Chapter: 10 - PENGAKUAN CINTA ADIK IPARTidak terasa satu jam telah berlalu, Hana telah terbangun dari tidurnya yang tidak sengaja dan langsung duduk tegap. Di sampingnya ada anak lelaki tampan yang entah sejak kapan terus menatap handphone barunya. Layar mati, hanya tampak pantulan diri.Hana tidak bisa menahan rasa yang menggelitik di hati, kemudian tertawa terbahak saat melihat wajah lucu Alan yang kebingungan. Padahal Hana sudah beritahu tombol apa saja yang ditekan agar panggilan terhubung dengannya. Namun, sepertinya dia masih agak kaget dengan benda baru canggih itu.Sungguh menggemaskan. Tidak seperti anak lainnya yang antusias dengan handphone, dia justru sangat hati-hati.“Kenapa? Apa ada yang bikin kamu bingung?” tanya Hana sembari menyisir surai sang adik lembut.“Apa aku benar-benar butuh ini, Kak?”Pertanyaan itu sungguh tidak terduga. Namun, Hana tetap tenang dan angguk kepala tanda mengiyakan pertanyaan Alan.Setelah berulang kali memikirkannya, Hana sadar bahwa di rumah ini mereka bukanlah siapa-siapa selai
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-06-04
Chapter: 9 - JUAL SAJA TUBUHMU!“BERANI SEKALI KAMU MENINGGALKAN ANAK ITU SENDIRIAN DI RUMAH SAMPAI MALAM!!”Melihat Jeremy marah hebat membuat Hana benar-benar tidak bisa berkata apa pun lagi. Ia tahu dirinya salah, tetapi tidak biasanya Jeremy peduli tentang dirinya dan Alan. Tidak berhenti di sana, Jeremy bahkan membawa nama Evan yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.Jeremy segara mendekat ke Hana dan mengangkat sebelah tangan tinggi. Tahu akan ditampar, wanita itu tetap memandang lurus pria yang marah di depannya tanpa rasa takut.Senyum cemooh tersungging di bibir Jeremy, tanda penghinaan secara dingin. Kaget sekaligus tidak percaya, seharusnya sejak awal dia tidak bersikap lunak kepada wanita tersebut. Sekarang Hana mirip pemberontak yang siap melayangkan bendera merah kepadanya.“Kamu mengabaikan anak itu seharian. Bukannya sulit bekerja di restoran sampai malam?”“Urus saja urusanmu sendiri.” Hana tahu arah pembicaraan ini.“Kalau saja kamu mau bekerja dengan tubuhmu. Kamu bisa dapat uang yang kamu p
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-06-01
Chapter: 8 - DONAT UNTUK ADIK IPARLelah. Ada banyak hal yang harus Jeremy urus hari ini dan tidak semuanya selesai. Persetan dengan mereka yang sudah pinjam uang, tetapi hilang saat ditagih. Beribu alasan dibuat untuk menghindar, padahal Jeremy hanya melakukan apa yang sudah mereka janjikan sebelumnya. Mobil mewah yang dinaiki Jeremy berhenti tepat di depan anak tangga menuju pintu utama. Seorang datang dan membukakan pintu, kemudian Jeremy turun dan masuk ke dalam rumah miliknya. Pintu lebar yang sedari awal sudah terbuka menampilkan pemandangan anak kecil bernetra biru indah. Pandangannya yang berbinar menatap lurus Jeremy yang baru datang. “Apa lihat-lihat?!” tanya Jeremy galak. Anak lelaki yang baru tinggal beberapa minggu di sana nyaris menangis ketakutan. “Kakak—” Alan merengek memanggil-manggil kakaknya. Namun, dia hanya sendirian di situ. Entah di mana orang-orang yang bertugas menjaga anak kecil tersebut. Jeremy menurunkan egonya saat melihat Alan hampir menangis. Ia menepuk jidat, tidak habis pikir kare
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-05-29
Chapter: 7 - MATA YANG TERNODAIEvan tidak bilang kalau restorannya juga disertai bar! Tapi tidak apalah, beruntung sejauh ini semua sesuai dengan apa yang dijelaskan bos. Hana hanya perlu menerima dan mengantar pesanan, serta membersihkan meja seusai digunakan pelanggan. Meskipun begitu, dia masih merasakan keanehan bekerja di rooftop bar dan restoran ini. Suasana di restoran ini terasa sangat santai dengan pemandangan luar biasa cakrawala kota. Saking santainya, Hana bisa dengar berbagai kata buruk yang dilontarkan para pelanggan. Yah, sebenarnya itu bukan hal yang mengejutkan lagi. Hal terburuk adalah Hana melihat banyak pasangan yang saling berpagut bibir ketika suasana restoran mulai sepi pelanggan. Hana mungkin bisa bersabar dengan hal itu, tetapi kesabarannya hilang saat perlahan tangan pria mulai menjamah tubuh si wanita. Saat di mana Hana ingin menghentikan aksi tak senonoh di tempat umum itu, pegawai restoran lain malah menghentikannya. Mereka memperingati Hana untuk tidak ikut campur kalau tidak mau dip
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-05-27
