author-banner
El khiyori
El khiyori
Author

Novels by El khiyori

Selimut Hangat Bodyguard Suamiku

Selimut Hangat Bodyguard Suamiku

Bagi dunia luar, kehidupan Jena adalah impian setiap wanita. Ia menikah dengan Arkan. Presdir kaya raya dan berkuasa, namun faktanya Jena hanyalah wanita kesepian. Hingga akhirnya, Elang Dirgantara datang. Elang adalah pria misterius yang ditugaskan Arkan untuk menjadi bodyguard pribadi Jena. Saat rasa sepi bertemu dengan gai_rah yang terpendam, batas profesionalitas pun hancur berantakan. "Mari kita menikah Baby .... " -Elang Dirgantara- "Akan kulakukan, tapi akhiri pernikahanmu dulu. -Jena-
Read
Chapter: Bab 53
Langit di atas pemakaman umum tampak kelabu, dilapisi awan mendung yang berarak pelan tanpa membawa hujan. Tanah merah yang masih basah itu tertutup oleh taburan bunga mawar dan melati yang memancarkan aroma khas.Prosesi pemakaman Arkan berlangsung sangat tenang dan jauh dari kemewahan. Hanya ada beberapa kolega lama yang masih berbelas kasihan dan beberapa staf hukum yang hadir. Kerajaan bisnis yang dulu ia agungkan telah runtuh, meninggalkan pusara yang sunyi tanpa riuh tepuk tangan kekuasaan.Jena dan Elang berdiri sedikit agak jauh di bawah naungan pohon kamboja yang rindang. Jena mengenakan gaun hitam sederhana, menatap nisan batu pualam bertuliskan nama Arkan dengan tatapan yang sudah sepenuhnya damai. Tidak ada lagi penderitaan atau ketakutan.Setelah tabur bunga selesai dan para pelayat perlahan mulai meninggalkan area pemakaman, Elang menggandeng jemari Jena untuk kembali ke kendaraan mereka."Kita pulang sekarang?" tanya Elang lembut sambil mengusap punggung tangan Jena. Na
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 52
Koridor Rumah Sakit Bhayangkara terasa begitu dingin dan lengang. Aroma antiseptik yang tajam menyengat hidung, membiarkan derap langkah kaki Jena dan Elang bergema pelan di atas lantai yang dingin.Kehadiran Jena di tempat ini bukan atas dorongan egonya sendiri. Elang-lah yang dengan lembut meyakinkannya untuk datang. Elang tahu, sejauh mana pun mereka berlari dan sebahagia apa pun masa depan yang sedang mereka bangun, bayang-bayang Arkan akan tetap menyisakan celah kecil yang belum tuntas jika tidak ditutup secara langsung. Elang ingin Jena melangkah ke masa depan tanpa membawa sisa rasa bersalah, dendam, atau pertanyaan yang belum terjawab. Semua harus benar-benar berakhir.Di depan pintu ruang perawatan intensif, dokter yang bertanggung jawab atas perawatan Arkan, datang menghampiri mereka dengan raut wajah berat."Kondisi Tuan Arkan sudah berada di tahap kritis," ujar dokter itu pelan. Pria itu menatap Jena dan Elang bergantian. "Pembuluh darah utama di otak dan beberapa organ da
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 51
Keesokan harinya, sinar matahari pagi yang cerah kembali menyapu kawasan pesisir. Namun di ibu kota, berita besar kembali mengguncang jagat media.Layar televisi di sudut ruang tamu rumah panggung itu menampilkan seorang reporter wanita yang berdiri di depan Rumah Sakit Bhayangkara."Berita terkini dari kasus runtuhnya Wijaya Group. Mantan Direktur Utama, Arkan Wijaya, dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis di dalam sel tahanan tadi malam. Tekanan darahnya melonjak tinggi hingga memicu pendarahan internal yang serius. Saat ini, Arkan Wijaya tengah berada dalam kondisi kritis di ruang ICU ...."Sesaat setelahnya, kamera berganti menampilkan lorong rumah sakit yang sepi dan dingin."Yang memprihatinkan, tidak ada satu pun anggota keluarga, kerabat, maupun rekan bisnis yang datang menjenguknya. Pria yang dulunya dikenal sangat berkuasa dan dikelilingi ribuan orang itu kini tergolek sendirian tanpa siapapun di sampingnya. Menurut keterangan tim medis, di tengah ke
