author-banner
Dhia Dharma
Dhia Dharma
Author

Novels by Dhia Dharma

Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku

Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku

Tidak sengaja bertemu kembali dengan teman masa kecilnya setelah bertahun-tahun berpisah, Alea seakan mengulang banyak kenangan lama bersama Ilham. Dalam buku impiannya semasa SMP, Alea pernah menuliskan bahwa ia tidak ingin menikah dengan seorang pengacara, dan Ilham dengan entengnya menimpali bahwa ia tidak berminat menjadi pengacara. Sebuah janji masa depan yang tak tertulis namun seolah telah tertanam permanen di lubuk hati keduanya. Tapi apa jadinya jika takdir memainkan peran, mengusik impian mereka satu persatu dan memaksa mereka untuk mendaki jalan yang berlawanan? "Kamu masih sama ya, masih mau jadi dokter?" ujar Ilham dengan senyum hangat. Senyum Alea mengembang sempurna diiringi anggukan bangga, "Aku orang yang konsisten. Kamu sendiri masih konsisten nggak sama mimpimu?" Ilham menjawab tanpa ragu. "Ya, mimpiku juga masih sama. Menikah dengan kamu." Jantung Alea berhenti berdetak dan pipinya memanas. "Aku kan sudah bilang nggak mau menikah dengan pengacara!"
Read
Chapter: BAB 11
Obrolan mereka berlangsung hangat, perlahan kecanggungan yang sempat menimpa Alea menyusut membuatnya ikut larut dalam kehebohan ketiga teman Ilham.Beberapa saat kemudian, Ilham memberikan selembar uang merah pada Yusuf, memintanya membeli minuman untuk mereka.Hal itu mencuri perhatian Alea tapi tidak ia cegah, apalagi teman-temannya langsung menyambut dengan semangat dan Yusuf segera beranjak pergi menyeret Dika."Kalian lagi ngerjain skripsi?" Tanya Alea melihat ke arah tiga laptop yang menyala di sana, lengkap dengan beberapa buku paket berserakan."Iya." Jawab Edo melirik jengah pada laptopnya, "Udah beberapa kali revisi tapi masih mentok di bab dua."Tampak jelas sekali dari raut wajahnya jika pria itu sungguh tertekan dengan tugas akhirnya, sama seperti Alea dan Sarah."Yang skripsi nya lancar mah cuma Ilham, tapi laptopnya malah hilang di cu__." Cerocosan Edo terhenti kala Ilham melemparkan tatapan peringatan."
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: BAB 10
"Nggak usah Tante, aku masih punya simpanan kok." Tolak Ilham mendorong kembali ponsel Amira dengan gerakan sopan.Alea segera menatap Ilham dengan tatapan protes, tapi Ilham tidak menghiraukannya. "Aku akan minta bantuan Tante kalau memang aku butuh."Amira bertukar pandang dengan Alea kemudian mengangguk, "Ya sudah, tapi kamu janji ya, jangan sungkan sama Tante. Kapan-kapan kalau ada waktu luang, mampir juga ke rumah.""Insya Allah Tante."Bertemu kembali dengan Alea seakan merubah banyak hal dari hidup Ilham, bahkan teman-temannya pun bisa melihat perubahan itu. Sikapnya jadi lebih hangat, lebih sering tersenyum dan terkesan punya semangat hidup.Di bandingkan dulu, Ilham seolah menjalani hidup tanpa tujuan, hanya sekedar menjalani hari dengan rutinitas yang sama. Abu-abu tanpa warna terang atau cerah.Tapi bukan hanya dia, Alea pun nyatanya sama. wajahnya tampak berseri setiap hari. Mereka seakan menemukan alasan yang bisa me
Last Updated: 2026-04-25
Chapter: BAB 9
Langkah Alea tertahan, tatapannya terkunci pada Ilham yang juga tampak terkejut dengan keberadaannya di sana.Ilham yang ada di hadapan Alea saat ini jauh berbeda dengan Ilham yang ditemuinya kemarin. Pria itu tampak lusuh dengan wearpack yang penuh oli dan tangan hingga wajah berlumur kotoran mesin.Bahkan rambut hitam legam dengan potongan mullet yang sebelumnya tertata dengan rapih, kini terlihat agak berantakan dan lepek oleh keringat.Keterdiaman keduanya lalu disela oleh salah satu montir lain, ia menyapa Sarah dan memberitahu bahwa mobilnya sudah selesai."Aku kesana dulu," ucap Sarah sebelum mengikuti montir yang menangani mobilnya dan meninggalkan mereka berdua.Alea mengangguk dan tatapannya kembali pada Ilham begitu Sarah pergi, pria itu sendiri sudah beranjak mendekat sambil melepas kaos tangan putih di tangannya."Kamu kerja di sini juga?""Iya." Jawab Ilham menyeka keringat dengan lengan kirinya, membuat sa