Chapter: 6 - DIAM-DIAM MEMPERHATIKANSemua ini masalah ayah Hana. Jika orang itu bisa ditemukan, maka Hana tidak perlu menanggung semua utang seperti sekarang. Namun, sebuah pertanyaan baru timbul jika orang itu berhasil ditemukan. Apakah ayah Hana bisa melunasi seluruh utangnya? Firasat Hana mengatakan bahwa pada akhirnya dialah yang akan membayar utang. BAKK! Gelas ditaruh keras ke atas meja. Napas terengah karena berhasil menghabiskan air dalam sekali minum. Sorot kedua mata menatap tajam lurus ke luar jendela. Dalam hati tidak berhenti memaki karena rasa kesal yang sulit tertahan. “Anda baik-baik saja, Nona?” Kepala pelayan yang peduli bertanya pada Hana. “Aku harus berhasil menemukan ayahku, setidaknya aku bisa mengambil organnya dan menjualnya,” ucap Hana yang berbicara pada dirinya sendiri. Kepala pelayan langsung bergidik ngeri kala dengar perkataan tersebut. Ia pikir mereka tidak perlu berbuat sejauh itu, mengambil dan menjual organ bukanlah sesuatu yang bisa mereka lakukan. Kalaupun hanya candaan, itu tid
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-05-25
Chapter: 5 - PRIA KEJAM YANG SUKA BERMAIN WANITA“Oke. Pilihannya adalah pelayan kafe dengan gaji sedikit atau … gaji besar dengan tinggal di rumah bordil dan hidup menghibur om-om pakai tubuhmu. Kamu … serius mau gaji yang besar?” Hana langsung melotot lebar dan menutup telinga Alan rapat-rapat. Pilihan pertama masuk akal, tetapi pilihan keduanya sangat gila. Ini sama saja seperti perkataan Jeremy hari itu! Pertama bekerja di kafe. Ini tempat yang cukup aman dan tidak ada yang namanya pelayanan khusus untuk menghibur om-om. Yang perlu Hana lakukan hanya menghidangkan pesanan lalu membersihkannya. Bayarannya kecil, tetapi Hana tidak akan kelelahan karena jam kerjanya sudah ditentukan. Tetapi kalau memilih pekerjaan ini, akan sulit bagi Hana untuk melunasi utang, apalagi bayar bunganya. Berbeda dengan pilihan kedua, di mana Hana akan dapat uang banyak dari mereka yang membayar. Hana bisa menyesuaikan harga dan melakukan apa yang pelanggan suka. Rumah bordil yang dicari oleh Evan adalah tempat yang cukup menjanjikan. Tempat itu tida
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-05-03
Chapter: 139 - TIDAK AKAN MENYERAHMobil milik Kael melambat saat mendekati gerbang rumah sakit. Dari balik kaca jendela, mata Talia menangkap sosok yang membuatnya merasa seolah jantungnya diremas.Di sana, Richar duduk bersimpuh di atas trotoar yang dingin. Pria tua itu tampak begitu hancur sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang gemetar. Bahunya berguncang hebat, menunjukkan isak tangis pria yang benar-benar kehilangan harapan."Itu Om Richard! Sepertinya dia tahu Dante tidak dibawa ke kantor polisi ...," bisik Talia, suaranya tercekat. Ia hendak membuka pintu mobil bahkan sebelum Kael benar-benar berhenti.Kael menghentikan mobilnya dengan sempurna, namun saat Talia bersiap untuk turun, Kael mencekal pergelangan tangannya."Talia, dengarkan aku," ucap Kael dengan nada yang sangat serius, matanya mengunci pandangan Talia. "Kau turun di sini. Temani ayah dari bocah tidak tahu diri itu, dan pastikan mereka semua aman di dalam. Mereka butuh seseorang yang masih bisa berpikir jernih."Talia menggeleng cepat,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-11
Chapter: 138 - MEMULAI MISI PENCARIANDi dalam mobil yang melaju menuju rumah sakit, suasana begitu hening hingga suara napas Talia yang memburu terdengar jelas.Kael mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali mengetuk kemudi dengan irama yang sulit dibaca.Ponsel Kael yang diletakkan di dasbor kembali menyala. Sebuah notifikasi foto masuk dari informannya. Kael meliriknya sekilas, lalu matanya menyipit tajam."Talia," panggil Kael, suaranya kini berubah menjadi lebih serius dan dingin, tidak ada lagi nada menggoda seperti di kafe tadi."Apa? Ada kabar tentang Dante?" Talia menoleh cepat, matanya sembap namun penuh harap.Kael tidak menjawab, ia justru memberikan ponselnya kepada Talia. "Lihat foto itu. Itu tangkapan layar dari CCTV gerbang depan rumah sakit. Itu mobil yang membawa Dante."Talia menerima ponsel itu dengan tangan gemetar. Di sana terlihat mobil SUV hitam yang membawa Dante."Perhatikan plat nomornya," perintah Kael datar.Talia mengernyit, mencoba membaca deretan angka di sana. "Memang
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-10
