Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil

Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-22
Oleh:  Other_sideBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
6Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Bagi sebagian orang berada di tengah dua pria yang menyukai kita adalah suatu kebahagiaan. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk seorang Seraphina. Trust issue pada lelaki membuatnya tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Dia hanya ingin hidup tenang. Sayangnya kedua pria itu adalah Reyshaka, CEO baru tempat Sera bekerja yang juga adalah mantan kekasih Sera saat SMA yang memiliki dendam dan terobsesi padanya. Sementara pria satunya lagi adalah seorang Abian, pemuda playboy tengil yang ingin ayahnya jodohkan dengannya untuk kepentingan bisnis. Akankah Sera memilih salah satu di antara keduanya?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Setampan apa sih CEO baru Hardian Group?” Sera bergumam terheran-heran melihat kehebohan satu kantor.

Empat tahun Sera bekerja di Hardian Group baru kali ini Sera menyaksikan kehebohan seisi kantor. Bahkan acara ulang tahun perusahaan saja tidak seheboh ini. Kabarnya CEO baru ini adalah pewaris utama dari keluarga Hardian.

Entah apa yang spesial dari CEO baru ini selain masih muda dan tampan. Sera jadi sedikit penasaran, tapi juga tidak terlalu peduli. Menurutnya semua lelaki tampan apalagi yang memiliki kuasa pasti sama saja.

“Kamu ini bicara apa, tentu saja sangat tampan. Apa kamu nggak pernah lihat majalah bisnis? Dia sangat terkenal di kalangan pebisnis,” sahut Vina rekan satu divisi yang tidak sengaja mendengar gumaman Sera.

Sementara Sera hanya melengos tidak peduli sebagai tanggapan. “Aku memang tidak pernah membaca majalah bisnis. Aku tidak tertarik.”

“Pantas saja.” Vina melanjutkan kegiatannya merias diri tidak lagi memedulikan Sera.

Sera yang merasa jenuh melihat semua rekan wanita sibuk merias diri lebih memilih menuju balkon untuk menenangkan diri. Di dalam sangat berisik. Semua orang sedang bergosip membicarakan kedatangan CEO baru.

Hari ini perusahaan membebaskan seluruh karyawan dari pekerjaan. Diganti dengan acara penyambutan CEO baru. Karenanya, mereka memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri, tapi bagi Sera hal tersebut justru menjadi sesuatu yang membosankan.

“Sera! Sedang apa di sini? Aku mencarimu sedari tadi. Ayo kita segera ke aula! Bu Risma menyuruh kita berkumpul di sana, CEO kita akan segera tiba.” Suara Sinta membuyarkan lamunan Sera.

“Kamu kenapa di sini sendiri? Apa sesuatu terjadi padamu?” tanya Sinta lagi khawatir melihat sahabatnya tampak tidak bersemangat.

“Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir. Pergilah dulu! Aku akan ke toilet sebentar, nanti aku menyusul,” ungkap Sera tersenyum tidak ingin melihat sahabatnya khawatir.

“Baiklah, aku duluan.”

Sera berjalan perlahan menuju toilet di dekat aula, sekedar membasuh wajah supaya terlihat lebih segar. Tidak perlu terburu-buru, Sera memang berniat datang belakangan. Berdiri di barisan paling belakang tidak ingin terlihat menonjol. Hanya sekedar ingin memuaskan rasa penasarannya.

Tak disangka begitu Sera tiba di pintu masuk aula ternyata CEO baru itu sudah datang. Berada di depan barisan para karyawan. Menjadi pusat perhatian. Sera pun membenarkan apa yang Vina katakan tentang ketampanan CEO baru itu. Kharismanya mampu menyilaukan mata.

“Perkenalkan saya Reyshaka Michael Hardian, pemimpin baru di perusahaan ini.” Hanya satu kalimat yang terdengar dari acara perkenalan CEO baru ini, selebihnya diteruskan oleh asisten CEO baru itu.

Sera yang sebelumnya terdiam di pintu masuk aula berjalan mendekat hendak masuk dalam barisan. Namun, pergerakannya di belakang kerumunan karyawan yang sedang tenang mendengarkan pidato mengalihkan atensi seorang Reyshaka yang sedang berdiri dengan gagahnya di atas panggung. Mata tajamnya mengikuti setiap pergerakan Sera.

Sera termasuk orang yang peka pada sekitar, sehingga tak butuh waktu lama bagi Sera untuk menyadari ada yang sedang memperhatikannya. Sera menautkan alis mendapati seorang Reyshaka yang sedang menatap lurus tepat ke arahnya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan. Mata elang itu begitu mengintimidasi seakan bisa menguliti setiap inci tubuhnya.

“Sinta, apa penampilanku tampak aneh hari ini?” tanya Sera pada Sinta yang berdiri di sebelahnya hanya untuk memastikan.

“Tidak, kamu tampak baik seperti biasa, Sera. Memangnya kenapa?” Sinta pun merasa heran karena tidak biasanya Sera menanyakan penampilan.

