author-banner
muladimul232
Author

Novel-novel oleh muladimul232

Ahli Waris Tersembunyi CEO

Ahli Waris Tersembunyi CEO

Rara di fitnah oleh sepupu Devan, lalu dia di usir oleh Devan padahal dia sedang mengandung, setelah pergi dari rumah Devan, Rara berjuang sendiri untuk melahirkan dan membesarkan anaknya, dia memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan mengubah identitasnya menjadi Rora. Tapi setelah lima tahun Rara memutuskan untuk kembali ke indonesia bersama dua anak kembarnya karena pekerjaan. Saat sampai di bandara dia tidak sengaja bertemu dengan Devan. Karena wajah Keyla yang sangat mirip dengannya dan wajah Rora yang mengingatkan dia dengan Rara. Devan melakukan berbagai cara untuk membuktikan kalau Rara adalah Rora, Keyla dan Kai adalah anak kandungnya dengan melalui berbagai konflik dan usaha agar Rora mau menerima Devan kembali.
Baca
Chapter: Bab 6. Kecurigaan Kai
Rora berjalan cepat menyusuri lorong backstage, tangan kanan menggenggam Keyla, tangan kiri menarik koper roda berisi sampel koleksi. Kai berjalan di sebelahnya, tablet sudah masuk ke dalam tas, matanya waspada memindai sekitar."Ma, kenapa kita buru-buru?" Keyla bertanya, hampir berlari untuk mengimbangi langkah Rora."Tante Sari sudah menunggu di mobil," Rora menjawab tanpa menoleh. "Kita harus segera ke hotel.""Tapi Mama janji mau foto-foto.""Nanti, Sayang. Nanti ya."Mereka tiba di pintu keluar backstage. Rora mendorong pintu, dan langsung berhenti.Devan berdiri di sana.Pria itu bersandar di dinding, tangan bersilang di dada, jas hitamnya terlihat sempurna seperti biasa. Tapi ada sesuatu yang berbeda dari wajahnya. Matanya menatap Rora dengan intensitas yang membuat Rora ingin berlari."Raka menunggu mobil di parkiran bawah," Devan berkata, suaranya datar. "Dia bisa membawa anak-anak ke hotel. Aku ingin berbicara denganmu. Berdua."Rora merasakan jantungnya berhenti sejenak. I
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 5. Presentasi Rora
"Informasi apa lagi yang kamu dapatkan?""Tuan. Saya sudah cek. Di akta kelahiran anak-anaknya, kolom ayah kosong. Tertulis 'tidak diketahui'."Devan menutup matanya.Tidak diketahui.Dua anak dan Ayah tidak diketahui. Salah satu anak itu sangat mirip Devan."Raka," Devan membuka matanya, menatap asistennya. "Aku butuh kau melakukan satu hal.""Tuan?""Cari tahu apakah Rara Anindya pernah hamil lima tahun yang lalu. Cek semua rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya. Cek semua klinik. Cek semua catatan medis yang bisa kamu akses, dan satu lagi. Cari tahu jadwal Rora Anindya selama dia di Jakarta. Ke mana dia pergi, dengan siapa dia bertemu, apa yang dia lakukan. Aku ingin tahu setiap langkahnya."Raka menatap Devan, lalu mengangguk. "Baik, Tuan."Raka keluar dari ruangan, menutup pintu di belakangnya.Devan sendirian di kantornya yang besar dan sunyi. Ia berjalan kembali ke mejanya, duduk, dan menatap kedua foto di depannya."Siapa kamu sebenarnya, apa kamu benar-benar Rara."Di lantai 3
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 4. Informasi dari Raka
Lantai 30 gedung Alvero Group, Devan duduk di kursinya, menatap layar komputer.Di layar, ada laporan dari Raka. Laporan tentang Rora Anindya."Rora Anindya. Usia 28 tahun. Pemilik Butik Anindya di Paris. Tidak ada riwayat pendidikan formal yang tercatat. Tidak ada informasi tentang keluarga. jejak digital hampir tidak ada."Devan menatap laporan itu.Jejak digital hampir tidak ada."Itu mencurigakan, sangat mencurigakan."Devan membuka laci mejanya. Di dalamnya, ada selembar foto lama. Foto Rara. Foto yang disimpan selama lima tahun."Cara mereka tersenyum sama persis."Devan merasa napasnya terhenti.Dia mengambil ponselnya, menekan nomor Raka."Raka," Devan berkata, suaranya parau. "Cari tahu satu hal lagi tentang Rora Anindya.""Apa, Tuan?" Suara Raka terdengar dari seberang sana.Devan menatap kedua foto itu."Cari tahu apakah Rora Anindya punya sahabat bernama Sari."Hening di seberang sana."Tuan... kenapa?""Lakukan, Raka." Devan menutup telepon, menatap kedua foto itu. "Dan c
