Chapter: BAB VII : ZoeBerbohong bukan perihal yang mudah buat Sierra.Berasal dari keluarga terpandang membuatnya kadang terlalu naif dan hidup dalam bubble yang mengurungnya sejak kecil.Sierra menepuk mulutnya berkali-kali. “Sial, mulut sial,” umpatnya.Kejadian pagi tadi terekam jelas di benaknya. Kebohongan bercelah. Aaron bukan orang bodoh. Pun juga Mark. Dia mesti berhati-hati mulai sekarang.“Zoe!” seru seseorang dari luar.Sierra menoleh ke kanan ke kiri. Dia berteriak dari dalam, “Tidak ada Zoe!”“Zoe!” katanya lagi. Suaranya agak mendayu untuk pria…mirip sekali dengan…William!Pintu dibuka tanpa aba-aba.Sierra mengernyit. Dia menggeleng, “Tidak ada Zoe di sini.”William berkaca pinggang. Kali ini rambutnya dicat merah muda bak permen kapas. Matanya memandang Sierra dari atas. “Kamu.”“Apa?” Sierra melongo.“Kamu Zoe.”Sierra berkedip. Dia akhirnya tertawa hambar. Zoe? Demi Tuhan, berapa kali dia berganti nama dalam seminggu ini? Oleander, Lea Collins, dan sekarang Zoe!“Aku Oleander,” Sierra me
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: BAB VI : Kebohongan PertamaSukseskan interview kali ini atau gagal? Sierra tidak punya pilihan.Sukses setidaknya dia bisa hidup. Gagal artinya mati.“Saya Lea Collins. Sebelumnya bekerja di Moran Company.”Kata-kata itu langsung tercetus begitu saja dari mulutnya. Awalnya dia merasa semuanya seperti kesalahan sampai ketika Aaron memiringkan kepala dan bertanya, “Moran Company?”Sierra mengangguk. “Benar. Selama empat tahun.”“Tapi Moran Company tidak punya karyawan wanita kecuali di lantai pertama?” kata Aaron hati-hati. Dia mengetuk-ngetuk lengan kursinya.Sierra dipandang berpasang-pasang mata secara bersamaan. Tapi kali ini, dia menahan tangan kirinya yang gemetar dengan tangan kanan. “Itu benar. Moran Company dari luar memang tidak punya karyawan wanita. Tapi saya bekerja di bawah Mark Winter untuk waktu yang lama.”Kali ini pria yang lebih tua di kiri yang menyahut, “Mark? Ketua divisi operasi itu? Bagaimana caranya dia bisa punya karyawan wanita?”“Aku asisten pribadinya. Tidak secara langsung berada di
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-03
Chapter: BAB V : Saya dari Perusahaan Kompetitor!Dari sore hingga tengah malam Sierra terjebak bersama Mark, Alex, dan beberapa bawahan Alex yang lain. Kadang-kadang Sierra akan meluruskan kakinya, kadang-kadang menyadarkan punggungnya, kadang-kadang juga dia akan menekan jemarinya.“Jadi bagaimana caranya aku dapat mengambil peran sebagai orang kepercayaan Aaron?” tanya Sierra.Mark menjawab dengan senyum dingin dan perkataan yang lugas, “Jadilah cerdas, patuh, dan terlihat miskin.”Sierra tercenung. Terlihat miskin? Apa yang salah dengan terlihat berpunya?Tampaknya Mark mengerti diamnya Sierra. Mark melanjutkan, “Aaron Mitchell selalu punya tempat khusus buat orang berbakat yang miskin. Karena dia lahir di tempat yang sama. Misalnya, seluruh dunia tahu dia akhirnya ditinggalkan Sierra Morvessac berselingkuh. Pada akhirnya yang datang untuk menyelamatkan Aaron adalah wanita miskin dari Rumania yang berbakat. Ini bukan cuma pola. Kebanyakan orang-orang yang dia pekerjaan adalah orang-orang berbakat yang lahir dari keluarga miskin
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-03
