author-banner
Dhia Dharma
Dhia Dharma
Author

Novel-novel oleh Dhia Dharma

Calon Istri Untuk Klien WO

Calon Istri Untuk Klien WO

“Jangan kasar-kasar sama calon suami” “Bapak tuh bisa nggak sih, mulutnya jangan asal mengklaim orang” “Kenapa sih kamu kesal banget saya bilang calon istri?” “Ya karena saya bukan calon istri bapak” Ayyana memberikan penekanan disetiap ucapannya “Nanti malam saya lamar kalau gitu” “Nggak usah aneh-aneh” Ayyana memijat pelipisnya, lama-lama ia bisa darah tinggi jika terus berhadapan dengan Fakhri “Sesuai kesepakatan, saya udah makan siang sama bapak. Urusan mobil, tinggal kirim nomor rekening, nanti saya transfer” Ucap Ayyana “So please, jangan ganggu saya lagi. Jangan recokin hidup saya lagi, jauh-jauh dari saya” Lanjutnya melangkah menjauh “Kalau Mami kangen pengen ketemu calon mantunya gimana?” Ucap Fakhri setengah berteriak namun Ayyana tak berniat lagi menanggapi Perempuan itu melajukan mobilnya meninggalkan halaman dengan raut wajah dongkol setengah mati, sementara Fakhri tersenyum geli memilih melakukan hal yang sama, beranjak kembali menuju kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terpaksa harus ia tinggal demi memenuhi janji makan siangnya pada Ayyana yang malah menyita waktu lumayan panjang Tapi ia tak keberatan bahkan rasanya menyenangkan melihat Ayyana meleparkan tatapan tajam padanya setiap kali Fakhri berhasil membuatnya kesal Mungkin Maminya tidak salah mengenalkan mereka, karna nyatanya Ayyana memiliki daya tarik tersendiri bagi Fakhri. Entahlah, tapi ia bahkan meragukan sendiri ucapannya saat menyebut Ayyana sebagai calon istri Perempuan itu terlalu baik untuk ia jadikan tumbal untuk kembali bertemu Jihan. Fakhri masih waras untuk tidak menarik adik sahabatnya itu dalam kubangan lumpur yang ia diami selama ini
Baca
Chapter: BAB 142
"Awalnya, gue biasa ajah waktu lo bilang gue sama Kak Raka pengecualian dari teman-teman kita yang lain tapi setelah lihat Aya hari itu, rasanya beda."Senyum Fakhri merekah membayangkan pertemuan pertamanya dengan sang istri. Bagaimana Ayyana dengan seragam biru putih khas anak SMP, menghantam tubuh Adrie berkali-kali dengan ransel putihnya."Kak Adrie mau masuk neraka?" suara gadis bertubuh mungil dengan hijab pasang putih itu menggema-mengundang perhatian banyak orang- termasuk Fakhri dan teman-teman Adrie yang lain.Di sudut gerbang, Fakhri berdiri dengan senyum tipis berdampingan dengan Daffa. Bukan karena menertawakan penderitaan sang teman tapi karena takjub melihat aksi gadis itu.Adrie yang biasanya galak bukan main, kini takluk dan tidak melawan barang sedikit pun."Pacaran itu dosa!" suara gadis itu melengking lagi. "Isinya zina semua! Kak Adrie masih sekolah, bukannya belajar yang benar malah sibuk deketin cewek."Dis
Terakhir Diperbarui: 2026-08-03
Chapter: BAB 141
Sebagai orang yang membuat rencana liburan yang sudah disusun dengan matang berantakan, Fakhri bertanggung jawab dengan mempersiapkan acara lain untuk semua anggota keluarga yang hadir.Farah, sebagai manajer hotel tersebut mengerahkan para karyawannya untuk membantu melancarkan pesta kecil-kecilan yang Fakhri rancang.Mereka membuat acara barbeque di pelataran hotel yang menyuguhkan pemandangan laut indah dari atas lengkap dengan kelap kelip lampu hias yang sudah ditata sedemikian rupa.Dan saat semua orang sudah berkumpul, Ayyana diikuti oleh Fakhri muncul dengan kejutan kecil, membawa kue perayaan hari pernikahan kedua orang tuanya."Terima kasih banyak, sayang." Ayu memeluk sang putri dengan perasaan haru."Ini semua ide Mas Fakhri," beritahu Ayyana.Ayu kemudian beralih pada sang menantu, mendekapnya dengan hangat pula seperti anak sendiri dengan ucapan terima kasih yang sama tulusnya."Ayah harap, setelah ini tidak
Terakhir Diperbarui: 2026-08-02
Chapter: BAB 140
