
Menikahi Ayah Angkat
Pada ulang tahunnya yang ke-21 tahun, Shanna Adipramana memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Damar Mahesa Adipramana—pria yang telah membesarkannya, ayah angkatnya. Akan tetapi, Damar menolaknya dengan tegas. Bagi Damar, Shanna hanyalah putrinya. Tidak lebih.
Shanna pikir, hubungan mereka akan seperti sebelumnya setelah pernyataan cintanya, tetapi ternyata Damar menghindarinya. Hingga akhirnya Shanna pun memutuskan untuk pergi. Akan tetapi, Damar justru mengejarnya, memohon agar Shanna kembali kepadanya, hingga akhirnya mengakui sesuatu yang seharusnya tidak pernah diucapkan, yaitu bahwa Damar pun memiliki perasaan yang sama untuk Shanna.
Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Badai cobaan menerpa mereka silih berganti, mulai dari kedatangan Nadia Hardinata—mantan kekasih Damar yang sudah lama tidak diketahui kabarnya, beredarnya skandal hubungan mereka yang dianggap tabu, hingga Shanna yang harus kehilangan anaknya yang belum lahir karena sebuah kecelakaan.
Di tengah badai cobaan yang silih berganti menerpa mereka, terungkap sebuah rahasia kelam di masa lalu. Rahasia yang mengubah segalanya untuk mereka semua.
Read
Chapter: BAB 127 : Keluarga KecilDamar menggenggam erat tangan Shanna. Matanya yang merah karena menangis saat menunggui Shanna di ruang operasi, terus menatap wajah Shanna yang pucat. Tangannya membelai wajah Shanna."Sayang, bangun. Jangan tinggalkan aku sendiri," kata Damar pelan, nyaris seperti bisikan. Diciuminya pungung tangan Shanna.Air mata kembali membasahi wajah Damar.Setelah 6 jam berada di ruang intensif, akhirnya dokter memindahkan Shanna ke ruang inap setelah masa kritisnya berlalu."Pak, lebih baik Anda istirahat. Biarkan saya yang menjaga Shanna," kata Ardo pelan."Tidak!" tolak Damar cepat.Damar tidak akan meninggalkan Shanna. Dia takut Shanna benar-benar meninggalkannya jika dia pergi."Tapi, Pak, Anda belum istirahat sama sekali sejak tadi pagi. Setidaknya Anda makan dulu meski sedikit, karena sejak tadi Anda juga belum makan." Ardo berusaha membujuk.Damar keras kepala ingin menemani Shanna.Ardo berusaha membujuk Damar. Namun, karena kekeraskepalaan Damar, akhirnya Ardo pun mengalah dan membia
Last Updated: 2025-10-06
Chapter: BAB 126 : Berjuang BersamaShanna mengernyit bingung saat mobil memasuki area rumah sakit. "Kenapa kita ke sini, Ba?"Damar memarkirkan mobilnya dengan rapi dan mematikan mesin mobil, lalu dia menatap Shanna. Tangannya menggenggam kedua tangan Shanna yang berada di atas paha."Kita akan konsultasi, dan jika memungkinkan, kita sekalian melakukan program kehamilan."Mata Shanna melebar. "Ba ..."Damar tersenyum kecil. "Aku sangat mengenalmu, Sayang. Walaupun kamu tidak mengatakannya, tapi kamu pasti masih memikirkannya, kan?"Shanna kembali dibuat terkejut. "Enggak, Ba. Aku nggak memikirkannya.""Kamu nggak perlu membohongi dirimu sendiri. Aku dapat melihatnya di matamu. Aku yang selama ini merawat dan membesarkanmu, jadi aku sangat tahu betul bagaimana dirimu.""Baba," Shanna tidak bisa berkata-kata.Ingin sekali Shanna menampik semua ucapan Damar. Namun, apa yang Damar katakan benar. Dia masih memikirkan apa yang dokter katakan mengenai kondisinya yang didiagnosa sulit untuk hamil. Sebagai seorang wanita, itu m
