author-banner
LucioLucas
LucioLucas
Author

Novels by LucioLucas

Jatuh Cinta Pada Chef Duda

Jatuh Cinta Pada Chef Duda

“Jadi…” Arjuna kembali mengecup sekilas bibir Renata. “Mulai sekarang kamu milik saya seorang.” Renata Deanita akhirnya kembali jatuh cinta, setelah cukup lama menyandang status single. Dan yang lebih parahnya, ia harus jatuh cinta dengan atasannya yang terkenal galak, dingin, angkuh serta memiliki tatapan setajam elang. Arjuna Tunggajaya Nuraga, pria yang disukai oleh Renata secara diam-diam. Namun, siapa sangka ternyata Arjuna juga memiliki rasa yang sama terhadap Renata. Hanya saja dia terlalu takut untuk mengungkapkannya. Bukan apa-apa, tapi karena Arjuna tak ingin mengulang kisah asmarahnya yang kelam—ditinggalkan oleh istrinya ketika pernikahan mereka baru menginjak usia enam bulan. Hingga sebuah ciuman spontan yang diberikan Arjuna kepada Renata mengubah segalanya, ciuman yang kemudian berlanjut menjadi malam-malam panas yang bergelora dan penuh hasrat di Kota Bandung. Hubungan mereka berjalan begitu lancar, sehingga keduanya tak ingin menunda-nunda lagi untuk membawa status mereka ke jenjang yang lebih serius—pernikahan. Tapi, apakah benar, tidak ada yang mengintai dan mengancam hubungan Renata dan Arjuna? Bagaimana kalau ancaman itu justru datang dari orang yang tidak pernah mereka duga?
Read
Chapter: Chef - 53
Renata menatap dirinya sendiri pada pantulan cermin yang ada di ruang ganti. Tubuhnya sudah terbalut oleh busana pernikahan hasil rancangan Anne. Masih dengan veil yang belum menutupi wajahnya, Renata terus saja menatap dirinya sendiri. Renata tidak percaya, bahwa sebentar lagi, dia akan menjadi istri dari seorang Arjuna Tunggajaya Nuraga. Dan tentu saja, namanya akan berubah menjadi Renata Deanita Tunggajaya Nuraga. Panjang sekali memang, tetapi Renata menyukainya.Tok...tok..tokSuara ketukan dan decitan pintu membuat Renata menoleh ke belakang. Dilihatnya Imelda yang sudah tampak cantik dengan balutan dress tosca panjang dan rambut yang tergerai indah. Sahabatnya itu akan menjadi penggiring mempelai wanita."Yang sebentar lagi bakalan jadi Nyonya Nuraga, lagi deg-degan ya?" ucap Imelda seraya melangkahkan kaki mendekati Renata, lalu memegang kedua bahu Renata.Renata tersenyum samar, berusaha menutupi rasa gugupnya, tetapi gagal."Lo nggak usah
Last Updated: 2024-10-19
Chapter: Chef - 52
"Dua bulan yang lalu, aku nyaris buat kamu sengsara. Aku telah menyakiti kamu saat itu. Aku nggak tau harus bagaimana, mendengar kamu menangis membuat hatiku sakit. Aku bodoh, ya? Udah membuat kamu menangis.""Sayang..." Renata mengusap pipi Arjuna sekilas. "Nggak usah menyalahkan diri sendiri. Aku bahagia karena kamu kembali padaku. Kamu ada di sini sekarang, itu yang terpenting. Jadi, kita nggak perlu bahas masalah itu lagi, oke?"Arjuna mengangguk."Bae, aku janji nggak-""Udah," potong Renata cepat. "Aku udah nggak percaya sama janji kamu. Dulu kamu janji nggak akan ninggalin aku, tapi buktinya kamu hampir pergi selamanya. Kamu juga janji nggak akan buat aku nangis, tapi nyatanya kamu selalu buat aku nangis."Re,""Aku nggak percaya janji kamu lagi. Tapi, aku percaya kalau kamu akan selalu berusaha ada dan selalu menjagaku dengan cinta yang kamu berikan.""Jadi," Renata menarik tangannya yang sedang digenggam oleh Arjuna. Kemudian
Last Updated: 2024-10-18
Chapter: Chef - 51