Di pinggir laut sana, Ayyana tertawa lepas bersama yang lain. Bermain air seperti anak kecil tanpa takut basah, kedinginan atau masuk angin lagi. Mereka menikmati momen itu dengan sebaik mungkin. "Udah, sayang. Ampun," tahan Fakhri yang sudah basah kuyup. Ayyana tergelak dan mendekati pria itu, merapikan rambut Fakhri yang lepek menutupi dahi. "Kamu culun banget kalau rambutnya begini." "Culun tapi tetap ganteng kan?" "PD banget." Fakhri berganti merapikan hijab sang istri, "Dingin nggak?" "Hm, masuk yuk?" Ayyana memang sudah mulai merasa menggigil. "Masuk sini dulu," tarik Fakhri mendekap tubuh Ayyana. "Modus kamu." "Nggak masalah dong, kan sama istri sendiri." Ditengah suasana romantis pasangan itu, ada tatapan tajam yang menyorot mereka dari kejauhan. Adrie berdiri dari jarak yang cukup jauh dengan tangan terkepal, mu
Terakhir Diperbarui: 2026-08-01
Chapter: BAB 139
Hembusan angin malam menerbangkan salah satu ujung hijab pashmina Ayyana yang sedang duduk bersandar pada bahu sang suami di atas pasir pinggir pantai. senyumnya mengembang sesekali ketika melihat interaksi menggelikan antara Daffa dan Dita yang sedang sibuk kejar-kejaran di depan sana. Disamping mereka, ada Ilham dan Anggi yang duduk bersisian dengan jarak dua jengkal. Disaat inilah, Ilham sadar bahwa ide yang dicetuskan Fakhri untuk mengajak Anggi sekalian adalah keputusan yang terbaik. Tidak bisa Ilham bayangkan jika ia sendirian menjadi obat nyamuk diantara pasangan yang sedang dalam mode bucin karena baru berbaikan dan juga pasangan tom and jerry yang berstatus pengantin baru itu. "Gue basah, brengsek," jerit Dita kala Daffa mencipratkan air ke arahnya dengan gelak tawa menggema. "Daffa! Gue udah bilang dari awal nggak mau basah, ya!" Dengan kaki telanjang, Dita menghampiri pria menyebalkan yang sudah be
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: BAB 138
"Hgghh..." Ayyana melenguh pelan dalam tidurnya, lalu perlahan matanya mengerjap menyesuaikan cahaya terik yang masuk menusuk indra. Mata Ayyana terpejam beberapa saat begitu hembusan angin menerbangkan gorden putih dari jendela kamar dan sinar keemasan kembali menyilaukan pandangannya. Ia mencoba menggerakkan tubuh sedikit untuk merenggangkan badan, namun tubuhnya terasa berat dan sulit digerakkan. Seakan ada benda berat yang menimpanya. Ia mengumpulkan sisa kesadaran sebelum tatapannya menyusuri penjuru ruangan, suasana ruangan ini tampak tidak asing tapi Ayyana masih belum mencerna di mana ia berada saat ini. Namun satu yang janggal, kenapa ia bisa terbaring nyaman di ranjang empuk ini? Bukankah seharusnya ia berada di mobil bersama Ilham dan Anggi untuk liburan bersama keluarganya? Tatapan Ayyana turun ke arah perut saat merasakan sesuatu yang menimpanya dibawah sana bergerak sedikit, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sebuah
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: BAB 137
"Loh, pada mau kemana ini?" Fakhri menatap bingung jejeran koper yang berada di ruang tengah rumah Dania. Jangan bilang, Daffa mengatur rencana bulan madunya sama seperti Raka dulu, dengan mengajak semua keluarga ikut liburan bersama? Atau malah keluarganya sendiri ada agenda liburan diam-diam tanpa berniat mengajaknya, sama seperti keluarga sang istri? Kecurigaan Fakhri makin bertambah ketika Kayla turut menyeret satu buah koper dari lantai atas. "Kita diajakin liburan sama Aya," beritahu Dania di ujung sofa. Sorot mata bingung Fakhri seketika berubah cerah, ia menarik senyum lebar dan mendekat pada sang Mami. "Serius, Mi?" Dania mengangguk, "Iya, katanya buat perayaan hari pernikahan mertua kamu." "Alhamdulillah," seru Fakhri beranjak dengan langkah ringan menaiki anak tangga. Berniat untuk ikut mengemasi barang-barangnya. Sampai seruan Kayla menahan paksa langkahnya, "Tapi Kak Fakhri nggak diajak."