Last Updated: 2025-10-06
Chapter: BAB 125 : Janji Setia DamarShanna menunggu jawaban Damar dengan rasa takut yang semakin besar.Shanna sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Walaupun begitu, Shanna masih belum siap jika harus kehilangan Damar.Tangan Damar terulur, menghapus air mata yang terus mengalir di wajah Shanna. Senyum kecil terukir di wajah tampannya."Apa yang kamu katakan, hm?" kata Damar setelah berhasil menenangkan dirinya dari berita yang mengejutkan ini."Asal kamu tahu, Sayang," lanjut Damar. "Aku tidak peduli apakah kita akan memiliki anak atau tidak. Karena bagiku, kamu adalah segalanya. Jadi, tidak mungkin aku akan menceraikanmu. Jadi, berhentilah memikirkan hal yang tidak-tidak tentangku. Apa perlu aku mengatakannya kepadamu setiap hari, kalau aku selalu dan akan selalu menyayangi dan mencintaimu apa adanya meski kita tidak memiliki anak?"Air mata Shanna semakin deras. Namun, kali ini bukan air mata kesedihan, tetapi air mata kebahagiaan.Shanna kembali memeluk Damar erat. "Terima kasih, Ba. Terima kasih kamu
Last Updated: 2025-10-06
Chapter: BAB 124 : Diagnosa DokterKehidupan mereka yang tenang dan damai membuat waktu berjalan dengan begitu cepat. Tidak terasa sudah satu tahun berlalu. Namun, sampai sekarang Shanna tidak kunjung hamil. Hal itu membuat Shanna khawatir dan waswas. Dia takut keguguran yang dialaminya sebelumnya akan berdampak pada rahimnya. Karena itulah hari ini Shanna memutuskan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Shanna benar-benar takut jika dia tidak memberikan keturunan untuk Damar."Kak, kakak tunggu di sini aja, ya," kata Shanna begitu Ardo memarkirkan mobil di parkiran rumah sakit.Ardo mengangguk. "Ya."Shanna keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah sakit. Setelah mengambil nomor antrean dan menunggu beberapa lama, akhirnya Shanna pun masuk ke ruangan dokter.Dokter langsung melakukan pemeriksaan sederhana usai mendengarkan keluhan Shanna. Memerlukan waktu satu setengah jam sebelum akhirnya dokter memberikan hasil diagnosanya kepada Shanna.Dunia seakan berhenti berputar saat dokter memberi t
Last Updated: 2025-10-05
Chapter: BAB 123 : Pindah RumahShanna menggeleng pelan. "Nggak, Tante.”Shanna meraih tangan Farel, isyarat untuk pria itu memberi ruang untuknya bicara dengan Nadia. Lalu Shanna pun duduk di hadapan Nadia.“Aku tahu tante nggak suka melihatku. Tapi tujuanku datang menemui tante bukan untuk menertawakan ataupun menghina tante. Aku datang mengunjungi tante karena aku ingin meminta maaf pada tante."Nadia mendengkus sinis. "Maaf? Apa kamu pikir maafmu bisa membebaskanku dari tempat ini?"Pandangan Shanna tertunduk. "Permintaan maafku memang nggak bisa membebaskan tante dari sini. Karena bagaimanapun, tante harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah tante lakukan."Shanna menegakkan kepalanya dan menatap Nadia lekat-lekat."Karena itulah aku ingin mengakhiri perseteruan kita sampai di sini, Tante. Aku benar-benar minta maaf karena sudah menjadi penyebab kebencian tante. Aku juga mewakili Baba meminta maaf pada tante karena dia sudah membuat tante harus berakhir seperti ini. Tapi tante harus tahu, apa yang Baba lakukan
