6.

"Di mana Raven," tanya Romeo yang berjalan dengan langkah lebar memasuki ke dalam rumah sebesar istana.

"Tuan Raven ada di dalam ruang kerja," balas Jimmy yang menutup pintu utama.

“Ternyata sudah pulang,” gumam Romeo yang bergegas ke ruangan kerja untuk mencari keberadaan Raven yang merupakan kembarannya.

Pintu di buka sangat perlahan, Romeo menatap sang kakak yang terlihat sibuk dengan beberapa dokumennya. Mimik wajahnya selalu terlihat datar, tampan dan berkarisma. Serta aura dingin mengelilingi tubuhnya. 

"Kenapa kau tidak masuk?" ucap Raven melirik pada Romeo yang setengah tubuh bersandar di tiang pintu.

Romeo menyunggingkan senyumnya melangkah mendekati kakaknya dan duduk di seberang meja dengan tangan bersedekap di dada.

"Ada apa?" tanya Raven yang menutup dokumennya. ia menatapi adiknya dengan tatapan heran dan curiga. karena tidak biasanya Romeo senyum-senyum sendiri seperti ini.

"Aku menemukan wanita yang cocok untuk kesenangan kita selanjutnya,” balas Romeo dengan senyuman jahatnya. Yang bisa hanya di pahami oleh Raven.

Raven mengangkat alisnya ke atas, mengusap dagunya yang di tumbuhi jambang tipis. Yang sama dengan Romeo.

"Dimana kau mengenalnya, apa dia sudah berada di apartemenmu?" tanya Raven dengan mata menyelidik. karena ia tahu, Romeo ahli menjerat wanita.

"Di sebuah Club malam milik Vio dan belum sampai pernikahan di laksanakan," balas Romeo dengan menaikkan kedua bahunya.

"Maksudmu, kau akan menikahi wanita itu?" balas Raven dengan meninggikan suaranya dengan tatapan tidak percaya atas kebodohan yang di lakukan oleh kembaranya kali ini.

"Benar kakak, dia wanita yang bodoh. begitu mudahnya menerima lamaran aku untuk menikahinya dengan cara seperti itu, aku bisa menjebaknya. Untuk menarik musuh utama keluar dari sarangnya yang selama ini merepotkan kita bukan?" balas Romeo dengan pemikiranya saat ini dan berharap sang kakak setuju dengan idenya. tepatnya ia tidak mau kena bom saat ini.

Wajah Raven memucat, ia tidak setuju dengan ide gila kembarannya yang bisa-bisa menghancurkan semuanya. tepatnya akan menghancurkan masa depan mereka berdua pada akhirnya.

“Jangan cemas seperti itu Kak, semua akan baik-baik saja. Seperti yang kita lakukan dulu,” ucap Romeo terkekeh renyah. yang berusaha menyakinkan kembarannya, kalau idenya sungguh berguna dan akan berhasil seperti biasanya.

Raven masih diam dengan wajah kusutnya.

"Aku tidak sabar ingin menarik wanita itu semakin dalam, sepertinya akan sangat menarik untuk kita nikmati bersama-sama untuk pertama kali bagi wanita itu!" ucap Romeo menyeringai.

"Aku tidak setuju, ini resiko tinggi dan bagaimana kalau kau terjebak lagi seperti dulu. kau itu telalu bodoh?" cercah Raven yang benar-benar tidak setuju dengan ide gila Romeo kali ini.

"Ayolah Kak, kali ini saja. aku yakin, kali ini tidak akan sebodoh lagi," pinta Romeo memohon.

Raven kembali mendiam.

"Lagian kita tidak perlu cari wadah pelampiasan bukan? kita bisa menyetubuhi dia setiap hari berapa ronde dan terhindar dari penyakit," saran Romeo yang masih membujuk Raven.

"Kali ini saja, lain kali jangan aneh-aneh lagi. atau aku langsung membunuh wanita itu tanda sidang," Raven mengeluarkan ancamannya tanpa takut sedikitpun.

"Waduh.... yang ini jangan di bunuh, kita belum cicipi. sayang dong," balas Romeo yang masih sempat bercanda di saat kembarannya sedang murkah tinggi.

"Baiklah, aku akan terlibat di dalamnya."