Last Updated: 2026-09-14
Chapter: Bab 50
Seminggu berlalu di rumah panggung dermaga. Waktu seolah berjalan lebih lambat, memberi ruang bagi Jena untuk menyembuhkan trauma panjang yang selama bertahun-tahun menggerogoti jiwanya.Pagi itu, Elang menggandeng tangan Jena menaiki jalan setapak berumput menuju puncak bukit kecil di belakang dermaga. Angin laut bertiup lembut, membawa aroma tanah basah dan padang rumput. Saat mereka tiba di puncak, pandangan Jena disambut oleh pemandangan yang membuat napasnya tertahan.Di sana, di atas tanah lapang yang menghadap langsung ke laut lepas, tampak pondasi awal sebuah bangunan besar berasitektur hangat yang sedang dikerjakan oleh beberapa tukang lokal terpercaya. Di sampingnya, sebuah area luas telah ditanami bibit bunga matahari dan mawar yang mulai bertunas hijau."Ini..." Jena menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya berkaca-kaca menatap lanskap impiannya yang kini terhampar nyata di depan mata.Elang berdiri di sampingnya, melingkarkan lengan tegapnya di pinggang Jena dari bel
Last Updated: 2026-09-14
Chapter: Bab 49
Cahaya matahari pagi memantul sempurna di atas permukaan air laut, membendung kehangatan di teras rumah panggung kayu tempat Jena dan Elang berlindung. Di atas meja kayu teras, Jena sedang duduk mengamati jemari Elang yang cekatan merakit sebuah perangkat komunikasi terenkripsi. Tak ada lagi pakaian formal agen atau jas tebal pengawal. Elang hanya mengenakan kaus polos abu-abu dan celana santai, memperlihatkan guratan otot lengan bawahnya yang kokoh namun terasa sangat menenangkan bagi Jena. Elang mendongak karena menyadari pandangan Jena yang tak beralih darinya sejak tadi. Sebuah senyuman tipis yang hangat dan lembut terukir di bibirnya. "Kenapa menatapku seperti itu Jen?" tanya Elang lembut. Jena tersentak pelan, rona merah tipis merayapi kedua pipinya. "Hanya... masih merasa aneh. Kau tak lagi memanggilku 'Nyonya' atau memakai bahasa formal." Mendengar itu, Elang menghentikan jemarinya. Ia mengikis jarak, berlutut di samping kursi Jena lalu merengkuh kedua telapak tangan wani
Last Updated: 2026-09-13
Chapter: Bab 48
Sinar matahari pagi menelusuri lantai kayu rumah panggung itu, membawa kehangatan yang tak pernah Jena rasakan selama lima tahun terakhir. Di luar, suara ombak yang menyapu tiang-tiang dermaga menjadi musik alami yang menenangkan jiwa. Sejak hari pertama mereka tiba, Elang tidak pernah membiarkan Jena merasa asing atau cemas. Pria yang dulunya berdiri kaku dengan jas hitam dan tatapan dingin itu, kini berubah menjadi sosok pelindung yang teramat sabar. Pagi itu, Jena terbangun oleh aroma sangrai kopi dan roti panggang yang harum. Saat ia melangkah keluar dari kamar, ia menemukan Elang sedang berdiri di dapur kecil, menggulung lengan kemeja putihnya hingga ke siku. Di atas meja makan sederhana dari kayu jati, telah tertata sarapan hangat lengkap dengan segelas susu dan buah-buahan segar. "Kau bangun lebih awal lagi?" bisik Jena seraya mendekat, menyandarkan dagunya di bahu bidang Elang dari belakang. Elang menghentikan gerakannya, lalu berbalik dan melingkarkan tangannya di pinggan
Last Updated: 2026-09-13
Tawanan Hati sang Penguasa

Tawanan Hati sang Penguasa

Deep sensual tension!! Slow burn (21+) Serena Lauren, wanita cantik itu harus menjadi bulan-bulanan suami dan mertuanya semenjak kedua orangtuanya meninggal dan usahanya dinyatakan bangkrut. Saat suaminya mengalami lumpuh, ia bahkan dipaksa menjadi pelayan di kediaman seorang putra penguasa yang terkenal kejam dan arogan, hanya demi bisa mendapatkan bayaran yang tinggi. Tapi ternyata pria kaya bernama Morgan tersebut justru menjadikan Serena sebagai tawanannya. "Tetaplah di sini bersamaku dan akan kuberikan apapun yang kau mau, asalkan kau bersedia menghangatkan ranjangku." Tapi bagaimana jadinya, saat Serena mulai menaruh hati pada Morgan Calister, ada seorang wanita yang mendatanginya. Mengusirnya pergi karena menganggap Serena hanya wanita simpanan. Follow Instagram/Facebook El khiyori
Read
Chapter: Bab 56
Meski pelayan sudah pergi, Serena masih menempatkan William dalam gendongannya. Ia menatap tak percaya pada apa yang ada di hadapannya saat ini.Rumah yang berada di antara taman itu memang hanya rumah kecil dengan satu kamar, namun apa yang ada di dalamnya membuat Serena tak bisa berkata-kata. Tempat tidur yang nyaman untuk dirinya dan bayinya sudah tertata rapi di sana. Ada lemari khusus yang di dalamnya juga terdapat berbagai macam makanan, dan yang paling menyita perhatian adalah beberapa kotak susu formula juga diapers untuk William. Semua itu sesuai dengan apa yang biasa ia kenakan pada putranya.Serena mendekati benda-benda tersebut. Barang-barangnya benar-benar masih baru semua. Artinya, semua itu memang sengaja disiapkan secara khusus untuknya."Orang seperti apa pemilik rumah ini, kenapa sampai menyiapkan kebutuhanku dengan sedetail ini," gumam Serena sambil memegangi kotak susu yang diperuntukkan untuk William. Baru setelah itu ia duduk di sofa yang terletak di sudut ruan
Last Updated: 2025-06-05
Chapter: Bab 55
Setelah mencari kemana-mana dan hampir putus asa, akhirnya Felix benar-benar muncul di depan Serena. Pria itu menatap takut-takut karena amarah jelas terlihat dari wajah Serena. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir wanita itu, namun tatapan matanya sama sekali tak beralih dari wajah Felix.Felix sendiri masih diam. Ia menunggu langkah Serena yang kian mendekat hingga tiba-tiba, plakkk ....Satu tamparan Serena daratkan di pipi Felix begitu keduanya sudah saling berhadapan.Pria itu masih diam membisu. Ia hanya menunduk sambil memegangi pipinya, namun saat Serena hendak berlalu, tangannya buru-buru menahan."Aku sungguh minta maaf Serena," ujarnya kemudian."Sudah aku maafkan, aku juga minta maaf karena selama ini sangat merepotkanmu, kupikir kau benar-benar tulus, tapi ternyata tak setulus yang kubayangkan," sahut Serena yang masih tak mau menatap ke arah Felix.Pria itu tentu tak terima dianggap demikian. Faktanya ia sangat tulus terhadap apa yang dilakukannya pada Serena,
Last Updated: 2025-06-03
Chapter: Bab 54
Awalnya langkah Serena begitu mantap, tapi saat matanya sudah bisa menjangkau keberadaan Morgan, kedua kaki yang semula berdiri tegak kini justru bergetar hebat."William? itukah bayi yang dimaksud orang tadi?" tanya Serena pada diri sendiri. Tampak di depan sana, Morgan tengah meletakkan kembali tubuh William ke dalam stroller. Serena hampir saja mendekat karena tak rela Morgan menyetuh putranya, namun ia segera tersadar. Kalau sampai dirinya melakukan itu, sama artinya dengan memberitahu Morgan siapa William sebenarnya. Namun Serena ingin mendengar apa yang pria itu katakan. Karenananya kakinya mulai bergerak semakin mendekat dengan langkah mengendap-endap."Lain kali jangan lupa memastikan rem strollernya aktif saat sedang berhenti," ucap Morgan pada bibi May. Serena pun bisa mendengar samar-samar ucapan itu. Sekarang ia mengerti kenapa Morgan berinteraksi dengan putranya. Besar kemungkinan karena dia berusaha menolong stroller William yang tergelincir karena mungkin bibi May lupa
Last Updated: 2025-05-31
Chapter: Bab 53
