
Jatuh Cinta Pada Chef Duda
“Jadi…” Arjuna kembali mengecup sekilas bibir Renata. “Mulai sekarang kamu milik saya seorang.”
Renata Deanita akhirnya kembali jatuh cinta, setelah cukup lama menyandang status single. Dan yang lebih parahnya, ia harus jatuh cinta dengan atasannya yang terkenal galak, dingin, angkuh serta memiliki tatapan setajam elang.
Arjuna Tunggajaya Nuraga, pria yang disukai oleh Renata secara diam-diam. Namun, siapa sangka ternyata Arjuna juga memiliki rasa yang sama terhadap Renata. Hanya saja dia terlalu takut untuk mengungkapkannya. Bukan apa-apa, tapi karena Arjuna tak ingin mengulang kisah asmarahnya yang kelam—ditinggalkan oleh istrinya ketika pernikahan mereka baru menginjak usia enam bulan.
Hingga sebuah ciuman spontan yang diberikan Arjuna kepada Renata mengubah segalanya, ciuman yang kemudian berlanjut menjadi malam-malam panas yang bergelora dan penuh hasrat di Kota Bandung. Hubungan mereka berjalan begitu lancar, sehingga keduanya tak ingin menunda-nunda lagi untuk membawa status mereka ke jenjang yang lebih serius—pernikahan.
Tapi, apakah benar, tidak ada yang mengintai dan mengancam hubungan Renata dan Arjuna? Bagaimana kalau ancaman itu justru datang dari orang yang tidak pernah mereka duga?
Baca
Chapter: Chef - 53Renata menatap dirinya sendiri pada pantulan cermin yang ada di ruang ganti. Tubuhnya sudah terbalut oleh busana pernikahan hasil rancangan Anne. Masih dengan veil yang belum menutupi wajahnya, Renata terus saja menatap dirinya sendiri. Renata tidak percaya, bahwa sebentar lagi, dia akan menjadi istri dari seorang Arjuna Tunggajaya Nuraga. Dan tentu saja, namanya akan berubah menjadi Renata Deanita Tunggajaya Nuraga. Panjang sekali memang, tetapi Renata menyukainya.Tok...tok..tokSuara ketukan dan decitan pintu membuat Renata menoleh ke belakang. Dilihatnya Imelda yang sudah tampak cantik dengan balutan dress tosca panjang dan rambut yang tergerai indah. Sahabatnya itu akan menjadi penggiring mempelai wanita."Yang sebentar lagi bakalan jadi Nyonya Nuraga, lagi deg-degan ya?" ucap Imelda seraya melangkahkan kaki mendekati Renata, lalu memegang kedua bahu Renata.Renata tersenyum samar, berusaha menutupi rasa gugupnya, tetapi gagal."Lo nggak usah
Terakhir Diperbarui: 2024-10-19
Chapter: Chef - 52"Dua bulan yang lalu, aku nyaris buat kamu sengsara. Aku telah menyakiti kamu saat itu. Aku nggak tau harus bagaimana, mendengar kamu menangis membuat hatiku sakit. Aku bodoh, ya? Udah membuat kamu menangis.""Sayang..." Renata mengusap pipi Arjuna sekilas. "Nggak usah menyalahkan diri sendiri. Aku bahagia karena kamu kembali padaku. Kamu ada di sini sekarang, itu yang terpenting. Jadi, kita nggak perlu bahas masalah itu lagi, oke?"Arjuna mengangguk."Bae, aku janji nggak-""Udah," potong Renata cepat. "Aku udah nggak percaya sama janji kamu. Dulu kamu janji nggak akan ninggalin aku, tapi buktinya kamu hampir pergi selamanya. Kamu juga janji nggak akan buat aku nangis, tapi nyatanya kamu selalu buat aku nangis."Re,""Aku nggak percaya janji kamu lagi. Tapi, aku percaya kalau kamu akan selalu berusaha ada dan selalu menjagaku dengan cinta yang kamu berikan.""Jadi," Renata menarik tangannya yang sedang digenggam oleh Arjuna. Kemudian