Last Updated: 2025-10-04
Chapter: BAB 122 : Permintaan ShannaKedua tangan Damar terkepal erat. Rahangnya mengeras. "Dia kembali berulah dengan menjegal semua investor yang ingin berinvestasi di Dashan Group.""Lagi?!" seru Shanna terkejut."Ya.""Terus, sekarang bagaimana?" tanya Shanna khawatir.Damar tersenyum lebar. "Sekarang semuanya sudah baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."“Syukurlah kalau semuanya sudah baik-baik aja” Shanna memeluk Damar. "Maafkan aku, Ba. Aku sudah terlalu banyak menyusahkanmu. Karenaku, kamu jadi mendapatkan banyak masalah."Damar membalas pelukan Shanna. "Kamu tidak salah, Sayang. Memang mereka saja yang tidak bisa senang melihat kebahagiaan kita. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.""Tapi, Ba, kalau kamu tahu bahwa Bibi adalah dalang di balik kecelakaan itu, kenapa kamu tidak mencabut tuntutanmu terhadap Nadia? Bukankah kalau seperti ini, sama saja dengan kita menjebloskan orang yang tidak bersalah?""Siapa bilang dia tidak bersalah?” kata Damar cepat. “Entah itu Nadia atau Diana, mereka me
Last Updated: 2025-10-04
Chapter: BAB 50Albert memasuki kamar dengan langkah cepat. Ekspresinya penuh dengan kemarahan. Lalu, dengan cepat dan kasar dia mengambil ponsel di tangan Aryana.“Bukankah sudah kukatakan untuk tidak pernah menyentuh barang-barangku tanpa seizinku?!” kata Albert marah, tapi sebisa mungkin dia memelankan suaranya agar orang lain tidak mendengar.“Aku tahu, Mas. Cuma dari tadi ponselmu bunyi terus. Aku mengambilnya untuk mengantarnya padamu,” kata Aryana jujur.Aryana menunduk. Bersiap menerima kekerasan yang dilayangkan Albert padanya. Namun, itu tidak terjadi.“Lain kali biarkan saja,” kata Albert, lalu duduk di tepi tempat tidur dengan kasar.“Halo, ada apa?” kata Albert pada Narana yang berada di ujung telepon.Aryana bergegas meninggalkan kamar. Tidak ingin membuat Albert semakin marah jika dia masih berada di sana.Di luar kamar, Aryana menghela napas lega karena Albert tidak memukulinya.A
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: BAB 49Aryana berjalan cepat menuju pintu. Betapa terkejutnya dia saat melihat Albert berdiri di depan pintu.“Aku akan menginap,” kata Albert langsung mengatakan tujuan dari kedatangannya. “Kamu tidak keberatan, kan?”Aryana menggeleng. “Tidak, Mas. Aku justru senang kalau Mas mau menginap di sini. Ayo masuk, Mas!”Aryana membuka pintu lebih lebar.Albert mengikuti Aryana memasuki rumah.Aryana senang Albert datang untuk menginap. Namun, dia juga takut.‘Apa tadi Kakek memarahi Mas Albert, makanya dia datang ke sini untuk melampiaskan kemarahannya padaku?’ pikir Aryana, keringat dingin mulai muncul di pelipis.“Kamu ke ruang makan saja duluan, Mas. Biar aku taruh tasmu dulu di kamar,” kata Aryana saat melewati ruang tengah.Albert tidak menolak. Ia memberikan tasnya kepada Aryana yang langsung pergi ke kamar. Sementara dia pergi ke ruang makan.Di meja makan sudah ada Yudha dan Sinta. Bersiap untuk makan malam. Keduanya terkej
