author-banner
rose
rose
Author

Novel-novel oleh rose

Perawat Milik Duda Tuan Tanah

Perawat Milik Duda Tuan Tanah

Arini Lelah ditelantarkan dan dimanfaatkan oleh suaminya reno yang berselingkuh dengan tasya asisten pribadinya. Arini adalah seorang perawat disalah satu rumah sakit yang dimutasi ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di sebuah desa bernama desa Sukamaju. Di desa terpencil tersebut, arini bukannya mendapatkan ketenangan, melainkan menjadi sasaran konspirasi licik ibu mertuanya Ibu Kusuma, yang ingin menguasai tanah Pustu demi menutupi utang proyek reno.​Di tengah ancaman teror dan kehampaan rumah tangganya, hadir darma, duda ganteng kaya raya pemilik perkebunan teh yang siap pasang badan melindunginya. Seiring berjalannya waktu, benih-benih gairah dan cinta terlarang tumbuh di antara keduanya di balik kabut dingin perkebunan teh. Arini menemukan kehangatan sejati dalam pelukan Darma, hingga akhirnya memberanikan diri lepas dari ikatan pernikahan toxic demi meraih kebahagiaan dan keadilan.
Baca
Chapter: Bab 6: Suara di Ujung Telepon
"Minum dulu tehnya," suara bariton Mas Darma memecah keheningan yang menyiksa di teras Pustu.Aku mematung, menatap nampan kayu yang diulurkannya. Tanganku masih gemetar hebat memegang ponsel yang menampilkan foto jam tangan Mas Reno di akun Instagram Tasya. Dada ini serasa diremas sampai remuk. Rasa penasaran dan sesak yang meluap-luap membakar seluruh naluriku."Terima kasih mas Darma," cicitku dengan suara bergetar, bahkan tak sanggup mendongak menatap wajahnya.Mas Darma meletakkan cangkir itu pelan di atas meja kayu. Sorot mata pekatnya sempat tertahan lama pada raut wajahku yang pucat pasi, namun pria itu memilih memberi ruang dan melangkah mundur dua tapak. "Kalau butuh bantuan , saya ada di sekitar kebun."Begitu langkah kaki Mas Darma menjauh menuruni tangga teras, aku tak sanggup lagi menahan gelombang amarah dan rasa tidak percaya ini. Jemariku yang dingin langsung menekan tombol panggilan ke nomor Mas Reno.Panggilan pertama dialihkan. Ditolak begitu saja."Angkat, Mas...
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 5: Pengusiran Terselubung
Belum kering air mataku di balik tirai bilik medis, suara mesin mobil pikap yang menderu keras berhenti tepat di depan teras Pustu Sukamaju. Sore baru saja merayap, membawa hawa dingin khas pegunungan. Seorang pria asing berkaos lusuh menuruni pikap, menumpuk lima koper besar dan belasan kardus berisi seluruh barang pribadiku dari rumah ku dikota ,mulai dari baju, sepatu, dokumen penting, hingga bingkai foto pernikahan kami."Bu Arini, kan?" tanyanya dengan senyum. "Ini semua barang-barang dari rumah anda di kota disuruh bawa ke sini sama Nyonya Kusuma. Sama ini ada surat resmi dari dinas."Pria itu menyodorkan amplop putih berlogo instansi kesehatan. Dengan jemari gemetar dan jantung berdebar liar, aku merobek amplop itu. Baris demi baris tulisan resmi di dalamnya menghantam mataku....Dengan ini menyatakan bahwa masa pengabdian tugas Perawat Arini di Pustu Sukamaju diperpanjang menjadi 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal surat ini diterbitkan..."Dua... tahun?" cicitku tak percaya
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 4: Pengabdian di Tengah Luka
"Baringkan di ranjang itu mas Darma! Cepat!"Insting perawatku seketika mengambil alih. Tangisan dan rasa bersalah yang sempat meremukkan hatiku menghilang begitu saja, tergantikan oleh fokus medis yang penuh presisi. Aku bergegas merobek bungkus sarung tangan steril dan memasangnya dengan cepat.Mas Darma membaringkan pria paruh baya itu di atas ranjang periksa. Darah segar berwarna merah pekat terus mengucur dari robekan dalam di betis sang pasien, menetes membasahi lantai semen. Rupanya bukan hanya diantar mas darma saja, pria yang rintihannya makin melemah ini juga didampingi seorang pria berkemeja proyek yang panik di belakang Mas Darma."Bantu saya tekan bagian atas lukanya dengan kassa ini, mas!" perintahku tegas tanpa ragu.Tanpa banyak bicara, Mas Darma mendekat. Tangan besarnya yang kekar langsung menekan tumpukan kassa steril tepat di atas pembuluh darah yang robek, menahan pendarahan sesuai intruksiku. Gerakannya sangat sigap dan tenang, sama sekali tidak jijik oleh bau am
