author-banner
Shinee Dandelion
Shinee Dandelion
Author

Novels by Shinee Dandelion

Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Ketika Nada mengetahui dirinya sedang mengandung anak Dirga, sang suami, laki-laki itu malah meminta izin untuk menikahi wanita lain. Terlebih wanita itu adalah teman lama Nada, Delisha yang mengatakan kalau mereka sudah saling mencintai, dan Nada hanyalah penghalang cinta mereka. Bagaimana cara menghadapinya. Memilih bertahan dan menerima dengan pasrah keputusan sang suami demi anak mereka? Atau melepaskan pria yang dia cinta untuk si pelakor?
Read
Chapter: 114. Melawan Badai (SELESAI)
"Siapa bilang aku mencintainya?" Pandangan semua orang yang ada di ruangan itu sontak langsung beralih pada asal suara. Melihat kedatangan mantan suaminya, dada Marwah dengan seketika terasa sesak. Jantungnya mulai berdegup kencang saat melihat pria yang menemaninya lebih dari 30 tahun itu kini berdiri di depan mata. "Aku menikahi perempuan itu bukan karena cinta, tapi karena khilaf. Aku tidak bisa menahan nafsu, dan lagi aku terbuai dengan kata-kata manisnya yang palsu. Jadi aku menikahinya, bukan karena murni mencintainya." ucap Dendi. Dia lalu menghampiri Marwah. "Kalau aku mencintainya, aku pasti tetap mempertahankannya dan tidak akan menceraikannya. Aku pasti akan bersikap seperti saat kamu meminta aku untuk menceraikanmu, dengan mati-matian mempertahankanmu, Marwah. Faktanya tidak, kan? Itu karena aku tidak mencintainya. Wanita yang kucintai dari dulu sampai sekarang masih kamu." Bulir bening kristal tiba-tiba saja luruh dari mata Marwah. "Bohong!" jawab Marwah dengan nada
Last Updated: 2025-11-20
Chapter: 113. Kembali Bersama
Seminggu kemudian. "Lailahaillallah. ..." Suara adzan selesai Dirga kumandangkan di telinga putri kecilnya yang baru lahir. Tangannya sedikit bergetar saat ia mendekatkan bibir ke telinga mungil itu. Begitu selesai, ia menatap wajah bayi yang masih merah dan kecil sekali. Senyuman lirih muncul di bibirnya. Fisya Adreena Hafshah. Nama yang sudah ia dan Nada siapkan untuk bayi cantik mungilnya. Setelah menyerahkan bayinya pada suster, Dirga kembali menghampiri Nada. Nafasnya sempat tersengal pelan, seperti masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ia menunduk dan mengecup pucuk kepala Nada begitu lama, hangat, dan penuh rasa syukur. Nada yang masih tampak lelah hanya bisa menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia masih tidak menyangka jika kini ia sudah menjadi seorang ibu. "Terima kasih ya, Sayang. Terima kasih karena kamu sudah mau bertahan sama pria hina kayak aku. Terima kasih karena udah ngasih aku kesempatan, tetap berada di samping aku walau aku pernah nyakitin
Last Updated: 2025-11-20
Chapter: 112. Tidak Lagi Berguna
"Maksudnya?" tanya Dendi, kini melepaskan cengkeramannya dari lengan Delisha. Napasnya masih berat, tapi suaranya mulai lebih terkontrol. "Dia berada di tangan yang tepat," jawab Delisha pelan, bibirnya terangkat membentuk senyuman smirk yang membuat Dendi makin muak. Dendi menatapnya tajam. “Siapa? Ada di mana dia sekarang?” Delisha mengangkat dagu sedikit, seolah bangga dengan perbuatannya. “Marwah. Mantan istrimu.” “Apa?” Dendi hampir tak bisa menelan ludahnya sendiri. Muka Dendi langsung memerah, matanya membelalak. “Anakku … ada di tangan Marwah? Bagaimana bisa?” Dengan santainya, Delisha melipat kedua tangan di bawah dada. “Aku bayar orang untuk naruh anak itu di depan rumahnya dengan mengatakan kalau anakmu itu adalah cucu haramnya. Biar dramatis sedikit, biar terlihat kayak bayi tak diinginkan. Dan lihat? Mantan istrimu yang tidak waras itu langsung iba. Dia ambil bayi itu, bahkan … dia sampai jual rumah dan pindah demi anakku. Hahaha … rencanaku berjalan mulus dan sempur
Last Updated: 2025-11-18
Chapter: 111. Di Tangan Yang Tepat
"Apa kita lapor polisi saja untuk mencari keberadaan Mbak Nia?" tanya Dirga, suaranya terdengar ragu-ragu."Enggak, jangan," potong Marwah cepat, “Dari tadi kan Mama sudah bilang, Mama pengin membesarkan bayi ini. Kalau kita lapor polisi, urusannya bakal panjang banget, Dirga. Belum lagi nanti bayi ini diambil, terus kalau Mama mau adopsi secara resmi, ribetnya bisa setengah mati. Jadi jangan melibatkan polisi."Dirga menghela napas. “Terus, gimana?”"Ya … sudah. Biarkan saja," jawab Marwah,“Kita tahu asal-usul bayi ini, kan? Kita tahu siapa keluarganya. Mbak Nia itu orangnya baik kok. Cuma ya mungkin anaknya tidak terdidik dengan baik. Dia single parent, kerja dari pagi sampai sore buat anak-anaknya. Mama nggak mau bilang didikannya salah atau benar, tapi ya mungkin anaknya khilaf saja. Tapi ya udah, Mama nggak mau pusing sama gimana bayi ini lahir ke dunia. Mama cuma ingin membesarkan bayi ini saja.”"Tapi, Mah—"“Mama mohon. Mama hidup sendirian di rumah sebesar ini, Dirga. Anak-an
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: 110. Mencari Keluarganya
Assalamualaikum WR. WB. Saya minta maaf sebelumnya Bu Marwah, saya tidak ada pilihan lain. Hanya Bu Marwah satu-satunya orang yang bisa saya percaya. Tolong jaga bayi ini Bu Marwah. Saya tidak sanggup membesarkannya karena himpitan ekonomi. Dia cucu saya. Tapi anak saya masih dibawah umur, dia masih sekolah. Saya tidak tahu kalau selama ini dia hamil. Ayah bayi ini kabur entah kemana dan tidak mau bertanggung jawab. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Jadi tolong, jaga anak ini dan besarkan dia. Sekali lagi saya minta maaf. Tertanda, Nia. “Nia ini asisten rumah tangga yang kerja di rumah tetangga sebelah?” tanya Dirga pelan, meski keningnya jelas mengerenyit. Surat yang barusan ia baca masih ada di tangannya, sementara matanya sesekali menatap bayi mungil yang terbungkus selimut lembut di pangkuan ibunya. Marwah mengangguk. “Iya. Dia kerja di rumah Bu Mira. Mama kenal cukup baik sama dia. Soalnya tiap pagi suka lewat depan rumah, kadang berhenti ngobrol sebentar sama Mama. Ru
Last Updated: 2025-11-16
Chapter: 109. Bayi Didepan Pintu
Beberapa bulan kemudian.Mentari pagi hari Minggu baru saja menyapa komplek perumahan. Udara masih terasa sejuk.Di gerbang utama, Pak Dani, satpam pos, tengah asyik menyesap kopi hitam kental dan mengunyah gorengan bakwan. Pandangannya lalu menangkap sosok yang familiar, seorang wanita yang dikenal sebagai salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di salah satu rumah di dalam komplek yang datang di pagi hari dan akan pulang di sore hari.Namun, dahinya mengernyit karena wanita itu datang di hari Minggu. Dan yang membuatnya bingung, dia juga datang seraya menggendong bayi. "Tumben hari Minggu datang, Mbak Nia," ucap Pak Dani menyapa dengan ramah, bingung melihat jam kedatangannya yang terlalu pagi. "Pagi-pagi begini lagi."Wanita bernama Nia itu menghentikan langkah, tubuhnya sedikit kaku. Sebuah senyum canggung dan gugup tersungging di bibirnya, tak seperti biasanya. Matanya tampak gelisah."I—iya, lagi ada perlu mendadak sama Bu Marwah, Pak," jawabnya, suaranya sedikit bergetar.