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 3. Kecurigaan Devan
Rekaman itu hitam putih, tapi cukup jelas. Terlihat kerumunan orang berjalan di terminal kedatangan. Anak-anak berlarian."Percepat." Devan memerintahkan.Rekaman itu dipercepat, orang-orang bergerak seperti dalam film bisu."Berhenti di sana," Devan menunjuk layar. "Di dekat pagar."Rekaman itu berhenti. Terlihat seorang gadis kecil berlari ke arah toko mainan. Di belakangnya, seorang wanita dan seorang anak laki-laki mengejarnya."Perbesar." Devan memerintahkan.Layar memperbesar area itu. Sekarang mereka bisa melihat wajah Keyla dengan jelas.Devan menatap layar itu. Jantungnya berdebar lebih cepat.Gadis kecil itu. Kemiripannya..."Lanjutkan." Devan berkata.Rekaman dilanjutkan.Terlihat Keyla berhenti di dekat pagar, lalu Devan berjalan cepat dari arah berlawanan dan menabraknya. Gadis kecil itu hampir jatuh, tapi Devan menangkapnya."Berhenti di sana,” Devan memerintahkan.Rekaman berhenti.Devan menatap layar, melihat dirinya sendiri menggendong Keyla. Gadis kecil itu menatapny
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 2. Bayangan masa lalu
Di dalam mobil yang membawa mereka keluar dari bandara, Rora duduk di kursi belakang, memeluk Keyla yang sudah mulai mengantuk. Kai duduk di sebelahnya."Ma," Kai berkata pelan. "Om itu... Om itu siapa?"Rora menatap keluar jendela. Gedung-gedung Jakarta mulai terlihat. Gedung-gedung yang lima tahun lalu ia tinggalkan."Mama juga tidak tahu," Rora mengulang."Tapi dia terlihat seperti mengenal mama."Rora tidak menjawab."Ma," Kai menekan. "Om itu... ayah kita?"Rora menoleh, menatap Kai. Mata anak laki-laki itu tajam. Terlalu tajam untuk anak berusia lima tahun."Kenapa kau bertanya itu?" Rora bertanya, suaranya pelan.Kai menatap Rora. "Karena... Om itu menatap Keyla seperti Papa menatap anak-anak di film."Rora merasa hatinya hancur. Ia memeluk Keyla lebih erat.Hatinya terasa hancur karena sejak lahir anaknya tidak pernah mengenal sosok ayahnya sama sekali, bahkan mereka tidak tahu siapa nama ayahnya, Rora sudah menutup semuanya dengan rapat. "Om itu bukan ayah kalian," Rora berk
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 1. Kepulangan
Lima tahun telah berlalu, Rora memutuskan untuk kembali ke Jakarta karena urusan pekerjaan. kota yang lima tahun lalu ia tinggalkan dalam air mata dan keputusasaan."Ma, kita sudah sampai?" Keyla bertanya, wajahnya menempel di jendela sebelah Rora. Mata gadis kecil itu berbinar-binar. "Jakarta itu kota besar ya? Kayak di kartun?"Rora tersenyum, tapi senyumnya tidak mencapai matanya. "Iya, Sayang. Jakarta kota besar.""Apakah kita akan tinggal di sini?" Kai bertanya dari kursi di sebelahnya."Hanya beberapa minggu," Rora menjawab. "Kita kesini untuk kerja. Setelah selesai, kita pulang.""Tapi aku mau tinggal di sini!" Keyla merengek. "Aku mau lihat Monas.""Keyla," Kai berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet. "Kita tidak tinggal di sini. Mama sudah bilang.""Tapi Kakak nggak pernah mau main di luar.""Karena kamu berisik.""Kakak jahat.""Kalian berdua," Rora menegur pelan. "Jangan berantem. Kita sudah sampai."Pesawat mendarat dengan guncangan ringan. Penumpang mulai berdi
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Anda juga akan menyukai
ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU
ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU
Rumah Tangga · Yazmin Aisyah
112.3K Dibaca
Setelah Aku Kau Miliki
Setelah Aku Kau Miliki
Rumah Tangga · Lis Susanawati
110.0K Dibaca
Dinikahi Calon Kakak Ipar
Dinikahi Calon Kakak Ipar
Rumah Tangga · Isna Arini
109.4K Dibaca
Menikahi Pria Angkuh
Menikahi Pria Angkuh
Rumah Tangga · Molista
109.2K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status