Terakhir Diperbarui: 2024-10-18
Chapter: Chef - 51Sayang, bangun. Saya mohon sama kamu, tolong bangun..Suara itu sudah tak asing lagi, sangat familiar. Suara yang selama ini selalu membuatnya nmerasa tenang dan bahagia.Kamu bilang akan merasa bersalah jika saya nangis. Arjuna, saya lagi nangis sekarang, jadi kamu buka, ya, mata kamu.Dia mencoba untuk membuka mata, tapi apalah daya, dia tak sanggup. Dadanya terasa semakin sesak saat mendengar wanita itu menangis. Dia juga ingin menangis, tetapi tak bisa. Tubuhnya selalu saja menolak jika dia ingin berusaha. Kegelapan semakin dalam menyelimuti dirinya. Seakan-akan berada di dasar Samudra yang paling dalam dan sulit untuk mencapai ke atas. Berusaha berenang tetapi tak bisa. Tak ada yang bisa dia lakukan selain berdiam.Dia terus saja mendengar Renata menangisi dirinya. Dia ingin sekali nembuka mata dan mengatakan pada Renata bahwa dia merasa bersalah. Tangisan Renata membuat hatinya menjerit sakit. Renata hanya ingin dia bangun, tapi ke
Terakhir Diperbarui: 2024-10-17
Chapter: Chef - 50Setelah menemui Anne, selanjutnya Renata bertemu Ivan wedding organizer yang akan mengurusi pernikahannya nanti. Saat Renata memasuki kantor pria itu, dilihatnya Ivan sedang memegang secangkir kopi dari kedai kopi ternama di Indonesia."Hai..." sapa Ivan sembari mengulurkan tangan kanannya."Hai juga, Van." Renata menerima jabatan tangan Ivan sambil tersenyum hangat.Pria itu langsung mempersilahkan Renata duduk. Bahkan, dia sudah memesankan Renata coffee latte, kopi favoritnya."Jadi, gimana, Ren?" tanya Renata seraya mengambil cangkir dan menyesap cofee latte-nya."Semuanya udah beres. Undangan sudah, alat dan bahan dekorasi pun udah, kateringnya juga sudah siap.""Untuk pelunasan sisa biaya, kira-kira kapan?" tanya Renata."Seminggu sebelum hari pernikahan," balas Ivan yang diikuti dengan anggukan kepala Renata. "Eh, kok sendiri ke sininya? Mana calonnya?""Sibuk kerja, dia masuk siang. Jadi, nggak bisa temenin saya ke sini.
Terakhir Diperbarui: 2024-10-16
Chapter: Chef - 49Tuhan, kenapa kau bawa dia pergi sebelum aku benar-benar bahagia?Kenapa kau jauhkan dia saat aku ingin selalu dekat dengannya?Kenapa kau buat dia menjadi pria berengsek yang ingkar pada janjinya?Apa salah aku, Tuhan?Hingga kau membuatku seperti ini.Dia,Hanya dia satu-satunya yang membuatku bahagia.Setiap kata dan tindakan kecil yang dilakukannya selalu membuatku bahagia.Senyum, tawa, dan tangisnya sudah menjadi temanku selama ini.Tuhan,Jika aku boleh minta, tolong kembalikan dia.Atau,Jika kau tak bisa nengembalikannya...Tolong sampaikan padanya bahwa aku rindu...Dari Renata yang selalu merindukan pria bernama Arjuna.☆☆☆☆☆Dua bulan kemudian...Renata baru saja meletakkan sebuket bunga di atas salah satukuburan di pemak
Terakhir Diperbarui: 2024-10-15
