Ratu yang Merebut Singgasana
Di kehidupan, Alin adalah lambang kepasifan. Ketika pamannya menjualnya kepada Valerio Moretti sebagai jaminan utang, Alin hanya bisa menangis dan menerima nasib. Dia mencoba mencintai Valerio, namun dikhianati oleh sepupu sekaligus sahabat yang paling dia percayai, Elena, yang berselingkuh dengan musuh Valerio. Alin dijebak, dituduh sebagai mata-mata, dan dieksekusi oleh tangan kanan Valerio atas perintah suaminya sendiri yang salah paham.
Saat peluru menembus dadanya, Alin tidak merasakan sedih, melainkan kemarahan yang membakar.
Dia terbangun di kamarnya yang lama. Kalender menunjukkan dua tahun lalu, tepat tiga bulan sebelum malam pernikahan mafianya. Berbekal ingatan masa depan, Alin bersumpah tidak akan menjadi domba sembelihan lagi. Dia tidak melarikan diri dari pernikahan itu; dia justru memeluknya, tetapi dengan satu syarat: Kali ini, dia yang akan memegang talinya.
Read
Chapter: chapter 37Alin merespons ciuman itu. Tangannya mengalung di leher Valerio, jemarinya menyusup ke dalam rambut hitam suaminya yang tebal. Namun di tengah ciuman yang semakin memanas, Alin memanfaatkan momen ketika Valerio terbuai oleh kenikmatan gairah tersebut untuk membalikkan posisi psikologis mereka.Alin menggigit kecil bibir bawah Valerio, membuat dia menggeram rendah di tengah ciumannya. Kemudian, dengan gerakan yang sangat lembut. Lalu Alin memiringkan kepalanya dan berbisik di telinga Valerio."Jika Anda menginginkan tubuh ini sepenuhnya, Don Valerio... berikan aku otoritas penuh atas pasukan Sektor Lima besok pagi."Valerio membeku seketika. Ciumannya terhenti. Matanya membelalak menatap Alin yang kini tersenyum manis di dalam pelukannya dengan deru napas yang masih memburu."Kamu... memanfaatkan momen ini untuk bernegosiasi bisnis lagi?" Valerio bertanya dengan suara penuh ketidakpercayaan, bercampur antara rasa takjub dan frustasi yang membakar dadanya."Aku seorang Vance yang kini
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Chapter 36Perjalanan kembali ke Kastel Moretti berlangsung dalam keheningan dan ketegangan. Di dalam mobil, Valerio duduk di samping Alin, memperhatikan setiap gerakan kecil istrinya.Alin melepas mantel tebalnya, memperlihatkan gaun kasual sutra berwarna biru gelap yang membingkai indah bentuk tubuhnya. Rambut cokelat gelapnya yang sedikit basah oleh hujan terurai bebas, mengeluarkan aroma harum floral yang memenuhi kabin mobil."Mengapa kamu diam, Valerio?" Alin memecah keheningan, melirik suaminya yang tak melepaskan pandangan darinya. "Apakah interogasi Kapten Viper di kepalamu sudah selesai?""Aku tidak sedang memikirkan agen federal itu, Alinea," suara Valerio terdengar rendah dan serak. Tangannya yang terbalut sarung tangan kulit hitam terangkat, mengelus paha atas Alin yang terekspos di balik belahan gaunnya. "Aku sedang memikirkan bagaimana cara menghukum seorang istri yang tidak patuh kepada suaminya."Sensasi hangat dari telapak tangan Valerio menembus kain sutra tipis, membuat bul