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku

Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku

Tidak sengaja bertemu kembali dengan teman masa kecilnya setelah bertahun-tahun berpisah, Alea seakan mengulang banyak kenangan lama bersama Ilham. Dalam buku impiannya semasa SMP, Alea pernah menuliskan bahwa ia tidak ingin menikah dengan seorang pengacara, dan Ilham dengan entengnya menimpali bahwa ia tidak berminat menjadi pengacara. Sebuah janji masa depan yang tak tertulis namun seolah telah tertanam permanen di lubuk hati keduanya. Tapi apa jadinya jika takdir memainkan peran, mengusik impian mereka satu persatu dan memaksa mereka untuk mendaki jalan yang berlawanan? "Kamu masih sama ya, masih mau jadi dokter?" ujar Ilham dengan senyum hangat. Senyum Alea mengembang sempurna diiringi anggukan bangga, "Aku orang yang konsisten. Kamu sendiri masih konsisten nggak sama mimpimu?" Ilham menjawab tanpa ragu. "Ya, mimpiku juga masih sama. Menikah dengan kamu." Jantung Alea berhenti berdetak dan pipinya memanas. "Aku kan sudah bilang nggak mau menikah dengan pengacara!"
Baca
Chapter: BAB 19
Dari arah utara kantin sekolah, seorang gadis berseragam SMP dengan rambut agak pendek yang dikuncir kuda berlari menuju kelasnya di bagian selatan paling ujung dengan langkah cepat.Senyumnya mengembang sempurna begitu kakinya mencapai ambang pintu kelas, ruangan itu tampak sunyi –bertolak belakang dengan keadaan diluar yang tampak riuh dan kacau oleh suara teriakan para siswa.Tatapan Alea menyisir penjuru ruangan, hingga netranya menangkap sosok siswa pria yang sedang terlelap di bangku ketiga barisan paling dekat dengan pintu masuk.“Ilham!” Alea menghampiri pria itu dengan semangat penuh.Ilham yang sedang menelungkupkan wajah pada lipatan tangannya diatas meja, bergerak sedikit untuk menatap gadis itu. “Udah kenyang?” gumamnya hendak kembali melanjutkan tidurnya.Tapi Alea segera menarik sebelah lengan Ilham, “Udah,” katanya bergerak duduk di bangku samping Ilham –tempat duduknya sendiri.“Lihat deh, aku beli apa.” Alea memamerkan dua buah buku dengan sampul agak tebal bertulisk
Terakhir Diperbarui: 2026-07-01
Chapter: BAB 18
‘Aku di bawah,’ pesan tiba-tiba dari Ilham muncul di bilah notifikasi, menyentak perasaan Alea.Ia sudah mewanti Ilham untuk menghubunginya saat akan kembali, agar Alea bisa datang menjemputnya di bandara. Tetapi saat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, pria itu malah memberinya kabar mengejutkan.Alea menarik sweater rajut berwarna hijau muda dari kursi belajarnya serta tak lupa mengenakan hijab instan sebelum bergegas turun, hendak memastikan apakah sosok yang sudah ia nanti kepulangannya itu benar-benar sudah ada disana.Kondisi rumah saat ini sudah sangat sepi, Bunda sepertinya sudah terlelap karena kelelahan. Apalagi cuaca malam ini jauh lebih sejuk dari biasanya.Begitu Alea membuka pintu utama angin langsung berhembus untuk menyambut, membuat Alea reflek menarik kedua sisi sweater untuk dirapatkan pada tubuhnya sebelum ia melanjutkan langkah menuju gerbang.Ilham yang duduk bersandar di atas jok motornya langsung mengangkat wajah dari layar ponsel begitu mendengar suara
Terakhir Diperbarui: 2026-06-26
Chapter: BAB 17