Chapter: BAB IV : Misi?Sierra memandang pantulan dirinya di depan cermin.Rambut brunette dan mata hijau yang sama dengan yang dia lihat di pecahan spion. Artinya, semuanya bukan cuma mimpi.Entah bagaimana dia kehilangan kesadaran dan keguguran di malam natal, tiba-tiba sekejap mata nasibnya berubah jadi gadis gelandangan yang diculik.Garis-garis wajah yang muda dan lebih lemah ketimbang Sierra Morvessac yang berambut pirang dan bermata biru memandangnya kembali di cermin.“Selesai!” pekik William.Terdengar tepuk tangan dari lima orang bawahan William. “Selalu memuaskan seperti biasanya, Bos!”“Tentu saja Bos yang terbaik!”William tersenyum lebar. Dia memandang pantulan Sierra di cermin dan menyentuh rambutnya.“Lihat, gelandangan berubah jadi wanita secantik ini,” gumam William. Matanya berbinar. Kontras dengan wajah seseorang yang kosong dan berusaha menepis jemari yang merayap di wajahnya.“Siapa namamu, gelandangan?” tanya William.Sierra mengerutkan dahinya. Dia mengecap kata-kata asing di lidahny
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-03
Chapter: BAB III : Dia Adalah OleanderOleander adalah namanya sekarang. Oleander…Oleander…Sierra Morvessac tidak pernah ada. Cuma Oleander…Sierra terbangun dengan guyuran air menyentuh kulitnya. Dia gelagapan. “Oleander, bangun!”Sierra langsung menyeka wajahnya. “Y-ya…?”Boots hitam berhenti di depan kakinya. Terangkat. Lalu memberi sedikit tekanan di atas betisnya yang rapuh. “Siapa namamu?” katanya dengan tekanan yang lebih keras.“Oleander.”“Kamu Sierra Morvessac?” Terdengar tawa meremehkan dari beberapa pria di belakang Alex.Sierra tiba-tiba merasa malu. Dia menggeleng dan berkata pelan, “Bukan.”“Bagus. Dia siap untuk misi berikutnya. Sekarang, ikut aku ke hadapan ketua.”Cengkraman kasar terasa menyakitkan di lengannya. Dia ditarik paksa mengikuti langkah lebar Alex dengan sepasang kakinya yang kurus dan lemah.Alex mengetuk. Selang beberapa detik kemudian, terdengar suara kasar berkata, “Masuk!”Si ketua bersandar di kursi. Tangannya sibuk menjepit rokok. Menarik dan menghembuskannya berulang kali sampai Sie
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-03
Chapter: BAB II : Gelandangan yang DiculikSierra Morvessac mengerjapkan matanya berkali-kali ketika sinar matahari menembus sela-sela kegelapan di matanya. Sudah siang. Di mana dia?Riuh tawa gembira membuatnya menoleh.Gadis-gadis kecil berlalu-lalang sambil menggandeng orang tua mereka dan keluar masuk dari toko yang sedikit-sedikit pintunya terbuka. Toko permen dan coklat. Di sampingnya, toko yang lebih sepi namun dari jendela terlihat roti dipasang di etalase.Sierra memegang perutnya tanpa sadar. Dia melotot. Lalu dia melihat ke bawah. Bayinya…ke mana?“Bayi…bayi...bayiku?! Bayiku ke mana?!”Sierra tidak mengindahkan tatapan mencela orang di sekitarnya. Kebanyakan memilih mundur. Tapi pria tua yang lusuh justru menggeleng keras dan berkata, “Bayi apanya?! Kamu terlalu lapar sampai kehilangan akal ya?!”“Bayiku! Ada bayi di perutku!” Sierra bersikeras.“Tidak ada bayi! Suami saja tidak punya! Mana ada bayi?!”“Semalam masih ada bayi di perutku!” Sierra menangis.“Semalam kamu tidak hamil, kemarin juga tidak hamil, minggu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-03
