
Terjebak Cinta Dua Dosen
Cinta, bagi Forza kata itu hanya penuh kesakitan hingga ia tak ingin mengenal apa itu cinta, ia tak akan sanggup jika harus merasakan sakit dan pedih, karena cinta seperti yang Bundanya rasakan.
Namun, semua berubah saat kehadiran Gavin Mahendra, seorang dosen yang dengan gigihnya selalu meyakinkan, jika cinta itu tak selalu menyakitkan, seorang pria yang menjanjikan begitu banyak kebahagiaan untuknya. Di saat Forza menerima dan benar – benar merasakan indahnya cinta bersama Gavin, di situ ia di uji dengan kehilangan.
Bak di sambar petir di siang bolong, Forza merasakan sakit kehilangan cintanya, harinya kembali gelap, tak ada lagi tawa, tak ada lagi senyum, hanya ada sunyi dan sepi yang Forza rasakan.
Tanpa Forza sadari, ada Pradhika Abhimanyu, pria yang sudah sangat lama mencintainya dalam diam, mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan gadis yang ia cintai. Kini ia hadir kembali dalam hidup Forza, dengan ketulusannya ia ingin memberikan kebahagiaan untuk Forza. Namun, Forza tetap bersikeras untuk tak membuka hati kembali, lukanya masih basah, belum siap untuk merasakan sakit, jika kehilangan lagi.
Ini kisah tentang Forza, gadis yang tidak mempercayai cinta namun di cintai dengan tulus dan begitu dalam oleh dua pria hebat.
Akankah Forza kembali membuka hatinya? Ataukah tetap menutup rapat, tak percaya tentang cinta dan tak mempercayai takdir?
“Jangan tawarkan aku cinta, aku pasti menolaknya karena aku membenci cinta dan tak mempercayai yang namanya cinta. Bagiku cinta itu sama saja menyakiti.” Forza Shanum Adhitama
“Silahkan kamu terus menolak cintaku, seribu kali kau tolak maka sejuta kali aku akan terus meyakinkanmu. Karena hanya kamu yang berhasil membawa lari semua hatiku tanpa tersisa sedikitpun.” Gavin Mahendra
“Hakikat cinta yang sesungguhnya bagiku adalah mengikhlaskan dan menyerahkan semuanya kepada Penguasa alam semesta, yaitu Allah. Cinta itu keikhlasan, di dalamnya tidak pernah mengenal paksaan atau pun rasa pelampiasan, aku ikhlas asal kau bisa bahagia dengannya.” Pradhika Abhimanyu.
Baca
Chapter: 7. Cinta Sendiri“Bapak juga orang lain ‘kan?” kata Forza yang saat ini menatapnya, membuat Gavin jadi salting, dia bingung mau jawab apa, tatapan mata indah Forza membuat jantung Gavin berdetak makin cepat.“Saya dosen kamu, saya juga orang yang akan dekat dengan kamu.” Jawab Gavin sambil menaik turunkan kedua alisnya, sengaja menggoda Forza, sudah kepalang basah, Gavin pasrah saja, biarkan bunda Forza tahu kalau dia sudah jatuh cinta sejatuh - jatuhnya pada putrinya.“Maksud Bapak?” Tanya Forza, membuat Gavin mendengus kesal, gadisnya ini padahal paling cerdas di Fakultasnya, tapi selalu lola jika urusan hati, membuat Gavin harus lebih extra sabar lagi, karena dia selalu nggak peka dengan semua kode cinta dari Gavin.“Nggak usah di pikirin, Fahri ikut abang ke kantin yuk, mau ice cream nggak?” Gavin mencoba mengalihkan pembicaraan, karena atmosfer di ruang rawat Forza sudah tak enak untuknya.“Mau bang, ayo.” Jawab Fahri.“Bu, saya bawa Fahri ke kantin yah sebentar.” Pamit Gavin.“Iyah nak Gav
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Chapter: 6. Cemburu?Gavin masih duduk manis, menunggu gadisnya turun dari lantai dua. Sesekali, dia melirik sinis ke arah tamu yang tak tahu diri itu. Bagaimana tidak? Orang itu datang tanpa permisi, lalu berteriak-teriak di rumah orang lain.Kalau saja gue sudah jadi menantu di rumah ini, sudah pasti gue usir dia, batin Gavin.Gavin memang terlalu percaya diri. Dia yakin bisa mendapatkan hati Forza. Awalnya, Gavin berniat melakukan pendekatan terlebih dahulu, sebelum mengutarakan perasaannya. Namun, melihat semakin banyak pria yang berpotensi menjadi saingannya, ditambah Forza yang terlalu pintar menebak perasaannya, Gavin akhirnya memberanikan diri untuk berbicara langsung kepada gadis itu. Toh, Forza sudah telanjur mengetahui perasaannya. Karena itu, Gavin memutuskan untuk semakin gencar mendekatinya, agar tidak ada lagi celah bagi pria mana pun yang ingin mendekati gadisnya.“Berangkat sekarang, yuk, Bay.”Suara Forza membuyarkan lamunan Gavin. Pria itu langsung terpana, saat melihat gadis pujaannya b
