LOGINBagi sebagian orang berada di tengah dua pria yang menyukai kita adalah suatu kebahagiaan. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk seorang Seraphina. Trust issue pada lelaki membuatnya tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Dia hanya ingin hidup tenang. Sayangnya kedua pria itu adalah Reyshaka, CEO baru tempat Sera bekerja yang juga adalah mantan kekasih Sera saat SMA yang memiliki dendam dan terobsesi padanya. Sementara pria satunya lagi adalah seorang Abian, pemuda playboy tengil yang ingin ayahnya jodohkan dengannya untuk kepentingan bisnis. Akankah Sera memilih salah satu di antara keduanya?
View MoreKedatangan Rey mengalihkan atensi Sera dan Leon. Suasana yang sebelumnya santai menjadi sedikit tegang karena aura Rey yang dominan.“Selamat pagi, Pak Rey!” Sera berdiri menyambut kedatangan Rey setelah beberapa saat terdiam karena terkejut.Melihat sekilas pada Sera, Rey kemudian beralih pada Leon. Tanpa bersuara, tatapan Rey membuat Leon tersadar akan situasi.Leon berdiri turut memberi salam. “Selamat pagi, Tuan Rey!” Rey hanya diam, sedikit menganggukkan kepala lalu berjalan menuju kursinya. Melihat itu, Sera dan Leon segera menghampiri Rey di mejanya.“Pak Rey, ini berkas-berkas yang perlu Anda tinjau terkait kerjasama dengan Star Company.” Sera menyerahkan beberapa berkas yang Leon bawa.“Silahkan duduk, Tuan Leon!” lanjut Sera beralih pada Leon, mempersilahkannya duduk menghadap Rey.Kembali ke mode profesional, Leon menjelaskan detail-detail yang Star Company butuhkan dari Hardian Group. Public speaking-nya sangat baik. Dia sudah seperti CEO yang memimpin perusahaan saja. N
“Jangan mengantar jemputku lagi, Abian!” pinta Sera pelan begitu keduanya sampai di depan Hardian Group. Tidak langsung masuk, Sera dan Abian masih berdiri di dekat mobil menikmati udara pagi yang masih segar.“Kenapa?” “Apa kau tidak lelah atau bosan?” Sera menjeda kalimatnya, melihat sekitar area parkir yang masih lengang. “Aku merasa, aku sudah terlalu merepotkanmu “Abian tersenyum. “Aku yang menawarkan, bukan kamu yang minta, jadi tidak perlu merasa seperti itu.”Sera melengos. Bukan itu yang dia maksud. Sayangnya Abian sama sekali tidak menyadari penolakan Sera.Sejujurnya Sera tidak terbiasa diperlakukan seperti itu. Dia lebih suka pulang pergi dengan kendaraan umum. Dimana dia bisa menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Mungkin dia sudah terlalu nyaman tanpa orang lain.“Sudah, tidak perlu membahas hal itu lagi. Cukup nikmati fasilitas dariku. Kalau aku sibuk atau merasa repot, aku akan bilang padamu.” Abian menepuk-nepuk kepala Sera pelan.Rasanya percuma bicara dengan Abian
“Ini sudah malam, menginaplah di sini!” Abian tidak tega jika Sera harus pulang sendiri malam-malam begini. Sementara keadaannya yang baru pulih belum memungkinkan untuk mengantar Sera pulang.“Tidak, Abian. Aku pulang saja. Mama sendirian di rumah, aku tidak tega,” tolak Sera halus.“Baiklah, aku tidak bisa memaksa. Kalau begitu tunggulah sebentar, aku akan memanggil sopir untuk mengantarmu.” Tanpa menunggu persetujuan Sera Abian segera menghubungi sopir pribadinya.“Tidak perlu, Abian. Aku bisa naik taksi,” tolak Sera lagi tidak ingin merepotkan.“Kali ini aku memaksa, Sera. Aku yang mengajakmu keluar, jadi aku harus memastikanmu sampai di rumah dengan selamat!” ucap Abian tegas tidak menerima penolakan. “Huh, baiklah.” Tidak ingin berdebat, Sera lebih memilih menuruti Abian. Hanya sekitar sepuluh menit sopir itu datang dan menunggunya di depan loby apartemen.***Hari masih sangat pagi, Sera bergegas menyiapkan sarapan untuk ibu dan dirinya sendiri. Di tengah kesibukannya Sera s
“Siapa?” tanya Sera setelah memindai penampilan gadis di hadapannya.Gadis itu pun turut memperhatikan Sera. Keduanya sama-sama heran. Namun, perubahan ekspresi yang cepat dari gadis itu cukup membuat Sera terkejut.“Seharusnya aku yang bertanya, siapa kau?! Kenapa kau berada di apartemen kekasihku? Minggir!” Gadis itu berteriak, bahkan mendorong Sera.“Hey! Apa masalahmu? Kenapa mendorongku?!” Sera yang tidak siap sedikit oleng karena dorongan itu.Sera terdorong ke samping. Gadis itu masuk dengan leluasa bahkan sebelum Sera mempersilahkan.“Kau menghalangi jalanku!” ucap gadis itu ketus.Sera tidak menghalangi gadis itu. Dia hanya berdiri mengamati dari dekat pintu masuk. Membiarkannya berjalan kesana kemari mencari keberadaan Abian. “Abian! Abian!” Gadis itu terus berkeliling sambil memanggil nama Abian. “Huh.” Sera menghela napas melihat tingkah gadis itu. “Dia di ruang makan.”Gadis itu menoleh sejenak pada Sera. Tanpa ucapan terima kasih dia segera menuju ruang makan. Tidak me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews