya, mengambil sebuah kotak hitam kecil berbahan beludru, berisi sepasang cincin di dalam nya. Menatap nya sekilas lalu memasukkan nya kembali sebelum Deni melihat benda itu. "Benar, Tuan. Bahkan sampai akhir pekan nanti." Asisten setia itu mengingatkan kembali jadwal padat mereka. "Pelayan itu ... bukan. Maksud ku, istri ku. Kapan dia boleh pulang?" Mendengar kata kata yang tak biasa seperti itu, sontak saja membuat Deni terkejut dan menahan senyum di dalam hati nya. "Oh, dia sudah bisa pulang nanti sore, Tuan. Saya sudah menyuruh Boy untuk menjemput nya." Baru saja ia ingin berbicara kembali, telepon berdering. Nesya Amanda yang menelpon. Prayoga Raffa langsung mengheningkan suara ponsel nya. Lima panggilan tak terjawab dari mode
Cemburu___Sebuah mobil mendarat di halaman yang begitu luas melewati gerbang tinggi. Pintu mobil terbuka, seorang pemuda keluar mobil sport hitam milik nya. Berjalan menelusuri jalan menuju pintu utama kediaman keluarga Kuncoro. Tiba tiba saja langkah nya terhenti ketika melihat seorang wanita paruh baya tersenyum kepada nya. Senyuman ternyaman yang selalu ia dapatkan selama 28 tahun ini. "Akhir nya kamu pulang juga," ucap wanita itu dengan suara begitu lembut. "Ma ... ngapain di situ?" tanya Prayoga Raffa berjalan cepat dan memeluk ibu nya yang sedang menyiram tanaman angrek. "Biasa, lagi merawat bunga cantik ini." "Kan, bisa suruh Lasmi yang menyiram?" Prayoga Raffa memeluk erat ibunya, seolah sudah puluhan tahun tak bertemu. "Kamu tidur di sini, kan?" Nyonya Handayani bertanya tanpa membalas ucapan anak nya. "Iya. Raffa kangen sama masakan Mama." Baru juga dua hari mereka tidak bertemu, tetapi ibu dan anak itu merasakan rindu yang teramat dalam. "Adik mu, ya, yang menyur
*** Zamora mengelus perut datar nya, "Apakah kamu baik baik aja di dalam sana, Nak?" "Aku berjanji, akan membawa kalian pergi dari sini. Aku tidak akan meninggalkan mu bersama dengan Tuan muda dingin itu, meski pun sebenar nya memang dia adalah ayah mu." Zamora melirik jam dinding, kini jarum jam telah menunjuk ke angka satu siang. Gadis itu terus menghibur diri, entah kenapa dia merasa sedih dan kecewa. "Tuan Raffa menolak ku, maka nya dia tidak pulang." Lagi lagi dia berbicara sendiri di depan kaca. Masih memakai kemeja yang kebesaran, tidak tau ingin melakukan apa lagi gadis itu pun membaringkan tubuh nya kembali di atas kasur mewah. "Sarapan Tuan muda pasti sudah dingin, lebih baik aku memakan nya dari pada kebuang." Tiba tiba dia bangkit dari posisi tidurnya, bergegas ke dapur untuk menghabiskan sarapan yang ia buat tadi. Saat suapan terakhir hampir mendarat ke dalam mulut nya, derap langkah seseorang terdengar semakin dekat. Pintu terbuka, tetapi Zamora masih belum menya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.