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: BAB 8
Ilham menggeleng lesu, "Nggak ada petunjuk, mungkin memang harus beli yang baru.""Pake punya gue aja, gue juga nggak terlalu ngejar wisuda tahun ini. Santai." Seru Dodit tanpa beban.Mereka tahu betul bagaimana posisi Ilham sebagai mahasiswa dengan status penerima beasiswa penuh, ia tentu harus bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu.Tapi dengan hilangnya laptop pria itu menjadi hambatan yang lumayan besar, apalagi skripsi Ilham sudah memasuki bab akhir.Untungnya Ilham masih punya salinan kasarnya jadi ia tidak terlalu pusing, setidaknya untuk mengetik ulang puluhan lembar penelitian itu jauh lebih baik ketimbang harus melakukan penelitian ulang.Ilham tak lagi tinggal lebih lama untuk mengobrol dengan mereka, ia pamit naik ke kamarnya lebih dulu, ingin segera mengistirahatkan tubuh.Namun bukannya langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, Ilham justru beralih mengecek ponsel lebih dulu.Ada satu notifikasi pesan baru yang masuk beberapa menit lalu dari Alea, gadis itu menanya
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: BAB 7
"Ada banyak profesi lain yang bisa di pilih, kuliah hukum bukan berarti menjamin profesi ku akan sama seperti Papah dan Ayah kamu." Jelas Ilham lebih banyak, mencoba mendapatkan kepercayaan Alea. "Tapi sama aja kan?" Lirih Alea mengangkat pandangan, menatap Ilham dengan raut wajah cemas. "Apapun tentang hukum, buat aku itu sama berbahayanya Ham. Tetap harus berurusan sama kriminal, sama orang-orang jahat dan bermasalah." "Aku pernah janji sama kamu nggak akan berakhir seperti mereka kan? Percaya sama aku." Ilham mencoba membangun kepercayaan gadis itu, karena sejujurnya tanggapan Alea sekarang adalah hal yang paling ia takutkan dari sejak awal ia memutuskan masuk jurusan tersebut. "Kenapa harus hukum?" Ilham menyandarkan tubuhnya di kursi, "Papah yang minta." Singkatnya. Alea tak lagi menambah pertanyaan, kalau sudah urusan orang tua, jelas Ilham tak akan melawan dan Alea juga paham itu. "Aku turuti permintaan Papah kuliah hukum tapi nggak dengan jadi pengacara Lea." Tamba
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: BAB 6
"Dan sampai sekarang, kondisi Papah nggak pernah benar-benar pulih. Beliau masih harus rutin konsumsi obat." Kecelakaan yang di maksud Ilham, adalah kecelakaan yang sama dengan kecelakaan yang menghilangkan nyawa Ayah Alea. Syukurnya saat itu, Papah Ilham berhasil di selamatkan meski dalam keadaan kritis. Dan setelah kejadian itu, Papah Ilham tak lagi melanjutkan profesinya sebagai seorang advokat. Beliau beralih menjadi pengajar di salah satu universitas, karena kondisi kesehatan beliau yang tidak memungkinkan. Obrolan panjang mereka seakan membangkitkan banyak memori lama diantara mereka, kebersamaan yang membuat Alea rindu pada kota mereka yang dulu. "Nanti kalau mau pulang ajak aku ya, aku pengen ketemu mereka." Pinta Alea. Ilham mengangguk, "Tapi mungkin aku nggak pulang dalam waktu dekat ini." Sama seperti Alea, Ilham juga tengah sibuk mempersiapkan tugas akhir. Dan sebagai mahasiswa dengan beasiswa penuh, jelas wisuda tepat waktu adalah suatu keharusan. "Kalau kamu mau k
Last Updated: 2026-02-23
Calon Istri Untuk Klien WO

Calon Istri Untuk Klien WO

