LOGINDalam kehidupan sebelumnya, Aaron–suami Sierra–menelantarkannya saat dia hamil dan membiarkannya mati membeku kedinginan di malam natal sementara Aaron asik berselingkuh. Selingkuhan suaminya adalah sahabat baiknya sendiri, Tamara. Di akhir hayatnya, dengan sisa-sisa napasnya, rupanya Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua. Sierra hidup lagi. Kali ini…dalam tubuh seorang remaja lusuh yang cantik yang diambil oleh kelompok mafia untuk dijadikan mata-mata. Dan...target spionase Sierra adalah suaminya sendiri!
View MoreJika ada kehidupan selanjutnya…Sierra harap dia tidak lagi lahir di keluarga Morvessac. Memiliki ayah bak monster kekuasaan, suami yang tidak menginginkannya, dan sahabat baik yang rupanya tidak pernah menganggapnya sahabat.
Sierra termenung. Celah pintu rumah besar yang dulunya dia tinggal sempat terbuka. Rambut pirang, mata biru. Persis seperti miliknya, namun bukan dia. Tapi milik sahabatnya, Tamara Ciobanu yang sedang bergelayut di pangkuan suaminya hanya dengan pakaian dalam yang tipis. Dari luar, Sierra mengelus perutnya yang membesar. Pada awalnya dia berniat meminta sepeser uang pada suaminya. Tapi tampaknya sekarang kurang tepat. Sierra berbalik menyusuri jalanan bersalju. Di pinggir sungai yang membeku, Sierra memeluk dirinya sendiri. Dia cuma mengenakan selapis pakaian hangat. Mana mungkin bisa menghalau angin musim dingin? Sierra menoleh ketika merasakan tepukan kasar di bahunya. Dia menemukan orang yang tidak kalah lusuh darinya tersenyum padanya. “Wah, kamu pasti belum makan ya? Lebih baik ikut pergi denganku! Ada orang kaya yang membagikan makanan gratis dengan cuma-cuma!” “Makanan gratis?” “Ayo ikut! Orang-orang sudah mengantre!” Orang itu sudah berlari mengikuti kawanannya. Sementara Sierra susah payah bergerak dengan perutnya yang besar. Dia berjalan dengan hati-hati, secepat yang dia bisa. Ketika Sierra sampai di sana, antrean sudah mengular. Dia dengan sabar berdiri di barisan belakang. Butuh waktu dua jam lebih bertahan di sana. Angin bertiup tidak kenal ampun. Berkali-kali dia menggosok telapak tangannya, mengerahkan pakaiannya, dan meniup jari-jarinya yang membeku. Tibalah dia di antrean paling depan. Sayangnya, si ibu tua yang menyiapkan makanan justru mengerutkan keningnya. “Ternyata masih ada ya? Sayang sekali, makanannya sudah habis. Benar-benar habis. Tidak ada yang tersisa di dapur. Jika kamu mau, mungkin…aku masih punya permen,” kata si ibu tua sambil menyodorkan dua bungkus permen minta ke tangan Sierra. Sierra buru-buru tersenyum. “Terima kasih, Ibu.” Dia menerima bungkusan permen di tangannya. Sierra memandang sekitarnya, kotak makanan berserakan. Dia berjongkok untuk meraih kotak-kotak makan itu. Siapa tahu masih tersisa sedikit, pikirnya. Sayangnya, semuanya ludes tidak bersisa. Tentu saja, mana mungkin pengemis jalanan macam mereka menyisakan makanan? Sierra menghela napas. Hari sudah gelap, lebih baik dia segera kembali ke tempat tinggalnya. Masih jauh untuk dicapai dengan berjalan kaki. Kembali di pinggir jalan sungai yang membeku, gigi-gigi Sierra bergemelatuk. Angin malam betul-betul menembus tulang-tulangnya. Bukan lagi soal menggigil, tapi sakit. Padahal masih setengah jalan untuk sampai ke rumahnya. Sierra merasakan perutnya berbunyi. Terakhir kali dia makan adalah sore dua hari yang lalu. Itu juga cuma bubur sisa dari tetangga. Untunglah dia masih punya dua butir permen di kantong. Dia segera