LOGINWarning!!!!! Pembaca harap bijak. Terdapat konten 21+. David adalah seorang Wakil Presiden Direktur di sebuah perusahaan ternama. Ia dipaksa harus segera menikah atas perintah ayahnya. Hal itu sebagai syarat utama untuk menjadi Pewaris Tunggal di perusahaan yang sudah ayahnya dirikan. Di sisi lain, pergerakan Nicholas - adik iparnya - semakin terlihat kentara dan menjadi ancaman yang kuat untuk merebut gelar Sang Pewaris. Akankah David segera menemukan calon istrinya dalam waktu dekat? Siapakah wanita itu? Dan mampukah David mendapatkan tahtanya sebagai Pewaris Tunggal?
View MoreIn the years that followed, Emma and Jack's love only grew stronger. They continued to ride the train together, making it a tradition to take a trip every year on their anniversary. They loved reminiscing about the day they met, and how their love had blossomed on the train.
As time passed, Emma and Jack started a family, with two beautiful children. They passed down their love of trains to their children, taking them on train rides and teaching them about the history of trains. The train had become more than just a mode of transportation for Emma and Jack, it was now a symbol of their love and family.
Despite the ups and downs of life, Emma and Jack remained committed to each other and to their family. They always found time to ride the train together, and their love continued to grow stronger with each passing year.
Eventually, Emma and Jack grew old together, and the train rides became more infrequent. But even in their old age, they still held hands and looked at each other with the same love and affection they had felt all those years ago.
On their last train ride together, Emma looked out the window at the passing scenery and felt content. She knew that her life had been filled with love and adventure, and that she had been lucky enough to share it all with the man she met on the train.
Wenda mengambil sebuah handuk yang tergeletak di atas kasur dan mengetuk pintu kamar mandi yang sedikit terbuka dengan perlahan."Dewa, kamu udah selesai belum mandinya?" tanya Wenda setelah tak mendengar balasan dari dalam. Wenda akhirnya membuka pintu."Dewa..." panggil Wenda dengan helaan napas."Iya, Ma."Anak kecil bernama Dewa Rangga Pramono itu menoleh dengan panik. Ia menghentikan aktivitasnya bermain air di dalam bath up karena ibunya sudah berdiri dengan tatapan melotot ke arahnya."Sudah setengah jam lho." ucap Wenda menegaskan lagi agar bocah lima tahun itu segera menyelesaikan kegiatannya, "Kamu jadi mau ikut ke tempat Nenek Tiwi sama Papa David nggak?""Jadi, Ma." sahut Dewa dengan mata berbinar."Ya sudah, cepat bilas badannya."Dewa segara menata mainannya di pinggir bath up dan membasuh tubuhnya dengan air bersih dari shower. Wenda mendekap tubuh Dewa yang cukup besar untuk ukuran anak usia 5 tahun itu dengan handuk yang sudah ia bawa
"Minum obat itu, kalau nyawamu masih mau selamat."Nicho mengancam Wenda yang masih terus membuat ulah. Wenda pun hanya bisa bergeming."Cepat ambil, Kirana!" bentak Nicho dan membuat kedua wanita itu terkejut. Kirana dengan cepat mengambil pil dari lantai dan menyodorkannya ke mulut Wenda."Telan obat itu!" titah Nicho sambil menarik pelatuknya karena Wenda masih saja menutup rapat mulutnya."WENDAAAAAAA!"Suara gaduh tiba-tiba terdengar dari luar, membuat aktivitas mereka terhenti. Wenda mengenali suara tersebut dan seketika juga berteriak."Mas David, aku ada di dalam!!"Nicho terkejut karena teriakan Wenda dan menyuruh Kirana membekap mulut Wenda. Kirana pun menurut. Ia mengambil kain dari dalam tasnya untuk menutup mulut Wenda yang berisik. Ia kemudian membetulkan posisi tubuh Wenda yang sejak tadi tergeletak di lantai.Nicho berjalan keluar. Ia mendapati David dan Gilang tengah bergelut dengan kedua anak buahnya. David melihat sosok Nicho diteng
David baru saja memasuki area parkir di rumah sakit tempat Wenda bekerja. Di saat ia sibuk berkeliling mencari lahan kosong untuk parkir, ia melihat Wenda masuk ke dalam sebuah mobil. Mobil yang tak asing baginya."Nicho?" gumam David. Ia pun segera mengambil ponsel dan menelepon Wenda. Panggilannya ditolak."Sial! Kenapa ditolak?" geram David sambil meletakkan ponselnya dengan kasar. Bukan perselingkuhan yang dikhawatirkan David. Sesuatu hal lain terkait keselamatan istrinya. David merasa, jika Pak Johan saja bisa sampai turun tangan mengawasi Nicho secara diam-diam, berarti ada sesuatu yang Nicho sembunyikan atau rencanakan.Ponsel David berdering. Gilang meneleponnya."Halo, Bos. Sorry baru ngabarin, ini gue ngikutin Nicho tapi kok masuk ke area rumah sakitnya Wenda ya?" ucap Gilang di telepon."Iya, gue tau. Ini gue lagi jemput Wenda. Tapi dia sekarang lagi sama Nicho." jelas David singkat karena ia sibuk mengemudi untuk membuntuti Nicho yang baru saja keluar
Cukup lama Kirana menanti wanita di depannya ini sadar dari pingsannya. Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Kirana menatap Wenda lekat-lekat dengan gelisah. Wajahnya cantik meskipun tubuhnya terlampau mungil jika dibanding dengan tubuhnya yang sedikit lebih tinggi dan berisi. Wenda duduk disebuah kursi. Kepalanya tertunduk lemas, tubuhnya terikat pada sandaran kursi, begitu juga kedua tangan terikat di belakang dan kakinya."Heh bangun!" Kirana sudah tak sabar. Ia menepuk-nepuk pipi Wenda dengan kasar. Tak lama, Wenda mengerang lemah. Ia membuka matanya yang masih kabur. Kirana yang tahu bahwa Wenda sudah sadar, mulai memegang dagu Wenda dengan kasar dan mendongakkan kepalanya. Wajah mereka begitu dekat.Kirana menatap tajam ke wajah Wenda. Wenda yang masih lemah hanya bisa meringis kesakitan karena Kirana mencengkram dagunya sangat kencang."Jangan kasar-kasar, Kirana."Wenda yang pandangannya masih kabur, melihat sosok perempuan yang tidak ia kenal berada






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews