author-banner
Mr. Crawford
Mr. Crawford
Author

Novels by Mr. Crawford

ASI Untuk Bayi Miliuner

ASI Untuk Bayi Miliuner

Anisa hanyalah seorang istri yang diperlakukan seperti pembantu di rumah mertuanya. Hamil tua, diusir malam-malam untuk belanja di tengah hujan, hingga kecelakaan tragis merenggut nyawa bayinya. Suaminya, Tegar, bahkan lebih memilih menyelamatkan janin daripada istrinya sendiri. Di ambang kematian, darah penyelamatnya datang dari orang yang tak terduga: Safak, mantan pacar yang dulu ia tinggalkan. Pria kaya raya dan dingin yang kini menjadi miliuner sukses. Saat ASI Anisa melimpah setelah kehilangan anaknya, takdir mempertemukan ia dengan Jihan—bayi prematur Safak yang kehilangan ibu. Menjadi ibu susu untuk bayi miliuner itu bukan hanya soal ASI. Itu adalah pintu masuk ke dunia baru, balas dendam yang manis, dan perasaan lama yang kembali menyala. Di antara luka pernikahan yang hancur, pengkhianatan suami, dan dendam keluarga mertua, Anisa bangkit. Tapi ketika Safak mulai menunjukkan rasa cintanya yang tak pernah padam, Anisa dihadapkan pada pilihan: tetap di masa lalu yang menyakitkan, atau membuka hati untuk pria yang rela memberikan segalanya—termasuk hatinya.
Read
Chapter: Bab 67
Paginya. Anisa menatap layar ponselnya yang sudah mati sejak tadi malam. Nomor Minah yang terakhir menghubunginya masih terbayang di benaknya. Ancaman itu bukan hal baru, tapi setiap kali terdengar, ada rasa lelah yang menusuk dada. Ia menghela napas panjang, lalu meletakkan ponsel di meja kecil di samping ranjang. Jihan masih tertidur pulas di sebelahnya, napas kecilnya teratur, tangan mungilnya sesekali bergerak seperti sedang bermimpi. “Kasihan kamu, Nak,” bisik Anisa sambil mengelus rambut halus Jihan. “Ibu janji, Ibu akan jaga kamu sekuat tenaga.” Pagi itu, matahari baru saja menyelinap masuk melalui celah tirai. Anisa bangun lebih awal, mandi, lalu menyiapkan sarapan sederhana—nasi goreng sisa semalam yang dihangatkan dan telur mata sapi. Ia makan sambil sesekali melirik jam dinding. Hari ini ia harus ke kantor lebih pagi karena ada rapat evaluasi bulanan. Tepat pukul 07
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 66
Keesokan paginya, pukul 08.15 WIB – Kantor Polisi Resort Kendal Suasana kantor polisi pagi itu ramai dengan antrian orang yang melapor. Di ruang tunggu, Dinda dan Tegar duduk gelisah. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan terkait laporan penganiayaan terhadap Anisa yang diajukan melalui pengacara Erickson. Dinda menggenggam tangan Tegar erat. "Tegar, ayahku pasti bisa bantu. Dia kenal banyak orang di sini." Tegar hanya diam, wajahnya pucat. Ia tahu situasi mereka sudah sangat buruk. Tiba-tiba pintu masuk ruang tunggu terbuka dengan keras. Dito Mahendra masuk dengan langkah lebar, wajahnya merah padam penuh amarah. Beberapa polisi langsung mengenalinya dan memberi jalan. Sementara itu, Dito langsung menghampiri Dinda. Tanpa berkata apa-apa, tangan kanannya langsung melayang keras. PLAK! Tamparan itu sangat keras hingga Dinda terhuyung dan hampir jatuh dari kursi. Pipinya lang
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 65
Malam hari, Anisa berdiri di balkon kecil rumah kontrakannya, angin malam Kendal yang sejuk menyapu wajahnya. Jihan sudah tertidur pulas di dalam, napasnya teratur di bawah selimut tipis. Dilla pulang sore tadi setelah Widia menjemputnya. Sendirian, Anisa akhirnya bisa bernapas lega setelah hari yang panjang. Ponselnya bergetar. Pesan dari Safak. Safak: Sudah istirahat? Jangan terlalu capek. Besok aku jemput pagi untuk sarapan bareng sebelum ke kantor. Anisa tersenyum kecil, jarinya ragu di layar. Akhir-akhir ini Safak selalu seperti ini—perhatian tanpa memaksa. Tidak seperti dulu saat mereka pacaran di SMK, di mana Safak sering impulsif dan posesif. Sekarang dia berbeda. Lebih dewasa. Lebih sabar. Anisa: Sudah mau tidur. Besok sarapan di kantin biasa saja, jangan yang mewah lagi. Aku serius. Safak: Baik, Nyonya. Aku nurut. Selamat malam ya. Mimpi