Chapter: Chef - 48Tiga hari berikutnya kondisi Arjuna masih sama. Masih koma, sepertinya pria itu masih menolak untuk bangun. Renata yang sudah rapi dengan chef jacket-nya berdiri di samping ranjang Arjuna. Tidak ada pilihan, dia harus kembali bekerja untuk menggantikan posisi Arjuna. Namun, Renata tak pernah absen menemani Arjuna sebelum dan sepulang kerja."Sayang.." Renata mengusap puncak kepala Arjuna. "Saya kerja dulu, ya? Kamu jangan kayak kemarin."Renata berjalan keluar dan mendapati Ayah Arjuna sudah siap menggantikannya. Setelah berpamitan, dengan berat hati, Renata terpaksa pergi ke hotel. Jujur saja, semuanya terasa salah tanpa kehadiran Arjuna, tapi bekerja akan membantu Renata tetap waras. Dia juga tidak ingin lagi terpuruk menangis, itu tidak akan membantu dirinya sendiri dan juga Arjuna."Selamat pagi," sapa Renata yang dibalas dengan sapaan serta senyuman oleh karyawan lain.Imelda juga merasa senang karena Renata berusaha keras untuk bersikap nor
Terakhir Diperbarui: 2024-10-14
Chapter: BAB 120Saat hendak ke ruangan sang manajer, langkah Khaelia dihadang oleh Wika dan Riana. Satu perempuan lagi, entah di mana. Khaelia menatap dua perempuan di depannya dengan heran. Mereka tersenyum cerah seakan melihat sesuatu yang luar biasa. Khaelia merasa bulu kuduknya meremang. Pandangan mereka seolah ingin menelannya.“Hai, Khaelia. Senang sekali ketemu kamu di sini.” Riana membuka lengan seolah hendak memeluk, Khaelia berdiri kaku dengan tangan terkepal di sisi tubuh.“Ehm, urusan pekerjaan.”Wika mengangguk cepat hingga terlihat seperti boneka yang pirnya lepas. “Wah, luar biasa. Kamu datang bersama Tuan Carter!”“Apanya yang luar biasa? Dia adalah bosku,” jawab Khaelia.“Aduh, Khaelia. Kamu bisa dikatakan belum lama. Kami sudah bekerja lebih dari tiga tahun di sini. Selama ini Tuan Carter tidak pernah menampakkan diri. Mendadak datang dan inspeksi, rasanya sungguh luar biasa membahagiakan!&rdq
Terakhir Diperbarui: 2026-09-26
Chapter: BAB 119Kepergian Carlo dan Sofia untuk berbulan madu disambut baik semua orang. Carter yang akan menghandle pekerjaan Carlo selama kakaknya pergi. Rencana bulan madu sekitar dua minggu lamanya.“Setelah badai akan ada pelangi, ternyata pepatah ini ada benarnya juga,” Khaelia berkata dengan bahagia selesai menerima telepon dari Sofia yang akan bertolak bulan madu.Setelah peristiwa perkelahian di kafe, hubungan keduanya menjadi baik. Sofia tidak tanggung-tanggung memberikan banyak hadiah pada Khaelia, dari berupa gaun, perhiasan, dan banyak lagi. Hadiah yang tidak bisa ditolak.“Saya senang Nyonya Sofia sekarang bahagia.”“Untunglah, kakakku sadar lebih cepat. Kalau tidak, hancur sudah rumah tangga dan masa depannya.”“Tuan, saya dengar dari Emima katanya pertunangan Karenia putus? Benarkah? Bukan ingin menggosip, hanya ingin tahu saja.”“Benar, tunangannya ternyata terlibat penggelapan pajak dan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-26