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: chapter 35Alin melepaskan genggaman tangannya dari pistol yang berada di dalam saku, melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap Silas dengan pandangan mata yang penuh penghinaan."Paman Silas..." Alin berkata dengan suara yang sangat tenang dan jernih, menggelegar menembus deru suara hujan di luar. "Apakah kamu benar-benar mengira... aku datang ke dermaga tua ini sendirian tanpa membawa hadiah penutup untukmu?"Tepat pada saat Alin menyelesaikan kalimatnya, suara mesin mobil berdaya tinggi mendadak memecah kegelapan malam dari luar gudang!Sebuah kendaraan lapis baja berukuran raksasa menghantam dinding beton gudang tua hingga hancur berkeping-keping, menyemburkan debu dan puing-puing batu ke udara! Di belakang kendaraan tersebut, belasan lampu tembak menyala serentak, menyinari seluruh sudut gudang tua dengan cahaya putih yang menyilaukan mata!Dari dalam debu yang membumbung tinggi, sesosok pria tinggi besar melangkah keluar dengan senapan di tangannya. Aura membunuh yang amat peka
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: chapter 34"Karena serangan Gideon semalam tidak akan pernah terjadi jika tidak ada dorongan dari petinggi di Eropa," Alin melepaskan tangan Valerio dari dagunya secara halus. "Seseorang di atas sana takut jika kita berhasil melegalkan bisnis kasino dan menguasai Sektor Lima, kekuasaan Moretti akan menjadi terlalu besar untuk dikendalikan."Valerio menatap istrinya beberapa saat sebelum sebuah helai nafas berat keluar dari dadanya. "Aku baru saja selesai menginterogasi komandan pengawal faksi selatan yang kita tangkap di pelabuhan.""Apa yang dia katakan?" tanya Alin cepat."Don Carlos tidak bergerak sendirian," Valerio melangkah mendekati jendela, menatap pemandangan halaman kastil di bawah sinar matahari pagi. "Dia mendapat perintah langsung dari seorang perantara yang mengaku bekerja untuk klan Vane di Eropa. Dan yang lebih menarik lagi... perantara itu memberikan foto wajahmu sebagai target utama yang harus ditangkap hidup-hidup."Alin terdiam sebentar. "Mereka tidak menginginkan kematia
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: chapter 33Matahari pagi belum sepenuhnya terbit saat Alin terbangun di atas ranjang kamar utama. Sedangkan Valerio sudah pergi lebih awal untuk mengurus sisa-sisa kekacauan di pelabuhan dan menginterogasi sisa-sisa pengawal faksi selatan yang ditangkap.Alin duduk di tepi ranjang, merenungkan perkembangan situasi. Serangan dari Tentara Bayaran Gideon semalam membuktikan bahwa bahaya yang dihadapinya kini telah meluas melebihi ekspektasi awal dari memori masa lalunya. Seseorang di tingkat internasional sedang memantau setiap langkahnya dan langkah Valerio.Setelah membersihkan diri dan mengenakan gaun sutra simpel berwarna biru gelap, Alin melangkah menuju ruang kerja pribadi Valerio di lantai dua. Pengawal yang berjaga di depan pintu hanya membungkuk hormat tanpa berani menghalangi jalan sang Nyonya Muda. Alin mendekati brankas besi rahasia yang tersembunyi di balik lukisan dinding tua. Menggunakan kombinasi angka yang dia ingat dari masa depan dan kunci akses biometrik yang dia salin semalam,
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: chapter 32"Tentu saja tidak," Alin melirik Valerio dengan kilatan mata jahil yang sangat memikat di bawah remang lampu interior mobil. "Itu hanya gertakan palsu. Tapi mereka tidak punya waktu untuk memverifikasinya dalam tiga menit, bukan?"Valerio tertegun sejenak sebelum sebuah tawa rendah dan berbahaya lolos dari tenggorokannya. "Kamu benar-benar wanita paling licik yang pernah kutemui."Suara dari helikopter kembali bergaung, kali ini terdengar sedikit ragu. "Nyonya Moretti... kamu bermain-main dengan maut. Turun dari mobil dan serahkan perangkat penyimpanan data itu dalam tiga puluh detik!”"Enzo!" Valerio menyambar radio komunikasi genggamnya, memotong gertakan dari udara. "Apakah tim sudah berada di posisi penembakan?"Dari radio, suara Enzo terdengar di antara derau sinyal. "Sudah, Don! Penembak jitu kita sudah mengunci rotor belakang helikopter musuh dari atas derek kontainer utama!""Hancurkan mereka," perintah Valerio dingin.Suara tembakan senapan membakar malam. Rotor belakang