"Gitu dong Ven, kita trisome terus. kan tidak ada ruginya," balas Romeo terkekeh garing sedangkan Raven terpaksa menyetujui ide gila kembarannya dan memutuskan akan menyingkirkan wanita itu dalam waktu satu bulan. sebelum Romeo semakin terjerat dengan benang laba-laba yang menjadi senjata makan tuan.

Raven dan Romeo merupakan pasangan kakak beradik dengan orantasi sex menyimpang yang di miliki mereka sejak lama. Tepatnya merupakan warisan dari kedua ayah mereka yang kembar indentik.

Romeo sering menjebak wanita yang di curigai sebagai mata-mata dari pihak musuh. untuk mau menjadi budak nafsu dirinya dan kembarannya, kegilaan mereka sudah berlangsung sejak mereka remaja. Sejak mewarisi semua kekayaan keluarga Van Diora dari kedua kakek sampai kedua ayah mereka. serta pergaulan bebaslah membuat kehidupan sex mereka di luar batas normal. Apa lagi sejak mereka kecil orang tua mereka sudah menunjukkan kehidupan tidak normal. Yang berbeda dengan keluarga lainnya yang merupakan pemicu utama kegilaan mereka.

"Kapan kau akan mengenalkan aku pada wanita itu?" tanya Raven yang tidak sabaran. tepatnya, tidak sabaran untuk membunuh wanita sialan yang memakan jaring laba-laba yang di terbarkan Romeo.

"Sabar Kak, wanita itu aduhai. aku yakin kau akan suka," balas Romeo yang masih sempat memperlihatkan lekuk tubuh Ruster dengan gerakkan tangannya.

Raven tahu pilihan kembaranya tidak akan pernah mengecewakan, selalu cantik dan berkelas. Sudah banyak wanita yang pernah menjadi teman tidur mereka berdua, setelah satu atau dua bulan. Raven akan meminta Romeo melepaskan wanita itu karena bosan, dengan memberi uang pada wanita itu seberapa banyak di inginkan untuk tutup mulut. Setelah mengetahui informasi yang si bocorkan oleh wanita itu tentang bos yang memperkerjakan mereka. Sisanya, kedua kembar itu tidak perduli nasib wanita itu hidup atau mati atas apa yang di bocorkan oleh wanita tersebut.

Seperti itulah yang mereka lakukan selama ini untuk menghilangkan nyawa para wanita yang bodoh karena tergiur uang pihak musuh.

"Aku tidak sabar," ucap Raven tegas.

"Sebentar lagi akan ku kenalkan," Jawab Romeo dengan tawa jahatnya yang di ikuti oleh Raven.

“Ngomong-ngomong apa kau sudah tahu. Duplikat palsu pandora heart sudah di siapkan oleh pihak musuh untuk memancing kita mengeluarkan pandora Heart yang asli?” tanya Raven yang menatapi kembarannya dengan tatapan serius.

“Sudah! lagian kita juga tidak pernah tahu di mana keberadaan pandora Heart yang asli. Sejak kakek Karlos meninggal dunia, bagaimana bisa keluarkan yang asli?” jawab Romeo dengan santainya.

“Apakah kedua ayah kita tahu?” tanya Raven yang masih penasaran.

“Muhahaha... Kak, otakmu sejak kapan jadi tumpul. Bukankah kedua ayah kita juga mencari keberadaan pandora heart yang asli. Saat ibu tertembak dan hampir meninggal dunia?” balas Romeo dengan tawa mengejeknya. Seolah mencibir Raven yang mulai pikun.

“Benar juga, beruntungnya ibu selamat. Aku tidak bisa membayangkan jika sampai ibu pergi. Bagaimana dengan kedua ayah kita saat itu!” balas Raven yang memijit-mijit pangkal hidungnya. Ia sangat sayang pada salah satu ayahnya yang bernama Reihan.

Raven percaya, Reihan adalah ayah kandungnya dan Rayyan adalah ayah dari Romeo. Meskipun mereka sama-sama merupakan anak kembar dan banyak misteri di keluarga Van Diora yang belum terpecahkan oleh mereka berdua.

“Kak, apa mungkin kakek Karlos membawa pandora heart ke alam kematian? Mengingat sejarah keluarga Van Diora kakek Karlos yang menciptakannya di masa lalu dan membawanya ke masa kini yang terus melewati waktu demi waktu,” tanya Romeo dengan wajah penasarannya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status