Chapter: BAB 118Carlo tersenyum lemah, dengan tangan yang sibuk mengupas udang dan meletakkannya di atas piring kecil. Sementara Sofia masih terdiam, tidak percaya dengan permintaan maaf dari Carlo. Menyesap anggur merah dan mencecap rasanya yang sedikit manis bercampur pahit yang nikmat, Sofia membiarkan Carlo bicara.“Selama kita menikah, aku selalu menyakitimu. Mengabaikan dan tidak peduli denganmu. Sibuk mengejar ambisiku atas nama cinta sejati. Padahal semua yang aku lakukan merusak diriku, merusak pernikahan kita, dan aku yang bodoh ini tidak peduli. Aku melihat CCTV saat Karenia pertama kali memukulmu. Aku juga bicara dengan Khaelia dan ternyata memang Karenia yang memulai pertengkaran. Sofia, kamu pasti tidak bisa membayangkan rasa malu yang bersarang di dada.”“Malu kenapa? Tidak bisa membela perempuan itu?” tanya Sofia dengan tatapan tajam.Carlo tersenyum dan menggeleng lemah. “Bukan itu, aku merasa malu karena tidak melindungimu, Sofia.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-25
Chapter: BAB 117Sofia sama sekali tidak mengajak suaminya bicara sejak keluar dari kantor polisi hingga di perjalanan. Ia tidak menjawab apa pun pertanyaan Carlo, hingga laki-laki itu terdiam karena kesal. Sofia tidak peduli, sudah ada Carter dan pengacara yang membereskan masalah ini jadi tidak ada lagi yang harus ditakutkan. Ia juga tidak butuh pertolongan Carlo karena tahu kalau perhatian suaminya tidak akan condong ke arahnya. Hatinya sudah terlalu kebas oleh berbagai kekecewaan yang menumpuk. Lebih baik berhenti berharap dan menghadapi kenyataan.Suasana di dalam mobil terasa begitu dingin dan mencekam, seolah oksigen di dalamnya telah menguap habis. Carlo beberapa kali mencuri pandang melalui kaca spion tengah, tetapi Sofia memilih menatap kosong ke luar jendela, menyaksikan gemerlap lampu kota yang mengabur di balik keheningan malam.“Sofia, bisa kita bicara sekarang?” Carlo menahan langkahnya saat tiba di rumah, mencoba meraih jemari istrinya yang terasa sedingin e
Terakhir Diperbarui: 2026-09-25
Chapter: BAB 116Seorang laki-laki berkacamata datang, memperkenalkan diri sebagai tunangan Karenia. Tanpa pikir panjang Karenia melemparkan diri dalam pelukan tunangannya.“Sayang, kita selesaikan ini segera. Aku pusing, ingin pulang sekarang.”“Iya, Sayang. Kamu tunggu sebentar. Kita akan selesaikan segera.”Khaelia yang penasaran melirik ke arah Carlo. Ia ingin tahu bagaimana reaksi laki-laki itu saat perempuan yang dicintainya justru melemparkan diri pada laki-laki lain selain dirinya. Khaelia yakin kalau ini bukan hanya soal Carlo sudah menikah, tapi lebih dari ini. Dari awal memang Carlo tidak pernah dicintai, terlalu buta dalam mencinta hingga tutup mata dengan kenyataan.Setelah berunding hampir satu jam, akhirnya tercapai kesepakatan damai. Para pengacara menghadapi beberapa wartawan yang sudah menunggu di luar. Karenia pulang bersama tunangannya, begitu pula Sofia dan Carlo. Khaelia masuk ke dalam mobil Carter, menuju rumah laki-laki itu.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-24
Chapter: BAB 115Kantor polisi berada di sebuah gedung berlantai tiga yang tidak terlalu besar. Saat ini ada beberapa wartawan yang sudah menunggu di luar. Beberapa pengacara bernegosiasi dengan polisi agar masalah ini tidak membesar. Masalahnya adalah kesepakatan perdamaian tidak tercapai antara Sofia dan Karenia. Sedangkan Khaelia hanya diam, berharap semuanya cepat selesai. Malu saat melihat Carter datang. Tidak menyangka akan terlibat sesuatu yang memalukan seperti ini.Selama menunggu masalah diproses, Sofia tidak hentinya mengoceh. Membuat telinga Khaelia berdenging mendengarnya. Sofia yang duduk berdampingan dengan Khaelia, menatap Karenia yang terpisah dengan mereka.“Sundal itu merasa sudah menang. Lihat saja, ini tidak akan berakhir dengan mudah. Dia menamparku lebih dulu. Akan ada balasan yang jauh lebih kuat nanti!”“Nyonya, bagaimana kalau nanti ada masalah dengan keluarga Solitaire?” tanya Khaelia gugup.Sofia menepuk-nepuk punggung t
