author-banner
author riq
Author

Novels by author riq

TERJEBAK HASRAT SANG MAJIKAN

TERJEBAK HASRAT SANG MAJIKAN

Bagi Rian Nugraha, bekerja di mansion mewah Surabaya adalah satu-satunya cara menyelamatkan kuliahnya. Namun, ia justru terjebak dalam obsesi berbahaya Nyonya Kirana, sang majikan cantik yang kesepian akibat diabaikan suaminya, Tuan Bima. Dari teror foto bersilang lipstik merah hingga malam pertama yang panas di kamar utama, Rian terlanjur melanggar batas suci kasta pelayan dan majikan. Kini, janji Rian untuk berhenti langsung hancur setelah Pak Sentot menemukan kancing kemejanya tertinggal di atas karpet bulu kamar sang nyonya besar. Apakah penyamaran hubungan terlarang ini akan langsung terbongkar dan menghancurkan hidup Rian, atau ia akan semakin tenggelam... Terjebak Hasrat Sang Majikan?
Read
Chapter: Bab 8
Di salah satu layar pengawas, terlihat gambar koridor luar kamar utama dan jalur kabel di plafon mansion."Aku mengetuk jendela untuk memperingatkan kalian, Rian!" tegas Pak Sentot dengan mata menajam."Kalian terlalu bodoh dan dimabuk nafsu! Kalian pikir cuma Kirana yang memasang kamera tersembunyi di rumah ini?!"Rian mengerutkan dahi, hatinya mendadak mencelos tajam. "Maksud Bapak apa?"Pak Sentot bangkit dari kursinya, berjalan mendekati salah satu monitor berukuran besar.Ia menekan beberapa tombol pada keyboard tua di mejanya, hingga layar monitor itu menampilkan rekaman frekuensi sinyal tersembunyi."Kamera tersembunyi yang terpasang di atas lampu gantung kamar utama itu... memang milik Nyonya Kirana," jelas Pak Sentot pelan."Tapi apa yang Nyonya Kirana tidak tahu adalah... Tuan Bima sudah menyadap seluruh jaringan kamera itu sejak tiga bulan lalu!"DEG!Jantung Rian serasa berhenti berdetak seketika.Darah di tubuhnya mendadak dingin membeku."A-apa?!" bisik Rian d
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 7
Di atas lantai semen yang berdebu itu, terdapat bercak air yang masih basah, seperti tetesan dari pakaian atau kain yang baru saja diperas.Dan tak jauh dari bercak air itu, ada sebuah benda kecil berwarna emas berkilat di bawah temaram lampu.Rian mengulurkan tangannya, memungut benda tersebut.Itu adalah sebuah kancing jas berbahan logam kuningan yang terlepas, dengan ukiran logo jangkar kecil di tengahnya.Rian membelalakkan matanya saat mengenali logo tersebut."Ini... ini kan kancing seragam kepala pelayan?!" bisik Rian terperangah."Kancing seragamnya Pak Sentot!"Pikiran Rian mendadak kacau.Pak Sentot? Orang tua yang tadi sore menyelamatkannya dari jebakan lemari?Pria tua yang tampak lemah lembut dan penurut itu... apakah dia selama ini bekerja sebagai mata-mata Tuan Bima untuk mengawasi setiap gerak-gerik Kirana?"Waduh, Gusti... ternyata Pak Sentot mukanya dua!" umpat Rian penuh amarah tertahan."Pantesan tadi dia pura-pura mecahin gelas wiski buat nyelametin aku
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 6
Uap hangat di kamar mandi berdinding kaca buram itu mendadak terasa dingin dan mencekam.Gemercik air shower yang tadinya terdengar sensual kini berubah menjadi suara latar yang mengintimidasi.Di balik kaca buram yang berkabut, bayangan samar sosok tinggi tegap itu perlahan memudar, menyatu dengan kegelapan lorong rahasia di luar sana.Rian membeku di tempat, mematungkan seluruh gerakan tubuhnya."Si Bambang" yang beberapa detik lalu baru saja menumpahkan benih panasnya dan masih tersisa gairah, seketika menciut layaknya kerupuk kena air hujan.Rasa panik yang luar biasa mendadak menjalar gila-gilaan dari telapak kaki hingga ke ujung kepalanya."Waduh, Gusti... mampus aku!" batin Rian histeris, otaknya mendadak blank."Itu siluman apa manusia yang ngetuk jendela?! Kelihatan jelas banget tadi dari luar! Kalau itu mata-matanya Tuan Bima, fix besok namaku cuma tinggal nama di batu nisan!""Rian... kenapa diam aja, ada yang kami pikirkan?" bisik Kirana dengan suara parau yang gem
