Chapter: Bab 6Setelah hari itu Sera merasa pekerjaannya lebih ringan. Entah karena apa sepertinya Rey mulai melunak. Contohnya usai Sera mengantarkan secangkir kopi dan membereskan meja kerja Rey, Rey membiarkannya begitu saja. Tidak ada tatapan intimidasi dan meremehkan seperti biasanya. “Sera!” panggil Rey dengan nada rendah menghentikan langkah Sera yang akan keluar dari ruangan itu.“Iya?” “Terima kasih,” ucap Rey memalingkan wajahnya yang bersemu merah. Sera tertegun tidak menyangka seorang Rey bisa merendahkan suara untuk berterima kasih. Sera maklum mungkin Rey malu padanya. Saat itu Rey tertidur tak sadarkan diri sambil terus menggenggam tangan Sera. Sampai ponsel milik Rey berdering menampilkan nama asisten Riyan. Tanpa membuang kesempatan Sera segera memberitahu keadaan Rey pada asistennya. Sera kasihan pada Rey, tapi dia tidak bisa terus berada di kantor.“Tidak masalah, Pak. Saya senang bisa membantu,” balas Sera tersenyum. Rey sedikit tertegun melihat Sera tersenyum. Namun, dengan
Terakhir Diperbarui: 2026-08-22
Chapter: Bab 5Senin pagi yang cerah. Waktunya menghadapi realita yang tak seindah ekspektasi. Sera tahu mulai sekarang di setiap harinya tidak akan mudah, tapi dia akan tetap berusaha mewujudkan kemudahan itu.Begitu tiba di mejanya, Sera disuguhkan dengan berkas yang hampir memenuhi mejanya. Rasanya belum memulai pun dia sudah lelah duluan. Dan tentu saja tak perlu ditanyakan lagi siapa pelakunya. “Apa-apaan ini! Apa sebegitu bencinya dia padaku? Bukankah aku sudah meminta maaf?” Sera bermonolog pada dirinya sendiri merasa heran dengan tingkah Rey. “Ya ampun, Ser! Kamu yakin mau ngerjain ini semua?” seru Vina yang baru datang ikut kaget melihat tumpukan berkas di meja Sera. “Ya … mau bagimana lagi,” ucap Sera pasrah. “Yang sabar ya, Ser! Maaf nggak bisa bantu, kerjaanku juga lagi banyak, ini juga nggak tahu bisa selesai apa enggak,” ungkap Vina merasa kasihan pada Sera. “Iya, Vin. Nggak papa santai aja!”Dengan pekerjaan sebanyak ini Sera tidak yakin bisa pulang tepat waktu. Untungnya dia sud
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17
Chapter: Bab 4Hari ini benar-benar hari yang sangat melelahkan sekaligus menyebalkan bagi Sera. Tidak hanya lelah fisik, hatinya pun sebenarnya lelah menghadapi kenyataan hidup. “Mama! Aku Pulang!” seru Sera sambil membuka pintu kontrakan sempit yang ia tinggali bersama ibunya. “Ma! Mama dimana?!” panggil Sera lagi karena tidak ada sahutan.“Mama di sini, Nak!” Sera menemukan ibunya sedang membuat sesuatu di dapur. “Mama lagi bikin apa?” tanya Sera pada wanita dengan wajah pucat itu.“Mama lagi bikin kue, mau coba jualan di depan rumah siapa tahu ada yang suka,” ucap Liana, wanita berusia setengah abad yang telah melahirkan seorang Seraphina. “Kenapa mama mau jualan? Kan udah ada aku yang kerja, lagian mama harus banyak istirahat nggak boleh capek-capek.” Sera mengkhawatirkan ibunya yang sedang sakit. “Mama nggak capek kok, ini juga sambil duduk. Mama kasihan lihat kamu kerja terus buat mama, mama pengen bantuin kamu. Lagian mama juga bosan nggak ngapa-ngapain seharian.” Sera terharu masih ada
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17
Chapter: Bab 3Entah Sera harus merasa beruntung atau tidak karena Rey melepaskannya begitu saja. Sera berharap Rey bersedia memenuhi keinginannya untuk memulai semua dari awal. Namun, yang tidak Sera ketahui adalah Rey tidak akan membiarkan Sera hidup dengan tenang. Beberapa hari ini Sera merasa tugasnya semakin banyak. Sera heran banyak pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya harus ia kerjakan, membuatnya jadi harus sering lembur. Sera berusaha tetap berpikir positif. Mungkin karena akhir bulan sehingga banyak yang sibuk membuat laporan. “Sera, kamu kok jadi sering lembur sih sekarang?” tanya Vina heran melihat Sera yang begitu sibuk. “Oh, iya nih nggak tahu juga Bu Risma sering kasih tugas tambahan,” jawab Sera yang juga tidak tahu kenapa. “Mana lihat, ngerjain apasih kok nggak selesai-selesai?” Vina mengambil salah satu berkas yang akan Sera kerjakan. “Loh, Ser. Inikan bukan tugas kamu, ini tugas satu divisi kok kamu kerjakan sendiri?” tanya Vina yang merasa aneh. “Nggak tahu, Vin. Bu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17
Chapter: Bab 2Sera terpaku menatap wajah dingin itu. Otaknya mendadak kosong tak mampu mencerna situasi. Bagaiman dia bisa mengetahui nama belakangnya. Nama belakang yang sudah Sera hilangkan sejak lama. Hanya orang-orang dari masa lalunya yang mengetahui asal usul Sera. Sera sungguh tidak mengingat pernah mengenal seorang Rey. Namun, beberapa detik selanjutnya Sera membulatkan mata. Mata elang itu mengingatkannya pada seseorang. Mungkinkah …. “Sudah ingat?” Senyum miring terbentuk saat Rey menyadari Sera telah mengingat sesuatu. “Kamu … Shaka?” tanya Sera dengan jantung yang berdebar makin keras. Takut-takut jika tebakannya benar. Sementara Rey kembali memasang wajah dinginnya. Tidak sedikitpun melepaskan pandangan dari wajah cantik Sera. “Ternyata begitu mudah bagimu melupakanku.” Dengan nada dingin meremehkan kentara sekali Rey sedang menyindir Sera. “Aku … bukan begitu. Aku hanya ….” Sera menunduk tidak sanggup meneruskan kata-katanya. “Aku minta maaf.” “Maaf? Untuk apa?” Rey bersede
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17
Chapter: Bab 1"Setampan apa sih CEO baru Hardian Group?” Sera bergumam terheran-heran melihat kehebohan satu kantor. Empat tahun Sera bekerja di Hardian Group baru kali ini Sera menyaksikan kehebohan seisi kantor. Bahkan acara ulang tahun perusahaan saja tidak seheboh ini. Kabarnya CEO baru ini adalah pewaris utama dari keluarga Hardian. Entah apa yang spesial dari CEO baru ini selain masih muda dan tampan. Sera jadi sedikit penasaran, tapi juga tidak terlalu peduli. Menurutnya semua lelaki tampan apalagi yang memiliki kuasa pasti sama saja. “Kamu ini bicara apa, tentu saja sangat tampan. Apa kamu nggak pernah lihat majalah bisnis? Dia sangat terkenal di kalangan pebisnis,” sahut Vina rekan satu divisi yang tidak sengaja mendengar gumaman Sera. Sementara Sera hanya melengos tidak peduli sebagai tanggapan. “Aku memang tidak pernah membaca majalah bisnis. Aku tidak tertarik.” “Pantas saja.” Vina melanjutkan kegiatannya merias diri tidak lagi memedulikan Sera. Sera yang merasa jenuh melihat s
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17