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 64
Anisa keluar dari gedung Tifana Group dengan langkah yang lebih ringan daripada biasanya. Sinar matahari sore menyapa wajahnya, membawa sedikit kehangatan yang sudah lama absen dari hidupnya. Di sampingnya, Safak berjalan dengan tangan di saku celana, sesekali melirik wanita itu dengan senyum yang tak bisa dia sembunyikan. Mereka berdua menuju sebuah kafe kecil di dekat kantor—bukan restoran mewah seperti yang selalu di datangi Safak, tapi tempat sederhana yang Anisa pilih sendiri. "Kamu yakin mau makan di sini saja?" tanya Safak sambil membukakan pintu kafe. Bau kopi dan roti panggang langsung menyambut mereka. Anisa mengangguk tegas. "Iya. Aku sudah bilang, aku tidak mau terbiasa dengan hal yang mahal-mahal. Lagipula, di sini enak kok. Nasi gorengnya terkenal." Mereka duduk di meja pojok dekat jendela. Safak memesan nasi goreng spesial dan es teh manis, sementara Anisa memilih menu yang sama plus
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 63
Meeting usai dengan cepat. Karyawan Tifana Group keluar ruangan sambil berbisik-bisik. Sementara itu, Anisa masih duduk di kursinya, pikirannya kacau. Safak lalu mendekat pelan. "Nisa, kamu baik-baik saja?" Anisa mengangguk pelan. "Aku... tidak menyangka kamu akan sekeras itu." "Aku hanya melindungimu," jawab Safak lembut. "Mereka sudah cukup menyakitimu. Sekarang giliran aku yang akan berdiri di depanmu." Anisa menatap mata Safak lama. Ada kehangatan di sana yang dulu pernah ia rasakan saat mereka pacaran dulu. Tapi ada luka yang masih terlalu dalam. "Aku butuh waktu, Safak. Jangan terlalu dekat dulu." Safak mengangguk. "Aku mengerti. Aku akan menunggu." --- Sore itu, Anisa pulang lebih awal. Jantungnya masih berdegup kencang setelah kejadian di ruang rapat. Di rumah kontra
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 62
Ruang rapat yang tadinya tegang kini membeku total. Kata-kata Safak seperti palu hakim yang menghantam meja. Dinda berdiri dengan tubuh gemetar, wajahnya memerah padam campur antara marah dan malu. Tegar di sampingnya hanya bisa mengepalkan tangan, rahangnya mengeras, tapi tak berani bicara. "Apa maksudmu?!" bentak Dinda, suaranya nyaris pecah. "Kamu tidak bisa seenaknya membatalkan kerjasama begitu saja! Ini sudah tahap final! Ayahku—" Safak mengangkat tangan, memotong ucapannya dengan dingin. "Ayahmu? Memang kenapa dengan Ayahmu? Setiap hari yang bisa kau banggakan hanyalah Ayahmu. Apa tidak ada orang lain selain Ayahmu yang bisa kau banggakan? Oh iya satu kali lagi kuberi tahu... Apa kau pikir, ayahmu dan perusahaan kecil seperti Sapphire Industries punya hak untuk bekerja sama dengan perusahaan ini? Jika bukan karena kami sedang mengajari dan menuntun karyawan-karyawan baru kami untuk maju dan menambah pengalaman, apa kau pikir kalian berdua masih pantas masuk ke perusahaan
Last Updated: 2026-07-13
You may also like
Pengasuh Kesayangan Tuan Duda
Pengasuh Kesayangan Tuan Duda
Romansa · Agura Senja
119.9K views
Love Me, Sersan!
Love Me, Sersan!
Romansa · Nyemas Sarifah
119.8K views
Suamiku Miskin Tapi Bohong
Suamiku Miskin Tapi Bohong
Romansa · Meriatih Fadilah
119.3K views
Gairah Liar Sahabat Suamiku
Gairah Liar Sahabat Suamiku
Romansa · Lucyofheart
119.1K views
Bittersweet Revenge
Bittersweet Revenge
Romansa · Kanietha
118.9K views
Diuber Janda
Diuber Janda
Romansa · Diganti Mawaddah
118.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status