“Jangan kasar-kasar sama calon suami” “Bapak tuh bisa nggak sih, mulutnya jangan asal mengklaim orang” “Kenapa sih kamu kesal banget saya bilang calon istri?” “Ya karena saya bukan calon istri bapak” Ayyana memberikan penekanan disetiap ucapannya “Nanti malam saya lamar kalau gitu” “Nggak usah aneh-aneh” Ayyana memijat pelipisnya, lama-lama ia bisa darah tinggi jika terus berhadapan dengan Fakhri “Sesuai kesepakatan, saya udah makan siang sama bapak. Urusan mobil, tinggal kirim nomor rekening, nanti saya transfer” Ucap Ayyana “So please, jangan ganggu saya lagi. Jangan recokin hidup saya lagi, jauh-jauh dari saya” Lanjutnya melangkah menjauh “Kalau Mami kangen pengen ketemu calon mantunya gimana?” Ucap Fakhri setengah berteriak namun Ayyana tak berniat lagi menanggapi Perempuan itu melajukan mobilnya meninggalkan halaman dengan raut wajah dongkol setengah mati, sementara Fakhri tersenyum geli memilih melakukan hal yang sama, beranjak kembali menuju kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terpaksa harus ia tinggal demi memenuhi janji makan siangnya pada Ayyana yang malah menyita waktu lumayan panjang Tapi ia tak keberatan bahkan rasanya menyenangkan melihat Ayyana meleparkan tatapan tajam padanya setiap kali Fakhri berhasil membuatnya kesal Mungkin Maminya tidak salah mengenalkan mereka, karna nyatanya Ayyana memiliki daya tarik tersendiri bagi Fakhri. Entahlah, tapi ia bahkan meragukan sendiri ucapannya saat menyebut Ayyana sebagai calon istri Perempuan itu terlalu baik untuk ia jadikan tumbal untuk kembali bertemu Jihan. Fakhri masih waras untuk tidak menarik adik sahabatnya itu dalam kubangan lumpur yang ia diami selama ini
Read
Chapter: BAB 103
"Hah? Mana?" Vano yang baru saja hampir terpejam langsung tersentak dan bangun dengan linglung.Kayla sudah geram sendiri, "Jalan aja, dia udah keluar itu. Tarik gas cepat!""Apa sih?" Vano ikut kesal, efek ngantuk membuat emosinya tidak stabil apa lagi ia berurusan dengan Kayla.Vano balik nyolot, "Ini itu mobil oon, mana ada gasnya di tarik.""Terserah lo mau di apain, itu Kak Dita udah makin jauh."Vano tersadar dan tanpa mengindahkan cerocosan Kayla ia mulai melajukan mobil untuk mengejar Dita, tepatnya membuntuti perempuan itu."Apa kata gue, Kak Dita pasti tahu sesuatu soal Ka Aya. Nggak mungkin mereka nggak saling komunikasi di saat begini." Tambah Dita dengan bangganya, seolah sudah menemukan titik terang persembunyian kakak iparnya.Vano seketika mendelik tajam, "Pede banget lo, lo lupa siapa yang punya ide buat nungguin di depan rumahnya semalaman? Itu ide gue!""Tapi kan gue yang dari awal udah curiga sama dia, kalau bukan karena firasat gu
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: BAB 102
Ayyana yang sudah diizinkan pulang, sampai di rumah Anggi bersama Dita dan juga tentu saja Anggi sebagai pemilik rumah. Ilham tidak mengantar karena sedang kebagian jadwal shift malam. Setelah membantu membawa barang ke kamar tamu, tempat di mana Ayyana menghabiskan waktu beberapa hari ini, Anggi pamit ke kamarnya juga untuk membersihkan diri. "Jadi disini lo mendekam selama ini," ucap Dita ikut mendudukkan diri di kasur samping Ayyana. Ayyana mengatur posisi duduk bersandar di dipan kasur, sebelum menjawab, "Ini tempat persembunyian yang sempurna kan?" "Sempurna banget," timpal Dita dengan nada setengah menyindir. "Gue aja sampai bingung harus nyari lo kemana lagi, taunya malah sama Dokter Anggi." Bukan hanya Dita, bahkan pun Ayyana sendiri sebenarnya tidak pernah punya pemikiran bahwa ia akan berakhir di rumah dokter itu. Akan tetapi malam saat ia kabur dari rumah, perutnya juga mengalami kram yang sama seperti tadi meski tidak terlalu parah. Saat itu, ia masih bisa me
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: BAB 101
Jihan menyeka wajahnya, "Saya datang ke sini menemui kamu, hanya untuk meminta belas kasih.""Tolong, lepaskan Kak Fakhri, biarkan dia kembali pada saya. Kamu bisa menemukan pria lain yang lebih dari dia, tapi saya tidak. Saya butuh dia Ayyana."Ayyana memalingkan wajah, ia tidak sanggup menatap wajah Jihan. Ingin rasanya kembali egois, karena pun Ayyana juga membutuhkan pria itu.Bahkan bukan hanya dia, tapi juga janin dalam perutnya. Namun setelah semua ini, jika ia memberi Fakhri kesempatan untuk kembali padanya, apakah mereka bisa menjalani rumah tangga seperti dulu?Ini terlalu rumit untuk bisa Ayyana terima, tapi hatinya menjerit sakit setiap kali seseorang memintanya melupakan pria itu.Sampai Jihan pamit pergi setelah memintanya memikirkan baik-baik untuk mengambil keputusan, Ayyana masih bertahan di sana bersama Dita.Ia menangis pilu di pelukan Dita, menyalurkan kecewa, amarah dan rasa sakit tak berbekas di hatinya akan semua hal yang rasanya tak sanggup ia tampung.Sampai p