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: BAB 48“Sudah satu bulan lebih.” Alvonso membuka suara. “Kupikir sudah lebih dari cukup untukmu memikirkannya, Arga. Bagaimana? Apa kamu mau mengelola perusahaan untuk menggantikanku?”Argandara menghela napas lega dalam hati. Ternyata ketakutannya tidak terbukti.Sejujurnya Argandara tidak takut Alvonso menyakiti atau mengusirnya. Dia hanya takut Alvonso akan menjauhkannya dari Aryana.“Maaf, Kek, jawabanku tetap sama. Aku tidak bisa melakukannya,” kata Argandara tegas.“Kenapa?” tanya Alvonso, nadanya menuntut.“Karena aku sama sekali tidak mengerti tentang bisnis, Kek.”“Mengenai itu, kamu tidak perlu khawatir. Linggar akan mengajarimu pelan-pelan. Dia akan membantumu sampai kamu bisa melakukannya.”“Maaf, Kek. Aku tetap tidak bisa menerimanya. Daripada memintaku, kenapa kakek tidak meminta Kak Albert saja yang mengurusnya? Dia lebih mengerti bisnis dibandingkan aku, Kek.”“Aku tahu, tapi aku tidak bisa memberikannya pada Albert.”“Kenapa, Kek?” tanya Argandara penasaran.Argandara tidak m
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: BAB 47Suasana dalam mobil kembali hening. Baik Albert maupun Alvonso tidak ada yang membuka suara hingga mereka tiba di kediaman Handaryana, bertepatan dengan Argandara yang juga kembali dari luar kota.Suasana hati Albert yang buruk, kini semakin buruk saat melihat Argandara. Dia pun kembali ke mobil untuk pergi.“Mau ke mana lagi kamu?” Alvonso menatap tajam Albert.Gerakan Albert yang baru membuka pintu mobil terhenti. “Aku akan kembali ke kediaman Pramudyarta.”“Tidak perlu. Biarkan Aryana sendirian di sana untuk saat ini. Apa kamu pikir dia tidak akan kecewa dan sakit hati dengan apa yang sudah kamu lakukan padanya?”‘Jadi, saat ini Aryana tidak ada di rumah?’ pikir Argandara saat mendengar ucapan Alvonso yang ditujukan kepada Albert, kekecewaan merasuki dirinya karena tidak bisa bertemu Aryana.Albert meremas pintu mobil, lalu menutupnya dengan keras. Dia menatap Argandara. Sorot matanya penuh kemarahan dan kebencian. Tapi itu hanya sesaat sebelum dia membuang muka, berjalan dengan lan
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: BAB 46Empat puluh lima menit kemudian, setelah Aryana menelepon Albert.Sebuah mobil memasuki halaman rumah Pramudyarta. Sosok Albert keluar dari mobil. Dengan senyum lebar pria itu memasuki rumah. Menyapa semua orang di ruang tamu.“Maaf aku baru bisa datang, Kek, Nek,” kata Albert kepada Sinta dan Yudha.“Kemari nada pekerjaan mendadak yang harus kukerjakan dan tidak bisa ditinggalkan,” lanjut Albert beralasan.Yudha dan Sinta percaya. Tapi tidak dengan Alvonso.Saat ini, Alvonso sangat geram dan ingin memarahi Albert. Namun, dia berusaha menahan diri agar tidak membuat malu di depan keluarga Pramudyarta.“Kakek, kenapa kakek datang ke sini tidak memberi tahu kami?” tanya Albert kepada Alvonso seraya mendudukkan diri di samping Aryana.“Aku merindukan kalian. Rasanya rumah sepi sekali. Makanya aku mengajak Bagas untuk datang ke sini. Sekaligus aku juga mau menemui Pak Yudha dan Kak Sinta. Soalnya kan sudah lama aku tidak datang ke sini.”