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: BAB 5 Siksa Manis Di Kamar Mandi
Pintu kamar mandi ditutup rapat. Uap hangat langsung naik dari shower yang Kirana nyalakan setengah. Kaca buram di sekeliling dinding bikin ruangan itu terasa pengap, basah, dan penuh godaan.Rian masih sempat melirik ke jendela yang tadi ada ketukan. “Nyonya… tadi beneran ada yang ngetuk deh,” bisiknya sambil napas masih memburu.Kirana cuma tersenyum nakal, lalu langsung ngunci pintu. “Biarin aja. Malam ini kamu harus muasin aku, Rian.”Si Bambang di dalem celananya langsung ngegantung kaku cuma gara-gara nada suara Kirana. Wanita itu dorong dia sampe punggungnya nempel ke kaca yang udah mulai berkabut. Jari-jari lentiknya buka kancing kemeja Rian satu-satu dengan sengaja pelan, terus ditarik sampe dada bidang sama perut berototnya kebuka semua. Jari Kirana ngusap pelan dari dada turun ke perut, ngerasain setiap otot yang menegang.“Masih muda… masih polos… tapi badanmu udah sekeras gini,” gumam Kirana sambil ngusap dada Rian. Tangannya turun lebih berani, ngeremes Si Bambang da
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: BAB 4 Sensasi Dosa Yang Tertunda
"Nyonya Kirana! Gawat, Nyonya!" teriakan gila Pak Sentot dari luar pintu kamar terasa seperti sambaran petir di siang bolong.Langkah kaki Tuan Bima yang berderap kencang di lorong luar. Si Bambang milik Rian yang baru saja menyusup separuh di dalam kehangatan tubuh Kirana mendadak tegang kaku karena panik. Sensasi jepitan nikmat di bawah sana beradu liar dengan ketakutan setengah mati yang membakar kepala Rian."W-waduh, Gusti! Tuan Bima balik lagi?!" batin Rian histeris."Mampus! Si Bambang masih tertancap separuh begini! Kalau ketahuan, bukan cuma dipenjara, badanku beneran dijadiin adonan semen!"Rian tidak menunggu Kirana bertindak. Naluri bertahan hidup yang tajam langsung mengambil alih. Dengan desahan berat yang menyiksa, Rian menarik Si Bambang keluar dari peraduan hangat Kirana secara paksa."Aaghh... Rian!" Kirana menggeram kecewa, matanya terpejam merasakan kekosongan mendadak di bawah sana.Tanpa membuang detik, Rian melempar gaun sutra ke arah Kirana yang masih ter
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: BAB 3 Siksaan Manis Di Kamar Utama
Celah pintu walk-in closet itu terbuka dua sentimeter.Rian membelalakkan matanya dalam horor murni, napasnya tersangkut di tenggorokan.Tangan Tuan Bima sudah mencengkeram gagang pintu dari luar, siap menariknya lebar-lebar.PRANGGG!Suara benda pecah yang sangat keras tiba-tiba bergema dari arah meja kerja di luar. Suara pecahan kaca wiski yang beradu dengan marmer membuat gerakan tangan Tuan Bima terhenti seketika."Aduh! Maafkan saya, Tuan Bima! Tangan saya gemetaran!" suara Pak Sentot memekik panik dari luar kamar."Bodoh! Kamu tidak punya mata, ya?!" bentak Tuan Bima emosi, suaranya menjauh dari depan lemari itu."Baju mahalku kena cipratan wiski! Ah, tidak berguna! Cepat panggilkan sopir, aku urus berkas ini besok!"Langkah kaki sepatu pantofel Tuan Bima berderap menjauh dengan sangat kasar. Suara pintu utama yang dibanting keras menandakan sang penguasa mansion telah pergi meninggalkan ruangan.Rian langsung mengembuskan napas kencang-kencang, rasanya seperti baru saj
Last Updated: 2026-06-23
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status