Sayang, bangun. Saya mohon sama kamu, tolong bangun..Suara itu sudah tak asing lagi, sangat familiar. Suara yang selama ini selalu membuatnya nmerasa tenang dan bahagia.Kamu bilang akan merasa bersalah jika saya nangis. Arjuna, saya lagi nangis sekarang, jadi kamu buka, ya, mata kamu.Dia mencoba untuk membuka mata, tapi apalah daya, dia tak sanggup. Dadanya terasa semakin sesak saat mendengar wanita itu menangis. Dia juga ingin menangis, tetapi tak bisa. Tubuhnya selalu saja menolak jika dia ingin berusaha. Kegelapan semakin dalam menyelimuti dirinya. Seakan-akan berada di dasar Samudra yang paling dalam dan sulit untuk mencapai ke atas. Berusaha berenang tetapi tak bisa. Tak ada yang bisa dia lakukan selain berdiam.Dia terus saja mendengar Renata menangisi dirinya. Dia ingin sekali nembuka mata dan mengatakan pada Renata bahwa dia merasa bersalah. Tangisan Renata membuat hatinya menjerit sakit. Renata hanya ingin dia bangun, tapi ke
Last Updated: 2024-10-17
Chapter: Chef - 50
Setelah menemui Anne, selanjutnya Renata bertemu Ivan wedding organizer yang akan mengurusi pernikahannya nanti. Saat Renata memasuki kantor pria itu, dilihatnya Ivan sedang memegang secangkir kopi dari kedai kopi ternama di Indonesia."Hai..." sapa Ivan sembari mengulurkan tangan kanannya."Hai juga, Van." Renata menerima jabatan tangan Ivan sambil tersenyum hangat.Pria itu langsung mempersilahkan Renata duduk. Bahkan, dia sudah memesankan Renata coffee latte, kopi favoritnya."Jadi, gimana, Ren?" tanya Renata seraya mengambil cangkir dan menyesap cofee latte-nya."Semuanya udah beres. Undangan sudah, alat dan bahan dekorasi pun udah, kateringnya juga sudah siap.""Untuk pelunasan sisa biaya, kira-kira kapan?" tanya Renata."Seminggu sebelum hari pernikahan," balas Ivan yang diikuti dengan anggukan kepala Renata. "Eh, kok sendiri ke sininya? Mana calonnya?""Sibuk kerja, dia masuk siang. Jadi, nggak bisa temenin saya ke sini.
Last Updated: 2024-10-16
Chapter: Chef - 49
Tuhan, kenapa kau bawa dia pergi sebelum aku benar-benar bahagia?Kenapa kau jauhkan dia saat aku ingin selalu dekat dengannya?Kenapa kau buat dia menjadi pria berengsek yang ingkar pada janjinya?Apa salah aku, Tuhan?Hingga kau membuatku seperti ini.Dia,Hanya dia satu-satunya yang membuatku bahagia.Setiap kata dan tindakan kecil yang dilakukannya selalu membuatku bahagia.Senyum, tawa, dan tangisnya sudah menjadi temanku selama ini.Tuhan,Jika aku boleh minta, tolong kembalikan dia.Atau,Jika kau tak bisa nengembalikannya...Tolong sampaikan padanya bahwa aku rindu...Dari Renata yang selalu merindukan pria bernama Arjuna.☆☆☆☆☆Dua bulan kemudian...Renata baru saja meletakkan sebuket bunga di atas salah satukuburan di pemak
Last Updated: 2024-10-15
Chapter: Chef - 48
Tiga hari berikutnya kondisi Arjuna masih sama. Masih koma, sepertinya pria itu masih menolak untuk bangun. Renata yang sudah rapi dengan chef jacket-nya berdiri di samping ranjang Arjuna. Tidak ada pilihan, dia harus kembali bekerja untuk menggantikan posisi Arjuna. Namun, Renata tak pernah absen menemani Arjuna sebelum dan sepulang kerja."Sayang.." Renata mengusap puncak kepala Arjuna. "Saya kerja dulu, ya? Kamu jangan kayak kemarin."Renata berjalan keluar dan mendapati Ayah Arjuna sudah siap menggantikannya. Setelah berpamitan, dengan berat hati, Renata terpaksa pergi ke hotel. Jujur saja, semuanya terasa salah tanpa kehadiran Arjuna, tapi bekerja akan membantu Renata tetap waras. Dia juga tidak ingin lagi terpuruk menangis, itu tidak akan membantu dirinya sendiri dan juga Arjuna."Selamat pagi," sapa Renata yang dibalas dengan sapaan serta senyuman oleh karyawan lain.Imelda juga merasa senang karena Renata berusaha keras untuk bersikap nor