melahap permen-permen gula itu dan permen itu langsung habis dalam hitungan menit. Sierra mengelus perutnya. Dahinya berkerut. Tangannya mengelus perutnya lebih gelisah. “Kenapa…tidak ada pergerakan?” gumamnya pada diri sendiri. “Anakku?” Berkali-kali dia mengelus perutnya tapi nihil. Tidak ada pergerakan. Tidak ada tendangan kecil yang biasanya. Dia menggigit bibir. Titik air menggenang di pelupuk matanya. Sierra terisak. Tidak masalah buatnya ditinggalkan Aaron–suaminya. Tidak masalah buatnya ditinggalkan keluarga Morvessac. Tapi setidaknya sisakan anaknya untuknya! Kakinya lemas. Dia melebur ke jalanan sepi yang bersalju. Bak orang kesetanan, dia mengelus, meraung memanggil-manggil bayi kecil di perutnya. Kalau saja dia bisa melawan, dia tidak akan pernah kehilangan nyawa kecil ini. Kalau saja tadi dia bisa berlari lebih cepat, dia bisa memberinya sedikit asupan untuk terus bertahan hidup. Sekarang Sierra merasa betul-betul miskin. Dia tidak punya apa-apa. Bahkan satu-satunya yang dia pikir tidak akan pernah meninggalkannya– anaknya– ikut meninggalkannya. Sesungguhnya, dosa apa yang telah dia perbuat, Tuhan? Lelah, dia berhenti menangis. Sierra kira dia sebetulnya mampu. Tapi dia sendiri baru sadar, ketika dua kakinya tidak lagi mampu menopang tubuhnya. Dia jatuh keras di aspal ketika berusaha bangkit. Darah segar mengalir di antara kedua kakinya. Dia cuma memandang kosong aliran darahnya. Mungkin selama ini alasannya tetap bertahan cuma karena bayi kecilnya. Sierra bersandar di pinggir pembatas jalan. Jalanan sangat kosong dan sepi. Tidak ada kendaraan berlalu lalang. Semua orang menikmati hangatnya liburan natal di rumah. Berkumpul bersama keluarga, makan malam, mungkin bermain games, membuka kotak-kotak hadiah… Dia menutup mata. Napasnya perlahan lebih tenang, semakin tenang. Di sisa-sisa kesadarannya, Sierra bersumpah, jika ada kehidupan berikutnya, dia akan menghancurkan kehidupan Aaron Mitchell dan Tamara Ciobanu!Berbohong bukan perihal yang mudah buat Sierra.Berasal dari keluarga terpandang membuatnya kadang terlalu naif dan hidup dalam bubble yang mengurungnya sejak kecil.Sierra menepuk mulutnya berkali-kali. “Sial, mulut sial,” umpatnya.Kejadian pagi tadi terekam jelas di benaknya. Kebohongan bercelah. Aaron bukan orang bodoh. Pun juga Mark. Dia mesti berhati-hati mulai sekarang.“Zoe!” seru seseorang dari luar.Sierra menoleh ke kanan ke kiri. Dia berteriak dari dalam, “Tidak ada Zoe!”“Zoe!” katanya lagi. Suaranya agak mendayu untuk pria…mirip sekali dengan…William!Pintu dibuka tanpa aba-aba.Sierra mengernyit. Dia menggeleng, “Tidak ada Zoe di sini.”William berkaca pinggang. Kali ini rambutnya dicat merah muda bak permen kapas. Matanya memandang Sierra dari atas. “Kamu.”“Apa?” Sierra melongo.“Kamu Zoe.”Sierra berkedip. Dia akhirnya tertawa hambar. Zoe? Demi Tuhan, berapa kali dia berganti nama dalam seminggu ini? Oleander, Lea Collins, dan sekarang Zoe!“Aku Oleander,” Sierra me