Chapter: Bab VIII: Bencana Paling Buruk dalam Kehidupan Seorang Gadis? Tidak ada yang lebih menegangkan dari pada ketika kamu tahu akan dijatuhi hukuman tetapi belum tahu hukuman jenis apa yang kamu dapatkan. Kondisi itu adalah keadaanku saat ini. Aku benar-benar gugup hingga jantungku berdetak dua kali lipat lebih keras. Aku merapalkan doa dalam hati berkali-kali. Aku bahkan tidak tahu berapa kali aku berkata dalam hati, "Tuhan, tolong lembutkan hatinya agar dia meminta kompensasi serendah-rendahnya padaku. Jika dia memang meminta kompensasi yang sangat rendah padaku, aku akan memberikan jasaku gratis dua kali untuknya."Yang tidak aku prediksi adalah Janice. Dia sedari tadi agak gusar dan tampaknya apa yang dia pikirkan tidak bisa dia tahan lagi, jadi dia dengan ceroboh berkata, "Damien, dia tidak sepenuhnya salah. Aku pikir kesalahan kami sebagai tuan rumah juga besar karena tidak mengantarnya sampai ke kamar. Dia hanya seorang tamu."Apakah Janice yang terlihat seperti iblis baru saja berteman dengan seorang malaikat? Dia terlihat seperti malaikat
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-16
Chapter: Bab VII: Kompensasi? Damien Cross adalah selebriti pria yang agung dan sulit dihadapi. Aku pikir dugaanku barusan itu benar-benar akurat. Lihatlah, sekarang kami bukan cuma bertiga, tetapi berlima duduk melingkari meja bersama Damien Cross dan manajernya! Sampai saat ini belum ada yang bersuara. Sejauh yang dapat kulihat cuma Damien duduk dengan punggung lurus dan berwajah muram. Aku mengerti kenapa dia sebegitu muramnya. Siapa juga yang akan terlihat baik-baik saja setelah tertangkap kamera tidur dengan wanita tidak dikenal di rumahnya? Dia pasti berpikir aku adalah fans gila yang mencoba mengambil keuntungan darinya! "Ehm...Nona Seraphina benar?" kata manajernya dengan sopan. Suaranya agak dalam tetapi lembut. Manajernya ini adalah seorang pria muda berkacamata dengan rambut hitam dengan potongan comma hair. Dalam sekali lihat saja aku tahu, dia pria yang tampan. Tentu saja tanpa membandingkannya dengan Shane yang secara genetik tampan atau Damien Cross yang jelas-jelas selebriti. "Ya, aku Sera
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-13
Chapter: Bab VI: CCTV Rumah"Bagaimana bisa?" setelah hening yang agak lama, aku masih belum bisa memproses apa yang terpampang di sana di otakku. Maksudku, aku tahu memang itu kejadian yang nyata. Tetapi bagaimana mungkin ada yang tersebar ke publik! "Kamu yang menyebarkannya, Shane?" aku bertanya dengan ragu-ragu. Dalam benakku, tidak mungkin ada yang menyebarkan hal ini kecuali Janice atau Shane. Hanya mereka berdua yang ada di rumah itu selain aku dan Damien. Jika dipersempit kemungkinannya, cuma Shane yang bisa karena hanya dia satu-satunya yang mengetahui bahwa aku tidur di ranjang yang sama dengan kakaknya. Tetapi...bagaimana bisa? Shane juga baru kuberitahu keesokan harinya. Shane tersenyum masam sambil mengeluarkan ponselnya, "Jelas bukan aku. Untuk apa aku menyebarkan rumor tentang Damien? Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan merepotkan diriku sendiri ke depannya. "Dia menunjukkan ponselnya padaku yang memuat gambar aku dan Damien pada malam itu. Dengan lihai, dia memperbesar gambar it
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-12