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Chapter: 5. Pengakuan di tengah luka"Maaf, Pak Adhitama yang terhormat, jika saya lancang ikut campur urusan rumah tangga Anda, tapi saya tidak bisa diam saja, saat melihat seorang wanita disakiti seperti ini," ujar Gavin dengan suara dingin, dalam, dan penuh wibawa. Tangannya mencengkeram, pergelangan tangan ayah Forza dengan sangat kuat.Ya, tangan yang menahan tamparan itu adalah tangan Gavin. Sejak tadi, ia berdiri di belakang Forza, siap menjadi perisainya."Pak Gavin? Anda... kenapa bisa ada di sini?" tanya Ayah Forza terkejut bukan main, melihat kehadiran Gavin. Wajahnya langsung pucat, ia mengenal Gavin sebagai putra dari rekan bisnisnya yang paling besar."Saya datang bersama putri Anda, Forza," jawab Gavin, tatapannya tajam menusuk, ia melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar."Maafkan saya, Pak. Tadi saya tidak melihat Anda, maaf karena Anda harus melihat semua ini. Ini hanya masalah keluarga kecil." Ayah Forza merasa tak enak hati dan langsung mencoba merendahkan suaranya."Nggak masalah, Pak Adhitama.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: 4. Modus GavinSetiap harinya, Gavin makin gencar mendekati Forza. Bukan lagi sekadar dosen yang memperhatikan mahasiswinya, tapi sebagai seorang pria yang sedang jatuh cinta sedalam-dalamnya dan setiap melihat Forza berdekatan dengan laki-laki lain, rasa cemburu itu datang begitu saja tanpa bisa dikontrol, membakar dadanya. Seperti siang ini, dari balik jendela ruangannya di lantai dua, Gavin memperhatikan Forza yang sedang duduk santai di taman kampus, bersama teman-temannya. Ada Abell, Nadia dan dua laki-laki, salah satunya Alfa. Mereka tertawa, namun mata Gavin langsung menangkap satu hal yang membuat rahangnya mengeras. Saat tiba-tiba ada yang merangkul bahu Forza dengan akrab, sambil tertawa. Siapa lagi kalau bukan Alfa, karena hanya dia yang selalu mencari celah untuk dekat-dekat dengan Forza. Gavin mengepalkan tangannya di atas meja, ia tidak suka, sangat tidak suka. "Harus gue pisahin," gumamnya pelan. Gavin segera berusaha mencari cara, agar gadisnya pergi dari taman itu. Setelah bebera
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: 3. PDKT Aja duluSementara itu, di tempat lain, lebih tepatnya di ruang Dekan, empat sahabat yang berprofesi sebagai dosen sekaligus dokter sedang berkumpul. Ruangan itu milik Pradhika Abhimanyu, tapi sudah seperti basecamp mereka berempat.Gavin duduk santai sambil memainkan ponselnya, di depannya ada Reno yang sedang asik games, Dimas yang fokus pada laptopnya, dan Dhika yang duduk di kursi dekan dengan posisi paling berwibawa menatap Gavin."Lu beneran suka sama Forza, ya Vin?" tanya Dhika tiba-tiba, memecah keheningan. Matanya menatap Gavin dengan tatapan menyelidik, khas seorang dekan.Gavin menghela napas panjang, "Bosen jawabnya Dhik, itu mulu yang ditanya.""Menurut lu Dhik, si Gavin sampai minta bantuan lu, biar semester ini bisa masuk ke kelas Forza, karena apa kalau bukan karena beneran suka?" kata Reno menimpali sambil tertawa jahil, "Dia tuh sampai rela tukeran jadwal sama Bu Arum. Bu Arum yang killer aja bisa dia rayu."Dhika ikut tertawa kecil, "Gue nggak habis pikir aja Ren. Seorang Ga