Sayangnya meski sudah diberi aba-aba, Serena masih diam tak bergerak. Ia sungguh tak tahu harus berbuat apa. Tak sanggup rasanya mempertontonkan lekuk tubuhnya di depan semua orang. Mungkin di kamera, tubuhnya memang tak terlihat sepenuhnya, tapi di hadapan orang di sekitarnya, tetap saja ia harus mempertontonkan lsemuanya. Belum lagi jika air sudah dinyalakan, Serena sungguh tak sanggup membayangkannya. "Aku tidak bisa," ucapnya kemudian yang membuat sutradara menatap tajam ke arahnya. "Hai Nona!! ayolah ... kita tidak sedang bermain-main tapi bekerja!!" Seketika ruangan tersebut hening. Mereka semua kini menatap ke arah Serena yang tampak diam tak bergerak. Merasa semakin kesal, sutradara tersebut memerintahkan pada asisten Felix untuk mengambil jubah mandi dari tubuh Serena. "Kita langsung ke adegan inti dulu! ambil pakaian luarnya dan air akan langsung dinyalakan." Mendengar itu asisten Felix pun langsung bergerak untuk mendekati Serena, tapi ternyata yang terjadi
Last Updated: 2025-05-30
Chapter: Bab 52
Felix benar-benar lega, akhirnya ia sudah menemukan solusi atas masalahnya. Sore itu Serena tampak cantik dengan menggunakan turtleneck dress nuansa cokelat yang dipadukan dengan long coat dan ikat pinggang bernuansa senada.Ia juga memakai sepasang pumps dan membawa sebuah handbag warna cokelat yang tadi sempat dibelikan oleh Arthur. Bibi May yang melihat penampilan Serena sampai terharu."Kenapa Bibi menatapku seperti itu?" tanya Serena sambil mengambil alih putranya yang juga mengenakan pakaian senada dengannya. Di usianya yang ke 7 bulan, William semakin tampak menggemaskan."Kau sangat cantik, mengingatkan Bibi pada ibumu.""Ibu ... ayolah, tolong jangan bahas hal-hal yang menyedihkan, kita harus bersemangat hari ini. Ayo kita berangkat sekarang," sela Felix yang kemudian sigap membawakan handbag milik Serena.Setelah berpamitan pada sang paman, ketiganya lalu berjalan beriringan menuju ke mobil."Bibi, lihatlah! William senang sekali melihat pemandangan di luar!!" seru Serena ya
Last Updated: 2025-05-29
Chapter: Bab 51
Serena semakin salah tingkah karena dua pria yang ada di hadapannya sama-sama memperhatikan dirinya."Kenapa, kalian menatapku seperti itu?" tanyanya kemudian."Kurasa Felix memilihmu untuk menjadi modelnya kali ini," tebak Arthur yang ternyata dibenarkan oleh Felix.Seketika Serena tertawa."Bagaimana mungkin kalian berpikir seperti itu.""Serena ... kau sangat cantik. Kecantikanmu melebihi apapun yang ada di dunia ini. Jadi ... kenapa tidak?" ujar Felix yang membuat Arthur terdiam.Mungkin itu adalah gombalan, tapi ia merasa tatapan Felix terhadap Serena bukanlah tatapan sayang selayaknya seorang saudara, melainkan tatapan kekaguman sama seperti yang ia rasakan."Apa Felix juga menyukai Serena."Batin Arthur terus berkecamuk seiring tatapan Felix yang terasa semakin dalam. Diam-diam Arthur terus memperhatikan ekspresi pria itu dan ia semakin yakin kalau Felix memang menyukai Serena. Sama seperti dirinya.Kini Felix masih berusaha membujuk Serena yang ternyata cukup sulit."Tapi aku
Last Updated: 2025-05-28
Penjara Cinta Tuan Presdir

Penjara Cinta Tuan Presdir

"Puaskan aku di ranjangku, atau kau akan kehilangan penglihatanmu!!" Seuntai kalimat yang sukses membuat tubuh seorang wanita bergetar ketakutan. Tapi bagaimana jika yang berkata demikian adalah pria yang sudah menikahinya, Juan Anderson. Pengusaha kaya raya dengan aura mempesona namun memiliki sisi kejam nyaris seperti binatang. Tanpa tahu apa maksudnya, seorang gadis bernama Jasmine harus menjadi bulan bulanan keluarga Anderson. Dinikahi lalu disakiti hampir di setiap detiknya, sampai sampai ia kehilangan dirinya sendiri, namun saat berniat mengakhiri hidup, Jasmine justru mendapati dirinya hamil. Akankah hal itu bisa meluluhkan hati seorang Juan Anderson atau justru sebaliknya.