Chapter: BAB V: Berita Terpanas!Tidak perlu dikatakan lagi, rasanya Shane dan aku berbagi pikiran yang sama saat ini. Sekarang, aku memandang wajahnya yang kaku dan pucat pasi. Jika di hadapanku ada cermin, seharusnya kami tidak jauh berbeda."Itu tidak benar, Sera bukan pacarku. Dia teman Janice." kata Shane pada akhirnya."Oh benarkah?" kata Damien acuh tak acuh.Dia cuma memandangku sekilas dan mengangguk kemudian melambaikan tangan sambil berkata, "Kecilkan suara kalian, aku kembali.""Oke..." sahutku dan Shane berbarengan."Kamu betul-betul tidur dengan Damien?" Shane mengecilkan suaranya. Dia menarik kursinya lebih dekat lagi. Ekspresi wajahnya yang panik jelas-jelas tidak tersembunyi.Aku memutar bola mata dan berdecak pelan lalu memandangnya dengan malas, "Itu benar. Tidur dalam arti sebenarnya. Ketika aku bangun, kakakmu ada di sampingku tanpa pakaian...persis seperti tadi.""Kamu yakin tidur dalam arti sebenarnya?"Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Ini, pertanyaan ini, aku juga tidak tahu apa yang
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-11
Chapter: BAB IV: Pria di SebelahkuAku kedinginan.Ketika aku membuka mata, saat itu kamar gelap gulita. Jendela tidak tertutup gorden, jadi aku masih bisa melihat cahaya bulan dan lampu dari sana. Dugaanku, sekarang masih subuh. Benar saja, ketika aku melihat ponselku, memang masih pukul lima.Ngomong-ngomong, jika tidak menyadari kasur dan bantal yang kupakai berbeda, aku bahkan lupa jika aku ada di rumah Janice saat ini.Dengan santai aku menyibak selimut dan menyalakan lampu. Barulah ketika aku mendapatkan pandanganku dengan jelas, mataku membola menyadari kasur itu tidak lagi kosong.Maksudku, tidak hanya aku yang berada di sana sepanjang malam!Ada seorang pria asing bertelanjang dada yang sedang tidur di sana!Rasanya jantungku terjun bebas ke bawah. Ini...bagaimana bisa semalaman aku tidur dengan seorang pria?!Aku melihat diriku sendiri yang hanya mengenakan bra dan celana dalam renda hitam senada dan nyawaku hampir lepas. Aku tidak melakukan apa-apa semalam kan? Aku benar-benar cuma tidur saja kan?!Ini...i
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-10
Chapter: BAB III: Terjebak di Rumah Janice?!Memangnya apa yang kutahu tentang Janice si gadis sial selain dia menyebalkan?Tidak ada.Tetapi apakah teman-teman gadis itu juga tahu tentang hal ini?Aku berpikir sebentar sebelum menggeleng pelan. Lupakan, aku bahkan tidak ingat Janice punya teman. Tuhan, sebenarnya apa yang aku lihat di depan mataku saat ini? Seorang pria tampan yang sangat tinggi dengan malasnya membuka pintu rumah mewah dengan kaus putih besar dan celana pendek sebetis.Dia memandangku agak lama dengan alis terangkat karena aku tidak kunjung berbicara. "Cari siapa?" tanyanya.Aku merasa malu dalam hati karena bisa-bisanya malah tersihir oleh pria tampan lalu gelagapan dengan panik, "Janice. Apa benar dia tinggal di sini?""Oh Janice," dia mengangguk pelan sambil memandangku dari atas ke bawah dan kembali lagi dari bawah ke atas, "Aku tidak menyangka ternyata dia punya teman. Bagus untuknya."Aku tersenyum canggung hingga gigiku terasa kering."Kamu yang pertama.""Apa?" tanyaku. "Kamu teman Janice yang perta
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-10