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: 2. Gavin Mahendra"Selamat pagi." sapa Gavin, kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi di kelas.Gavin Mahendra, putra tunggal dari Ardan Mahendra dan Ranti Mahendra. Ia bekerja di RS ABDI International Hospital, sebagai dokter bedah saraf, dan juga menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Jakarta."Pagi, Pak!" jawab mereka serempak."Sekarang jamnya Bu Arum, ya?" tanya Gavin, karena memang seharusnya Bu Arum yang mengisi, beliau meminta tukar jam mengajar dengannya."Iya, Pak," jawab salah satu mahasiswa."Bu Arum ada urusan mendadak, jadi hanya untuk pertemuan kali ini saja, saya yang menggantikan. Untuk pertemuan selanjutnya, akan kembali sesuai jadwal," jelas Gavin dengan tenang."Oke, Pak.""Gila! Ganteng banget Pak Gavin, auranya benar-benar bikin jiwa jomblo gue meronta-ronta," bisik-bisik para mahasiswi, terdengar sampai ke depan. Gavin masih bisa mendengarnya, namun ia sudah terbiasa dengan pujian seperti itu. Jadi ia hanya bersikap biasa saja, akan menjadi luar biasa, jika gadisnya ya
Terakhir Diperbarui: 2026-10-23
Chapter: Tom & JerryPagi ini, kami ditugaskan mengawal para tenaga kesehatan ke posyandu, karena ada jadwal imunisasi. Kami berkumpul di halaman depan Yon untuk menerima pengarahan, serta pembagian tugas dari Danyon. Ada beberapa desa dengan medan cukup sulit, perjalanan harus ditempuh dengan jalan kaki. Bagi kami para prajurit, hal itu sudah biasa, bagi tenaga kesehatan mungkin ini akan menjadi perjalanan yang luar biasa. Kalian tahu, kawan? Sudah seminggu ini aku dibuat kesal oleh dokter cantikku, mau tahu kenapa? Karena sejak kedatangan Danki baru, dokter cantikku yang kalau marah, lebih galak daripada singa betina, selalu saja dibuntuti oleh Danki baru. Sepertinya Danki punya perasaan pada dokter cantik, dan itu tak akan aku biarkan, karena dokter cantik itu milikku seorang, Ganendra Bhadrika Mahya. Dan kalian tahu, kawan? Jika dokter cantikku makin hari makin manis juga terhadap Danki, membuatku uring-uringan setiap hari, hampir saja satu peleton kena amukku. Aku menatap dokter cantik yang berdir
Terakhir Diperbarui: 2026-11-05
Chapter: TerpesonaGanendra Pov "Motornya mana?" Aku menoleh ke belakang, dimana dokter cantik yang sudah aku rindukan, selama tiga hari ini berdiri. Aku menatap wajahnya yang terlihat sangat lelah. "Di bawa Serda Adit tadi siang." Jawabku. "Terus kita jalan kaki?" Aku mengangguk, aku tersenyum, entah kenapa aku sangat suka saat dia menyebut 'kita' rasanya seperti sudah ada sesuatu di antara aku dan dia. "Kalau dokter mau gendong saya juga boleh, ayo naik." Kataku. "Ogah." Jawabnya sambil jalan mendahuluiku, aku tersenyum melihat tingkahnya. Aku berjalan mengikutinya dari belakang, memandang tubuhnya yang berjalan di bawah sinar rembulan, dia gadis yang cantik, jika sedang diam dia sangat manis sekali, tapi jika sudah galak, singa betina saja kalah galaknya. Langkahku terhenti, saat melihat dia juga berhenti dan berbalik menghampiriku. "Kenapa?" Tanyaku penasaran, karena dia seperti ketakutan. Tanpa aku duga, dokter cantikku langsung menggenggam tanganku, membuat aku makin penasaran. "Ada suara
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Chapter: Untung CintaSudah satu bulan Vina dan Timnya berada di tanah Borneo mengabdikan diri melayani masyarakat, banyak hal baru yang Vina dan Timnya dapatkan selama di sana. Salah satunya keterbatasan peralatan medis yang tak selengkap, saat mereka bertugas di Rumah Sakit ABDI Jakarta. Ganendra, Danton tampan yang sangat suka menggoda Vina, sudah tiga hari tak terlihat membuat Vina bernafas lega. Hidupnya terasa tenang tanpa kehadiran Danton menyebalkan itu. Saat ini, Vina sedang berjaga di Klinik bersama suster Mimi, sedangkan yang lainnya berkunjung dari rumah ke rumah penduduk untuk pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan. Ada juga yang membantu para prajurit TNI mengajar di sekolah. Tim yang dipimpin Vina ada 9 orang, 10 beserta Vina yang terdiri dari 4 dokter dan 6 perawat. “Sudah beberapa hari ini Danteng nggak kelihatan ya dok,” kata suster Mimi membuka obrolan. Vina menoleh ke samping kirinya, di mana suster Mimi duduk. Danteng? Siapa dia, kenapa Vina nggak kenal, padahal hampir semua prajurit