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: BAB 45Belum sempat Aryana berdiri, Alvonso sudah menghampirinya. Senyum lebar menghiasi wajah tua itu.Aryana yang tidak punya pilihan pun terpaksa menyambut Alvonso.“Kakek, kenapa kakek datang ke sini tidak memberi kabar?” kata Aryana sambil mengajak Alvonso masuk dan duduk di ruang tamu.“Tidak apa-apa. Aku sengaja tidak memberi kabar. Soalnya aku tidak mau membuat keluargamu repot harus menyambutku.”“Kakek ini bicara apa. Kami tidak pernah merasa direpotkan dengan kedatangan kakek. Baiklah, aku buatkan kakek minum dulu, ya.”Aryana meninggalkan ruang tamu.Aryana bergegas pergi ke dapur sambil menelepon Albert.“Mas, angkat, dong,” gumam Aryana yang semakin panik karena Albert yang tidak langsung mengangkat teleponnya.“Ada apa?” tanya Albert saat sambungan terhubung, nadanya ketus seperti biasanya.“Mas, cepat ke rumah nenekku sekarang. Saat ini kakekmu ada di rumah nenekku,” kata Aryana cepat.Panggilan terputus tanpa ada jawaban dari Albert.Aryana menatap layar ponsel. Dia mengembus
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: BAB 109 : Berkumpul KembaliYesha membuka mata secara perlahan ketika indra pendengarannya menangkap banyak suara di ruang rawat inapnya. Untuk sesaat pandangannya pudar sebelum berubah menjadi jelas. Betapa terkejutnya ia ketika netranya menatap sosok keluarga Altezza tengah mengelilingi boks di mana putrinya berada. “Papa! Mama!” pekik Yesha dengan suara parau. Dengan sedikit kesulitan Yesha mencoba untuk mengubah posisinya menjadi duduk. Mereka semua mengalihkan perhatian dari boks ke arah Yesha. Trisa dengan tanggap menghampiri Yesha dan membantunya untuk duduk. “Pelan-pelan.” “Mama.” Yesha menggenggam lengan Trisa dengan kuat, takut bahwa apa yang dilihatnya saat ini hanyalah halusinasinya saja karena dirinya yang sangat merindukan mereka. Trisa tersenyum lebar. Dibawanya Yesha ke dalam pelukan. “Iya, ini mama, Sayang.” Trisa mengelus lembut kepala putrinya yang hampir tiga bulan tidak bertemu. Yesha memeluk erat. Air mata mengalir membasahi wajahnya. “Jangan tinggalkan aku lagi, Ma.” “Kami tidak akan
Last Updated: 2023-10-23
Chapter: BAB 108 : Kehancuran Dua KeluargaRivania dan Gevarel tidak terbiasa menjalani kehidupan sederhana yang jauh dari kemewahan. Karena itulah mereka menyewa rumah yang lumayan bagus dengan biaya sewa lima belas juta pertahun. Untuk biaya hidup, Gevarel mencoba untuk melamar pekerjaan, tetapi karena pemberitaan mengenai keluarganya, membuat namanya pun ikut terseret. Beberapa artikel menulis tentang keburukannya selama ini. Hal itu benar-benar berdampak besar pada citranya, membuat Gevarel kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Pada akhirnya ia hanya bisa bekerja sebagai kasir di sebuah mini market kecil. Sementara Rivania sendiri mencoba menemui beberapa kenalan lamanya dulu, berharap mereka mau membantunya. Bagaimanapun dirinya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja di perusahaan. Dan untuk pekerjaan kasar, dirinya belum pernah melakukannya. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Elivia. Wanita itu menyewa seseorang untuk membuntuti Rivania dan memotretnya, dan mengirimkannya kepada Dhimani. Tentu saja pria itu sangat marah
Last Updated: 2023-10-23
