Home / Romansa / Pengantin Pesanan / 32 - Malam Tanpa Skrip

Share

32 - Malam Tanpa Skrip

Author: Serafina
last update publish date: 2026-10-30 11:41:18

Pengantin Pesanan

32 – Malam Tanpa Skrip

Katya tidak ingat apa yang terjadi di antara kalimat yang diulangnya dan kepingan es yang meleleh di telapak tangannya.

Itu bagian yang paling menakutkan. Bukan kegelapan, bukan suara, bukan rasa dingin di dadanya ketika dia terbangun dengan wajah basah dan semua orang di ruang tamu menatapnya dengan mata yang terlalu hati-hati. Yang menakutkan adalah kekosongan itu, potongan waktu yang hilang seperti halaman buku yang disobek rapi dari tengah. Rosie mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pesanan   33- Siang yang Buruk

    Pengantin Pesanan33 – Siang yang BurukRosie sudah merasa ada yang salah sejak makan siang.Katya duduk di ujung meja dengan nasi yang tidak disentuh, matanya terpaku pada sesuatu yang tidak ada, dan dua kali Rosie menyebut namanya sebelum dia mengangkat kepala. Senyumnya muncul terlambat. Terlalu rapi. Rosie, yang sudah cukup lama belajar membaca tanda-tanda halus pada orang yang sedang berusaha tampak baik-baik saja, langsung mengenali senyum itu sebagai topeng yang dipasang dengan tergesa.“Aku ke kamar sebentar,” kata Katya dalam bahasa Indonesia yang masih terpatah-patah, dan mendorong kursinya mundur. “Pensil.”Dua puluh menit kemudian, Rosie mendengar sesuatu dari lantai atas.Bukan teriakan. Itu justru yang membuat bulu kuduknya berdiri. Hanya gumaman cepat, dalam bahasa Rusia yang pecah-pecah, tanpa jeda, seperti seseorang yang berbicara pada diri sendiri dengan kecepatan yang tidak bisa dihentikan. Dia berlari naik. Pintu kamar mandi di ujung lorong tertutup, dan dari balik

  • Pengantin Pesanan   32 - Malam Tanpa Skrip

    Pengantin Pesanan32 – Malam Tanpa SkripKatya tidak ingat apa yang terjadi di antara kalimat yang diulangnya dan kepingan es yang meleleh di telapak tangannya.Itu bagian yang paling menakutkan. Bukan kegelapan, bukan suara, bukan rasa dingin di dadanya ketika dia terbangun dengan wajah basah dan semua orang di ruang tamu menatapnya dengan mata yang terlalu hati-hati. Yang menakutkan adalah kekosongan itu, potongan waktu yang hilang seperti halaman buku yang disobek rapi dari tengah. Rosie memberitahunya dengan suara lembut bahwa dia sakit sebentar. Danesh mengatakan hal yang sama. Hari tidak mengatakan apa-apa dan menghindari matanya sepanjang sore.Dia tidak tahu apa yang telah dia lakukan.Maka dia mencari tugas. Sejak pagi, tanpa berpikir, tangannya sibuk sendiri. Melipat cucian di ruang binatu yang sudah terlipat. Menyusun ulang buku-buku Danesh di rak sampai tinggi dan warnanya berurutan. Menyapu teras yang sudah bersih. Rosie menemukannya sedang menggosok kenop pintu dengan uj

  • Pengantin Pesanan   31 - Dua Wajah

    Pengantin Pesanan31 – Dua WajahDanesh pernah melihat banyak hal berubah dalam hidupnya. Vonis hakim yang berbalik. Saksi yang mencabut kesaksiannya di tengah sidang. Istri yang tersenyum manis pada makan malam dan mengemasi kopernya keesokan paginya. Tetapi belum pernah dia melihat seseorang berubah menjadi orang lain tepat di depan matanya.Katya berdiri dari sofa tanpa suara. Bahunya turun, dagunya terangkat sedikit, lehernya memanjang dengan keanggunan seorang penari yang sudah berlatih ribuan kali. Senyum di bibirnya sempurna dan tidak menyentuh matanya. Dia berjalan ke arah Danesh dengan langkah yang terukur, setiap kakinya jatuh tepat di depan yang lain, pinggulnya bergerak dengan ritme yang telah dihafal, dan dia berhenti sangat dekat, cukup dekat untuk menyentuh.“Selamat datang di rumah, Tuan.” Suaranya rendah dan serak, dalam bahasa Rusia, begitu lembut hingga nyaris tidak berbunyi. Rosie, di sofa, menutup mulut dengan satu tangan, dan menerjemahkannya dengan bisikan gemet