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Chapter 6"Jangan bilang kamu hamil anak orang lain, dan aku yang diminta untuk bertanggung jawab!" tegasnya membuat Cyra langsung menatap wajahnya.Nafasnya terhenti, Cyra merasa dirinya sangat rendah di mata Alby. "Aku tidak serendah itu Alby! bisa saja kamu masuk kedalam kamarku saat aku mabuk dan aku tidak sadar hal itu terjadi" Alby terdiam, ia merasa Cyra mengetahui itu tetapi ia tetap berusaha menyangkalnya. "Kapan? kapan aku masuk ke kamar kamu. Walaupun kita satu apartemen, apa aku pernah masuk kamar sembarangan? lagipula masih banyak wanita diluar sana yang bisa aku tiduri. Untuk apa meniduri mu, kita menikah hanya karena kontrak. Kamu lupa? mengobrol saja jarang, apalagi masuk ke kamar orang sembarangan" Cyra menatapnya dengan penuh amarah, lalu ia pun kembali ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Alby pun menjadi tidak fokus menonton pertandingan bolanya setelah mendengar kabar Cyra hamil. "Bisa saja sebelum malam itu terjadi dia pernah tidur bersama laki-laki lain" pikirnya te
Last Updated: 2024-04-24
Chapter: Chapter 5Dengan tidak sadar, Cyra tersenyum menatap wajah Alby dan melanjutkan tindakannya sehingga Alby terbangun dan terkejut. "Astaga, Cyra" Bukannya menghentikannya, Cyra malah membuka bajunya dihadapan Alby. Kedua matanya terbelalak melihat pemandangan yang sudah lama tidak ia lihat. Selama ini, ia hanya melihat layar komputer dan tumpukan berkas di ruang kerjanya. Cyra membuat Alby tidak bisa melakukan apa-apa selain diam, padahal Alby sangat ingat dengan perjanjian mereka. Tetapi Alby malah membiarkannya, sampai mereka melakukan hubungan badan tanpa menggunakan pengaman.Sinar matahari mulai masuk kedalam kamar Cyra, melalui jendela yang sengaja Alby buka sebelum ia keluar dari kamar itu.Saat Cyra terbangun, ia sudah memakai piyama dan dirinya sama sekali tidak mengingat kejadian semalam. "Ko aku disini" dengan mata yang menatap dinding kamarnya. Cyra langsung beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kama
Last Updated: 2024-04-20
Chapter: Chapter 4"Kita memang nikah kontrak, tapi semua dilakukan secara real. Ayo turun!" ajak Cyra membuka pintu mobil Alby. Dengan terpaksa, Alby pun turun dari mobilnya dan menemui kedua orang tua Cyra. Kali ini, Cyra lebih agresif dibandingkan dirinya saat mengajak Cyra menemui orang tuanya. Cyra terus menggenggam tangan Alby, sampai mereka bertemu dengan kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang makan. "Ma, Pa kenalin. Pacar Cyra yang selama ini Cyra sembunyikan dari kalian" ucapnya dengan tegas. "Oh, dia yang selalu ajak kamu pergi tengah malam?" tanya mamanya. Kali ini Alby terkejut karena ia tidak tau apa-apa tentang masalahnya pergi keluar malam bersama siapa. Ia pun bingung harus berkata apa, sebelumnya Cyra tidak mengatakan apapun kepadanya. "Itu tidak penting, yang terpenting aku akan segera menikah dengannya. Minggu depan" ucapnya. Spontan, keduanya pun tersedak makanan masing-masing karena mendengar ucapan Cyra. Pasalnya mereka memiliki perjanjian dengan seseorang yang memberi
