LOGINDikhianati suami, diusir mertua, dan kehilangan calon buah hati, Anisa mengira hidupnya telah kehilangan segalanya. Takdir justru membawanya menjadi ibu susu bagi putra seorang miliuner muda, Safak, yang hanya mau menyusu padanya. Di balik pertemuan itu, keduanya merasakan keakraban yang sulit dijelaskan. Mereka tak pernah menyangka bahwa bertahun-tahun lalu, mereka pernah saling mencintai dengan identitas palsu—hanya mengenal satu sama lain sebagai Raka dan Nisa. Kini, ketika masa lalu perlahan terungkap, mampukah cinta pertama yang telah lama terlupakan mengalahkan pengkhianatan, intrik keluarga miliuner, dan rahasia yang mengancam kebahagiaan mereka?
View MorePagi itu, langit Kota Kendal masih diselimuti kabut tipis ketika Anisa melangkah keluar dari rumah kontrakan sederhananya. Udara pagi yang sejuk menyapa kulitnya, tapi hatinya terasa berat. Malam sebelumnya ia hampir tidak bisa tidur, pikirannya terus dipenuhi bayangan pertemuan hari ini. Pertemuan dengan perwakilan Sapphire Industries—perusahaan milik keluarga Dinda, tempat Tegar bekerja. Ia tahu, ini bukan sekadar meeting bisnis biasa. Ini akan menjadi ujian pertama baginya di Tifana Group.Jihan masih tertidur nyenyak di gendongan Dilla, pengasuh yang Widia sewa khusus untuknya. Anisa mencium kening bayi mungil itu dengan lembut sebelum menyerahkannya kembali. "Jaga dia baik-baik ya, Dilla. Kalau rewel, langsung telepon aku.""Tenang, Nyonya. Nona Widia juga sudah bilang akan mampir sebentar," jawab Dilla sambil tersenyum.Anisa mengangguk, lalu naik taksi online menuju kantor. Sepanjang perjalanan, ia menatap keluar jendela, tangannya tanpa sadar mengelus perut yang dulu pernah m
Tegar mengusap wajahnya dengan kasar, rasa lelah dan amarah bercampur aduk dalam dadanya. Ruang tamu yang biasanya terasa hangat kini terasa pengap, seperti beban yang menumpuk di pundaknya."Iya, mungkin Safak yang membantunya," gumam Tegar akhirnya. "Tapi 30 miliar? Bahkan jika dia kaya, kenapa dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk Anisa? Wanita yang sudah menjadi janda, yang sudah... sudah tidak suci lagi."Minah mendengus keras. "Karena laki-laki itu masih tergila-gila padanya! Dari dulu Safak memang gila sama Anisa. Ingat kan waktu dia hampir gila saat Anisa lebih memilih kamu? Pasti sekarang dia melihat kesempatan untuk merebut kembali. Dan Anisa, dasar perempuan licik, dia juga langsung memanfaatkan itu!"Hana menyilangkan tangan di dada, matanya menyipit penuh perhitungan. "Kalau benar Safak yang membiayai semuanya, berarti dia punya kekuatan besar sekarang. Kak Tegar, kita harus hati-hati. Jangan sampai kita terjebak lebih dalam. Tapi... separuh harta itu tetap
Minah menjawab, "Sudah sebulan yang lalu. Ya, aku lupa mau memberitahu kamu. Kamunya juga sangat sibuk, jadi mana sempat aku bicara ke kamu. Lagian, aku tidak pernah berpikir semuanya akan jadi seperti ini. Aku tidak pernah berpikir kalau wanita itu akan seberani itu menuntut harta gono-gini padamu. Aku juga tidak mengira, kalau wanita itu akan bisa membayar seseorang pengacara besar seperti Pak Erickson. Melihat kondisinya, untuk membayar pengacara biasa saja sepertinya mustahil. Tapi bagaimana bisa dia tiba-tiba punya uang untuk membayar pengacara besar seperti Pak Erickson?"Hana yang dari tadi diam, tiba-tiba angkat bicara, "Eh Kak Tegar, benarkah yang Kakak katakan? Si jalang itu membayar Pak Erickson sebesar 30 miliar hanya untuk menyelesaikan kasus perceraian ini? Lalu apa Kak Tegar percaya begitu saja?"Tegar menatap Hana, "Apa maksudmu?"Hana menghela nafas dan mulai menjelaskan, "Ya, secara... Seperti yang Ibu bilang barusan. Kita semua di sini tau kon
Anisa dan Safak mengangkat kepalanya bersamaan dan menatap Dilla. "Ya, ada apa?" tanya Anisa."Barusan Nona Widia sudah mengirim pesan, beliau menunggu saya di luar, jadi saya mau pamit pulang dulu sama Jihan," ujar Dilla.Anisa cukup terkejut mendengar yang dikatakan Dilla, "Apa? Widia sudah di luar?" Dia berdiri, "Di mana dia sekarang? Aku mau ketemu dia sebentar."Sementara itu, Safak hanya berpikir, 'Ohh, jadi anak itu sudah di luar? Ha ha... Dasar, tau juga kalau Kakaknya lagi pengen berduaan, jadi dia gak datang buat ganggu!'"Em, Nona Widia bilang, beliau tidak mau mengganggu pekerjaan anda, makanya beliau tidak masuk. Beliau juga meminta pada saya untuk menyampaikan pesan," jelas Dilla."Pesan? Pesan apa itu?" tanya Anisa."Beliau berpesan agar anda tetap melanjutkan pekerjaan Anda saja. Nona Widia tidak mau mengganggu pekerjaan Anda
Semua orang terdiam mendengar perkataan Tegar. Namun secara tiba-tiba, salah satu dari ibu-ibu di sana dengan sinis berkata, "Hey Tegar. Anisa istrimu? Lalu apakah kau pernah memperlakukan dia sebagai istri? Kami semua yang ada di sini tau, kau memperlakukan Anisa tidak lebih dari seperti seorang
Perawat di sana juga terkejut melihatnya, "Astaga Ibu... Sepertinya ini air ASI. Dan ini banyak banget...""Air ASI? ASI ku keluar? Tapi..." Anisa terdiam saat mengingat bayinya sudah tiada. Dia menangis dan melanjutkan, "Seandainya saja kamu selamat, Nak. Kamu pasti kenyang
Dua penjaga keamanan itu lalu menarik Minah ke belakang. Tegar dengan sigap menangkap ibunya agar tidak terjatuh. Sementara itu, Anisa langsung terbatuk-batuk setelah terlepas dari cekikan Minah. "Ibu, berhati-hatilah dalam bertindak! Jaga sikap Ibu! Ini rumah sakit dan dilarang membuat keributan
Para perawat di sana segera mengikuti intruksi Widia. Bergegas mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan operasi kecil. Namun saat operasi akan dilakukan, bayi itu sudah tidak mengejang lagi. Lebih tepatnya dia sudah tidak bergerak, detak jantungnya hilang dan tidak bernafas. "Innalillahi..."






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews