เข้าสู่ระบบKetika Nada mengetahui dirinya sedang mengandung anak Dirga, sang suami, laki-laki itu malah meminta izin untuk menikahi wanita lain. Terlebih wanita itu adalah teman lama Nada, Delisha yang mengatakan kalau mereka sudah saling mencintai, dan Nada hanyalah penghalang cinta mereka. Bagaimana cara menghadapinya. Memilih bertahan dan menerima dengan pasrah keputusan sang suami demi anak mereka? Atau melepaskan pria yang dia cinta untuk si pelakor?
ดูเพิ่มเติม"Siapa bilang aku mencintainya?" Pandangan semua orang yang ada di ruangan itu sontak langsung beralih pada asal suara. Melihat kedatangan mantan suaminya, dada Marwah dengan seketika terasa sesak. Jantungnya mulai berdegup kencang saat melihat pria yang menemaninya lebih dari 30 tahun itu kini berdiri di depan mata. "Aku menikahi perempuan itu bukan karena cinta, tapi karena khilaf. Aku tidak bisa menahan nafsu, dan lagi aku terbuai dengan kata-kata manisnya yang palsu. Jadi aku menikahinya, bukan karena murni mencintainya." ucap Dendi. Dia lalu menghampiri Marwah. "Kalau aku mencintainya, aku pasti tetap mempertahankannya dan tidak akan menceraikannya. Aku pasti akan bersikap seperti saat kamu meminta aku untuk menceraikanmu, dengan mati-matian mempertahankanmu, Marwah. Faktanya tidak, kan? Itu karena aku tidak mencintainya. Wanita yang kucintai dari dulu sampai sekarang masih kamu." Bulir bening kristal tiba-tiba saja luruh dari mata Marwah. "Bohong!" jawab Marwah dengan nada
Seminggu kemudian. "Lailahaillallah. ..." Suara adzan selesai Dirga kumandangkan di telinga putri kecilnya yang baru lahir. Tangannya sedikit bergetar saat ia mendekatkan bibir ke telinga mungil itu. Begitu selesai, ia menatap wajah bayi yang masih merah dan kecil sekali. Senyuman lirih muncul di bibirnya. Fisya Adreena Hafshah. Nama yang sudah ia dan Nada siapkan untuk bayi cantik mungilnya. Setelah menyerahkan bayinya pada suster, Dirga kembali menghampiri Nada. Nafasnya sempat tersengal pelan, seperti masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ia menunduk dan mengecup pucuk kepala Nada begitu lama, hangat, dan penuh rasa syukur. Nada yang masih tampak lelah hanya bisa menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia masih tidak menyangka jika kini ia sudah menjadi seorang ibu. "Terima kasih ya, Sayang. Terima kasih karena kamu sudah mau bertahan sama pria hina kayak aku. Terima kasih karena udah ngasih aku kesempatan, tetap berada di samping aku walau aku pernah nyakitin
"Maksudnya?" tanya Dendi, kini melepaskan cengkeramannya dari lengan Delisha. Napasnya masih berat, tapi suaranya mulai lebih terkontrol. "Dia berada di tangan yang tepat," jawab Delisha pelan, bibirnya terangkat membentuk senyuman smirk yang membuat Dendi makin muak. Dendi menatapnya tajam. “Siapa? Ada di mana dia sekarang?” Delisha mengangkat dagu sedikit, seolah bangga dengan perbuatannya. “Marwah. Mantan istrimu.” “Apa?” Dendi hampir tak bisa menelan ludahnya sendiri. Muka Dendi langsung memerah, matanya membelalak. “Anakku … ada di tangan Marwah? Bagaimana bisa?” Dengan santainya, Delisha melipat kedua tangan di bawah dada. “Aku bayar orang untuk naruh anak itu di depan rumahnya dengan mengatakan kalau anakmu itu adalah cucu haramnya. Biar dramatis sedikit, biar terlihat kayak bayi tak diinginkan. Dan lihat? Mantan istrimu yang tidak waras itu langsung iba. Dia ambil bayi itu, bahkan … dia sampai jual rumah dan pindah demi anakku. Hahaha … rencanaku berjalan mulus dan sempur
"Apa kita lapor polisi saja untuk mencari keberadaan Mbak Nia?" tanya Dirga, suaranya terdengar ragu-ragu."Enggak, jangan," potong Marwah cepat, “Dari tadi kan Mama sudah bilang, Mama pengin membesarkan bayi ini. Kalau kita lapor polisi, urusannya bakal panjang banget, Dirga. Belum lagi nanti bayi ini diambil, terus kalau Mama mau adopsi secara resmi, ribetnya bisa setengah mati. Jadi jangan melibatkan polisi."Dirga menghela napas. “Terus, gimana?”"Ya … sudah. Biarkan saja," jawab Marwah,“Kita tahu asal-usul bayi ini, kan? Kita tahu siapa keluarganya. Mbak Nia itu orangnya baik kok. Cuma ya mungkin anaknya tidak terdidik dengan baik. Dia single parent, kerja dari pagi sampai sore buat anak-anaknya. Mama nggak mau bilang didikannya salah atau benar, tapi ya mungkin anaknya khilaf saja. Tapi ya udah, Mama nggak mau pusing sama gimana bayi ini lahir ke dunia. Mama cuma ingin membesarkan bayi ini saja.”"Tapi, Mah—"“Mama mohon. Mama hidup sendirian di rumah sebesar ini, Dirga. Anak-an
"Dia di sini?" gumam Dirga saat membaca pesan dari Ryan yang mengatakan jika Delisha kini sedang berada di ruangan yang sama dengannya. "Kenapa, Mas?" tanya Nada saat dengan tak sengaja mendengar gumaman Dirga. Dirga lantas memperlihatkan layar ponselnya pada Nada seraya berkata, "Ryan bilang kalau
“Bertemu Delisha? Di dokter kandungan?” tanya Dirga, matanya menatap serius ke arah Nada, penuh rasa ingin tahu yang mendalam. “Aku nggak tahu dia habis dari dokter kandungan atau dokter yang lain,” jawab Nada dengan nada serius, mencoba menjelaskan sebaik mungkin. “Tapi dia memang sempat berada d
"Kenapa?""Hm?" Dirga sontak menoleh, "Enggak, gak pa-pa.""Dih! Gak jelas! Senyum-senyum sendiri kek orang gak waras. Ati-ati keterusan, kasian Nada masih muda masa harus ngurusin orang gak waras. BTW aku juga ogah punya ipar gak waras, nanti pasti nyusahin!" Mata Dirga dengan seketika memicing tajam
"Kamu masih simpen foto mantan, Kak?" "Iya, tapi aku sendiri tidak ingat kalau ada foto itu! Foto itu ke selip di dompet dan aku tidak tahu kalau itu foto masih ada di situ. Apalagi jaman sekarang pembayaran bisa di HP, makin jarang lah aku buka dompet." "Ya masa gak keliatan sama sekali," sahut Dir






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น