Last Updated: 2024-10-14
Dua Hati Mencari Cinta

Dua Hati Mencari Cinta

Fernanda menjalin hubungan tanpa cinta dengan Daniel. Dua tahun bersama hanya ada sex di antara mereka. Sementara Daniel menyimpan rasa cinta, Fernanda berkutat dengan sakit hati karena masa lalu. Semua upaya menyembuhkan luka hatinya justru membutakannya dari perhatian dan cinta tulus yang ditawarkan oleh Daniel. Dan saat keadaan membuatnya bimbang, Fernanda baru disadarkan akan rasa kehilangan sosok yang selama ini hanya dianggapnya teman. Akankah keduanya mengakhiri hubungan mereka atau justru dipersatukan oleh cinta yang menyembuhkan luka hati mereka?
Read
Chapter: Friend's - 31
Kalimat spontan yang diucapkan Fernanda dengan tegas dan lugas cukup mengajutkan lawan bicaranya. Kali ini, bukan hanya Mei Ling yang kaget, Daniel pun sama. Laki-laki itu memandang Fernanda dengan ekpresi tidak percaya. Seribu tanya ada di dalam isi kepalanya, namun dia tahu ini bukan saat yang tepat untuk bertanya atau mendebat Fernanda.“Apa?” tanya Mei Ling sekali lagi. ”kamu mengaku-aku tunangan Daniel?"”Hah, aku memang tunangannya. Kami akan menikah bulan depan. Sudah sewajarnya kalau aku membelanya. Jangan lagi menuduhnya macam-macam!"Mei Ling mendengkus marah, memandang penuh dendam pada Daniel dan Fernanda. Lalu membalikkan tubuh tanpa mengatakan apa pun lagi.Fernanda memandang kepergian wanita itu dengan kelegaan. Tadinya, ia berpikir akan mencakar dan memukul wanita itu di sini, untunglah semua ketakutannya tak terjadi.“Nanda.”la mendongak, menatap Daniel yang tertegun."Iya, ada apa
Last Updated: 2024-10-05
Chapter: Friend's - 30
Atmosfer tegang masih tercipta dalam ruangan itu, Ketiga anak perempuan Chen beserta suami mereka masih menatap Daniel dengan sinis. Chen mengangguk, menerima dokumen yang diulurkan padanya dan membawanya ke meja kayu. la membuka satu per satu lembaran dan tekun membaca.“Apa para kakakmu itu ada dendam padamu?” bisik Fernanda pada Daniel.“Nggak ada, kenapa?” tanya Daniel balik.“Entahlah, sikap mereka seakaan dengan senang hati akan mencincang tubuhmu jika diberi kesempatan. Terutama, Si Kurus yang sepertinya Kakak tertua.”Daniel tertawa Iirih. “Kalau begitu, kamu harus melindungiku. Karena, aku tak yakin bisa melawan mereka bertiga sendirian.”Fernanda terkikik sambil menutup mulut. Diam-diam mencuri pandang pada wanita- wnaita yang duduk di seberangnya. Mereka terlihat angkuh dan sombong. Sementara para laki-laki, hanya duduk tak peduli. la memandang tak suka pada suami Anaa, karena laki-laki itu
Last Updated: 2024-10-04
Chapter: Friend's - 29
“Apa kamu siap?”“Apa, sih? Kayak mau diintrograsi polisi.”“Bukan memang tapi masuk tiang gantungan.”Fernanda tertawa. Meraih Iengan Daniel dan keduanya melangkah menyusuri jalan setapak menuju rumah besar di hadapan mereka. Rumah yang terasa sunyi meski ia tahu di dalam ada banyak penghuni sedang berkurnpul. Daniel memohon padanya, agar Fernanda menemani ke rumah orang tuanya. lni pertama kali baginya, menginjak rumah keluarga laki-laki itu.Setelah pembicaraan intens yang ditutup dengan dua sesi bercinta yang menggebu-gebu, keduanya sepakat untuk saling menjajaki dalam satu hubungan yang serius.“Aku nggak mungkin sesempurna Evan, tapi aku bisa pastikan kalau aku cinta sama kamu.”Fernanda menjawab lembut. “Aku bukan Renata. Aku hanya mengharap Daniel apa adanya, bukan Iaki-laki yang ingin menjadi seperti Evan.”Dengan tubuh berpeluh dan hati yang bertaut, keduanya berpel
Last Updated: 2024-10-03