Last Updated: 2024-03-29
Chapter: Chapter 3Baru saja duduk, ia langsung disodorkan kopi pilihan Alby. "Itu kopi kesukaanku" ucap Alby. Cyra menatap segelas cangkir kopi hitam, ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Alby, menatapnya dengan heran. Mengapa dirinya dipesankan kopi kesukaan Alby, bukan diminta untuk memilih kopi kesukaannya sendiri. "Oke, jadi kita mau apa kesini?" tanya Cyra."Aku mau langsung bicara pada intinya saja ya. Aku tau kamu dari Aldo, semoga aja kamu bisa di ajak kerja sama ya" ucap Alby, menatapnya dengan serius. "Apa kamu mau, kalau aku ajak nikah kontrak? dalam kontrak itu, akan tertulis kalau setelah kita menikah satu tahun, kita akan bercerai, dan tidak ada anak di antara kita" jelasnya. Cyra pun menatapnya dengan sangat serius, telinganya mendengar dengan jelas apa yang Alby katakan. Tanpa berpikir panjang, ia pun menjawabnya. "Ayo, kapan kita akan bertemu dengan keluarga kita masing-masing" tanyanya. Spontan Alby pun terkejut mendengarnya, baru kali ini ia menemukan wanita seperti dia. "Apa
Last Updated: 2024-03-27
Chapter: Chapter 2Alby tetap terdiam sambil memikirkan ucapan Aldo, dia mulai merasa tertarik dengan sarannya untuk menikah kontrak."Boleh juga sih sarannya, nanti gue pikir-pikir lagi deh. Kalo bisa cariin yang lebih bagusan" ucap Alby. "Itu udah bagus loh, anaknya cantik, pinter, mandiri. Minusnya ya cuma satu, masih suka keluyuran malam" jelas Aldo."Kalau mencari wanita untuk di jadikan istri, jangan yang suka keluar malam. Pasti dia banyak temen cowoknya, emang lo mau nikah sama cewek yang friendly ke semua cowok. Itu sih saran aja dari gue" ucap Eric memberi saran pada Alby dan Aldo."Loh, ini kan cuma buat nikah kontrak buat buktiin ke nyokap bokap nya Alby, kalo Alby juga mau nikah" tepis Aldo sedikit tidak suka dengan saran Eric. "Iya, ini mah gue cuma kasih saran aja buat lo berdua yang belum nikah. Sebrengsek-brengseknya kita, pasti gak mau kan kalo kerjaannya nikah cere nikah cere" jawab Eric. "Iya juga sih, terus gimana? mending nikah kontrak apa jangan?" tanya Alby. "Terserah lo, kan
Last Updated: 2024-03-26
Chapter: chapter 1Baru saja, Alby keluar dari kantornya dan bergegas pulang ke sebuah apartemen, tempat ia tinggal. Tiba-tiba saja, ia mendapatkan telpon dari Papanya, Hartana. Handphonenya terus berdering, tetapi Alby tidak mengangkat telpon itu sama sekali. Ia sengaja tidak menerima telponnya dan memilih untuk membiarkan berdering berkali-kali, karena saat ini ia sedang malas berbicara dengan siapapun. Hartana pun terus menelponnya, sampai akhirnya Alby pun menyerah dan terpaksa menerima telpon itu."Iya, Pa. Kenapa? Alby lagi dijalan, baru pulang dari kantor" "Pulang ke rumah ya by, sekarang! Mama mau bicara sama kamu" ucap Hartana."Gak di telpon aja, Pa. Bicaranya? Alby capek banget hari ini" tolaknya. "Gak bisa! pulang ke rumah sekarang. Papa, dan Mama tunggu kamu disini!" tegas Hartana. "Oke, Alby kesana sekarang juga. Ya sudah Alby matikan telponnya ya, Pa" Dengan muka malas sambil menghela nafas, Alby pun mematikan telponnya. Ia memutar setir mobilnya dan berbalik arah menuju rumah orang
Last Updated: 2024-03-22