  • Pengantin Pesanan   30 - Les Pertama

    Pengantin Pesanan30 – Les PertamaKata-kata, Katya mulai menyadari, bisa terasa seperti kunci.Di asrama, setiap kata baru diajarkan dengan tongkat. Satu kata untuk setiap sikap yang harus dipakai, satu kata untuk setiap perintah yang harus ditaati, dan setiap kesalahan melafalkannya dibayar dengan sesuatu yang membuat jari-jarinya gemetar selama berhari-hari. Kata adalah tali. Kata adalah kekang. Tetapi di ruang tamu yang diterangi cahaya jam dua siang ini, dengan puluhan kartu bergambar berserakan di karpet dan seorang jurnalis kurus yang menjatuhkan separuh tumpukannya setiap kali Rosie menoleh, kata-kata terasa sangat berbeda. Setiap satu yang berhasil dia pegang membuka sebuah pintu kecil, dan di balik pintu itu ada dunia yang sebelumnya terkunci.“Apel,” kata Hari, mengangkat kartu bergambar buah merah dengan semangat orang yang sedang menunjukkan sulap. “A-pel. Apple.”“Apel,” ulang Katya.“Pintu.”“Pintu.”“Kursi, meja, lampu, jendela, kucing, buku, hujan.” Hari mengocok kart

  • Pengantin Pesanan   29 - Hari

    Pengantin Pesanan29 – HariSemua Alexa di rumah itu dicabut pagi harinya.Ucok membongkar satu per satu di meja ruang kerja, tujuh unit dari tujuh ruangan, dan menemukan bahwa firmware di salah satunya, yang di dapur, telah diubah dari luar tanpa meninggalkan jejak yang bisa dilacak. Dia menyimpannya di dalam kotak sepatu bertuliskan BUKTI dengan huruf besar spidol, dan Bromo membawanya pergi seperti membawa jenazah. Sejak itu satu-satunya penerjemah di rumah adalah ponsel, Rosie, dan Svetlana yang datang tiga kali seminggu dengan pirozhki.Danesh menyembunyikan ketakutannya dengan kerja. Itu satu-satunya cara yang dia tahu.Hari datang pukul dua siang dengan sepeda motor tua yang knalpotnya bisa terdengar dari ujung komplek, dan Danesh sudah tahu orang macam apa dia sebelum lelaki itu membuka helm.Dia kurus, tinggi, nyaris kurang gizi, dengan kaus hitam yang sudah luntur menjadi abu-abu dan jaket berkantong banyak yang menggembung oleh benda-benda yang tidak jelas. Sebuah kamera te

  • Pengantin Pesanan   28 - Dapur

    Pengantin Pesanan28 – DapurKartu pos itu bersembunyi di saku celemek Katya, terlipat dua dan sudah mulai melunak di sudut-sudutnya karena terlalu sering disentuh.Dia tidak berniat membawanya ke dapur. Tetapi sejak kemarin sore kartu itu seperti punya denyut sendiri, benda kecil yang hangat dan berat, dan setiap kali dia meninggalkannya di kamar, dadanya terasa kosong. Maka pagi itu dia menyelipkannya di saku celemek bergambar buah lemon yang dipinjamkan Rosie, bersama sebatang pensil warna ungu, dan berusaha tidak memikirkan kata Olya yang berputar di kepalanya seperti lagu yang tidak bisa dia ingat nadanya.“Oke,” kata Rosie, menepuk kedua tangannya di atas meja dapur yang sudah dipenuhi benda-benda. “Pelajaran satu. Nasi goreng dan pancake.”Dia mengatakannya dalam bahasa Indonesia, lalu mengangkat ponselnya, kemudian menggeleng dan menyimpannya lagi. “Enggak, aku enggak mau pakai penerjemah. Kita pakai cara kuno.” Dia menunjuk dirinya sendiri, menunjuk Katya, lalu membuat geraka

  • Pengantin Pesanan   05 - Monster Sesungguhnya

    PENGANTIN PESANAN05 – Monster SesungguhnyaAkhirnya Katya terpilih juga.Perempuan itu tercengang tak percaya ketika diberitahu bahwa ada seseorang yang tertarik padanya.“Sayangnya bukan dari Amerika atau Inggris seperti yang kita harapkan.

  • Pengantin Pesanan   04 - Kedatangan Pengantin

    PENGANTIN PESANAN04 – Kedatangan Pengantin-3 BULAN KEMUDIAN-“Bos, pesawatnya sebentar lagi landing.”Ponsel Danesh yang disetel dalam mode senyap menampilkan notifikasi di layar. Nama Ucok, asisten pribadinya, m

  • Pengantin Pesanan   03 - Pengantin Pesanan

    PENGANTIN PESANAN03 – Pengantin Pesanan“Dunia ini enggak seluas daun kelor, Dan. Lo harus buka diri lo untuk kesempatan yang datang. Eksplor, man.” Rafi memulai presentasinya.Danesh berusaha mendengarkan Rafi, namun perhatiannya teralihkan o

  • Pengantin Pesanan   02 - Tawaran Sekali Seumur Hidup

    Pengantin Pesanan02 – Tawaran Sekali Seumur HidupPesta berlangsung meriah.Lingkaran koneksi Danesh yang kecil, namun terdiri dari para crazy rich dan orang yang punya jabatan mentereng itu berkumpul untuk merayakan status terbaru dari Pengacara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status