Terakhir Diperbarui: 2026-09-24
Chapter: Friend's - 31Kalimat spontan yang diucapkan Fernanda dengan tegas dan lugas cukup mengajutkan lawan bicaranya. Kali ini, bukan hanya Mei Ling yang kaget, Daniel pun sama. Laki-laki itu memandang Fernanda dengan ekpresi tidak percaya. Seribu tanya ada di dalam isi kepalanya, namun dia tahu ini bukan saat yang tepat untuk bertanya atau mendebat Fernanda.“Apa?” tanya Mei Ling sekali lagi. ”kamu mengaku-aku tunangan Daniel?"”Hah, aku memang tunangannya. Kami akan menikah bulan depan. Sudah sewajarnya kalau aku membelanya. Jangan lagi menuduhnya macam-macam!"Mei Ling mendengkus marah, memandang penuh dendam pada Daniel dan Fernanda. Lalu membalikkan tubuh tanpa mengatakan apa pun lagi.Fernanda memandang kepergian wanita itu dengan kelegaan. Tadinya, ia berpikir akan mencakar dan memukul wanita itu di sini, untunglah semua ketakutannya tak terjadi.“Nanda.”la mendongak, menatap Daniel yang tertegun."Iya, ada apa
Terakhir Diperbarui: 2024-10-05
Chapter: Friend's - 30Atmosfer tegang masih tercipta dalam ruangan itu, Ketiga anak perempuan Chen beserta suami mereka masih menatap Daniel dengan sinis. Chen mengangguk, menerima dokumen yang diulurkan padanya dan membawanya ke meja kayu. la membuka satu per satu lembaran dan tekun membaca.“Apa para kakakmu itu ada dendam padamu?” bisik Fernanda pada Daniel.“Nggak ada, kenapa?” tanya Daniel balik.“Entahlah, sikap mereka seakaan dengan senang hati akan mencincang tubuhmu jika diberi kesempatan. Terutama, Si Kurus yang sepertinya Kakak tertua.”Daniel tertawa Iirih. “Kalau begitu, kamu harus melindungiku. Karena, aku tak yakin bisa melawan mereka bertiga sendirian.”Fernanda terkikik sambil menutup mulut. Diam-diam mencuri pandang pada wanita- wnaita yang duduk di seberangnya. Mereka terlihat angkuh dan sombong. Sementara para laki-laki, hanya duduk tak peduli. la memandang tak suka pada suami Anaa, karena laki-laki itu
Terakhir Diperbarui: 2024-10-04
Chapter: Friend's - 29“Apa kamu siap?”“Apa, sih? Kayak mau diintrograsi polisi.”“Bukan memang tapi masuk tiang gantungan.”Fernanda tertawa. Meraih Iengan Daniel dan keduanya melangkah menyusuri jalan setapak menuju rumah besar di hadapan mereka. Rumah yang terasa sunyi meski ia tahu di dalam ada banyak penghuni sedang berkurnpul. Daniel memohon padanya, agar Fernanda menemani ke rumah orang tuanya. lni pertama kali baginya, menginjak rumah keluarga laki-laki itu.Setelah pembicaraan intens yang ditutup dengan dua sesi bercinta yang menggebu-gebu, keduanya sepakat untuk saling menjajaki dalam satu hubungan yang serius.“Aku nggak mungkin sesempurna Evan, tapi aku bisa pastikan kalau aku cinta sama kamu.”Fernanda menjawab lembut. “Aku bukan Renata. Aku hanya mengharap Daniel apa adanya, bukan Iaki-laki yang ingin menjadi seperti Evan.”Dengan tubuh berpeluh dan hati yang bertaut, keduanya berpel