“Ah, tidak ada. Aku hanya bertanya,” ucap Sera santai.

Sera sendiri merasa yakin tidak ada yang salah pada dirinya. Dengan riasan natural, penampilan Sera termasuk yang paling sederhana di kantor ini. Kemeja polos yang dipadukan rok span selutut, rambut panjang terurai, tidak lupa kacamata yang selalu membingkai wajah cantiknya saat bekerja menjadi ciri khas Sera.

Sera tidak lagi peduli dengan tatapan Pak Rey. Dia lebih memilih menikmati acara yang diselingi sedikit hiburan dan dilanjut dengan perjamuan makan siang. Sera berpikir mungkin Pak Rey memperhatikannya karena kedatangannya yang terlambat.

***

BRUKK

“Eh, maaf saya tidak sengaja … biar saya bersihkan sebentar.” Sera tidak sengaja menabrak seseorang saat berbalik dan menumpahkan sedikit kuah sup pada jas orang tersebut.

Tanpa sempat melihat wajah orang yang dia tabrak, Sera segera berinisiatif membersihkan jas yang basah itu dengan tisu yang tersedia di atas meja prasmanan. Namun, gerakan tangannya terhenti saat sebuah suara yang datar dan sarat akan ketegasan menginterupsinya.

“Tidak perlu.” Sera segera mendongak melihat sumber suara itu.

Di sana Sera mendapati mata elang yang menatapnya tanpa berkedip. Aura orang berkuasa yang dimilikinya begitu dominan. Membuat orang-orang di sekitarnya merasa kecil, tapi anehnya Sera justru betah berlama-lama menatap mata itu. Mata elang yang tidak tahu kenapa tiba-tiba terasa sangat familiar bagi Sera.

“Tidak seharusnya kau menyentuhku.” Suara yang sarat akan kesombongan itu membuyarkan lamunan Sera, membuat Sera tiba-tiba tidak menyukai pemilik suara itu.

“Sekali lagi maafkan saya, Pak Rey. Saya benar-benar tidak sengaja.” Tanpa merespon permintaan maaf Sera, Reyshaka berlalu begitu saja setelah beberapa saat mempertahankan wajah dinginnya.

Sera kembali ke meja makan dengan perasaan kesal. Namun, tetap mampu mempertahankan wajah tenangnya.

“Sera, apa kamu baik-baik saja?” tanya Sinta turut khawatir melihat kejadian itu.

“Aku baik, tenang saja itu hanya hal sepele,” jawab Sera tenang memberikan senyuman.

“Aduh, Sera! Untung pak Rey tidak memperpanjang masalah. Dan lagi bagaimana bisa kamu selalu terlihat tenang seperti ini bahkan saat berhadapan dengan lelaki seperti Pak Rey, memangnya kamu nggak grogi?” sela Vina yang tiba-tiba ikut mengoceh.

“Maklum, Vin. Efek nggak pernah pacaran, jadi santai banget hidupnya,” sahut Sinta dengan nada bercanda.

“Hah! Masak sih, Ser. Orang secantik kamu nggak pernah pacaran sama sekali?” tanya Vina kaget.

Sera terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan Vina. Dia jadi teringat seseorang dari masa lalunya. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka turut menunggu jawaban Sera.

“Tidak pernah. Tidak pernah sama sekali,” jawab Sera tanpa keraguan memutus obrolan mereka.

Selesai acara perjamuan, Pak Riyan asisten CEO menghampiri Sera dan memerintahkan Sera menghadap Pak Rey di ruangannya. Sejujurnya Sera heran karena tidak merasa memiliki urusan dengan Pak Rey, kecuali saat di aula tadi. Meskipun demikian, Sera yang sadar akan posisinya tetap melaksanakan perintah tersebut.

“Permisi! Bapak memanggil saya?” tanya Sera sopan. Namun, hanya sahutan dingin yang Sera dapatkan.

“Hmm.”

“Kalau boleh tahu, ada perlu apa anda memanggil saya kemari?” tanya Sera tetap mempertahankan kesopanan.

Sayangnya tidak ada jawaban dari Rey. Rey hanya diam menatap dingin pada Sera. Tatapan mengintimidasi yang membuat Sera risih.

“Jika anda memanggil saya karena masalah di aula tadi, saya sudah meminta maaf sebelumnya dan berusaha untuk bertanggung jawab, jadi saya harap anda tidak memperpanjang masalah ini,” ungkap sera berinisiatif memulai percakapan supaya bisa segera pergi dari situasi ini.

Setelah beberapa saat menunggu dan tetap tidak mendapat jawaban, Sera bersiap meninggalkan ruangan itu. Sampai sebuah pertanyaan dari Rey menghentikan pergerakannya. Membuat Sera terdiam mematung.

“Apa kau tidak mengingatku, Seraphina Roselin Ferdian …?”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
6 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status