Chapter: Friend's - 28
“Ooh, begitu. Kamu menganggap aku kekanak-kanakan? Baiklah, kalau itu maumu.”Daniel merentangkan lengan, menunjuk ke arah pintu. “Silakan keluar, aku sibuk!”“Daniel, bukan begitu. Kamu salah paham.”“Bagian mana dari ucapanmu yang membuatku salah paham. Nanda,” ucap Daniel sedikit emosi. ”Kamu mengatakan aku kenak-kanakkan karena aku cemburu. Kamu nggak suka aku cemburu karena memang dari awal hubungan ita hanya sekadar sex! Baiklah, aku mengerti. Sekarang, tinggalkan aku sendiri!”Daniel berbalik, kembali menghadap meja. Mengabaikan wanita yang terlihat salah tingkah.”Aku tidak ada maksud seperti itu.” Fernanda memijat kepalanya. ”Aku mau minta maaf karena sudah membuatmu marah. Aku--,”“Aku mengerti, pergilah Nanda!” sela Daniel dingin.Fernanda mengerjap, matanya memanas. Titik air mata mulai menetes di ujung pelupuk. la merasa sakit
Last Updated: 2024-10-02
Chapter: Friend's - 27
Malam kian larut, udara sejuk dari pendingin ruangan di kamar Fernanda membuat sesi curhat antara Mama dan anak malam itu semakin serius. Fernanda sudah menyamankan posisi setengah merebahnya dengan tumpukan bantal menopang punggungnya yang lelah. Sementara sang Mama masih setia dengan duduk di pinggir ranjang, dekat dengan posisi Fernanda berbaring.“Harusnya, kalau memang kamu nggak siap untuk menjalin hubungan serius dengan siapa pun, jauhi. Jangan clatangi dia saat kamu sedih, dan berpaling saat kamu bahagia.”“Nanda nggak berpaling, Ma. Kama hanya teman biasa.”“Jelaskan pada Daniel kalau begitu.”“Sudah, dia nggak mau dengar.”“Karena kamu melakukannya setengah hati.” Jihan mendatangi anaknya, mengelus rambut lembut milik Fernanda. "Mama ingat dulu kalian bertiga selalu bersama. Kamu, Evan, dan Daniel. Keduanya sama baik dan menawan. Tapi, dari dulu Daniel memang menunjukkan rasa cin
Last Updated: 2024-10-01
Chapter: Friend's - 26
Kamar yang sepi, hanya terdengar dengung pelan dari pendingin ruangan. Fernanda yang baru saja pulang dari kantor, tanpa mengganti baju lebih dulu, merebahkan diri di ranjang, Menatap nanar pada langit-Iangit kamar yang dilukis bunga-bunga warna krem lembut. Ada lampu kristal kecil tergantung di tengah-tengah.Tangannya terulur ke dahi, memijat lembut di sekitar kepala. Migrain yang ia rasakan dari tadi sore tak jua sirna meski ia sudah meminum obat. Segelas Teh Camomile hangat pun sudah diteguknya hingga tandas, namun peningnya tak kunjung mereda.Benaknya berpikir cepat tentang rapat tak berkesudahan, penyelesaian cepat dari satu masalah ke masalah lain, memastikan produksi lancar, hingga memikirkan tentang Daniel.Desahan resah keluar dari mulutnya saat pikirannya tertuju pada Daniel. Laki-laki yang selama dua tahun ini selalu berada di sisinya. Dia masih tak mengerti salahnya di mana, dan kenapa Daniel begitu emosi saat melihatnya bersama Kama. Padahal, itu
Last Updated: 2024-09-30
Khaelia Sang Sekretaris Malam

Khaelia Sang Sekretaris Malam

Karena keadaan sang mama yang membutuhkan perawatan khusus, Khaelia terpaksa menerima tawaran pekerjaan yang tidak biasa dari seorang Billionare. Ia menjadi seorang sekretaris, namun pekerjaannya hanya dilakukan pada malam hari dan secara rahasia. Hanya dia, pemilik perusahaan dan orang kepercayaan sang Billionare yg tahu akan hal ini. Semua terjadi karena ada rahasia dan konflik keluarga yang mengancam keselamatan keluarga sang Billionare. Namun siapa sangka, keputusan Khaelia ini justru membawanya masuk lebih dalam ke kehidupan ranjang sang Billionare yang penuh rahasia dan intrik.