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 3: Tekanan Mertua
Pagi menerobos masuk dari celah-celah jendela kayu Pustu Sukamaju, membawa aroma embun berpadu tanah basah. Listrik akhirnya menyala kembali, tetapi kegelapan di dalam dadaku sama sekali belum terhalau. Email dari Ibu Mertuaku semalam tentang makan malam di Restoran Le Ciel dan pujian untuk wanita anggun di samping Mas Reno terus berputar bagai mimpi buruk di kepalaku.Dengan jemari gemetar dan napas tersengal, aku memeluk ponsel di sudut kamar dinas. Aku butuh kepastian. Aku butuh mendengar bahwa semua ini hanya salah paham.Akhirnya aku memberanikan diri menelpon ibu mertuaku. Pada nada sambung ketiga, suara nyaring dan dingin Ibu Mertua menyapa kasar."Ada apa pagi-pagi telepon, Arini? Jangan bilang kamu mau ngeluh lagi soal Pustu!""Bu... maaf mengganggu," ucapku pelan, menelan ludah yang terasa pahit. "Arini cuma mau tanya... soal email keluarga yang Ibu kirim semalam. Tentang makan malam di Le Ciel... dan wanita yang mendampingi Mas Reno."Hening sejenak di seberang sana, sebelu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 2: Duda Pemilik Perkebunan
"Hey! Jangan main-main, ya?!" teriakku keberanian yang tersisa, memegang erat gagang pintu Pustu.Jemariku meremas pinggiran kayu yang lapuk hingga berbekas kaku. Suara petir yang menyambar di kejauhan menyertai embusan angin dingin yang menampar wajahku. Sosok jangkung bertubuh tegap di ambang teras itu bergerak perlahan, melangkah maju hingga cahaya redup dari layar ponselku menyinari rahangnya yang kokoh."Tenang," suara pria itu berat, dalam, dan teratur. "Saya bukan penjahat."Aku menarik napas memburu, berusaha menyembunyikan getaran di lututku. "Pakai baju serba hitam malam-malam mati lampu begini... gimana saya nggak waspada?!"Pria itu menghentikan langkahnya tepat dua jengkal dari ambang pintu. Aroma pekat tanah dan pucuk teh basah menyengat indra penciumanku, berasal dari jaket kanvas hitam yang ia kenakan."Saya Darma. Pemilik Perkebunan Teh Sukamaju," jawabnya dingin namun lugas. Matanya yang tajam menatap lurus ke dalam iris mataku yang berkaca-kaca. "Pustu ini berdiri d
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 1: Ditinggal di Tengah Sunyi
"Mas... pustunya masih jauh ya?" tanyaku pelan, meremas jemariku sendiri di atas pangkuan.Mas Reno tidak menjawab. Ia tetap fokus menatap jalanan tanah yang licin dan bergelombang. Wajahnya tampak tegang, berkali-kali melirik jam tangan perak di pergelangan kirinya."Mas?" panggilku lagi, kali ini menyentuh lengan kemeja kerjanya."Sebentar lagi arini, jangan rewel , Mas lagi fokus nyetir, kamu gak liat jalannya rusak begini," sahutnya dingin tanpa menoleh sedikit pun.Pintu gerbang kayu lapuk Pustu Sukamaju akhirnya terlihat di ujung penerangan lampu mobil. Bangunan tua bercat putih kusam itu berdiri terisolasi di tepi perkebunan. Gelap gulita. Tidak ada satu pun pendar cahaya yang menyala di sana."Lho, Mas... mati lampu ini, Mas!?" bisikku ketakutan.Mas Reno menghentikan mobil tepat di depan teras Pustu. Ia mematikan mesin, membuat gemuruh hujan dan deru angin makin membahana di dalam kabin."Pedesaan ya begini, listrik sering mati," ucap Mas Reno singkat. Ia menyambar payung di
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Anda juga akan menyukai
BEDA ISTRI BEDA REZEKI
BEDA ISTRI BEDA REZEKI
Rumah Tangga · Yenika Koesrini
147.4K Dibaca
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU
Rumah Tangga · Kencana Ungu
147.1K Dibaca
Pernikahan Kedua
Pernikahan Kedua
Rumah Tangga · Azitung
147.1K Dibaca
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!
Rumah Tangga · Helminawati Pandia
146.1K Dibaca
Jerat Cinta Sang Milyarder
Jerat Cinta Sang Milyarder
Rumah Tangga · Koran Meikarta
145.1K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status