Meski Ilham tak punya barang mewah tapi ia cukup tahu berapa harga barang yang Alea kasih hanya dari nama brandnya.Ia memasukkan kotak itu lagi dan mengembalikannya pada Alea, "Kasih aku hadiah yang nilainya sama saja dengan buket itu, jangan barang mahal."Bukan berarti Ilham tidak menghargai pemberian Alea tapi ia hanya merasa tidak layak, karena bahkan barang yang diberinya jauh dari kata sebanding dengan barang itu."Kalau kamu menganggap hadiah dari aku itu mahal karena harganya, maka buat aku buket ini jauh lebih mahal karena usaha kamu untuk bisa membuatnya.""Itu nggak sebanding.""Memangnya kamu pernah buat buket untuk perempuan lain?" Todong Alea."Ya enggak lah, tapi tetap ajah_""Kalau gitu, aku hargai buket ini dengan jaminan khusus." Alea menatap Ilham tepat di maniknya, "Jadikan aku satu-satunya perempuan yang kamu buatkan buket, jangan ada orang lain lagi."Ilham mengalihkan pandangan ke depan, "Tanpa kamu minta pun aku akan ngelakuin itu," timpalnya membuka kembali k
Terakhir Diperbarui: 2026-05-19
Chapter: BAB 16
Karena kosan milik Ilham cukup kecil untuk menampung Papah dan adik-adiknya jadi saat mereka datang, Ilham menyewakan penginapan untuk mereka. Tetapi mengetahui hal itu, Bunda mengajak mereka untuk menginap di rumahnya malam ini. Memanfaatkan momen langka itu, Gina dan Indah menghabiskan malam di sana dengan banyak mengobrol bersama Alea di kamarnya. Tak hanya itu, Alea bahkan meminta mereka untuk memilih barang-barang miliknya yang kedua gadis itu suka. Mulai dari pakaian, tas, aksesoris bahkan sampai buku-buku koleksinya. Semua di bebaskan pada keduanya jika memang ada yang mereka ingin ambil. Alea sebenarnya ingin sekali mengajak mereka berbelanja tetapi waktu tidak memungkinkan karena rencananya besok mereka sudah akan pulang. Hal itu karena Gina sudah kelas tiga SMP dan Indah kelas enam SD, jadi mereka tidak boleh izin terlalu lama. Di tengah kegiatan itu, Alea yang begitu bahagia menyaksikan mereka sibuk mencoba barang-barangnya teralihkan sedikit kala ponselnya berdentin
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: Bab 15
Setelah perjuangan panjang untuk bisa menyelesaikan skripsi dan sidang, hari ini sepertinya para mahasiswa semester akhir sedang bersuka ria menyambut hari kelulusan mereka.Dengan mengenakan toga hitam, para wisudawan dan wisudawati berkumpul di aula kampus di saksikan secara langsung oleh wali mereka sebagai perayaan kelulusan sarjana strata 1.Moment yang paling di nanti-nantikan Alea dan yang lain tentu saja, meski kelulusan ini bukan akhir dari perjuangan mereka tetapi justru baru menjadi awal dari langkah panjang untuk terjun ke dunia yang sebenarnya.Dunia dimana seseorang sudah harus mulai belajar untuk mengambil peran penting dan juga tanggung jawab akan dirinya sendiri.Namun di tengah suasana bahagia dan haru itu, ada secuil perasaan lain yang mencuat secara tiba-tiba dalam hatinya.Di ruangan besar ini, ada moment dimana Alea merasa sebagian dalam hatinya terasa kosong.Merasa bahwa perayaan yang dinanti-nantinya ini terasa tidak lengkap, sama seperti saat merayakan kelulu
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: BAB 14
Sekitar jam setengah sepuluh pagi, Alea sampai di toko bunga. Ia turun dari mobil dengan senyum cerah kala melihat motor milik Ilham sudah terparkir rapih di depan tokonya.Pria itu tidak bisa di ragukan lagi sikap pekerja kerasnya, Alea sudah memberitahunya untuk datang di jam sepuluh tapi ia malah sampai di sana lebih dulu."Assalamu'alaikum," ucap Alea kala memasuki toko."Wa'alaikumussalam," salamnya langsung di sambut oleh kedua karyawannya yang sedang sibuk menata bunga baru, juga oleh Ilham yang tampak sedang melakukan hal yang sama.Melihat kesibukan pria itu, Alea beranjak mendekatinya. "Ngapain kamu?""Aku bantuin mereka," kata Ilham mengulas senyum tipis.Salah satu karyawan disana segera menjelaskan, "Tadi kami sudah larang Mbak, tapi Mas Ilhamnya tetap mau bantu.""Aku bosan cuma duduk dari tadi Lea," kata Ilham lagi."Dia ini tangannya memang gatal kalau lihat orang kerja tapi dia nggak ngelakuin apapun," canda Alea pada kedua karyawannya.Ilham lalu melanjutkan kegiatan
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status