Read
Chapter: Pertemuan kembali
Juan membuka pintu kamar tempat Jasmine berada. Tak ada suara apapun di kamar itu karena saat ini Jasmine tengah meringkuk di balik selimut tipis yang sudah lama tak dicuci. "Dasar!! bisa-bisanya dia malah enak-enakan tidur," ujar Juan sambil terus melangkah mendekat dengan kedua tangan terselip di saku celana. Awalnya pria itu nampak santai, ia bahkan berniat memaki wanita yang berstatus sebagai istri sahnya itu, namun betapa terkejutnya saat mendapati wajah tirus dan tubuh Jasmine yang nampak jauh lebih kurus dari terakhir kali ia melihatnya. "Apa-apaan ini?!" Juan hampir memekik begitu mendapati pemandangan di hadapannya. Nafasnya tercekat, ia sungguh tak menyangka sama sekali akan mendapati kondisi yang demikian pada diri Jasmine. Juan masih meragukan pandangannya. Tubuhnya semakin mendekat perlahan, ditariknya selimut yang menutupi tubuh kurus Jasmine. Juan pun semakin syok menyaksikan apa yang ada di depan matanya. Kondisi Jasmine sungguh memprihatinkan. Tubuhnya ku
Last Updated: 2024-10-26
Chapter: Cinta yang bertepuk sebelah tangan
"Ingat Juan, kehadiran Jasmine di dalam kehidupan kita hanya untuk pengalihan perusahaan dan ingat apa yang terjadi pada adikmu. Jangan sampai aku yang melakukannya sendiri," ucap Veronica di hadapan Juan. "Ibu tidak perlu mengotori tangan ibu sendiri, biar aku yang mengurus semuanya," sahut Juan sebelum ia pergi meninggalkan sang ibu dan kembali menemui Jasmine. Wajah Jasmine masih nampak sedih, namun Juan harus tetap menyampaikan, kalau mulai saat ini mereka harus tinggal di kediamannya. Mendengar ucapan sang suami, Jasmine hanya bisa mengangguk. *** "Selamat sore ... Bu," sapa Jasmine pada Veronica saat ia sudah sampai di kediaman Juan, namun jawaban yang Veronica berikan cukup mengejutkan. "Aku bukan ibumu." Itulah kalimat yang terlontar dari bibir Veronica. Tubuh Jasmine mematung mendengarnya terlebih saat Juan memanggil pelayan. "Pelayan, antar dia ke kamarnya," ujar pria itu yang langsung pergi meninggalkan Jasmine. "Nona, silahkan ikut saya." Pikiran Jasmine
Last Updated: 2024-10-22
Chapter: Keromantisan Jasmine dan Juan di pemakaman
"Juan, ada apa? kenapa wajahmu seperti itu? siapa yang meninggal?" "Yang meninggal adalah ... ibumu," jawab Juan yang membuat tubuh Jasmine membeku tanpa suara. "Kau bilang apa barusan?" Jasmine mencoba mengulangi pertanyaannya. Ditatapnya wajah Juan lekat lekat sampai pada akhirnya pria itu hendak memeluknya, namun kali ini Jasmani menolak. Ditahannya bahu kekar pria itu, pupil matanya bergetar sementara bibirnya beberapa kali ingin mengeluarkan suara namun gagal. "Jasmine, maaf ... aku tidak langsung memberitahumu, aku takut kau _ " "Jadi ini benar?" sela Jasmine yang disambut anggukan kepala oleh Juan, namun Jasmine justru menolak pernyataan itu. "Katakan kalau kau membohongiku!! katakan Juan!! cepat katakan padaku kalau ini hanya lelucon!!" Jasmine semakin tak terkendali, air matanya mengalir deras sementara kakinya perlahan bergerak mundur hingga terduduk di atas ranjang. Melihat itu membuat hati nurani Juan kembali berkuasa. Ia pun melangkah mendekat dan berj
Last Updated: 2024-10-20
Chapter: Getaran hati Juan