Chapter: BAB 107 : Kehidupan Baru ArianKeesokan harinya, pukul delapan pagi di sebuah restoran, Yesha memesan ruang pribadi untuk mereka. Ia tidak ingin pembicaraan mereka dicuri dengar oleh orang lain. Pasalnya berita mengenai Tuan Rahandika yang menjual perusahaannya pun sudah berada di televisi dan juga media cetak. Mengalahkan pemberitaan mengenai Dhimani yang diketahui memalsukan surat-surat kepemilikan perusahaan. Bagaimanapun para wartawan itu masih sedikit meragukan alasan Tuan Rahandika menjual perusahaan. Mereka meyakini bahwa pasti ada alasan lain yang membuat Tuan Rahandika sampai harus menjual perusahaan. “Ya, aku yang melakukannya.” Alfan mengakui. “Anggap saja ini hadiah untuk ayah dan bunda.” “Jangan bilang kalau sejak awal kamu memang sudah menargetkan mereka.” “Untuk membeli perusahaan, aku tidak merencanakannya. Itu muncul ketika Tuan Rahandika mengumumkan akan menjual perusahannya. Tapi sebelumnya aku memang sudah menargetkan mereka, lebih tepatnya aku menargetkan Arian.” Alfan pun menceritakan semu
Last Updated: 2023-10-22
Chapter: BAB 106 : Terjualnya Perusahaan Rahandika GroupElivia benar-benar tidak menyangka bahwa polisi akan menindak laporannya dengan cepat. Bahkan kasusnya langsung masuk ke pengadilan setelah satu minggu dilakukan penyelidikan. Karena pihak terdakwa tidak memiliki pengacara untuk membela, sidang itu berjalan dengan lancar dan hukuman untuk Dhimani diputuskan pada sidang kedua yang dilakukan tiga hari berikutnya. Walaupun ia ingin Dhimani dihukum lebih, tetapi melihat kondisi Dhimani yang lumpuh, dirinya cukup puas dengan putusan hakim. “Ini adalah saham yang sudah kita sepakati.” Elivia meletakkan map di hadapan Yesha. “Totalnya tiga puluh persen seperti yang kamu minta.” Dua minggu lalu, setelah sidang putusan kasus pemalsuan Dhimani dijatuhkan, Elivia segera pergi ke perusahaan dengan asisten pribadi yang sengaja Rezvan berikan kepada wanita itu untuk membantunya belajar mengelola bisnis. Para pemegang saham memang sempat dibuat terkejut dengan kedatangan Elivia. Namun karena perusahaan yang berada dalam masalah finansial yang ser
Last Updated: 2023-10-21
Chapter: BAB 105 : Ingin Tinggal BersamaArian menatap Yesha dengan sedikit kebencian di matanya. “Kakak tahu kalau perusahaan ini adalah satu-satunya untuk kami bertahan hidup. Jika kakak tidak ingin menghancurkan keluargaku, seharusnya kakak memilih ayahku untuk tetap menjadi presdir. Jika posisi ayahku digantikan orang lain, kami tidak bisa bekerja di tempat lain karena orang sudah menilai buruk reputasi keluarga kami. Apalagi setelah berita di internet mengenai kehamilan Vania di luar nikah. Tidak ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja.” Di luar, keluarga Rahandika terlihat baik-baik saja. Namun pada kenyataannya, keluarga mereka saat ini sangat kacau. Mereka tidak memiliki apa-apa lagi selain perusahaan itu. Karena itulah Tuan Rahandika berusaha keras membujuk beberapa pemegang saham untuk tetap mempertahankan dirinya sebagai pemimpin perusahaan. “Dengar, Arian. Ini adalah dunia bisnis, seharusnya kamu tahu apa yang diinginkan oleh seorang pebisnis. Tidak ada orang yang ingin membuat perusahaannya semakin terpuru
Last Updated: 2023-10-21
Chapter: BAB 104 : Merajuk“Ketika aku menemanimu check up dan kita bertemu dengan Rivania. Aku tidak sengaja melihatmu tersenyum kecil ketika melihat Dhimani terbaring di rumah sakit. Karena merasa sedikit aneh, jadi aku meminta Damar untuk menyelidikinya.” Awalnya ia tidak curiga ketika Rivania mengatakan bahwa Dhimani mengalami kecelakaan tunggal ketika pulang dari perjalanan bisnis ke luar kota. Namun ketika ia melihat ekspresi dan senyum Yesha yang penuh kepuasan, ia yakin istrinya pasti telah melakukan sesuatu di belakangnya. Karena itulah ia meminta Damar untuk menyelidikinya. Dan dugaannya terbukti benar, bahwa semua itu adalah ulah istrinya. Walau begitu Rezvan tidak mengatakan apa-apa. Apalagi Yesha sendiri pun tidak mengatakan apa-apa. Meski sedikit marah karena Yesha tidak memberitahunya, tetapi ia mencoba untuk menghargai privasi istrinya. Yesha menghela napas pelan. “Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya darimu.” Tampaknya memang sulit untuk menyembunyikan apa pun dari Rezvan. Padahal Yes
Last Updated: 2023-10-20