Chapter: 137 - BUKAN KANTOR POLISIBegitu kain hitam yang membungkus kepalanya ditarik paksa, Dante terbatuk-batuk akibat debu yang menyesakkan. Cahaya lampu senter yang tajam menghujam matanya, membuatnya terpejam sesaat.Ia dibawa ke sebuah bangunan yang hanya berupa kerangka beton tak berpenghuni. Letaknya jauh di pinggiran kota yang sunyi.Ia mencoba menggerakkan tangannya, namun besi dingin dari borgol yang mengikatnya amengingatkannya pada posisinya saat ini."Polisi, hah? Kostum kalian cukup meyakinkan saat di rumah sakit tadi. Bahkan Talia dan ayahku pun tertipu." Dante mendongak, menyeringai sinis meskipun sudut bibirnya sudah robek dan berdarah.Tiga orang pria berdiri di hadapannya. Mereka melepaskan jaket bertuliskan 'POLISI' yang tadi mereka gunakan sebagai penyamaran.Dante tertipu karena dua orang yang datang menjemputnya adalah anggota rendahan yang tidak pernah sekalipun naik ke atas ring.Salah satu dari mereka, seorang pria bernama Viktor yang merupakan anggota senior Dominion. Pria itu melangkah maj
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-07
Chapter: 136 - KEBERADAANNYA YANG TIDAK DIKETAHUI"Kau selalu cantik meski sedang panik seperti ini."Kael menyesap kopi hitamnya perlahan, membiarkan uap panasnya menyentuh wajahnya. Di seberang meja, Talia tampak gelisah. Ia terus meremas jemarinya sendiri di bawah meja kayu kafe yang mulai sepi itu."Hentikan, Kael. Kita di sini bukan untuk membicarakan penampilanku," desis Talia tajam.Kael justru terkekeh rendah. Suaranya terdengar seperti vibrasi yang menggetarkan meja. Ia mencondongkan tubuh, memperpendek jarak hingga aroma parfum maskulinnya yang elegan mulai mendominasi udara di antara mereka."Kenapa tidak? Tadi di mobil, kau sangat berani. Ciuman itu aku masih bisa merasakannya di sini." Kael menyentuh bibir bawahnya dengan ibu jari, menatap Talia dengan tatapan lapar yang tidak disembunyikan. "Kau memberikan segalanya dengan begitu putus asa. Itu sangat... seksi.""Kael, kumohon fokuslah!" Talia memotong. Suaranya naik satu oktaf karena malu dan cemas. Ia tidak tahan lagi dengan permainan kata-pria ini. "Berapa lama waktu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-04
Chapter: 135 - CIUMAN SEBAGAI JAMINANTalia sampai di parkiran bawah yang remang-remang. Di sana, sebuah mobil Mercedes hitam sudah menunggu dengan mesin yang masih menyala.Kaca mobil perlahan turun, menampilkan sosok Kael yang duduk tenang di kursi pengemudi sambil menyesap kopi hitamnya.“Aku senang kau menghubungiku duluan, Talia. Masuklah dan setelah itu kita bisa bicara.”Talia melangkah masuk ke dalam mobil dengan perasaan campur aduk. Aroma parfum maskulin Kael yang elegan biasanya terasa menenangkan, namun kali ini aroma itu terasa mencekik.Begitu Talia memasang sabuk pengaman, mobil yang dikemudikan Kael mulai melaju perlahan meninggalkan rumah sakit."Dante ditangkap polisi.”Tiga kata yang dilontarkan Tali langsung mengejutkan Kael detik itu juga.“Bisakah kau mengeluarkannya?”Kael hanya menyandarkan punggungnya ke kursi kulit yang empuk, lalu tertawa rendah. Suara tawa yang terdengar sangat meremehkan."Mengeluarkan dia? Setelah kekacauan yang dia buat? Biarkan saja bocah itu mendekam di sana sebentar, Tali
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-03
Chapter: 134 - DUA ANAK YANG HANCURTangkap aku juga! Aku yang menyuruhnya bertarung! Aku yang berada di sana! Jika dia seorang kriminal, maka aku adalah alasannya!""Nona, harap tenang. Anda sedang dalam masa perawatan."Polisi itu mencoba memberi pengertian, namun Chloe justru semakin histeris. Ia melepaskan pegangannya dari tiang infus dan mencoba meraih lengan Dante, membuat selang infusnya tertarik kencang dan darah mulai naik ke selang plastik itu."Chloe, hentikan!" Richard berteriak menahannya."Biarkan aku ikut, Yah! Aku tidak mau dia sendirian! Dante! Jangan tinggalkan aku!" Chloe meronta di pelukan Richard, matanya terus terkunci pada Dante.Dante hanya bisa berdiri terpaku, dikawal ketat oleh dua polisi. Ia ingin sekali menghapus air mata wanita itu. Ia ingin memeluknya dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, tapi kedua tangannya terkunci besi. Ia hanya bisa menatap Chloe dan ayahnya dengan tatapan hancur."Ayah, kumohon jaga dia," lirih Dante sebelum polisi menariknya paksa menuju lift."DANTE!!! TI
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-02