Juan menatap Jasmine yang tengah menikmati makanan dengan lahap. Melihat bibir wanita itu belepotan, tangannya reflek terulur untuk membersihkannya. "Oh, maaf, kau sejak tadi tidak makan?" tanya Jasmine kemudian saat mendapati kalau makanan di piring Juan masih belum berubah bentuk. "Dengan menatapmu saja aku sudah kenyang," sahut Juan sambil terkekeh kecil. "Kau menyindirku ya, jahat sekali. Aku kan sangat lapar, tapi sekarang sudah kenyang. Sekarang, ayo makanlah! em ... suamiku." Kali ini Jasmine menggeser tempat duduknya hingga berdekatan dengan Juan. Tangannya mengambil sesendok makanan lalu menyodorkannya ke bibir Juan. "Ayolah, buka mulutmu!" Sayangnya Juan sama sekali tak melakukan apa yang Jasmine inginkan. Pria itu hanya diam tak bersuara sambil menatap dingin, membuat Anna menarik kembali tangannya. "Kau, tidak mau ya makan dari tanganku. Hahhh ... itu tidak masalah, tapi sekarang kau harus makan." Masih tak ada tanggapan apapun dari bibir pria itu. Sorot ma
Last Updated: 2024-10-19
Chapter: Pertolongan tak Terduga
Malam itu Juan yang baru masuk ke kamar pribadinya dibuat kesal karena ponsel milik Jasmine terus bergetar. Merasa sangat terganggu, dengan cepat tangan Juan meraih benda pipih itu dari saku jasnya. "Halo .... " suara baritonnya langsung menyapa penelpon di seberang sana. "Dimana Jasmine?!" tanya Arsen setengah membentak, membuat Juan hampir membalasnya, namun otaknya masih sempat mempertimbangkan akibatnya jika dia bersikap demikian. "Jasmine sedang mandi, aku adalah suaminya, jadi kalau ada yang ingin kau sampaikan, sampaikan padaku saja!" jawab Juan yang terdengar elegan dan tenang. "Kalian datanglah ke Alexandria hospital sekarang juga! ibu mengalami kecelakaan dan dia ... meninggal, tolong jangan biarkan Jasmine pergi seorang sendiri." Hanya sebatas itu yang Arsen sampaikan. Juan sendiri merasa cukup terkejut akan apa yang baru saja ia dengar. Bermenit menit lamanya pria itu dilanda kebimbangan. Antara ingin bersikap masa bodoh atau sebaliknya. Bisa dibilang ini adala
Last Updated: 2024-10-18
Chapter: Ungkapan cinta Jasmine
Jasmine masih tak bisa memahami situasi di sekitarnya. Ia benar benar tak mengerti maksud ucapan Juan suaminya. Selama ini sikap Juan sangatlah manis, karenanya Jasmine mengira kalau pria di hadapannya hanya sedang membuat lelucon. "Sayang, kau ini bicara apa, ayo kita pergi dari sini, rumah ini menyeramkan." Dengan senyum yang masih terukir di bibirnya, Jasmine menarik tangan Juan untuk pergi dari sana, namun pria itu justru kembali menarik tangannya dengan sentakan yang cukup keras. "Akhhhh!!" pekik Jasmine yang hampir saja terjatuh karena ulah Juan. "Aku tidak main main Jasmine, di sinilah tempatmu, jadi nikmati hari harimu di rumah seram ini, mengerti?!" Jasmine menatap wajah Juan dengan perasaan bingung. "Juan, apa maksudmu? aku istrimu, bagaimana mungkin kau membiarkanku tinggal di tempat ini, atau ... kita akan tinggal bersama disini? jika memang begitu aku tidak akan keberatan." Seketika gelak tawa terdengar dari bibir Juan. "Jasmine ... Jasmine, mana mungkin
Last Updated: 2024-10-17
You May Also Like
Dinikahi Suami Majikan
Dinikahi Suami Majikan
Romansa · Diganti Mawaddah
441.3K views
Istri Perawan Disangka Janda
Istri Perawan Disangka Janda
Romansa · kamiya san
438.5K views
My Teacher My Husband
My Teacher My Husband
Romansa · Soffia
435.6K views
Cinta Terlarang
Cinta Terlarang
Romansa · madehilda
432.6K views
Ketika Janda Ketemu Duda
Ketika Janda Ketemu Duda
Romansa · Erna Azura
431.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status