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: BAB 100
"Lo coba pikir sendiri, suami lo itu cakepnya bukan main, mapan, dari keluarga terhormat. Mana mungkin Tante Dania sampai berusaha sebegitunya cariin dia jodoh kalau memang nggak ada masalah." "Jadi lebih baik lo berhenti sekarang, pulang ke rumah dan minta cerai sama tuh orang." Tutup Dita dengan napas ngos-ngosan, tapi akal Ayyana seakan membenarkan semua ucapannya. Tapi apakah cerai adalah jalan keluar terbaik? Dita lalu melanjutkan, "Dia itu sepupuan sama Daffa, tabiatnya pasti juga nggak jauh beda. Mereka tinggal bersama bertahun-tahun di luar negeri, sama Jihan." "Buka mata lo Aya, jangan terus menerus jadi perempuan polos." Dita menghela napas panjang dan kembali duduk, "Pokoknya apapun yang terjadi lo jangan kasih dia kesempatan untuk menghasut lo lagi, kita perempuan juga punya harga diri." "Kalau si Jihan-Jihan itu mau ambil, kasih aja." "Tapi lo tau kan gue lagi hamil," keluh Ayyana. "Tenang, ntar gue cariin bapak baru, awsss." Dita seketika menjerit saat Ayyana men
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: BAB 99
"Gue belum mau pulang."Ilham menyimpan sendoknya dan menatap Ayyana serius, "Semua orang udah kayak orang gila nyariin lo. Apalagi Pak Fakhri, dia kelihatan khawatir banget sampai penampilannya ajah udah nggak ke urus.""Lo ketemu Mas Fakhri dimana?" Meskipun sedang kesal pada suaminya, tetapi mendengar ucapan Ilham, hati Ayyana merasa gundah."Dia tadi siang ke rumah Ibu, dia datang buat kasih tau Ibu sama Ayah kalau lo pergi dari rumah."Ilham turut menjelaskan juga semua hal yang Fakhri sampaikan termasuk bagaimana pria itu menangis meminta maaf karena merasa gagal menjaga Ayyana."Gue tau lo marah dan kecewa sama dia, tapi Pak Fakhri pergi malam itu juga karena keadaan. Bayangin kalau karena dia nurutin keinginan lo dan Jihan benar-benar nekat.""Yang ada, masalah akan semakin lebih lebar." Ilham mencoba membuka pikiran Ayyana.Saat bertemu Fakhri tadi, ia sebenarnya sangat tidak tahan menyembunyikan keberadaan Ayyana. Tapi mengingat bagaimana kondisi Ayyana kini, ia menahan diri
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: BAB 98
Seperti apa yang Fakhri katakan, ia sekarang sudah berada di halaman rumah mertuanya. Ayyana masih juga belum kembali dan masih belum bisa ia temukan sampai hari ini, jadi Fakhri memutuskan untuk menemui mertuanya.Ia duduk di dalam mobil selama beberapa menit, menguatkan diri untuk menerima bagaimanapun tanggapan mereka.Tapi yang nyalinya sempat menciut adalah keberadaan Ilham di sana, duduk di ruang tengah bersama Ayahnya.Ayu menyambut Fakhri dengan ramah layaknya anak sendiri begitu pula dengan Hilman dan Ilham.Mereka duduk sembari mengobrol ringan, bahkan Ayu dengan santainya sempat melontarkan ucapan basa basi dengan berkata, "Gini dong, meskipun Aya nggak ikut kamu tetap harus rajin tengokin Ibu, nggak usah sungkan."Kalimat yang hanya di tanggapi dengan senyum singkat oleh Fakhri sebelum Ayu beranjak ke dapur untuk menyajikan minuman.Di tengah-tengah mereka, Fakhri merasa cukup tertekan apalagi dengan tatapan Ilham yan
Last Updated: 2026-04-17
You may also like
Suka Tapi Tak Cinta
Suka Tapi Tak Cinta
Young Adult · Jundana Al haq
2.0K views
Aphrodite
Aphrodite
Young Adult · Irzadya
2.0K views
Paralaks Semesta
Paralaks Semesta
Young Adult · darkblue01
2.0K views
RELATION-SHIT
RELATION-SHIT
Young Adult · 11IPS3_Amikha Arabelle Gezz
2.0K views
Janji Amanda
Janji Amanda
Young Adult · Larasatiameera
2.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status