Last Updated: 2025-11-14
Madu Adalah Maut

Madu Adalah Maut

"Masih untung kamu nggak aku ceraikan! Delapan tahun aku nunggu loh, tapi begitu hamil lagi, kamu malah hamil anak perempuan lagi! Gak guna! Lihat Keisya, belum setahun dia aku nikahi, dia langsung hamil anak laki-laki. Gak kayak kamu!" Hidup Nabila berubah ketika suaminya mengatakan sudah menikah lagi dengan alasan ingin memiliki anak laki-laki. Awalnya Nabila berusaha menerima. Ia menahan cemburu, menelan luka, dan memaksa dirinya tersenyum demi keutuhan keluarga. Tetapi setiap hari, ia harus menyaksikan suaminya semakin jatuh cinta pada wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, pria yang dulu berjanji mencintainya kini tak segan membanding-bandingkan dirinya dengan sang madu. Ketika pengorbanan tak lagi dihargai dan cinta berubah menjadi sumber penderitaan, Nabila dihadapkan pada pilihan tersulit dalam hidupnya, tetap bertahan demi sang putri atau pergi demi menyelamatkan dirinya sendiri agar tetap waras. Namun siapa sangka, saat ia memilih menyerah dan melangkah pergi, takdir justru mempertemukannya dengan seseorang yang mengajarkannya arti cinta yang sesungguhnya. Terkadang, madu bukanlah pemanis dalam kehidupan. Melainkan awal dari kehancuran.
Read
Chapter: Bab 37. Kebetulan
"Berdasarkan pengalaman Anda membangun dan mengelola jaringan restoran yang sangat sukses dari nol, kami benar-benar terkesan. Selamat bergabung, Bu Nabila. Anda resmi diterima sebagai salah satu Chef di dapur utama hotel kami."Senyum tipis dan penuh kelegaan akhirnya terukir di wajah Nabila setelah sekian lama. Ia menyalami tangan Manajer HRD di hadapannya dengan mantap."Terima kasih banyak atas kesempatannya, Pak. Saya berjanji akan memberikan dedikasi terbaik saya untuk dapur hotel ini," jawab Nabila sungguh-sungguh.Keluar dari ruang interview, Nabila menghela napas panjang karena begitu lega.Akhirnya ia akan bisa berdiri diatas kakinya sendiri. Langkah pertamanya untuk bangkit telah dimulai. Ia sengaja tidak melamar posisi manajerial yang mencolok, melainkan memilih kembali ke dapur, tempat di mana ia pertama kali merintis mimpinya. Di hotel bintang lima yang bergengsi ini, ia akan mengumpulkan kembali pundi-pundi uangnya, membangun ulang harga dirinya, dan menyiapkan amunisi
Last Updated: 2026-10-29
Chapter: Bab 36. Kembali Saja
"Kamu serius, May? Tolong jangan mengarang cerita hanya untuk membuatku merasa lebih baik," ucap Nabila, ia menatap sahabatnya dengan tatapan tak percaya."Ya ampun, Nabila! Buat apa aku bohong untuk hal kayak begini? Gak ada untuknya juga buat aku. Aku cuma mengatakan apa yang aku tahu." Maya lalu menggenggam kedua tangan Nabila dengan erat. "Dennis sendiri yang ngomong sama aku. Dua hari setelah reuni kalau gak salah, aku lupa. Pokoknya dia nemuin aku di kantor dan nanyain tentang kamu. Dia nanya gimana kabar rumah tangga kamu dengan Arga. Kamu bahagia gak sama dia, dia nanya kamu curhat gak sama aku. Terus aku bilang gak tau kan, terus aku nanya kenapa masih tanya-tanya tentang kamu. Terus dia jawab kalau dia masih sayang sama kamu," jelas Maya. Nabila menelan salivanya. Mendengar itu, entah kenapa ada rasa senang di hatinya. Bolehkah ia mulai berharap? Tapi, jahat rasanya jika ia kembali pada Dennis dengan kondisi dirinya yang kini banyak kekurangan dan hancur oleh pria lain.