Terakhir Diperbarui: 2024-10-03
Chapter: Friend's - 28“Ooh, begitu. Kamu menganggap aku kekanak-kanakan? Baiklah, kalau itu maumu.”Daniel merentangkan lengan, menunjuk ke arah pintu. “Silakan keluar, aku sibuk!”“Daniel, bukan begitu. Kamu salah paham.”“Bagian mana dari ucapanmu yang membuatku salah paham. Nanda,” ucap Daniel sedikit emosi. ”Kamu mengatakan aku kenak-kanakkan karena aku cemburu. Kamu nggak suka aku cemburu karena memang dari awal hubungan ita hanya sekadar sex! Baiklah, aku mengerti. Sekarang, tinggalkan aku sendiri!”Daniel berbalik, kembali menghadap meja. Mengabaikan wanita yang terlihat salah tingkah.”Aku tidak ada maksud seperti itu.” Fernanda memijat kepalanya. ”Aku mau minta maaf karena sudah membuatmu marah. Aku--,”“Aku mengerti, pergilah Nanda!” sela Daniel dingin.Fernanda mengerjap, matanya memanas. Titik air mata mulai menetes di ujung pelupuk. la merasa sakit
Terakhir Diperbarui: 2024-10-02
Chapter: Friend's - 27Malam kian larut, udara sejuk dari pendingin ruangan di kamar Fernanda membuat sesi curhat antara Mama dan anak malam itu semakin serius. Fernanda sudah menyamankan posisi setengah merebahnya dengan tumpukan bantal menopang punggungnya yang lelah. Sementara sang Mama masih setia dengan duduk di pinggir ranjang, dekat dengan posisi Fernanda berbaring.“Harusnya, kalau memang kamu nggak siap untuk menjalin hubungan serius dengan siapa pun, jauhi. Jangan clatangi dia saat kamu sedih, dan berpaling saat kamu bahagia.”“Nanda nggak berpaling, Ma. Kama hanya teman biasa.”“Jelaskan pada Daniel kalau begitu.”“Sudah, dia nggak mau dengar.”“Karena kamu melakukannya setengah hati.” Jihan mendatangi anaknya, mengelus rambut lembut milik Fernanda. "Mama ingat dulu kalian bertiga selalu bersama. Kamu, Evan, dan Daniel. Keduanya sama baik dan menawan. Tapi, dari dulu Daniel memang menunjukkan rasa cin
Terakhir Diperbarui: 2024-10-01
Chapter: Friend's - 26Kamar yang sepi, hanya terdengar dengung pelan dari pendingin ruangan. Fernanda yang baru saja pulang dari kantor, tanpa mengganti baju lebih dulu, merebahkan diri di ranjang, Menatap nanar pada langit-Iangit kamar yang dilukis bunga-bunga warna krem lembut. Ada lampu kristal kecil tergantung di tengah-tengah.Tangannya terulur ke dahi, memijat lembut di sekitar kepala. Migrain yang ia rasakan dari tadi sore tak jua sirna meski ia sudah meminum obat. Segelas Teh Camomile hangat pun sudah diteguknya hingga tandas, namun peningnya tak kunjung mereda.Benaknya berpikir cepat tentang rapat tak berkesudahan, penyelesaian cepat dari satu masalah ke masalah lain, memastikan produksi lancar, hingga memikirkan tentang Daniel.Desahan resah keluar dari mulutnya saat pikirannya tertuju pada Daniel. Laki-laki yang selama dua tahun ini selalu berada di sisinya. Dia masih tak mengerti salahnya di mana, dan kenapa Daniel begitu emosi saat melihatnya bersama Kama. Padahal, itu
Terakhir Diperbarui: 2024-09-30