Read
Chapter: BAB 29
“Tuan, saya sudah siap.”Khaelia berujar pada Carter yang berdiri menghadap lemari. Laki-laki menoleh, menghampiri perlahan dengan tali panjang di tangan. Jas yang dipakai sudah dibuka dan tertinggal kemeja putih. Carter berada di belakang Khaelia, mengusap wajahnya yang lembut dan menyarangkan ciuman di pipi.“Pejamkan matamu. Jangan takut dan serahkan semua padaku.”Memejamkan dengan gugup, Khaelia terdiam saat matanya ditutup tali. Pandangannya menggelap seketika dan perasaan takut menyelusup perlahan. Carter menuntunnya ke atas ranjang dan memintanya merebahkan diri.“Nikmati semuanya Khaelia, lepaskan ketakutan dan kegugupanmu.”Carter membungkuk untuk mencium bibir Khaelia. Meninggalkan ranjang untuk mengambil gelas wisky, membawanya ke sisi Khaelia. Mengangkat kepala gadis itu dan menyodorkan wisky ke bibirnya.“Minum.”Khaelia menyesap dan meringis karena rasa yang tidak biasa. Campuran antara pahit dan sesuatu yang tidak nyaman di tenggorokan. Ia terkesiap saat sesuatu yang d
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: BAB 27
Khaelia tidak pernah datang ke tempat seperti ini. Sebuah restoran di pinggir pantai dengan meja bundar serta empat kursi yang mengelilingi. Musik mengalun dari panggung di mana band sedang memainkan irama gembira. Pelayan berseragam mondar-mandir untuk mengantarkan pesanan. Carter memilih olahan kalkun, sedangkan dirinya memilih ikan salmon. Lilin menyala dan bergoyang perlahan karena tiupan angin pantai. Debur ombak berbaur dengan percakapan para pengunjung, musik, serta denting peralatan makan beradu. Mengiris salmon panggang di atas piring, Khaelia mencoba satu iris kecil dan menyukai rasanya yang gurih dan garing. Mencelup ke dalam saos yang diberi keju permesan serta origano. Sekali lagi Khaelia berusaha untuk bersantai layaknya orang kaya dan menikmati makanan yang harganya selangit. Ia mengingatkan diri untuk tidak menanyakan harga pada Carter atau gajinya akan dipotong. “Kamu suka masakannya?” Carter bertanya sambil menusuk gading dengan garpu. “Restoran ini sangat ramai ka
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: BAB 26
Carlo dan Sofia baru saja menginjakkan kaki di lantai teras saat kendaraan Carter melesat meninggalkan halaman. Berdecak keras sambil menggeleng, Carlo mendesah kesal. Ia sengaja datang lebih cepat untuk bicara dengan adiknya dan ternyata tidak ada kesempatan untuk itu. Carlo menahan geram karena Carter seolah tidak menghargai kedatangannya. Harusnya menunda sedikit lebih lama sebelum pergi. “Sepertinya Carter sama seseorang,” ucap Sofia mengiringi langkah suaminya. “Kata mama itu adalah sekretaris baru, Carter.” “Hah, ada urusan apa sekretaris dibawa kemari?” “Entahlah, bisa jadi mengambil dokumen atau apa?” Tiba di ruang makan hanya ada Eiwa dan Kaspia. Carlo yang masih marah, mengambil kursi di dekat sang papa dan meminta pelayan menuang anggur. “Carter kurang ajar! Aku memintanya menunggu padahal.” Kaspia menjentikkan jari dan hidangan pembuka diantar ke meja makan. “Tadi Carter bilang mau makan bersama kita bersama si sekretaris itu tapi entah kenapa batal.” “Ada pekerjaa
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: BAB 25