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: Bab 35. Masih Mencintaimu
"Habisin tehnya, Bil. Tangan kamu dingin banget kayak es, muka kamu juga pucet lagi kek mayat. Kamu minum, biar badanmu angetan."Maya duduk lalu mengelus punggung sahabatnya di atas sofa ruang tengah apartemennya. Dennis baru saja mengantar Nabila sampai ke lobi sebelum akhirnya pamit undur diri, sangat menghargai keputusan Nabila yang tidak ingin diantar sampai ke depan pintu demi menjaga nama baik wanita itu menjelang persidangan cerai.Di elus seperti itu, pertahanan Nabila yang sedari tadi terbuat dari baja perlahan melunak. Ia meletakkan cangkir tehnya di atas meja, lalu menceritakan seluruh rasa sakit yang menimpanya dalam beberapa bulan terakhir. Ia menceritakan pengkhianatan Arga yang menikah lagi, kemudian menjebaknya menandatangani surat pemindahan aset saat ia sedang meregang nyawa di ruang persalinan. Ia menceritakan keegoisan pria itu yang membiarkan Aisyah tewas tersambar mobil demi menemani Keisya berbelanja. Dan yang paling menghancurkan hati, ia menceritakan detik-
Last Updated: 2026-10-27
Chapter: Bab 34. Mengambil Hakku
"Tapi ... kamu benar-benar ingin cerai, kan dengannya?""Tentu saja. Aku lebih memilih mati daripada harus terus menjadi istrinya," jawab Nabila tanpa keraguan sedikit pun. Tatapannya lurus menembus kaca mobil, dingin dan tajam.Nabila lalu menoleh, menatap mata Dennis dalam-dalam. "Aku sudah menganggapnya mati sejak melihat Rania dimasukan ke liang lahat. Aku sudah tidak menganggapnya sebagai suami sejak saat dia lalai menjemput Aisyah dan membuat Aisyah tiada," jawab Nabila dengan nadanya yang teramat tenang namun mematikan. "Jangankan berstatus sebagai istrinya, menghirup udara yang sama dengan pria pembunuh itu saja membuatku mual."Dennis mengembuskan napas lega. Ketegangan yang sejak tadi mengikat dadanya perlahan mengendur. Ia mengangguk pelan. "Kamu tidak perlu khawatir, Bil. Malam ini juga pengacaraku akan menyusun draf gugatannya. Besok pagi, atau paling lambat besok sore, surat itu akan mendarat di hadapan bajingan itu," "Tapi Dennis... soal menghancurkan Arga dan merebu
Last Updated: 2026-10-26
Chapter: Bab 33. Benar-benar Ingin Bercerai, Kan?
"Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Nabila! Sampai mati pun aku tidak akan melepaskanmu!" ucap Arga. Pria itu menolak bangkit dari tanah merah yang mengotori celananya. Ia justru merangkak maju, berusaha menggapai ujung baju gamis hitam Nabila dengan tangan bergetar. Rasa bersalah dan ketakutan kehilangan wanita yang menemaninya berjuang dari nol itu tiba-tiba meremukkan sisa-sisa kesombongannya. "Aku tahu aku salah! Aku juga sadar kalau aku ini memang bajingan! Tapi aku mohon, jangan tinggalkan aku, Bil..." isak Arga terdengar begitu menyedihkan. "Aku masih sayang sama kamu, aku masih mencintai kamu. Kita bisa perbaiki semuanya. Kita mulai dari awal lagi. Oke? Aku mohon. Aku tidak bisa kalau tidak bersama kamu. Tolong ... beri aku kesempatan, tolong kamu ingat bagaimana dulu kita berjuang bersama." Nabila menatap tangan Arga yang mencengkeram ujung bajunya dengan tatapan jijik. Dengan satu sentakan keras, ia menarik kain itu hingga Arga kembali terjerembap ke tanah."Demi apa pu
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 32. Sumpah
"Maafkan kami, Bu Nabila, Pak Arga. Selama dua hari ini kami sudah berjuang memberikan penanganan medis yang paling maksimal, namun... tubuh kecilnya tidak lagi mampu bertahan. Bayi Rania telah berpulang."Kalimat dari dokter anak itu mengakhiri segala sisa harapan yang Nabila miliki. Selama empat puluh delapan jam terakhir, Nabila tak beranjak dari depan kaca ruang NICU, menatap putrinya yang dipenuhi selang dan alat bantu napas. Namun pada akhirnya, maut tetap merenggut nyawa bayi tak berdosa itu.Arga yang berdiri tak jauh dari sana langsung merosot jatuh ke lantai rumah sakit. Pria itu menangis terisak. Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, ia telah mengantarkan dua putri kandungnya menuju kematian akibat kelalaian dan keegoisannya sendiri.Namun berbeda dengan Arga, Nabila tidak menangis histeris. Air matanya memang mengalir, tapi wajahnya sedingin es. Jiwanya seolah telah ikut mati. Ia sudah tidak lagi punya semangat untuk hidup. Rasanya, dunia berhenti berputar. **Hari
Last Updated: 2026-10-24
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status