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: Debaran AnehPerlahan Vina membuka matanya. Ia tampak kebingungan, karena saat ini sudah berada di dalam kamar. Seingatnya tadi, masih menaiki motor bersama Danton yang menyebalkan, namun sayangnya tampan itu. Vina turun dari ranjang dan keluar kamar. Di ruang tengah masih ramai rekan-rekannya yang asik berbincang, karena baru jam 8 malam. “Ibu Danton sudah bangun?” sapa dr. Alex pada Vina membuatnya mendengus kesal. “Enak saja kalau ngomong.” “Lah emang iya, naik motor saja sampai ketiduran, saking nyamannya dan dengan romantisnya Danton menggendong dr. Vina ke kamar loh,” kata dr. Alex lagi. Vina terkejut mendengar jika Danton menyebalkan itu yang menggendongnya ke kamar. “Serius?” tanya Vina yang di angguki rekan-rekan lainnya juga. “OMG! Kenapa saya nggak di bangunin sih, Dok.” “Tadinya saya mau bangunin dokter, tapi Danton melarangnya dan akhirnya gendong dokter ke kamar, sweet banget tau dok,” jawab dr. Dwi membuat Vina mencebik kesal, sweet dari mana coba, yang ada tubuh Vina saat ini
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: Berdua Dengannya“Kita naik motor ini?” Aku menoleh ke belakang, saat dokter cantik bertanya dengan ekspresi yang sangat menggemaskan, jelas sekali jika dia tak menyukai motor yang saat ini aku naiki. Aku mengangguk, “Betul sekali bu dokter, kenapa?” “Nggak ada motor lain?” Aku menggeleng, “Ini motor trail sesuai dengan medan di sini bu dokter, kalau pakai matic nggak bisa.” “Saya nggak mau naik motor ini.” “Kenapa?” “Joknya kecil, danton duduk saja sudah pas begitu, kalau saya bonceng enak di danton, rugi di saya dong.” Aku cengo mendengar jawaban dari dokter cantik ini, maksudnya apa kenapa enak di aku dan rugi di dia. “Maksudnya?” tanyaku. Dia berdecak, “Kalau saya bonceng otomatis kita dekatan atau saling tempel, saya nggak mau ya tubuh suci saya tempel danton,” jawabnya dengan ketus. Oalah, ternyata karena itu toh aku kira apaan, aku tersenyum semanis mungkin padanya, meskipun dia memasang wajah garang seperti singa betina yang siap menerkam mangsanya. Aku harus bisa semanis mungki
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: Manis Seperti CukaPOV Alvina Putri Abhimanyu “Dunia ini benar-benar sempit, atau memang takdir lagi sengaja menjahili aku?" Gerutuan itu tertahan di tenggorokanku. Belum dua puluh empat jam menginjakkan kaki di tanah Borneo aku sudah dibuat kesal sama pria yang empat tahun lalu bertemu denganku di Resepsi pernikahan bang Alvand. Aku masih ingat betapa menyebalkannya dia saat meminta berkenalan denganku. Sudah aku tolak, tapi tetap saja dia mengekoriku. Untung saja saat itu Om Firza memanggilnya dan itu kesempatanku untuk kabur darinya. Aku terkejut saat dia memperkenalkan diri. Nama belakangnya Mahya, itu sama seperti nama belakang istri Om Firza. Siapa yang tak kenal klan Mahya, terutama di dunia Militer."Ingat cerita Ayah soal Om Firza dan Tante dulu?" suara Ayah terngiang kembali di kepalaku."Ingat, Yah. Soal Om Firza yang hampir mundur jadi mantu keluarga Mahya karena minder pangkatnya di bawah Tante, kan?""Betul. Waktu itu Om Firza masih Lettu, sedangkan Tante sudah Kapten. Ditambah keluarga
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09