“Kita kemana Tuan?” tanya Khaelia saat lift membuka dan Carter mengajaknya menyusuri lorong berkarpet persis seperti hotel. Karpet tebal yang bisa meredam langkah dan membuat nyaman bagi orang yang berjalan di atasnya. “Bertemu seseorang di balik pintu ini.” Mereka berhenti di depan pintu kayu yang tinggi, lebar, serta tebal. Dengan bentuk kokoh seakan tidak tertembus peluru sekalipun, dengan gagang baja atau besi yang sangat mengkilat. Khaelia tidak heran kalau gagang pintu ternyata dibuat dari perak murni, karena begitu bening dan mengkilat. Carter mengetuk perlahan, pintu membuka dari dalam tanpa suara. Pemandangan yang dilihat Khaelia saat pintu membuka adalah ruangan luas berdinding putih dengan ranjang besar serta beragam alat-alat medis di sekitar ranjang. Seorang perempuan cantik dan pucat tergolek di atas ranjang. Rambut panjangnya tersisir rapi dan jatuh di bahu. Matanya terpejam dengan bibir mengatup rapat. Wajah yang tirus dengan pipi yang seakan menyatu dengan tulang.
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: BAB 28
Saat pintu dibuka terlihat awalnya seperti kamar biasa, di mana ada ranjang, sofa, serta meja dan kursi berikut lemari yang tinggi menjulang. Carter menekan sisi lemari dan ada sebuah pintu yang membuka. “Ayo, masuk!” Ia mengajak Khaelia. Dengan sedikit bingung Khaelia mengikuti langkah Carter, dibuat terkejut saat melihat apa yang ada di ruangan. Ranjang beralaskan hamparan bulu lembut, kursi goyang, dan satu lemari kaca berisikan benda-benda dengan bentuk yang aneh. Carter menghampiri lemari, membuka pintunya dan mengeluarkan satu cambuk pendek dengan ujung lancip. “Kamu tahu ini apa?” “Cambuk.” “Benar, kalau ini?” Satu benda panjang dengan ujungnya menyerupai telapak tangan dijulurkan, Khaelia menatap bingung. “Pemukul?” “Ini?” “Borgol?” Beragam benda-benda ditunjukkan oleh Carter dan membuat pikiran Khaelia terbuka. Semua yang ada di ruangan ini berhubungan dengan sex, dari mulai ranjang, alat-alat serta cambuk. Ia tidak menyangka kalau Carter ternyata mempunyai
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: BAB 24
Carter menjauhkan jemarinya dari pipi Khaelia. Menatap pada orang tuanya yang baru saja datang. Mereka saling pandang sesaat dan Carter berdehem. “Pa, Ma, ini namanya Khaelia. Sekretaris yang aku ceritakan.” Eiwa mengangguk sambil tersenyum, mengulurkan tangan pada Khaelia. “Kamu sekretaris anakku?” “Benar, Nyonya,”jawanb Khaelia dengan gugup. “Siapa namamu?” “Khaelia.” “Umur?” “Dua puluh lima.” “Muda sekali, cantik pula. Golongan darahmu O- benar?” “Iya, Nyonya.” Tanya jawab yang singkat dan membuat takut Khealia. Ia berusaha untuk tetap tenang tapi rasanya sangat sulit. Bukan hanya sang mama yang mengintimidasi dengan sikap ramahnya. Sang papa bahkan jauh lebih menakutkan karena tidak bicara apa pun, hanya menatap Khaelia dari atas ke bawah seolah sedang menilai. Khaelia tanpa sadar mengusap tali tas untuk menghilangkan gugup. Apakah ada yang salah dengan dirinya kemari? Dilihat dari pakaian yang sangat rapi, sepertinya orang-orang di rumah ini hendak ke pesta. Kalau begit
Last Updated: 2026-04-30
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.8M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status