Sukseskan interview kali ini atau gagal? Sierra tidak punya pilihan.Sukses setidaknya dia bisa hidup. Gagal artinya mati.“Saya Lea Collins. Sebelumnya bekerja di Moran Company.”Kata-kata itu langsung tercetus begitu saja dari mulutnya. Awalnya dia merasa semuanya seperti kesalahan sampai ketika Aaron memiringkan kepala dan bertanya, “Moran Company?”Sierra mengangguk. “Benar. Selama empat tahun.”“Tapi Moran Company tidak punya karyawan wanita kecuali di lantai pertama?” kata Aaron hati-hati. Dia mengetuk-ngetuk lengan kursinya.Sierra dipandang berpasang-pasang mata secara bersamaan. Tapi kali ini, dia menahan tangan kirinya yang gemetar dengan tangan kanan. “Itu benar. Moran Company dari luar memang tidak punya karyawan wanita. Tapi saya bekerja di bawah Mark Winter untuk waktu yang lama.”Kali ini pria yang lebih tua di kiri yang menyahut, “Mark? Ketua divisi operasi itu? Bagaimana caranya dia bisa punya karyawan wanita?”“Aku asisten pribadinya. Tidak secara langsung berada di
Dari sore hingga tengah malam Sierra terjebak bersama Mark, Alex, dan beberapa bawahan Alex yang lain. Kadang-kadang Sierra akan meluruskan kakinya, kadang-kadang menyadarkan punggungnya, kadang-kadang juga dia akan menekan jemarinya.“Jadi bagaimana caranya aku dapat mengambil peran sebagai orang kepercayaan Aaron?” tanya Sierra.Mark menjawab dengan senyum dingin dan perkataan yang lugas, “Jadilah cerdas, patuh, dan terlihat miskin.”Sierra tercenung. Terlihat miskin? Apa yang salah dengan terlihat berpunya?Tampaknya Mark mengerti diamnya Sierra. Mark melanjutkan, “Aaron Mitchell selalu punya tempat khusus buat orang berbakat yang miskin. Karena dia lahir di tempat yang sama. Misalnya, seluruh dunia tahu dia akhirnya ditinggalkan Sierra Morvessac berselingkuh. Pada akhirnya yang datang untuk menyelamatkan Aaron adalah wanita miskin dari Rumania yang berbakat. Ini bukan cuma pola. Kebanyakan orang-orang yang dia pekerjaan adalah orang-orang berbakat yang lahir dari keluarga miskin
Sierra memandang pantulan dirinya di depan cermin.Rambut brunette dan mata hijau yang sama dengan yang dia lihat di pecahan spion. Artinya, semuanya bukan cuma mimpi.Entah bagaimana dia kehilangan kesadaran dan keguguran di malam natal, tiba-tiba sekejap mata nasibnya berubah jadi gadis gelandangan yang diculik.Garis-garis wajah yang muda dan lebih lemah ketimbang Sierra Morvessac yang berambut pirang dan bermata biru memandangnya kembali di cermin.“Selesai!” pekik William.Terdengar tepuk tangan dari lima orang bawahan William. “Selalu memuaskan seperti biasanya, Bos!”“Tentu saja Bos yang terbaik!”William tersenyum lebar. Dia memandang pantulan Sierra di cermin dan menyentuh rambutnya.“Lihat, gelandangan berubah jadi wanita secantik ini,” gumam William. Matanya berbinar. Kontras dengan wajah seseorang yang kosong dan berusaha menepis jemari yang merayap di wajahnya.“Siapa namamu, gelandangan?” tanya William.Sierra mengerutkan dahinya. Dia mengecap kata-kata asing di lidahny
Oleander adalah namanya sekarang. Oleander…Oleander…Sierra Morvessac tidak pernah ada. Cuma Oleander…Sierra terbangun dengan guyuran air menyentuh kulitnya. Dia gelagapan. “Oleander, bangun!”Sierra langsung menyeka wajahnya. “Y-ya…?”Boots hitam berhenti di depan kakinya. Terangkat. Lalu member
Sierra Morvessac mengerjapkan matanya berkali-kali ketika sinar matahari menembus sela-sela kegelapan di matanya. Sudah siang. Di mana dia?Riuh tawa gembira membuatnya menoleh.Gadis-gadis kecil berlalu-lalang sambil menggandeng orang tua mereka dan keluar masuk dari toko yang sedikit-sedikit pint
Jika ada kehidupan selanjutnya…Sierra harap dia tidak lagi lahir di keluarga Morvessac. Memiliki ayah bak monster kekuasaan, suami yang tidak menginginkannya, dan sahabat baik yang rupanya tidak pernah menganggapnya sahabat. Sierra termenung. Celah pintu rumah besar yang dulunya dia tinggal sempa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.